Articles
PENGEMBANGAN KARIR TENAGA KEPENDIDIKAN DI UNIVERSITAS JAMBI: EXPLORATORY DAN CONFIRMATORY FAKTOR ANALISIS
Firman, Firman;
Pratama, Robin;
Tersta, Friscilla Wulan;
Susilana, Rudi
PEDAGOGIA Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/pdgia.v18i2.25278
AbstrakPengembangan sumber daya manusia diakui semakin penting perannya untuk memenuhi tuntutan pekerjaan atau posisi sebagai hasil dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta persaingan yang semakin ketat di antara organisasi atau lembaga serupa. Setiap karyawan atau staf dituntut untuk dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam menyelesaikan pekerjaan dengan menunjukkan kualitas dan kuantitas pekerjaan yang baik dalam rangka mengembangkan daya saing organisasi. Desain survei dalam penelitian ini digunakan untuk menganalisis struktur faktor pengembangan karir untuk tenaga kependidikan di Universitas Jambi. Dengan menggunakan cluster random sampling, responden yang terlibat adalah 164 Tenaga Kependidikan di Universitas Jambi. Tahapan penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas instrumen dengan data kuantitatif dianalisis menggunakan exploratory factor analysis (EFA) menggunakan SPSS 23.0 untuk menentukan struktur dan mengeksplorasi faktor-faktor dalam variabel indikator Pengembangan Karir. Confirmatory factor Analysis (CFA) First Order dan Second Order dilakukan untuk memverifikasi validitas faktorial konstruk pengembangan karir. CFA dapat memberikan bukti lebih lanjut tentang kesesuaian model yang disarankan dengan mempertimbangkan struktur faktor-faktor yang diidentifikasi melalui EFA. Temuan dari fase penelitian ini menyimpulkan bahwa ada empat faktor dalam struktur pengembangan karir tenaga kependidikan di Universitas Jambi. AbstractHuman resource development is recognized as increasingly important in fulfilling the demands of work or position as a result of advances in science and technology and increasingly fierce competition among similar organizations or institutions. Every employee or staff is required to be able to work effectively and efficiently in completing work by showing good quality and quantity of work in order to develop organizational competitiveness. The survey design in this study was used to analyze the factor structure of Career Development for Educational Personnel at Jambi University. By using cluster random sampling, the respondents involved were 164 Education Personnel at Jambi University. The stages of this study aim to test the validity of the instrument with quantitative data analyzed using exploratory factor analysis (EFA) using SPSS 23.0 to determine the structure and explore the factors in the Career Development indicator variable. Confirmatory factor Analysis (CFA) First Order and Second Order are conducted to verify the factorial validity of the career development construct. The CFA can provide further evidence of the suitability of the proposed model by considering the structure of the factors identified through the EFA. The findings from this research phase conclude that there are four factors in the structure of the career development of educational staff at the University of Jambi.
Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah dalam Menjaga Mesjid Kurang Aso 60 Sebagai Cagar Budaya di Kabupaten Solok Selatan
Oktavia, Widya;
Rusdinal, Rusdinal;
Firman, Firman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (199.648 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v5i1.901
Indonesia negara yang hampir 80% masyarakatnya beragama islam. Tidak heran banyak memiliki mesjid- yang bersejarah salah satunya yang terdapat di Sumatera Barat tepatnya di kabupaten Solok Selatan yaitu Mesjid Kurang Aso 60. Mesjid ini memiliki makna filosofis yang tinggi bagi masyarakat setempat sesuai dengan falsafah Minangkabau “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullahâ€. Hal ini mendorong partisipasi dari masyarakat setempat bahkan dari Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dalam menjaga mesjid Kurang Aso 60 sebagai cagar budaya diantaranya: Partisipasi Masyarakat: a).Melaksanakan Gontong Royong 1 kali sebulan untuk membersihkan mesjdi, 2).Tetap memfungsikan mesjid sebagai tempat ibadah umat islam, 3).Menjadikan mesjid sebagai sentral acara adat. 4).Mendirikan TPA/Tempat Mengaji bagi anak-anak masyarakat setempat. Partisipasi pemerintah: a).Menjadikan mesjid Kurang Aso 60 sebagai tempat wisata religi di Solok Selatan, b).Menjadikan mesjid Kurang Aso 60 sebagai sumber belajar bagi mahasiswa yang KKN, c).Membentuk jaringan dengan masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan menambah nilai budaya mesjid Kurang Aso 60.
