Articles
Hubungan Parental Attachment dengan Subjective Well-Being Anak Broken Home
Hazhara, Ifra Fadilla;
Firman, Firman
ANWARUL Vol 4 No 4 (2024): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Yasin AlSys
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58578/anwarul.v4i4.3393
This research is motivated by children from broken homes due to their parents' divorce, which impacts children in terms of happiness, decision-making confusion, emotional stability, the demand to adjust to different parenting styles received, and the lack of parental support during developmental transitions. The impact on broken home children can be minimized by enhancing individual subjective well-being. One way to enhance subjective well-being is through parental attachment. This study aims to determine the relationship between parental attachment and subjective well-being among broken home students at SMP N 34 Padang. The research uses a quantitative method with a correlational study type. The population in this study consists of 60 broken home students from grades VII and VIII for the 2023/2024 academic year at SMP N 34 Padang, using Total Sampling technique. Data collection was carried out using a parental attachment questionnaire and a subjective well-being questionnaire for broken home students. The data were processed using descriptive analysis techniques and Pearson product-moment correlation analysis with the help of SPSS version 20.0 for Windows. The results of this study indicate that (1) the parental attachment of broken home students is in the medium category with a percentage of 73.3%, (2) the subjective well-being of broken home students is in the high category with a percentage of 50.0%, and (3) there is a significant relationship between parental attachment and subjective well-being in broken home students, with a correlation value (r) of 0.692 and a significance level of <0.000, indicating a high level of relationship. Based on these research findings, guidance and counseling services that can be provided to enhance parental attachment and subjective well-being in broken home students include information services, individual counseling services, and group counseling services.
How to Improve Learning Outcomes of the Indonesian Language in Elementary Schools through the Implementation of Problem-Based Learning Methods
Salam, Salam;
Firman, Firman;
Mirnawati, Mirnawati
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School VOL 5 NO 1 APRIL 2022
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24256/pijies.v5i1.2736
This study aims to improve Indonesian language learning outcomes through problem-based learning in class V SD Negeri Panciro, Bajeng District, Gowa Regency. This Classroom Action Research (CAR) uses two cycles, each of which is carried out in four actions. This study involved 24 students and a classroom teacher who acted as collaborators. The results showed that each passed cycle tended to increase student learning outcomes. Based on the research findings, it can be concluded that using problem-based learning models can improve the learning outcomes of fifth-grade students at SD Negeri Panciro Kec. Bajeng Kab. Gowa on the material ‘Information.’ It can be seen from the first cycle results that the total score achieved was 59, while in the second cycle, the number of student achievements increased to 89 or very good criteria. In addition, there was a significant increase from 59 to 89. Therefore, to improve the quality of Indonesian language learning, this learning method could continue to be developed in learning activities in schools. The problem-based learning method can be used as an alternative learning option to improve student learning outcomes.
Layanan Informasi Menggunakan Pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) Dalam Menurunkan Pornografi di Kalangan Siswa SMA
Fitri, Maulida;
Firman, Firman;
Netrawati, Netrawati;
Abdul Rahman, Mohd Nazri
PSIKOLOGI KONSELING Vol 16, No 1 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/konseling.v16i1.60224
