Articles
URGENCY OF WIRETAPPING IN GETTING EVIDENCE IN CRIMINAL MEASURES
Afifah, Wiwik
DiH: Jurnal Ilmu Hukum Volume 16 Nomor 2 Agustus 2020
Publisher : Doctor of Law Study Program Faculty of Law, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/dih.v16i2.3410
AbstractExtraordinary crime requires a special step in its disclosure. Wiretapping is one of the efforts to gather evidence to uncover the crime. But in the RKUHP, wiretapping will also be applied to general criminal offenses. This places the law enforcers have access to personal interests in the name of the law. So vulnerable to human rights violations. Therefore it is important to conduct a study of the urgency of wiretapping in criminal acts. The research method used is normative juridical and the method used is the statutory and conceptual approach. The results of this study indicate that there is an urgency to conduct wiretapping arrangements on specific criminal acts and not on general crime This urgency arises based on the characteristics of the crime. The author's suggestion is that wiretapping of general criminal acts in the criminal procedure code should be abolished, and the state drafted a law on tapping that specifically regulates material and formal law.Keywords: criminal acts; urgency of wiretappingAbstrakKejahatan luar biasa membutuhkan langkah khusus dalam pengungkapannya. Penyadapan adalah salah satu upaya untuk mengumpulkan bukti untuk mengungkap kejahatan. Namun dalam RKUHP, penyadapan juga akan diterapkan pada pelanggaran pidana umum. Ini menempatkan penegak hukum memiliki akses ke kepentingan pribadi atas nama hukum. Sangat rentan terhadap pelanggaran HAM. Oleh karena itu penting untuk melakukan studi tentang urgensi penyadapan dalam tindak pidana. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dan metode yang digunakan adalah pendekatan hukum dan konseptual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada urgensi untuk melakukan pengaturan penyadapan pada tindakan kriminal tertentu dan bukan pada kejahatan umum. Urgensi ini timbul berdasarkan pada karakteristik kejahatan. Saran penulis adalah bahwa penyadapan tindakan kriminal umum dalam kode prosedur pidana harus dihapuskan, dan negara membuat undang-undang tentang penyadapan yang secara spesifik mengatur materi dan hukum formal.Kata kunci: tindak pidana; urgensi penyadapan
URGENCY OF WIRETAPPING IN GETTING EVIDENCE IN CRIMINAL MEASURES
Afifah, Wiwik
DiH: Jurnal Ilmu Hukum Volume 16 Nomor 2 Agustus 2020
Publisher : Doctor of Law Study Program Faculty of Law, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/dih.v16i2.3410
AbstractExtraordinary crime requires a special step in its disclosure. Wiretapping is one of the efforts to gather evidence to uncover the crime. But in the RKUHP, wiretapping will also be applied to general criminal offenses. This places the law enforcers have access to personal interests in the name of the law. So vulnerable to human rights violations. Therefore it is important to conduct a study of the urgency of wiretapping in criminal acts. The research method used is normative juridical and the method used is the statutory and conceptual approach. The results of this study indicate that there is an urgency to conduct wiretapping arrangements on specific criminal acts and not on general crime This urgency arises based on the characteristics of the crime. The author's suggestion is that wiretapping of general criminal acts in the criminal procedure code should be abolished, and the state drafted a law on tapping that specifically regulates material and formal law.Keywords: criminal acts; urgency of wiretappingAbstrakKejahatan luar biasa membutuhkan langkah khusus dalam pengungkapannya. Penyadapan adalah salah satu upaya untuk mengumpulkan bukti untuk mengungkap kejahatan. Namun dalam RKUHP, penyadapan juga akan diterapkan pada pelanggaran pidana umum. Ini menempatkan penegak hukum memiliki akses ke kepentingan pribadi atas nama hukum. Sangat rentan terhadap pelanggaran HAM. Oleh karena itu penting untuk melakukan studi tentang urgensi penyadapan dalam tindak pidana. