Articles
LANGGAM SAMBORITTA SEBAGAI SALAH SATU MEDIA APRESIASI MUSIK AKADEMIK DI PROGRAM STUDI PENDIDIK SENI DRAMA, TARI DAN MUSIK FAKULTAS SENI DAN DESAIN UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
Khaeruddin Khaeruddin
Publikasi Pendidikan Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Prodi PGSD FIP UNM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (167.278 KB)
|
DOI: 10.26858/publikan.v2i1.1579
Musik Langgam Samboritta mulai dikenal masyarakat luas ketika mulai muncul pada siaran TVRI Sulawesi Selatan dalam acara Daeng Mampo dan beberapa acara di UNM. Sejak terbentuknya pada tahun 2009, Musik Langgam Samboritta mengalami perkembangan luar biasa dalam segi instrumentasi dan orkestrasi, sampai sekarang.Fakultas Seni dan Desain sebagai salah satu fakultas dalam lingkungan UNM adalah fakultas pemekaran dari Fakultas Bahasa dan Seni sejak tahun 2008. Fakultas ini dibentuk untuk membina bidang-bidang Ilmu Seni seperti Seni Rupa, Sendratasik (Seni Drama, Tari dan Musik), Seni Tari dan Desain Komunikasi Visual (DKV), baik yang bersifat kependidikan maupun non kependidikan sesuai dengan visi dan misinya.Anggota langgam Samboritta terdiri dari pimpinan fakultas, dosen, pegawai dan beberapa mahasiswa juga sering dilibatkan. Merujuk dari latar belakang, bahwa yang melandasi terbentuknya kelompok musik Langgam Samboritta di Fakultas Seni dan Desain UNM yaitu ketika beberapa dosen seni musik setiap kali berkumpul bersama pimpinan Fakultas bernyanyi diiringi musik electone yang berlangsung setiap hari Jum’at sehabis shalat Jum’at. Proses itu berlangsung beberapa bulan, kemudia timbul ide dari teman-teman untuk menggabungkan musik electon dengan alat musik keroncong yang memang sudah ada di prodi sendratasik sebagai program mata kuliah pilihan. Dari ide tersebut kemudian disepakati untuk dijadikan sebagai kelompok yang diberi nama oleh pimpinan fakultas FSD Dr. Karta Jayadi, M.Sn dengan nama Kelompok Musik Langgam Samboritta, artinya kelompok musik Langgam keluarga Sivitas Akademika FSD-UNM. Dari proses yang terus berlangsung, kemudian dilihat oleh beberapa pimpinan Universitas ketika tampil disetiap acara-acara hiburan baik di tingkat Fakultas ataupun Universitas. Kata kunci: Musik Langgam Samboritta, Media Apresiasi Musik.
Perilaku Bullying Pada Anak Di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal I Cabang Bara-Baraya Kota Makassar
Herman;
Fadhilah Purnama;
Herman Herman;
Syamsuardi Saodi
Publikasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Prodi PGSD FIP UNM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (262.408 KB)
|
DOI: 10.26858/publikan.v8i1.4480
The objective of this reserach is to collect information about the bullying behavior of children in kindergarten Aisyiyah Bustanul Athfal I Bara-Baraya Branch of Makassar City. This research used qualitative approach and qualitative descriptive research. The subject of research is the child in Kindergarten Aisyiyah Bustanul Athfal I Bara-Baraya Branch of Makassar City in group B with the number of students 23. Data collections in this research are observation, interview and documentation. Results of research on Bullying Behavior in Children in Kindergarten Aisyiyah Bustanul Athfal I Bara-Baraya Branch of Makassar City shows there is bullying behavior in the form of bullying verbal and physical bullying. The number of dominant Bullying cases occurring is physical Bullying behavior of hitting, kicking, robbing, pushing, destroying, twisting arms, throwing and threatening compared to the number of cases of verbal Bullying behavior in the form of calling by other names and mocking. In terms of verbal bullying behavior is generally more experienced by girls than boys, while for physical bullying behavior experienced more by boys than girls. Then Performers in verbal and physical bullying behavior are generally done by boys compared to girls.
