Articles
PERUBAHAN POLA PEMUKIMAN MASYARAKAT ULU 7 SUNGAI MUSI KOTA PALEMBANG
Bayur, Tarmizi;
Firman, Firman;
Rusdinal, Rusdinal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i3.375
Perubahan Pola Pemukiman Masyarakat Ulu 7 Sungai Musi Kota Palembang pada dasarnya disesuaikan dengan ciri-ciri ekologis dari lingkungan pemukiman dengan memiliki jumlah penduduk terbesar yang berada di daerah-daerah yang memiliki irigasi dan pertambahan penduduk akan memerlukan perubahan structural pemukiman sedemikian rupa sehingga terbentuk konsentrasi urban dalam lingkungan. Pemukiman pingiran sungai musi tercatat selalu terjadi peningkatan jumlah penduduk dari tahun ketahun. Mengunakan pedekatan penelitian yaitu kualitatif dengan metode studi kasus. Untuk pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi non partisipan, wawancara mendalam dan studi dokumen. Hasil penelitian pada perubahan pola pemukiman masyarakat Ulu Tujuh Sungai Musi Kota Palembang, yaitu bentuk perubahan pola pemukiman salah satunya pola pemukiman memanjang dan bentuk perubahan konstruksi bangunan.
IDENTIFIKASI KONFLIK MASYARAKAT DI KERINCI DENGAN PERSPEKTIF PENDIDIKAN IPS
Pratiwi, Marni Emiar;
Firman, Firman;
Rusdinal, Rusdinal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i3.385
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dinamika konflik warga dalam kehidupan sosial masyarakat Kerinci. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan,literasi, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika konflik warga masyarakat dalam kehidupan sosial masyarakat kerinci terjadi dipengaruhi dari berbagai aspek social seperti geografi,sosiologi, ekonomi dan sejarah dan dan dampak dari konflik dapat dikaji malalui perspektif pendidikan ilmu pengetahuan sosial
POLA PERUBAHAN INTERAKSI DALAM KELUARGA PADA MASYARAKAT AIR BATUMBUK JALUR PENDAKIAN GUNUNG TALANG
Zamra, Sawatul;
Rusdinal, Rusdinal;
Firman, Firman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i6.386
Artikel ini akan menjelaskan dan mendeskripsikan pola perubahan interaksi dalam keluarga pada masyarakat Air Batumbuk Jalur Pendakian Gunung Talang. Teori yang membantu menganalisis temuan dalam penelitian ini adalah teori perubahan sosial dari Veblen dan Ogburn sebagai kaum teknokratis dalam perspektif Materialistis. Veblen melihat masyarakat sangat ditentukan oleh teknologi. Ia terutama memusatkan perhatian pada pengaruh teknologi terhadap pikiran dan perilaku manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Teknik pemilihan informan dengan purposive sampling. Jumlah informan secara keseluruhan adalah 10 orang. Data dikumpulkan dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara yang dilakukan yaitu teknik wawancara mendalam dan observasi yang dilakukan yaitu teknik observasi non-partisipasi. Data dianalisis dengan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman (Model analisa Interaktif) yaitu reduksi data, model data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa adanya pengaruh teknologi yang mengakibatkan adanya perubahan pola interaksi di Kawasan pada masyarakat Air Batumbuk Jalur Pendakian Gunung Talang yaitu dari interaksi secara langsung (tatap muka) menuju interaksi dengan menggunakan gadget. Interaksi secara langsung pada saat sekarang ini hanya ditemukan di malam hari saja yaitu pada saat makan malam maupun menonton televisi saja. Selain itu perubahan pola interaksi tersebut juga berdampak pada kekuasaan orang tua yang semakin berkurang, pemberian perhatian terhadap anak semakin besar dan fungsi keluarga yang semakin kecil
MAKNA PEMAKAMAN BAGI ETNIS TIONGHOA DI SUNGAI PENUH
Liza, Yana;
Firman, Firman;
Rusdinal, Rusdinal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i3.389
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana makna pemakaman bagi etnis Tionghoa yang ada di Sungai Penuh. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian sejarah yang terbagi dalam empat tahap yaitu: heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemakaman bagi etnis Tionghoa merupakan sesuatu yang sakral karena menurut etnis Tionghoa mati bukan berarti pergi begitu saja. Mereka percaya bahwa jiwanya tetap hidup bahkan akan menjaga kehidupan keturunannya di dunia.
