Articles
Membangun Kebhinekaan Antar Remaja dalam Perspektif Pendidikan Multikulturalisme
Irwan, Irwan;
Kamarudin, Kamarudin;
Mansur, Mansur
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2173
Penelitian ini bertujuan untuk menumbuhkan keragaman di kalangan remaja di desa Siontapina agar dapat hidup damai dan toleran sesuai dengan pendidikan multikulturalisme yang dianggap sebagai mekanisme yang efektif untuk mengembangkan kepribadian yang harmonis pada remaja berdasarkan nilai-nilai kebangsaan.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tujuan menelusuri atau menggali berbagai temuan dan perkembangan terkait interaksi sosial guna menumbuhkan keragaman di kalangan remaja. Teknik pengumpulan data ini terdiri atas observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi ketegangan di kalangan remaja saat ini, baik yang berdimensi vertikal maupun horizontal, yang berujung pada kesulitan, seperti perkataan kasar di kalangan remaja, seperti yang terjadi di desa Siontapina. Peristiwa ini bertentangan dengan kewajiban bangsa untuk senantiasa mengutamakan persatuan dan kesatuan di atas kepentingan pribadi, golongan, dan golongan, sebagaimana tertuang dalam pendidikan multikulturalisme. Realitas ini menunjukkan bahwa etika multikultural tidak mendapat tempat dalam pembentukan karakter dan wawasan kebangsaan pada remaja, sehingga mengarah pada idealisme fanatisme yang terbatas.  Akibatnya, pendidikan multikulturalisme sebagai landasan penghubung pluralisme pemuda dari beragam etnis untuk mencapai kesetaraan, harmonisasi, dan toleransi belum dipelajari secara menyeluruh. Mengembangkan pendidikan multikulturalisme melalui metode multikulturalisme yang efisien dengan membangun keragaman sehingga tidak terjadi konflik antara remaja yang bernuansa etnik.
Integrasi Ilmu Pengetahuan dan Agama sebagai Islamisasi Ilmu Pengetahuan dalam Sistem Pendidikan di Sekolah
Fitri, Annisa;
Fitriani, Dian;
Putri, Gita Sundava
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i2.7311
Didasarkan pada pandangan Zakian Daradjat, tujuan utama pendidikan Islam adalah membentuk manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah. Dikotomi antara ilmu agama dan umum, serta sikap skeptis masyarakat terhadap lembaga pendidikan Islam, menjadi hambatan. Penelitian ini bertujuan membentuk generasi berkarakter cerdas dan mulia dengan integrasi ilmu pengetahuan dan agama serta menggunakan konsep islamisasi ilmu pengetahuan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif dari literatur terkait. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dari berbagai sumber yang relevan. Hasil dari penelitian ini yaitu Integrasi ilmu pengetahuan dan agama bertujuan melahirkan generasi Islami, cerdas, dan berakhlak mulia. konsep Islamisasi ilmu pengetahuan menyelaraskan nilai-nilai Islam dengan ilmu pengetahuan modern. Implementasi di lembaga pendidikan melalui kurikulum, desain pembelajaran, dan model hubungan ilmu pengetahuan dan agama penting. Tantangan seperti kurangnya pemahaman, perubahan teknologi, dan perbedaan pandangan bisa diatasi dengan meningkatkan kualitas pengajar, memperkuat koordinasi, dan menyesuaikan kurikulum. Dengan demikian, dapat disimpulkan integrasi ilmu pengetahuan dan agama di sekolah menjadi penting untuk membentuk generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan berpandangan integratif terhadap ilmu pengetahuan dan agama.