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dan metode yang digunakan adalah pendekatan hukum dan konseptual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada urgensi untuk melakukan pengaturan penyadapan pada tindakan kriminal tertentu dan bukan pada kejahatan umum. Urgensi ini timbul berdasarkan pada karakteristik kejahatan. Saran penulis adalah bahwa penyadapan tindakan kriminal umum dalam kode prosedur pidana harus dihapuskan, dan negara membuat undang-undang tentang penyadapan yang secara spesifik mengatur materi dan hukum formal.Kata kunci: tindak pidana; urgensi penyadapan
PENERAPAN MODEL REACT BERBANTUAN PhET SIMULATION UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MOMENTUM DAN IMPULS
Afifah, Nur;
Silitonga, Haratua Tiur Maria;
Hamdani, Hamdani
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 8, No 10 (2019): Oktober 2019
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
AbstractThis research aimed to identify the effectiveness of the implementation ofREACT Learning models assisted by PhET Simulation to improving students problem solving abilities in momentum and impulses material in Senior High School 1 Sungai Ambawang. This research uses pre-experimental design with the design one group pretest-posttest. The samples were students of class X MIPA 1 with total of 30 students chosen by means of intact group. The students' problem solving abilities were measured using 5 instrument test descriptions. Obtained data problem solving abilities of students before given treatment (pretest) with an average percentage of 13,216% categorized as very less and has increased to 49.25% categorized as sufficient. Wilcoxon statistical test results obtained Asym.sig 2-Tailed of 0,000 (<0.05) which shows that there are significant differences in the students' pretest and posttest results. The effectiveness of the application of the REACT learning model assisted by PhET simulation was calculated by using the Cohen effect size formula and the results obtained were 3.05 and classified as high. The implementation of the REACT learning model assisted by PhET simulation can be used as an alternative in improving students' problem solving abilities, especially about momentum and impulses.Keywords:Momentum and impulses, PhET Simuation, Problem solving abilities,REACT learning models
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEREMPUAN KORBAN PERKOSAAN YANG MELAKUKAN ABORSI
Afifah, Wiwik
DiH: Jurnal Ilmu Hukum Vol 9 No 18 (2013)
Publisher : Doctor of Law Study Program Faculty of Law, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/dih.v9i18.277
Korban pemerkosaan mengalami banyak kerugian diantaranya fisik, spikis, seksual dan ekonomi. Dampak ini menekan korban secara psikis atas ketidak siapkannya menerima kenyataan harus mengalami kehamilan. Oleh karenanya korban perkosaan seringkali melakukan aborsi atau pengguguran janin secara sengaja. Aborsi dilarang oleh Undang-Undang No.39 tahun 2009 tentang Kesehatan, namun khusus korban perkosaan dikecualikan dengan syarat adanya indikasi kedaruratan media yang dideteksi sejak usia dini kehamilan, baik yang mengancam nyawa ibu dan/atau janin, kehamilan akibat perkosaan yang dapat menyebabkan trauma psikologis bagi korban perkosaan. Pelaksanaan aborsi oleh korban perkosaan dapat dilakukan dengan beragam persyaratan baik secara legalmaupun sosial. Adanya kelompok masyarakat yang menentang aborsi pada korban perkosaan dirasa telah bertentangan juga dengan Pasal 49 ayat 3 UU No 39 tahun 1999 tentang HAM, menyatakan bahwa perempuan berhak memperoleh perlindungan hukum yang berkaitan dengan fungsi reproduksinya.Key Word : Korban Perkosaan, Aborsi, Perlindungan Hukum
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA ANAK KONFLIK HUKUM
Afifah, Wiwik
DiH: Jurnal Ilmu Hukum Vol 10 No 19 (2014)
Publisher : Doctor of Law Study Program Faculty of Law, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/dih.v10i19.283