PENERAPAN NILAI MULTIKULTURALISME DI SEKOLAH MULTI ETNIK (TENTANG INTERAKSI SOSIAL DI SMP DEK KOTA PADANG)
Ranny, Ranny;
Firman, Firman;
Rusdinal, Rusdinal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i3.390
Peran sekolah dalam menerapkan nilai multikultural yaitu untuk membiasakan peserta didik terhadap nilai-nillai multikultural dalam kehidupan sosial keluarga dan lingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk bisa mengetahui bagaimana pemahaman para siswa tentang nilai-nilai multikulturalisme yang didapatkan dari sekolah dan keluarga. Dalam penerapan nilai-nilai multikultural para siswa yang berbeda agama dan etnis dalam berinteraksi di dalam kelas maupun di lingkungan masyarakat. Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomologi. Dari penelitian tersebut, peneliti mendapatkan hasil bahwa peserta didik memahami tentang nilai-nilai multikulturalisme yang beragam. Para siswa dari agama dan etnis yang berbeda, namun mereka paham terhadap nilai sikap toleransi, sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan yang ada. Meskipun berbeda agama dan berbeda etnis, namun para siswa saling menghormati perbedaan yang ada, dan nilai solidaritas yang tinggi. Jika para siswa tidak memahami penerapan nilai multikultural maka akan terjadi konflik antar etnis dan kelompok yang bisa mengancam persatuan bangsa. Dalam menerapkan nilai-nilai multikultural terhadap para siswa, sekolah yang merupakan tempat terpenting untuk para siswa dalam belajar untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai multukultural kepada siswa, sekolah juga memiliki peran penting terhadap para siswa untuk menerapkan sikap dan nilai multikulturalisme seperti fungsi akademik, fungsi fasilitator dan fungsi penegak aturan dan tata tertib sekolah yang multi etnik. Dan penerapan nilai multikulturalisme di SMP DEK Kota Padang sudah berjalan dengan sangat baik karena para siswa di SMP DEK Kota Padang meskipun berbeda agama dan etnis namun mereka memiliki sikap toleransi yang tinggi, saling menghargai dan menghormati perbedaan yang ada. Siswa yang beragama Islam, Kristen dan Budha dapat berinteraksi dengan baik dan tanpa memebeda-bedakan satu dengan yang lainnya. Begitulah fenomena yang terjadi di SMP DEK Kota Padang yang memiliki siswa yang berbeda agama dan etnis namun tetap hidup rukun
TRADISI UPACARA SELAMATAN KEMATIAN DI KAMBANG UTARA KECAMATAN LENGAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN
Kaminus, Kaminus;
Firman, Firman;
Rusdinal, Rusdinal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i3.392
Tradisi merupakan hasil karya dari masyarakat yang sekaligus hukum tidak tertulis, dimana hukum tidak tertulis ini dijadikan patokan norma dalam masyarakat yang dianggap baik dan benar. Tradisi upacara selamatan kematian di Kambang Utara Kecamatan Lengayang ini merupakan salah satu diantara bagian dari hukum tidak tertulis yang harus diselenggarakan bagi keluarga yang ditinggal (masih hidup). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana tradisi upacara selamatan kematian di Kambang Utara Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan. penelitian ini menggunakan pendekatan kulitatif, informan dari penelitian ini adalah tokoh masyarakat, serta masyarakat yang ada di Kambang Utara, masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan tradisi upacara selamatan kematian di Kambang Utara Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan ini merupakan warisan dari tradisi dari jauh sebelum masuknya islam (tradisi hindu, buda). Meskipun sekarang sudah menganut ajaran Islam, akan tetapi dalam pelaksanaan dan bahan yang digunakan (bakar kemenyan) merupakan bagian dari tradisi hindu buda, Upacara selatan kematian ini diselenggarakan pada siang Hari, dan dalam proses pelaksanaannya terlebih dahulu dilakukan pemabakaran kemenyan, dan dilanjutkan dengan masyarakat disana menyebutnya dengan sebutan atik-atik atau tahlillan, adapun bacaannya yaitu la illaha Illalloh, yang dibaca secarah bersama-sama. Serta dilanjutkan dengan bacaan doa, dan dilanjutkan dengan makan-makan bersama.
PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA TENTANG PENDIDIKAN
Marisyah, Ab;
Firman, Firman;
Rusdinal, Rusdinal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i3.395
Perkembangan pendidikan Indonesia tidak dapat lepas dari peran Ki Hadjar Dewantara yang merupakan Bapak Pendidikan di Indonesia. Pemikirannya dalam bidang pendidikan, pada masa kini nampaknya sudah sedikit mulai terlupakan. Oleh karena itu, melalui artikel ini penulis bertujuan untuk menguraikan konsep dan Pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang pendidikan di Indonesia. Tulisan ini merupakan kajian pustaka dengan menggunakan pendekatan historis. Sumber data primer yang digunakan, merupakan karya yang ditulis oleh Ki Hajar Dewantara langsung, dan sumber data sekunder yang digunakan, meliputi karya tentang Ki Hajar Dewantara yang ditulis oleh orang lain. Dalam proses analisis data telah terkumpul, penulis menggunakan analisis kandungan pemikiran (content analisys) Hasil penelitian adalah 1) Sistem among yang mempunyai dua dasar yaitu azas kodrat alam dan azas kemerdekaan. 2) Konsepsi pendidikan Ki Hadjar Dewantara meliputi konsep tri pusat. 3). Sumbangan pemikiran Ki Hadjar Dewantara bagi pendidikan Indonesia yaitu taman siswa yang didalamnya terdapat system among dan juga konsep tri pusat pendidikan yang juga system asrama yang sangat cocok diterapkan dalam pendidikan militer.