Analisis Tegangan Lentur ST 42 Pada Proses Pengelasan Melalui Proses Pendinginan yang Bervariasi
Samnur Samnur;
Mursalim Mursalim;
Ridwan Daud Mahande
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 12, No 2 Okt (2010)
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya perbedaan tegangan lentur ST 42 yang disambung dengan proses pengelasan setelah melalui proses pendinginan dengan media pendingin yang bervariasi. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui pengujian bending dengan menggunakan mesin uji universal di Laboratorium Uji Bahan Teknik Mesin UNM terhadap spesimen ST 42 yang sebelumnya telah melalui proses penyambungan dengan las kemudian didinginkan dengan media pendingin yang berbeda. Kampuh las yang akan diuji adalah kampuh las V yang merupakan jenis kampuh las yang paling banyak dipakai dalam dunia konstruksi dan media pendingin yang digunakan adalah media pendingin air, oli dan udara.Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan inferensial. Analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan keadaan atau karakteristik data sampel untuk masing-masing variabel penelitian, sedangkan analisis inferensial menggunakan analisis anava satu jalur untuk n1 = n2 = n3, dengan terlebih dahulu melakukan uji persyaratan analisis, yaitu uji normalitas berupa uji Chi-Kuadrat dan uji homogenitas. Hasil penelitian menunjukkanterdapat perbedaan tegangan lentur maksimum dari spesimen dengan jenis pendinginan yang berbeda tersebut, namun berdasarkan hasil analisis data,perbedaan tersebut tidak signifikan atau perbedaannya sedikit sehingga disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada tegangan lentur ST 42 yang disambung dengan proses pengelasan setelah melalui proses pendinginan dengan media pendingin yang bervariasi.
Analisis Hubungan Getaran dengan Temperatur Kerja pada Mesin Mill Fan 412 di PT. Semen Tonasa
Samnur Samnur;
Ilham Jaya;
Ridwan Daud Mahande
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 11, No 3 Apr (2010)
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat getaran dan temperatur serta hubungan antara getaran dengan temperatur pada mesin Mill Fan 412 di PT. Semen Tonasa. Data pada penelitian ini diambil dengan melakukan pengukuran langsung dengan menggunakan alat ukur getaran Vibrotip. pada Mesin Mill Fan di PT. Semen Tonasa. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan hasil bahwa getaran dan temperatur mesin Mill Fan masih berada pada kondisi normal dan aman sesuai dengan standar ISO 10816-3. Selain itu ditemukan juga hasil bahwa terdapat Hubungan yang positif antara getaran dengan temperatur pada mesin Mill Fan 412 di PT Semen Tonasa
An Exploration of Scientific Literacy on Physics Subjects within Phenomenon-based Experiential Learning
Prima Warta Santhalia;
Lia Yuliati
Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) Vol. 11 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jpfa.v11n1.p72-82
Abstract Scientific literacy is the ability to involve yourself in problems related to science. This research explores students' scientific literacy skills in experiential learning based on phenomena on the concept of expansion. This research was conducted with a mix-method approach with an embedded experimental model design. The data were collected through scientific literacy tests (r = 0.53), and open-ended questions interviews with the students, then analyzed using the Mann-Whitney U-Test quantitatively, and using the Bybee (1997) assessment rubric qualitatively. Based on the results, it was found that the majority of students experienced an increase in their scientific literacy from the SI (Scientific Illiteracy) category (96.88%) into CSL (Conceptual Scientific Literacy) (46.88%). We concluded that phenomenon-based experiential learning was effective in improving students' scientific literacy. So, we need more effort to improve and increase students' scientific literacy skills by integrating scientific literacy competencies while implementing science learning in schools.
KEPUTUSAN PEMBELIAN SMARTPHONE OLEH MAHASISWA: KELOMPOK ACUAN ATAU GAYA HIDUP?