Peran Pendidikan Karakter terhadap Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Sosial pada Siswa SMP Negeri 1 Sungai Geringging
Linda, Roza;
Rusdinal, Rusdinal;
Firman, Firman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (90.392 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v5i1.902
Penelitian ini yang penulis buat didasarkan pada banyaknya siswa yang memiliki perilaku karakter menyimpang pada saat belajar di sekolah ataupun pada lingkungan di sekitarnya. Adapun tujuan dalam penelitian ini untuk melakukan analisa pada Peran pendidikan berkarakter dalam mata pelajaran IPS. Pengimplementasian pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS. Beberapa kendala pendidikan karakter dalam mata belajar IPS. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Narasumber yang diangkat sebagai sumber data primer sebanyak 3 orang, terdiri dari kepala sekolah 1 orang dan 2 orang guru bidang studi IPS. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Analisis data pada penelitian ini mencakup empat alur kegiatan, seperti proses pengumpulan data,reduksi data, kemudian penyajian data, dan terakhir dilakukan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa program pendidikan yang berkarakter sudah diprogramkan, baik secara umum atapun secara khusus pada mata pelajaran IPS. Sementara itu jumlah implementasi nilai karakter sebanyak 5 jenis, yakni nilai disiplin, nilai rasa hormat dan perhatian, nilai tekun, nilai tanggung jawab dan selanjutnya adalah nilai ketelitian. Program ini sudah diimplementasikan melalui pembelajaran IPS. Penanaman dari nilai karakter yang dituju disesuaikan dengan pembelajaran setiap pertemuan materi pembelajaran, sehingga implementasi dari 5 nilai-nilai karakter tidak pada semua pertemuan pembelajaran IPS
Implementasi Nilai Karakter pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dapat Meningkatkan Sikap Nasionalisme Siswa MAN di Kota Padang
Rinawati, Rinawati;
Firman, Firman;
Rusdinal, Rusdinal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (47.389 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v5i1.904
Penelitian ini di latar belakangi maraknya fenomena perilaku-perilaku yang disebabkan rendahnya sikap nasionalisme siswa seperti siswa kurang menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar, banyak ditemukan siswa tidak mau mengikuti pelaksanaan upacara bendera dengan baik dan benar. Pada akhirnya menimbulkan pertanyaan apakah pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan telah dilaksanakan dengan baik, lalu kenapa sikap nasionalisme siswa masih rendah. oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendefinisikan bagaimana implementasi nilai karakter dalam perencanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, bagaimana implementasi nilai karakter meningkatkan sikap Nasionalisme siswa melalui pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Hambatan-hambatan apa yang muncul melalui penanaman nilai-nilai karakter dalam meningkatkan sikap Nasionalisme siswa di MAN di Kota Padang. Penelitian ini adalah penelitian berjenis kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan ditentukan dengan menggunakan Purposive Sampling (memilih dengan sengaja) yaitu menentukan informan dengan pertimbangan tertentu bisa memberikan data yang lebih baik mengenai pendidikan karakter pada mata pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk meningkatkan sikap nasionalisme di MAN di Kota Padang Berdasarkan hasil penelitian diperoleh temuan bahwa (1) Implementasi nilai karakter pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan melalui perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan kegiatan ekstrakurikuler dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di MAN di Kota Padang (2) Implementasi nilai karakter meningkatkan sikap Nasionalisme siswa melalui pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di MAN di Kota Padang menggunakan lima item karakter dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yaitu semangat kebangsaan (nasionalisme), religius, kepedulian terhadap lingkungan, cinta damai dan Mandiri. Untuk mengeahui keberhasilan implementasi nilai karakter dilihat dari interaksi yang dilakukan siswa baik didalam kelas maupun di luar kelas.(3) Hambatan-hambatan yang muncul melalui penanaman nilai-nilai karakter diantaranya kurangnya ketidakjelasan penetuan tujuan dalam pendidikan karkater, kurangnya kemampuan guru dalam menyusun pertanyaan formati aspek afektif dalam mengimplementasikan nilai karakter dari materi yang diberikan dengan perkembangan teknologi ikut berpengaruh pada pola pikir siswa, guru kurang diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan pengembangan nilai karakter (workshop) dan kurangnya fasilitas yang memadai.
