Era digital membawa perubahan signifikan terhadap etika dan interaksi sosial, di mana kemudahan mengakses konten digital yang tidak layak dan keviralan video dapat mempengaruhi nilai-nilai spiritual dan moralitas, terutama pada anak-anak. Keterdampakan pada anak-anak mencakup perubahan dalam cara mereka berinteraksi, berpikir, dan memandang nilai-nilai spiritual dan moral. Paparan terhadap konten yang tidak sesuai dapat mengaburkan batasan antara benar dan salah, serta mengurangi sensitivitas mereka terhadap isu-isu etika. Transformasi komunikasi dakwah di era digital serta peluang dan tantangannya dalam konteks pendidikan Islam kontemporer. Kemajuan teknologi informasi telah mengubah cara dakwah. disampaikan, dari metode konvensional menuju pendekatan digital yang lebih interaktif, fleksibel, dan menjangkau audiens yang lebih luas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan observasi partisipatif terhadap praktik dakwah digital di berbagai platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital memberikan peluang besar dalam memperluas jangkauan dakwah dan menjadikannya lebih kontekstual bagi generasi muda. Namun, tantangan seperti penyebaran hoaks, rendahnya literasi digital, dan polarisasi umat juga menjadi perhatian serius. Pendidikan Islam diharapkan mampu merespons perubahan ini dengan mengintegrasikan literasi digital dalam kurikulum dakwah. Kesimpulannya, dakwah digital berpotensi menjadi sarana strategis dalam penguatan nilai-nilai Islam jika dikelola secara bijak, profesional, dan kolaboratif dari semua pihak ini penting untuk membentuk karakter siswa yang berakhlakul karimah dan siap menghadapi tantangan era digital dengan sikap yang bertanggung jawab.