Tri Harnoto;
Yunita Budi Rahayu Silintowe
Modus Vol. 30 No. 2 (2018): MODUS
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24002/modus.v30i2.1708
Smartphone merupakan salah satu hasil dari perkembangan teknologi saat ini. Perkembangan teknologi ini berdampak pada penggunaan smartphone di negeri ini yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Smartphone juga digunakan oleh mahasiswa untuk sarana komunikasi bersama teman atau kelompok, mengirim tugas kuliah, bermain game, dan mengisi waktu luang. Saat memilih smartphone, setiap konsumen memiliki alasan yang berbeda-beda. Pemilihan smartphone dapat dipengaruhi oleh gaya hidup atau kelompok tertentu. Penelitian ini akan meneliti seberapa besar pengaruh kelompok acuan dan gaya hidup terhadap keputusan pembelian smartphone. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 200 responden dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner, dan teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok acuan dan gaya hidup secara simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian smartphone. Variabel gaya hidup berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian dan merupakan variabel yang berpengaruh paling dominan. Kelompok acuan juga berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian. Kata kunci: smartphone, keputusan pembelian, kelompok acuan, gaya hidup
AN ANALYSIS ON THE STUDENTS’ INDIRECT LEARNING STRATEGIES IN WRITING SKILL
Yusri .;
Tri Setiani
Jurnal Didascein Bahasa Vol 4 Nomor 1, November 2018
Publisher : Jurnal Didascein Bahasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (107.486 KB)
The problem of this study was “what are the indirect learning strategies in writing skill applied by the eleventh grade students of SMAN 12 Palembang?” The objective of this study was to find out the indirect learning strategies in writing skill applied by the eleventh grade students of State Senior High School 12 Palembang. This study used qualitative descriptive method. The population of this study was 232 of the eleventh grade students of State Senior High School 12 Palembang in the academic year of 2016 / 2017. This study used purposive sampling technique. The data were collected through the SILL questionnaire and documentation. Based on the study, it showed that eventhough there was no learning strategy applied by the students in the high use, but according to the average use of the strategy, metacognitive strategies (Mean = 3.28) became the most frequently strategies applied by the students, then, followed by affective strategies (Mean = 2.65), and the last was social strategies (Mean = 2.46). In conclusion, all the indirect learning strategies in writing skill that are metacognitive, affective, and social strategies were applied by the eleventh grade students of State Senior High School 12 Palembang. Keywords: Analysis, Indirect Learning Strategies, Writing Skill.
Perbandingan Kinerja Pendekatan Simulasi dan Analitis pada Kasus Perhitungan Dampak Konsumsi Float Aktivitas Nonkritis dalam Penjadwalan Proyek
Andreas Wibowo
Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 2 (2007)
Publisher : Institut Teknologi Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5614/jts.2007.14.2.2
Abstrak. Tulisan ini membandingkan hasil perhitungan menggunakan pendekatan simulasi dan analitik dampak konsumsi waktu ambang aktivitas nonkritis terhadap skedul dan biaya proyek. Dasar teori yang digunakan untuk analisis adalah teori reliabilitas yang populer dikombinasikan dengan beberapa pendekatan seperti probabilistic network evaluation technique (PNET) dan transformasi Rosenblatt. Kedua pendekatan menghasilkan kesimpulan bahwa pengunduran aktivitas nonkritis meski belum melebihi waktu ambang total yang dimiliki tetap berpengaruh negatif terhadap jadwal dan biaya proyek. Secara probalistik konsumsi waktu ambang yang bertambah mengakibatkan waktu penyelesaian proyek bertambah yang pada gilirannya meningkatkan biaya total proyek. Hasil perbandingan menunjukkan meski tidak ada perbedaan yang signifikan di antara keduanya, dalam beberapa hal pendekatan analitik berkinerja lebih baik daripada pendekatan simulasi dalam kekonsistenan menjelaskan hubungan yang terjadi antara jadwal, biaya, dan konsumsi waktu ambang.Abstract. This paper compares the computational results of using simulation and analytical approaches on the impact of float consumption on the total project cost and schedule. The base theories employed for analysis are wellknown reliability theories combined with approximation methods such as probabilistic network evaluation technique (PERT) and Rosenblatt transformation. The two approaches arrive at a conclusion that delay in an noncritical activity despite not exceeding total float remains to severely affect the project schedule and cost. Probabilistically, an increase in float consumption escalates the time completion of project which in turn increases the total project cost. The comparison results exhibit that although substantial difference is not observable, insome respects the analytical approach outperforms the simulation one in terms of consistency of explaining the relationship among schedule, cost, and float consumption.