Pandangan Masyarakat terhadap Waria (Studi Kasus Padang Barat)
Lenggogeni, Putri;
Firman, Firman;
Rusdinal, Rusdinal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (34.395 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v5i1.906
Waria merupakan kelompok masyarakat yang minoritas kenyataannya jumlah waria semakin lama semakin bertambah, terutama di kota-kota besar. mengatakan bahwa seorang waria secara psikis merasa dirinya tidak cocok denngan alat kelamin didiknya sehingga merasa memakai pakaian atau atribut lain dari jenis kelamin yang lain. Dari permasalahan ini bertujuan untuk melihat sudut pandang masyarakat terhadap waria di Kota Padang. Metode yang digunakan penulis adalah kualitatif deskriptif dengan studi wawancara, yang tujuan dari studi ini nantinya dapat menggambarkan berbagai sikap atau perlakuan masyarakat terhadap waria yang berada dilingkungan tempat mereka tinggal. Hasil dari penelitian ini yang dilihat dari aspek pengetahuan bahwa masyarakat dominan tidak mengetahui bagaimana soerang waria, serta sikap masyarakat terhadap waria ialah mereka sering melihat waria sebagai masalah dan cenderung dijauhi.
Analisis Faktor-Faktor Kesulitan Guru PL dalam Pembelajaran Daring di SMP N 1 Kecamatan Gunuang Omeh
Karmala, Fauziah Sri;
Firman, Firman;
Rusdinal, Rusdinal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (99.823 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v5i1.907
Pandemi covid-19 menjadi permasalahan bagi semua kalangan di dunia dan ini juga merupakan krisis kesehatan bagi manusia. Indonesia menjadi negara kelima belas tertinggi di dunia. Akibat penyebaran covid-19 yang tinggi di Indonesia, sekolah maupun universitas atau perguruan tinggi ditutup.Maka dari itu keputusan pemerintah selanjutnya yaitu pembelajaran tetap berlangsung tapi tidak dengan tatap muka melainkan secara daring. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor kesulitan Guru PL dalam Pembelajaran Daring di SMP N 1 Kecamatan Gunuang Omeh. Penelitian kualitatif dilakukan untuk memahami faktor-faktor kesulitan Guru PL dalam Pembelajaran Daring. Pengambilan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan purposive sampling. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kesulitan guru PL dalam pembelajaran daring di SMP N 1 Kecamatan Gunuang Omeh yaitu: a) jaringan susah dijangkau, b) siswa kurang memahami materi pembelajaran, 3) siswa tidak memiliki telepon, 4) siswa tidak mengerjakan tugas, 5) siswa tidak bisa melakukan praktek
Pembentukan Karakter Peduli Sosial pada Siswa di SMAN 3 Payakumbuh
Astamal, Astamal;
Firman, Firman;
Rusdinal, Rusdinal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (97.501 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v5i1.908
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana cara yang dilakukan oleh pihak sekolah untuk membentuk karakter peduli sosial siswa di SMAN 3 payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa penerus generasi muda indonsia sedang mengalami krisis rasa peduli sosial terhadap lingkunganya, pola interaksi antara teman sejawat serta orang lain sudah mulai berkurang akibat dari kesibukan dengan gadget. Penelitian ini berupa Deskriptif Kualitataif dengan teknik pengumpulan data berupa Observasi, Wawancara, Studi Dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan beberapa cara yang dilakukan oleh pihak sekolah guna membentuk karakter peduli sosial seperti bentuk kegiatan Rutin berupa upacara bendera, pengumpulan infak, setoran ayat, kegiatan pramuka, dan gotong royong. Kegiatan Spontan berupa penggalangan dana, Kunjungan takziah, menjenguk teman, teguran dari pihak sekolah. Kepribadian guru dengan cara memberikan contoh yang baik terhadap siswa dan terintegrasinya pembentukan karakter dalam proses belajar mengajar yang tertuang dalam bentuk silabus dan RPP.