Peningkatan Hasil Belajar Matematika melalui Model Problem Based Learning di Sekolah Dasar
Nurhidayah, Apriliani;
Suyoto, Suyoto;
Suwarni, Suwarni;
Nugroho, Aryo Andri
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.8484
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa seperti Guru yang tidak memahami materi yang diajarkan, kurangnya ketelitian siswa dalam menyelesaikan soal, kemalasan beberapa siswa, dan kurangnya minat siswa terhadap pelajaran matematika adalah beberapa faktor yang memengaruhi hasil belajar siswa dalam matematika. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dalam dua siklus dan bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa SDN Sarirejo kelas IV, yang terdiri dari 28 siswa. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar matematika siswa, dan variabel bebas adalah penerapan model PBL. Data dikumpulkan melalui metode tes. Hasil matematika sebelum dan setelah siklus dianalisis secara deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan matematika, terutama dalam materi operasi hitung pecahan, dapat ditingkatkan dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah. Sebelum tindakan, hanya 8 siswa (atau 29 persen dari total siswa) mencapai ketuntasan. Siswa yang tuntas meningkat menjadi 25 (89%) pada siklus I dan 16 (57%). Lebih dari 80% siswa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKTP) sebesar 70; ini menunjukkan bahwa penelitian ini dianggap berhasil
SOSIALISASI PEMASARAN PRODUK SECARA ON LINE PADA UMKM DI KELURAHAN KEBON AGUNG, KOTA SEMARANG
Manan, Abdul;
Akriana NR, Fajar
Bengawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): Desember
Publisher : Politeknik Indonusa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46808/jurnal_bengawan.v3i2.96
MSMEs business actors generally have limited knowledge of selling via online or social media. Therefore, the Community Service team intends to provide outreach about online media which can be used as an alternative in marketing the products of MSME business actors. The implementation method used in this service activity is to provide socialization about how people as consumers have moved to change their behavior in terms of meeting their needs, which initially visited many shopping places, but now they have started making purchases online. This is because it makes it easier for buyers, because they don't have to bother going to the sales point or shop. The number of internet users is increasing day by day. This has triggered the development of online transactions. Mentoring methods, interviews and discussions were carried out to help MSMEs business actors in carrying out efforts to enter online marketing for MSMEs business actors in Kebon Agung sub-district, East Semarang District, Semarang City.
Strategi Layanan Nyeri Akut Center di DIY
Mahmud
Jurnal Komplikasi Anestesi Vol 1 No 3 (2014): Volume 1 Number 3 (2014)
Publisher : This journal is published by the Department of Anesthesiology and Intensive Therapy of Faculty of Medicine, Public Health and Nursing, in collaboration with the Indonesian Society of Anesthesiology and Intensive Therapy , Yogyakarta Special Region Br
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/jka.v1i3.5567
Banyak nyeri akut pasca operasi yang tidak tertangani dengan baik. Penghilang nyeri yang tidak adekuat pada awal pasca operasi dapat meningkatkan risiko nyeri kronis. Hal ini menjadi dasar terbentuknya APS (Acute Pain Service), untuk menangani nyeri akut pasca operasi secara agresif agar dapat mengurangi terjadinya nyeri kronik. APS merupakan organisasi berbasis anestesiologi dengan tim multidisiplin yang terdiri dari dokter, perawat, farmasi, dan fisioterapi. Tujuan APS adalah memberikan perbaikan nyeri akut yang optimal pasca pembedahan dengan efek samping yang minimal. APS melayani nyeri akut, kronik dan nyeri kanker.APS di RSUP Dr Sardjito saat ini menangani nyeri akut selama durante dan pasca operasi epidural, baik countinousmaupun intermiten, dengan harapan dapat mengurangi morbiditas pasca operasi. Bagian anestesi berencana bekerjasama dengan bagian-bagian lain yang seminat untuk membentuk APS, untuk menangani nyeri akut, kronik dan nyeri kanker.
Anestesi pada Ovum Pick Up (OPU)
Astuti, Widuri;
Mahmud;
S, Bambang
Jurnal Komplikasi Anestesi Vol 1 No 3 (2014): Volume 1 Number 3 (2014)
Publisher : This journal is published by the Department of Anesthesiology and Intensive Therapy of Faculty of Medicine, Public Health and Nursing, in collaboration with the Indonesian Society of Anesthesiology and Intensive Therapy , Yogyakarta Special Region Br
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/jka.v1i3.7195
Seorang perempuan 37 tahun terdiagnosa infertil primer. Prosedur yang akan dilakukan adalah Ovum Pick Up (OPU). Status fi sik ASA II karena asma. Dilakukan anestesi dengan GA TIVA. Tindakan berlangsung selama 30 menit. Hemodinamik selama tindakan stabil. Post operasi pasien di ruang pemulihan selama 2 jam dan diperbolehkan pulang setelah skoring postanesthesia discharge scoring system (PADS) lebih dari 9.