Model Matematis Penentuan Interval Profit yang Wajar untuk Pelaksanaan Proyek Konstruksi
Andreas Wibowo;
Wahyu Wuryanti
Jurnal Teknik Sipil Vol 15 No 1 (2008)
Publisher : Institut Teknologi Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5614/jts.2008.15.1.2
Abstrak. Menentukan profit yang wajar masih menjadi salah satu isu penting dalam industri konstruksi, khususnya untuk proyek-proyek pemerintah. Namun sayangnya Keppres No. 80 tahun 2003 yang mengatur pengadaan proyekproyek publik pun tidak mendefinisikan secara spesifik kewajaran profit. Tulisan ini mempresentasikan pengembangan model penentuan rentang profit yang wajar berdasarkan karakteristik proyek yang teridentifikasi. Model-model dibangun berdasarkan respon kualitatif dan kuantitatif dari responden yang diperoleh dari distribusi kuesioner yang dikirimkan melalui pos. Teknik statistik yang digunakan dalam studi ini adalah analisis conjoint dan regresi ordinal yang saling melengkapi satu sama lain. Tingkat kewajaran rentang profit diterjemahkan kemudian dalam bentuk skor skala 0-100 dengan 0 adalah sama sekali tidak wajar dan 100 sangat wajar dan nilai 70 ditetapkan sebagai ambang minimum untuk membedakan proyek yang profitnya wajar dengan yang tidak wajar. Model matematis lain untuk menentukan rentang profit yang lebih wajar untuk proyek-proyek dengan skor rendah juga diberikan dalam tulisan ini. Abstract. Determining fair profits has become one of the substantial issues in recent construction industry settings, especially for government-funded projects. Unfortunately, the Presidential Decree No. 80 of 2003 that regulates public procurement does not specifically define what a fair profit is. This paper presents the development of mathematical models to evaluate the fairness of profit intervals of projects given their identified characteristics. The models were built upon qualitative and quantitative responses of respondents solicited via mailed-out questionnaires. The statistical techniques employed for this study includes the conjoint analysis and ordinal regression that mutually complement. The fairness of project under evaluation is translated into a score on a 0-100 scale with 0 being perfectly unfair and 100 being perfectly fair and 70 serving as the cut-off level to dichotomize fairly and unfairly profited projects. Another mathematical model to recommend more reasonable profit intervals for low-scored projects is also presented in this paper.
Metodologi Perhitungan Required Rate of Return berdasarkan Cumulative Prospect Theory: Studi Kasus Proyek Investasi Jalan Tol
Andreas Wibowo
Jurnal Teknik Sipil Vol 18 No 2 (2011)
Publisher : Institut Teknologi Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5614/jts.2011.18.2.1
Abstrak. Salah satu faktor mendasar yang perlu dipertimbangkan saat menawarkan proyek-proyek jalan tol ke sektor swasta adalah bahwa proyek tersebut harus layak secara finansial. Dalam konteks yang lebih sempit, keatraktivan biasanya diukur dari NPV atau IRR. Dengan demikian isu menentukan tingkat diskonto atau minimum acceptable/attractive rate of return yang tepat menjadi salah satu isu yang sangat krusial. Tulisan ini menawarkan metodologi perhitungan required rate of return (RRR) yang sistematis untuk proyek infrastruktur berbasis total risk approach yaitu risiko sistematis dan risiko non-sistematis. Capital asset pricing model dan certainty equivalent method yang dikombinasikan dengan cumulative prospect theory diaplikasikan untuk mengestimasi premium risiko sistematis dan risiko non-sistematis. Tiga proyek jalan tol yang diselenggarakan dengan kontrak build, operate, transfer dijadikan studi kasus dalam makalah ini untuk keperluan ilustrasi aplikasinya dengan hasil RRR untuk masing-masing proyek. Abstract. One of the underlying factors needing to be considered when offering toll road projects to the private sector is that they must be financially feasible. In the narrower context, the attractiveness of a project is usually measured via NPV or IRR. Accordingly, the issue of determining the correct discount rate or minimum acceptable/attractive rate of return becomes one of the critical issues. This paper presents a systematic computational methodology for determining the required rate of return (RRR) of infrastructure projects based on the total risk approach i.e. systematic and non-systematic risks. The capital asset pricing model and the certainty equivalent method combined with the cumulative prospect theory are applied to estimate systematic and non-systematic risk premium. A total of three toll road projects implemented under build, operate, transfer (BOT) contracts are taken as case studies for application illustrations with individual required rate of return resulted for each project.