PERBANDINGAN BUDAYA ANTRI ANTARA INDONESIA DENGAN JEPANG
Putri, Wulandari Dwianty;
Firman, Firman;
Rusdinal, Rusdinal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i3.396
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan budaya antri antara Indonesia dengan Jepang. Penulis menggunakan penelitian kualitatif dengan metode ethnografi yang berkaitan dengan budaya. Tujuan penulisan ini adalah untuk membandingkan budaya antri antara Indonesia dan Jepang sebagai acuan untuk penulis maupun orang banyak betapa pentingnya mengantri ini. Hasil penelitian ini bahwa masyarakat Indonesia masih banyak yang tidak terbiasa mengantri di tempat umum sedangkan masyarakat Jepang sudah terbiasa mengantri di tempat umum. Hal ini dikarenakan masih banyaknya keluarga pada masyarakat Indonesia yang belum mengajarkan pentingnya mengantri di tempat umum sebaliknya di dalam keluarga masyarakat Jepang, sejak kecil orang tua mengajarkan kepada anak mereka betapa pentingnya mengantri di tempat umum.
GRUBYUKAN PADA UPACARA PERKAWINAN MASYARAKAT JAWA JORONG PIRUKO NAGARI SITIUNG KABUPATEN DHARMASRAYA PROVINSI SUMATERA BARAT
Zarti, Fira;
Firman, Firman;
Rusdinal, Rusdinal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i3.397
Artikel ini membahas tentang kontribusi warga memberikan sumbangan dalam acara grubyukan pada masyarakat Jorong Piruko. Biasananya biaya resepsi pernikahan ditanggung oleh kedua belah pihak mempelai dan keluarga luas, sementara di Jorong Piruko selain disediakan oleh kedua belah pihak mempelai, mereka juga mendapatkan bantuan dari warga setempat melalui acara grubyukan. Pendekatan pada penelitian ini termasuk kualitatif dengan tipe penelitian etnografi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah informan 23 (dua puluh tiga) orang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipasi, wawancara mendalam dan studi dokumen. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan mengacu model analisis etnografi yang dikembangkan oleh James P Spradley. Penelitian ini mengungkap bahwa faktor warga ikut berkontribusi dalam acara grubyukan, yaitu untuk membantu biaya pelaksanaan upacara perkawinan, sebagai wujud solidaritas dan nilai kerukunan dalam bermasyarakat, dan resiprositas. Sementara kontribusi warga dalam acara grubyukan juga terlihat dalam bentuk jasa dan benda, berupa rewang yaitu warga memberikan sumbangan bantuan tenaga, selain itu warga perempuan yang sudah menikah juga membantu mengisi bahan dapur.
GAYA HIDUP REMAJA DI KOTA PALEMBANG (STUDI PADA BUDAYA TONGKRONG)
Stepy, Yolanda;
Firman, Firman;
Rusdinal, Rusdinal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i3.398
Latar belakang penelitian ini adalah fenomena menjamurnya bisnis kafe di Kota Palembang pada rentang tahun 2015 hingga 2019. Hal tersebut disebabkan kegemaran remaja di Kota Palembang menghabiskan waktu di kafe baik untuk sekedar kumpul dengan teman, atau mengerjakan tugas sekolah dan kampus. kota palembang tergolong kota metropolitan dengan luas 358,55 km² dan dihuni 1.573.898 Metode penelitian yang penulis gunakan adalah kualitatif. Yaitu suatu prosedur penelitian menghasilkan data deskriptif (kata-kata) yang bersumber dari observasi, wawancara, atau analisis data sekunder. Penulis melakukan pengumpulan data primer bersumber dari wawancara dan observasi sedangkan data sekunder berupa dokumen berkaitan dengan isu penelitian. Hasil penelitian dilakukan oleh penulis penyebab remaja mempunyai gaya hidup tongkrong di kafe adalah sebagai berikut: 1) kafe menawarkan kenyamanan kepada remaja melalui beragam fasilitas seperti wifi gratis, tempat duduk yang nyaman dan pelayanan yang memuaskan. 2) Menjadi media aktualisasi diri bagi remaja. Dengan nongkrong di kafe remaja membenuk konsep tentang diri mereka terhadap orang lain. 3) menjadi sebuah sosial prestige bagi remaja. Remaja yang sering tongkrong di kafe dianggap mempunyai ststus sosial tingga karena dianggap mempunyai uang cukup banyak oleh teman temannya.