Patient Controlled Analgesia (PCA) Post Operation
Purnomo, Dedi Pujo;
Mahmud;
Uyun, Yusmein
Jurnal Komplikasi Anestesi Vol 2 No 2 (2015): Volume 2 Number 2 (2015)
Publisher : This journal is published by the Department of Anesthesiology and Intensive Therapy of Faculty of Medicine, Public Health and Nursing, in collaboration with the Indonesian Society of Anesthesiology and Intensive Therapy , Yogyakarta Special Region Br
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/jka.v2i2.7201
Pengendalian nyeri pasca bedah merupakan komponen yang penting dalam perawatan pasien setelah pembedahan. Manajemen nyeri yang tidak adekuat berhubungan dengan peningkatan morbiditas dan mortalitas. Pengalaman nyeri pasca bedah, bagi beberapa orang mungkin merupakan pengalaman nyeri yang paling menyakitkan selama hidupnya apalagi jika tidak ditangani secara profesional dan intensif.Penilaian dan pengobatan nyeri telah menjadi prioritas dalam beberapa tahun terakhir, khususnya setelah diperkenalkannya regulasi standard dan survey kepuasan pasien terhadap penanganan nyeri dengan metode penilaian kepuasan pasien. Penggunaan PCA secara tepat dan akurat adalah suatu metode yang efektif dan efi sien untuk mengontrol nyeri akut yang berat, dengan penurunan resiko sedasi yang bermakna dan sangat potensial untuk meningkatkan manajeman nyeri pada pasien. PCA adalah suatu metode pemberian obat-obat analgesik dengan menggunakan pompa intravena sesuai dengan kebutuhan pasien dan diatur sendiri oleh pasien, yang bertujuan untuk memberikan analgesi yang adekuat dan dapat mengoptimalkan pemberian analgesi opioid dan meminimalkan efek variabilitas farmakokinetik dan farmakodinamik, tanpa menimbulkan efek samping obat yang membahayakan. PCA adalah proses dimana pasien dapat menentukan kapan dan berapa banyak obat yang mereka terima, atau istilah ini lebih umum digunakan untuk menggambarkan metode untuk menghilangkan nyeri dengan menggunakan peralatan infus elektronik yang memungkinkan pasien untuk memberikan sendiri obat analgesi, biasanya opioid intravena sesuai keperluan.
Penanganan Perioperatif Diabetes Mellitus
Restu S, Meta;
Rahardjo, Sri;
Mahmud
Jurnal Komplikasi Anestesi Vol 2 No 2 (2015): Volume 2 Number 2 (2015)
Publisher : This journal is published by the Department of Anesthesiology and Intensive Therapy of Faculty of Medicine, Public Health and Nursing, in collaboration with the Indonesian Society of Anesthesiology and Intensive Therapy , Yogyakarta Special Region Br
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/jka.v2i2.7211
Diabetes Melitus merupakan penyebab tersering dalam golongan penyakit metabolik. Diagnosis klinis DM umumnya akan dipertimbangkan bila terdapat keluhan khas DM berupa poliuria, polidipsi, polifagi, lemah dan penurunan BB yang tidak jelas penyebabnya. Pasien diabetes yang akan menjalani pembedahanmemiliki peningkatan angka mortalitas, dan pasien diabetes type 1 sangat beresiko untuk terjadinya komplikasi pasca operasi. Peningkatan prevalensi pasien diabetes yang akan dioperasi dan meningkatnya resiko komplikasi sehubungan dengan penyakit DM membutuhkan pemeriksaan dan pengelolaan perioperatif yang optimal. Data dari berbagai penelitian menunjukkan peningkatan angka kesakitan dankematian penderita DM yang signifikan. Kontrol gula darah yang tepat terbukti menurunkan kejadiankomplikaksi.Perioperatif DM diantaranya dengan melakukan evaluasi klinis pasien, menilai komplikasi serta kegagalanorgan melalui anamnesis dan pemeriksaan penunjang, selanjutnya dinilai status pembedahan pasien apakah emergensi atau elektif. Status pengontrolan gula pasien berdasarkan terapi yang telah diterimapasien harus dinilai. Pasien yang akan menjalani operasi emergensi dilakukan kontrol gula darah secara cepat, diberikan insulin kerja cepat untuk mengontrol keadaan hiperglikemi, dilakukan penilaian dan tatalaksana keadaan hiperglikemi emergensi seperti HHS atau KAD. Pada operasi elektif maka tatalaksana pasien dibagi berdasarkan lama durasi operasi; yaitu kecil, sedang, dan besar, kemudian ditentukan teknik anestesi terbaik untuk prosedur operasi yang akan dijalani.
