Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepuasan kerja terhadap turnover intention karyawan pada sektor jasa yang memiliki tingkat mobilitas tenaga kerja relatif tinggi. Kepuasan kerja menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan karyawan, karena berkaitan dengan kenyamanan, motivasi, dan komitmen individu terhadap organisasi. Tingginya tingkat turnover intention dapat berdampak negatif terhadap kinerja perusahaan, seperti meningkatnya biaya rekrutmen, pelatihan, serta menurunnya produktivitas dan kualitas layanan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan di sektor jasa. Teknik analisis data dilakukan menggunakan regresi linier sederhana untuk menguji hubungan antara variabel kepuasan kerja dan turnover intention. Variabel kepuasan kerja diukur melalui indikator seperti lingkungan kerja, kompensasi, hubungan antar rekan kerja, dan peluang pengembangan karier, sedangkan turnover intention diukur berdasarkan keinginan karyawan untuk meninggalkan perusahaan dalam waktu tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan kerja memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention karyawan. Artinya, semakin tinggi tingkat kepuasan kerja yang dirasakan karyawan, maka semakin rendah keinginan mereka untuk keluar dari perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan di sektor jasa disarankan untuk meningkatkan aspek-aspek yang mendukung kepuasan kerja guna menekan tingkat turnover serta menjaga stabilitas dan kinerja organisasi secara berkelanjutan.