Pornografi dianggap sesuatu yang lumrah dan merupakan bagian dari arus globalisasi zaman saat ini. Pornografi berdampak negatif terhadap perubahan sikap dan perilaku karena orang cenderung melakukan apa yang mereka lihat pada konten pornografi. Pornografi juga dapat membuat pelakunya mengalami kecanduan atau adiksi. Layanan konseling menangani banyak kasus pornografi. Salah satu jenis konseling yang diberikan kepada individu yang memiliki kecenderungan pornografi adalah konseling informasi menggunakan pendekatan cognitive behavioral therapy (CBT). Dalam artikel ini akan membahas manfaat CBT dalam mengurangi kecenderungan pornografi siswa SMA. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur dari penelitian-penelitian sebelumnya dan temuan lain yang relevan, dimana data didapat dari mengidentifikasi masalah penelitian, mengumpulkan data dan informasi yang berkaitan dengan topik, dan mengevaluasi kerangka teori yang digunakan untuk mengatasi masalah tersebut.Metode analisis yang digunakan adalah analisi content. Temuan penelitian ini menunjukkan CBT dapat membantu siswa untuk menjauhi pornografi. Beberapa penelitian sebelumnya telah menggunakan metode ini untuk mengatasi pornografi. Layanan dan teknik ini efektif digunakan dalam kasus pornografi dikarenakan CBT dapat membantu siswa untuk mengubah perilaku dan pola pikir mereka tentang pornografi, sedangkan layanan informasi dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang pornografi, dan CBT dapat membantu siswa menerapkan pengetahuan dan pemahaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Literatur Review: Layanan Penguasaan Konten dengn Teknik Kontrak Perilaku untuk Mengembangkan Kemampuan Manajemen Waktu Siswa
Bunda, Thessia Permata;
Firman, Firman;
Netrawati, Netrawati;
Mohd Nazri, Abdul Rahman
PSIKOLOGI KONSELING Vol 16, No 1 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/konseling.v16i1.60223
Manajemen waktu merupakan cara seseorang dalam mengelola, memanfaatkan mengalokasikan waktu yang dimilikinya, antara kebutuhan dan keinginan individu harus diatur dan disusun dengan sebaik-baiknya serta melakukan perencanaan, penjadwalan, dan mengurutkan prioritas sesuai dengan kepentinya. Kemampuan manajemen wakktu siswa perlu dikembangkan agar mampu menjalankan, mengalokasikan dan memanfaatkan waktu yang mereka miliki dengna sebaik-baiknya agar tidak terbuang sia-sia. Salah satu strategi untuk membantu siswa menjadi pengelola waktu yang lebih baik adalah dengan menggunakan pendekatan kontrak perilaku dalam hubungannya dengan layanan penguasaan konten. Oleh karena itu penulis bermaksud untuk mengkaji penelitian sebelumnya tentang layanan penguasaan konten berbasis kontrak perilaku yang membantu siswa dalam mengasah kemampuan manajemen waktu mereka.Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur dengan pengumpulan data dari temuan terkait. Tujuan tinjauan literatur studi ini adalah untuk menginformasikan kepada pembaca tentang temuan penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan pembahasan ini. Teknik analisis yang dipakai adalah analisis isi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa layanan penguasaan konten berbasis kontrak perilaku terbilang efektif dalam membantu siswa mengembangkan kemampuan manajemen waktu mereka. Banyak penelitian yang terdahulu menggunakan layanan penguasaan konten dengan teknik kontrak perilaku dalam mengembangkan kemampuan manajemen waktu siswa.
Perancangan Sistem Informasi Peminjaman Alat pada UKM Pecinta Alam Gempa UNIMUDA Sorong Berbasis Web
Kusuma, Ilham Jaya;
Kasri, Muhammad Ali;
Firman, Firman
JURNAL PETISI (Pendidikan Teknologi Informasi) Vol 5 No 1 (2024): JURNAL PETISI (Pendidikan Teknologi Informasi)
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36232/jurnalpetisi.v5i1.5289
Organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (MPA) adalah organisasi yang bergerak pada bidang kepecintaalaman yang beraktifitas diluar ruangan/outdoor. MPA Gempa UNIMUDA Sorong memiliki peralatan yang cukup memadai untuk menunjang kegiatan-kegiatan kepecintaalaman. Hal ini menjadikan MPA Gempa UNIMUDA Sorong sering menerima permintaan peminjaman alat. Hal ini menjadi alasan peneliti untuk melakukan penelitian “Perancangan Sistem Informasi Peminjaman Alat pada UKM Pecinta Alam Gempa UNIMUDA Sorong”. Penelitian ini bertujuan (1) menghasilkan sistem informasi peminjaman alat pada UKM Pecinta Alam Gempa UNIMUDA Sorong berbasis web (2) mengetahui kelayakan penggunaan sistem informasi peminjaman alat pada UKM Pecinta Alam Gempa UNIMUDA Sorong berbasis web dan (3) menghasilkan manual book sebagai panduan penggunaan sistem informasi peminjaman alat pada UKM Pecinta Alam Gempa UNIMUDA Sorong. Penelitian ini menggunakan model waterfall. Uji coba produk menggunakan pengujian blackbocx dan pengujian sistem mengacu kepada 3 aspek penilaian meliputi: kegunaan, kepuasan dan kemudahan. Pengumpulan data menggunakan observasi dan angket. Hasil uji coba produk yang diperoleh dari tiga aspek menunjukan hasil sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa sistem informasi peminjaman alat pada UKM Pecinta Alam Gempa UNIMUDA Sorong berbasis web telah memenuhi harapan dan layak untuk digunakan. Semoga sistem yang dibuat ini dapat dikembangkan dan diperbaharui lebih kompleks lagi oleh peneliti selanjutnya.
Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah dalam Menjaga Mesjid Kurang Aso 60 Sebagai Cagar Budaya di Kabupaten Solok Selatan
Oktavia, Widya;
Rusdinal, Rusdinal;
Firman, Firman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v5i1.901
Indonesia negara yang hampir 80% masyarakatnya beragama islam. Tidak heran banyak memiliki mesjid- yang bersejarah salah satunya yang terdapat di Sumatera Barat tepatnya di kabupaten Solok Selatan yaitu Mesjid Kurang Aso 60. Mesjid ini memiliki makna filosofis yang tinggi bagi masyarakat setempat sesuai dengan falsafah Minangkabau “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”. Hal ini mendorong partisipasi dari masyarakat setempat bahkan dari Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dalam menjaga mesjid Kurang Aso 60 sebagai cagar budaya diantaranya: Partisipasi Masyarakat: a).Melaksanakan Gontong Royong 1 kali sebulan untuk membersihkan mesjdi, 2).Tetap memfungsikan mesjid sebagai tempat ibadah umat islam, 3).Menjadikan mesjid sebagai sentral acara adat. 4).Mendirikan TPA/Tempat Mengaji bagi anak-anak masyarakat setempat. Partisipasi pemerintah: a).Menjadikan mesjid Kurang Aso 60 sebagai tempat wisata religi di Solok Selatan, b).Menjadikan mesjid Kurang Aso 60 sebagai sumber belajar bagi mahasiswa yang KKN, c).Membentuk jaringan dengan masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan menambah nilai budaya mesjid Kurang Aso 60.
Peran Pendidikan Karakter terhadap Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Sosial pada Siswa SMP Negeri 1 Sungai Geringging
Linda, Roza;
Rusdinal, Rusdinal;
Firman, Firman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v5i1.902
Penelitian ini yang penulis buat didasarkan pada banyaknya siswa yang memiliki perilaku karakter menyimpang pada saat belajar di sekolah ataupun pada lingkungan di sekitarnya. Adapun tujuan dalam penelitian ini untuk melakukan analisa pada Peran pendidikan berkarakter dalam mata pelajaran IPS. Pengimplementasian pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS. Beberapa kendala pendidikan karakter dalam mata belajar IPS. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Narasumber yang diangkat sebagai sumber data primer sebanyak 3 orang, terdiri dari kepala sekolah 1 orang dan 2 orang guru bidang studi IPS. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Analisis data pada penelitian ini mencakup empat alur kegiatan, seperti proses pengumpulan data,reduksi data, kemudian penyajian data, dan terakhir dilakukan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa program pendidikan yang berkarakter sudah diprogramkan, baik secara umum atapun secara khusus pada mata pelajaran IPS. Sementara itu jumlah implementasi nilai karakter sebanyak 5 jenis, yakni nilai disiplin, nilai rasa hormat dan perhatian, nilai tekun, nilai tanggung jawab dan selanjutnya adalah nilai ketelitian. Program ini sudah diimplementasikan melalui pembelajaran IPS. Penanaman dari nilai karakter yang dituju disesuaikan dengan pembelajaran setiap pertemuan materi pembelajaran, sehingga implementasi dari 5 nilai-nilai karakter tidak pada semua pertemuan pembelajaran IPS
Implementasi Nilai Karakter pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dapat Meningkatkan Sikap Nasionalisme Siswa MAN di Kota Padang
Rinawati, Rinawati;
Firman, Firman;
Rusdinal, Rusdinal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v5i1.904