Dalam perkembangan era globalisasi, arus media dan teknologi menjadi pengaruh terbesar bagi anak yang mengalami masa tumbuh kembang. dalam masa tersebut, anak seringkali tidak mendapatkan pola asuh yang tepat oleh orang tua maupun institusi tumbuh kembang dan pendidikan anak, sehingga anak banyak terjebak dalam kenakalan remaja, mulai dari tingkat yang ringan seperti miras, penyalahgunaan narkotika, bulliying hingga memperdagangan teman sebayanya. Menyikapi hal ini, anak harus tetap bertanggungjawab atas perilaku yang dilakukannya agar dia mendapatkan pembeajaran dan perubahan diri. Hal ini diatur oleh Undang-Undang nomer 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang nomer 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak memiliki alternatif pemidanaan anak yang bebrasi perlindungan anak. Kata Kunci: anak konflik hukum, pertanggungjawaban pidana anak
Hubungan Caring Perawat Terhadap Loyalitas Pasien di Rumah Sakit
Afifah, Nur;
Yulia, Sri;
Muliyadi, Muliyadi
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 12, No. 1, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/bik.v12i1.4468
Patient loyalty can affect hospital development, so it is necessary to control the influencing factors, one of them is by improving the quality of nursing services through a caring approach. The purpose of this study was to identify nurse’s caring at Palembang XX Hospital. Quantitative research methods with a correlative descriptive design and cross sectional approach was used in this research. The sampling technique was accidental sampling with 38 respondents. Data collection tools using questionnaires as many as 25 items caring nurse statements and 18 items of patient loyalty statements. Data analysis used the chi square test. The results of the research are caring nurses good 30 respondents (78.9%), contractual aspects are good 23 respondents (60.5%), ethical aspects are good 28 respondents (73.3%), spiritual aspects are good 24 respondents (63.2%) and good loyalty 24 respondents (63.2%). Research results show that there is a nurse caring relationship with loyalty (p value = 0.034), there is a relationship between contractual aspects and loyalty (p value = 0.006), there is a relationship between ethical aspects and loyalty (p value = 0.021) there is a relationship between spiritual aspects and loyalty ( p value = 0.035). The conclusion and suggestion is that there is a nurse caring relationship with patient loyalty. Efforts need to be made to improve caring nurses by making guidelines on caring nurses
Urgensi Wudhu dan Relevansinya Bagi Kesehatan (Kajian Ma'anil Hadis) dalam Perspektif Imam Musbikin
afif, muhammad;
khasanah, Uswatun
RIWAYAH Vol 3, No 2 (2017): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : ilmu hadis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/riwayah.v3i2.3746
Artikel ini menjelaskan tentang bagaimana kita memahami sebuah hadits dengan menggunakan kajian Ma’anil Hadits yaitu ilmu yang mengkaji tentang bagaimana memahami hadits Nabi Saw dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas hadits tentang wudhu ditinjau dari aspek sanad dan matannya. Dan untuk mengetahui bagaimana pemahaman hadits (fiqh al-hadits) tentang urgensi wudhu dan relevansinya bagi kesehatan dalam perspektif Imam Musbikin. Dan setelah diteliti dengan menggunakan metode takhij al-hadis bahwa hadits-hadits yang diteliti, baik secara sanad maupun matan dapat dikatakan hadits tersebut sebagai hadits yang shahih baik shahih al-isnad maupun shahih al-matn dan dapat dipegang sebagai riwayat yang bersumber dari Nabi Saw. Selain itu, Manfaat cara wudhu terhadap kesehatan adalah dapat membersihkan berbagai kotoran, virus, dan bakteri yang berada di telinga, hidung, mulut dan gigi, serta dapat mempermudah regenerasi selaput lendir sehingga dapat mencegah berbagai penyakit yang masuk melalui telinga, hidung dan mulut,  baik penyakit yang ringan maupun penyakit yang serius. Selain itu, kebanyakan titik refleksi berada pada anggota wudhu. Sehingga kita menjalankan wudhu tidak hanya sebatas ritual yang dilakukan sebelum sholat, karena banyak manfaat dibalik ritual tersebut jika kita melakukannya dengan benar.
