Literasi abad ke-21 merupakan kompetensi esensial yang perlu dikembangkan sejak pendidikan dasar untuk menjawab tantangan transformasi digital dan sosial. Integrasi pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) dipandang sebagai pendekatan strategis dalam memperkuat literasi digital dan komputasional peserta didik. Namun, implementasi pembelajaran berbasis teknologi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur, masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, kompetensi pendidik, dan ketersediaan sumber belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif literatur terkait konsep literasi abad ke-21, pembelajaran koding dan AI di sekolah dasar, serta tantangan dan peluang implementasinya di wilayah 3T. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui penelusuran artikel terindeks Scopus (Q1–Q4) dan SINTA (1–3) yang terbit dalam lima tahun terakhir. Analisis data dilakukan menggunakan pengelompokan tematik meliputi konsep, model implementasi, tantangan, dan dampak pembelajaran koding dan AI. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran koding dan AI berkontribusi positif terhadap pengembangan berpikir komputasional, pemecahan masalah, dan kreativitas siswa sekolah dasar. Meskipun terdapat berbagai kendala di wilayah 3T, pendekatan kontekstual dan adaptif, seperti pembelajaran koding unplugged, memungkinkan implementasi yang efektif. Integrasi koding dan AI yang selaras dengan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 berpotensi menjadi strategi penting dalam menjembatani kesenjangan literasi abad ke-21 di pendidikan dasar.