Blok Femoral pada Operasi Orif Tibia Fibula Proksimal pada Pasien dengan Subdural Hematoma
Fakhrudin N, Rifdhani;
Sudadi;
Mahmud
Jurnal Komplikasi Anestesi Vol 2 No 3 (2015): Volume 2 Number 3 (2015)
Publisher : This journal is published by the Department of Anesthesiology and Intensive Therapy of Faculty of Medicine, Public Health and Nursing, in collaboration with the Indonesian Society of Anesthesiology and Intensive Therapy , Yogyakarta Special Region Br
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/jka.v2i3.7221
Telah dilakukan penatalaksanaan anestesi regional berupa blok femoral pada seorang wanita usia 60 tahun yang didiagnosis fraktur terbuka sepertiga proksimal tibia fi bula sinistra dengan subdural hematoma dan edema serebri, status fi sik ASA II yang akan menjalani operasi ORIF.Pasien dipremedikasi dengan diazepam 5 mg peroral, midazolam 2 mg dan fentanyl 50 mcg intravena. Blok femoral dilakukan dengan teknik nerve stimulator menggunakan pendekatan dari ligametum inguinalisdan lipatan paha. Agen yang digunakan adalah lidokain 1% sebanyak 10 ml dan bupivakain 0,5% isobarik sebanyak 10 ml. Selama operasi pasien disedasi dengan midazolam 2 mg intravena bolus intermitten.Operasi berlangsung selama dua jam dengan hemodinamik pasien stabil.Pasca operasi pasien diobservasi di ruang pulih sadar selama 2 jam. Status kesadaran dan hemodinamik selama observasi baik. Skala nyeri menggunakan VAS menunjukkan angka 1-2. Pasien kemudian diperbolehkan kembali ke bangsal.
Hipertensi Berat Disertai Edema Pulmo pada Pasien Trauma Mata Anak-Anak yang Diberikan Fenlyefrine Tetes Mata
Mahmud;
Uyun, Yusmein;
Gutama, Bayu Satria
Jurnal Komplikasi Anestesi Vol 3 No 3 (2016): Volume 3 Number 3 (2016)
Publisher : This journal is published by the Department of Anesthesiology and Intensive Therapy of Faculty of Medicine, Public Health and Nursing, in collaboration with the Indonesian Society of Anesthesiology and Intensive Therapy , Yogyakarta Special Region Br
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/jka.v3i3.7261
Telah dilakukan tindakan anestesi pada seorang anak laki-laki 13 tahun dengan diagnosa ruptur bulbi dilakukan repair bulbi. Pasien dengan status fisik asa 2 asma. Dilakukan anestesi dengan teknik anestesiumum intubasi semi clossed ET no 6,5 level di bibir 20 nafas kendali. Monitoring dilakukan dengan NIBP, EKG, SpO2. Operasi berlangsung 2 jam durante operasi hemodinamik TDS 90-220mmHg, TDD 50-130mmHg, HR 50-160x/menit, saturasi 70-99%, Beberapa menit setelah pemberian dua tetes phenylephrine 10% didapatkan rhonki di seluruh paru dan didapatkan cairan berbusa kemerahan yang kami suction dari trakea dengan kemungkinan adanya edema paru akut berlangsung selama 15 menit. Pasca operasi dilakukan ekstubasi sadar. Pasien dipulangkan dari unit perawatan pasca anestesi 4 jam setelah operasi dengan pernapasan spontan, SpO2 99% pada ruang udara, tekanan darah normal dan auskultasi paru yang bersih.