PEMIKIRAN KYAI HAJI HASYIM ASY’ARI TENTANG PENDIDIKAN AL-QUR’AN DI INDONESIA
Afif, Muhammad
HERMENEUTIK Vol 11, No 1 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/hermeneutik.v11i1.4549
Peran sentral Kyai Haji Hasyim Asy’ari dalam pemikiran pendidikan al-Qur’an di Indonesia tidak dapat diragukan. Melalui Pesantren Tebuireng di Jombang Jawa Timur yang demikian fenomenal, Kyai Hasyim mempraktikan pendidikan al-Qur’an kepada para santri dan masyarakat dalam memperbaharui pendidikan Islam Indonesia yang pada waktu itu tertinggal jauh dari pendidikan barat yang digagas oleh Belanda. Bagi Kyai Hasyim, pendidikan al-Qur’an merupakan dasar yang utama dalam mengembangkan pendidikan Islam Indonesia ke depan.Paling tidak terdapat empat alasana kenapa Kyai Haji Hasyim Asy’ari melakukan pendidikan al-Qur’an di Indonesia kala itu, yaitu: Pertama, Kyai Hasyim sangat sadar bahwa untuk melepaskan bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan Kolonial Belanda harus dimulai dari pembaruan pendidikan Islam yang bertumpu pada al-Qur’an. Kedua, Kyai Hasyim sangat prihatin melihat kondisi bangsa Indonesia kala itu yang miskin, bodoh, dan ditindas oleh pemerintah Kolonial Belanda, maka untuk membebaskan mereka tiada jalan kecuali membangkitkan mereka dari keterpurukannya melalui pendidikan al-Qur’an. Ketiga, modernisasi yang dilakukan pemerintah Kolonial Belanda membawa dampak negatif bagi perkembangan sosial-budaya bangsa Indonesia kala itu sehingga masyarakat harus dibentengi dengan ajaran al-Qur’an, dan Keempat, untuk memperkuat umat Islam, khususnya Jam’iyah NU, harus dibentengi dengan nilai-nilai dasar al-Qur’an.Tulisan ini bermaksud mengurai pemikiran pendidikan al-Qur’an Kyai Haji Hasyim Asy’ari dalam mengembangkan pendidikan Islam Indoneia. Dari pemikiran Kyai Hasyim ini jelas nampak terdapat hubungan positif terhadap perkembangan pendidikan Islam dewasa ini
MEMBERANTAS KORUPSI MELALUI BUDAYA HUKUM YANG BAIK DAN CITA-CITA HUKUM DI DUNIA PERADILAN INDONESIA
Afif, Muhammad
SUPREMASI Jurnal Hukum Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sahid
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36441/supremasi.v2i1.107
Upaya pemberantasan mafia korupsi harus tetap dilakukan. Sehingga apa yang disebut mafia peradilan yang eksistensinya cenderung abadi karena ia telah berubah menjadi virus mentalitas yang membudaya dalam proses penegakan hukum di negeri ini bisa diberangus. Berbicara tentang penegakan hukum (law enforcement) maupun pemberian sanksi, tidaklah bisa dengan hanya memecat hakim, jaksa, polisi dan advokat yang korup, perbaikan tersebut haruslah dimulai dengan pembangunan pendidikan dengan pendekatan pembangunan kebudayaan mentalitas kita sebagai bangsa dan pembangunan moral force dan etika kebangsaan yang kuat berlandaskan pada Iman dan taqwa.
PENERAPAN METODE TUTOR SEBAYA DALAM PEMBELAJARAN TARI DI SMPN 1 UNGGUL BUKITTINGGI
Yorian, Anisa Suyana;
Astuti, Fuji;
Asriati, Afifah
SENDRATASIK UNP Vol 7, No 3 (2019): Seri D. Maret 2019
Publisher : FBS Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (87.465 KB)
|
DOI: 10.24036/jsu.v7i3.103331
AbstractThis article aims to describe the traditional dance study with method of peer tutors in SMP 1 Superior Bukittinggi. This type of research is research experiments. Test skills (psychomotor) students in learning dance with wiraga indicators, wirama, wirasa, property, floor patterns. Types of data using primary data and secondary data. The technique of data collection is done by way of observation, study and library test appearances. And data were analyzed using t-test paired sample t test (paired t-test). The results showed that there is a difference between learning outcomes students learn the art of dance with the application of peer tutor methods with conventional approaches to learning outcomes. This can be seen from the average value of experimental class learning outcomes i.e. 87,66, while the average value of control class learning outcomes i.e. 84.57. Then strengthened again with the results of hypothesis testing where tcÂount > ttaÂble (9,989 > 2,0021). Then H1 accepted and H0 is rejected.Keywords: Peer tutors, learning methods of danceÂ