Pembentukan Karakter Siswa dalam pembelajaran sejarah melalui nilai kearifan lokal tradisi kenduri sko kabupaten kerinci
Nugraha, Dwi Wandari Purwa;
Firman, Firman;
Rusdinal, Rusdinal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (84.009 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v5i1.911
Ilmu Pengetahuan Sosial berperan penting untuk pembentukan karakter bangsa yaitu karakter dengan prinsip dan semangat nasional. Pada lembaga pendidikan penerapan pendidikan karakter dimasukkan kedalam mata pelajaran yang memiliki muatan nilai kearifan lokal sebagai bagian dari pembentuk karakter bangsa. Mata pelajaran sejarah merupakan salah satu mata pelajaran yang memiliki nilai-nilai kearifan lokal. Nilai-nilai kearifan lokal bersejarah yang terdapat pada lingkungan sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran sejarah di sekolah. Dengan disatukannya nilai-nilai kearifan lokal dalam mata pelajaran sejarah, diharapkan siswa akan memiliki pemahaman tentang nilai kearifan lokalnya sendiri, sehingga dapat menimbulkan kecintaan peserta didik terhadap budayanya sendiri. Maka, dengan cara ini peserta didik dapat belajar dari peristiwa sejarah yang terdapat di lingkungan mereka dengan mengambil contoh nyata nilai-nilai karakter dari lingkungan terdekat mereka.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Materi Organ Pernapasan Manusia Menggunakan Model Problem Based Learning (PBL) di Kelas V SD Negeri 08 Puncak Lawang
Chandra, Asnul;
Firman, Firman;
Desyandri, Desyandri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (104.059 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v5i1.919
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan hasil pembelajaran IPA tentang organ pernapasan manusia dengan menerapkan model Problem Based Learning pada siswa kelas V SD Negeri 08 Puncak Lawang. Hasil penelitian pada siklus I penilaian terhadap RPP memperoleh persentase nilai 75% (baik), dan pada siklus II meningkat menjadi 90% (amat baik). Penilaian terhadap aktivitas guru pada siklus I memperoleh persentase 72% (cukup) dan pada siklus 2 memperoleh persentase 90% (amat baik) Penilaian terhadap siswa pada siklus I diperoleh nilai rata-rata kelas 67,19 dengan persentase ketuntasan 44% (kurang) dan meningkat pada siklus II, yaitu 84,31 dengan persentase ketuntasan 88% (baik). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil pembelajaran IPA tentang organ pernapasan manusa pada siswa kelas V SD Negeri 08 Puncak Lawang khususnya dalam kegiatan memecahkan permasalahan.
Hubungan Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar Siswa di Sekolah Dasar
Fimala, Yosi;
Firman, Firman;
Desyandri, Desyandri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (220.809 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v5i1.923
Penelitian ini dilatar belakangi karena rendahnya motivasi belajar siswa di sekolah dasar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD dengan jumlah 30 orang siswa kelas V SD Negeri Gugus II Kecamatan Baso Kabupaten Agam. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar siswa di kelas V SD Negeri Gugus II Kecamatan Baso Kabupaten Agam. Hal ini dibuktikan dengan nilai rhitung > rtabel = 0,971>0,361 dengan taraf signifikansi 5% yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga hipotesis yang menyatakan “terdapat hubungan antara motivasi belajar dengan hasil belajar siswa di kelas V SD Negeri Gugus II Kecamatan Baso Kabupaten Agam†diterima.