Kolaborasi yang efektif antara sekolah dan keluarga merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan bagi anak dengan hambatan intelektual. Pemanfaatan media komunikasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi sarana strategis untuk menjalin interaksi yang berkelanjutan antara orang tua dan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi preferensi media komunikasi yang digunakan orang tua siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) dalam kolaborasi dengan guru, serta menganalisis alasan di balik pemilihan media tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan melibatkan 366 responden orang tua siswa dengan hambatan intelektual. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis secara deskriptif, sedangkan data kualitatif dikumpulkan dari pernyataan terbuka responden dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WhatsApp merupakan media komunikasi dominan, digunakan oleh 299 responden (81,7%), baik secara tunggal maupun dikombinasikan dengan media lain seperti situs web sekolah atau media sosial. Alasan utama pemilihan media adalah kemudahan penggunaan (58,5%), diikuti oleh kecepatan akses informasi (7,6%), kebiasaan atau familiaritas (2,7%), dan fleksibilitas akses (1,6%). Analisis kualitatif memperkuat temuan ini dengan menyoroti harapan orang tua terhadap komunikasi yang lebih efektif, peningkatan kemandirian anak, kontinuitas program, serta penguatan sinergi antara guru dan keluarga. Temuan ini mengindikasikan bahwa media yang sederhana, mudah diakses, dan sesuai dengan kebiasaan pengguna lebih disukai untuk mendukung kolaborasi pendidikan khusus. Implikasi praktis penelitian ini adalah perlunya optimalisasi penggunaan WhatsApp sebagai kanal utama kolaborasi, dengan tetap mempertahankan media resmi sekolah untuk tujuan dokumentasi dan penyampaian informasi formal.