Penelitian ini di latar belakangi maraknya fenomena perilaku-perilaku yang disebabkan rendahnya sikap nasionalisme siswa seperti siswa kurang menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar, banyak ditemukan siswa tidak mau mengikuti pelaksanaan upacara bendera dengan baik dan benar. Pada akhirnya menimbulkan pertanyaan apakah pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan telah dilaksanakan dengan baik, lalu kenapa sikap nasionalisme siswa masih rendah. oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendefinisikan bagaimana implementasi nilai karakter dalam perencanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, bagaimana implementasi nilai karakter meningkatkan sikap Nasionalisme siswa melalui pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Hambatan-hambatan apa yang muncul melalui penanaman nilai-nilai karakter dalam meningkatkan sikap Nasionalisme siswa di MAN di Kota Padang. Penelitian ini adalah penelitian berjenis kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan ditentukan dengan menggunakan Purposive Sampling (memilih dengan sengaja) yaitu menentukan informan dengan pertimbangan tertentu bisa memberikan data yang lebih baik mengenai pendidikan karakter pada mata pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk meningkatkan sikap nasionalisme di MAN di Kota Padang Berdasarkan hasil penelitian diperoleh temuan bahwa (1) Implementasi nilai karakter pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan melalui perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan kegiatan ekstrakurikuler dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di MAN di Kota Padang (2) Implementasi nilai karakter meningkatkan sikap Nasionalisme siswa melalui pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di MAN di Kota Padang menggunakan lima item karakter dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yaitu semangat kebangsaan (nasionalisme), religius, kepedulian terhadap lingkungan, cinta damai dan Mandiri. Untuk mengeahui keberhasilan implementasi nilai karakter dilihat dari interaksi yang dilakukan siswa baik didalam kelas maupun di luar kelas.(3) Hambatan-hambatan yang muncul melalui penanaman nilai-nilai karakter diantaranya kurangnya ketidakjelasan penetuan tujuan dalam pendidikan karkater, kurangnya kemampuan guru dalam menyusun pertanyaan formati aspek afektif dalam mengimplementasikan nilai karakter dari materi yang diberikan dengan perkembangan teknologi ikut berpengaruh pada pola pikir siswa, guru kurang diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan pengembangan nilai karakter (workshop) dan kurangnya fasilitas yang memadai.
Pandangan Masyarakat terhadap Waria (Studi Kasus Padang Barat)
Lenggogeni, Putri;
Firman, Firman;
Rusdinal, Rusdinal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v5i1.906
Waria merupakan kelompok masyarakat yang minoritas kenyataannya jumlah waria semakin lama semakin bertambah, terutama di kota-kota besar. mengatakan bahwa seorang waria secara psikis merasa dirinya tidak cocok denngan alat kelamin didiknya sehingga merasa memakai pakaian atau atribut lain dari jenis kelamin yang lain. Dari permasalahan ini bertujuan untuk melihat sudut pandang masyarakat terhadap waria di Kota Padang. Metode yang digunakan penulis adalah kualitatif deskriptif dengan studi wawancara, yang tujuan dari studi ini nantinya dapat menggambarkan berbagai sikap atau perlakuan masyarakat terhadap waria yang berada dilingkungan tempat mereka tinggal. Hasil dari penelitian ini yang dilihat dari aspek pengetahuan bahwa masyarakat dominan tidak mengetahui bagaimana soerang waria, serta sikap masyarakat terhadap waria ialah mereka sering melihat waria sebagai masalah dan cenderung dijauhi.
Analisis Faktor-Faktor Kesulitan Guru PL dalam Pembelajaran Daring di SMP N 1 Kecamatan Gunuang Omeh
Karmala, Fauziah Sri;
Firman, Firman;
Rusdinal, Rusdinal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v5i1.907
Pandemi covid-19 menjadi permasalahan bagi semua kalangan di dunia dan ini juga merupakan krisis kesehatan bagi manusia. Indonesia menjadi negara kelima belas tertinggi di dunia. Akibat penyebaran covid-19 yang tinggi di Indonesia, sekolah maupun universitas atau perguruan tinggi ditutup.Maka dari itu keputusan pemerintah selanjutnya yaitu pembelajaran tetap berlangsung tapi tidak dengan tatap muka melainkan secara daring. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor kesulitan Guru PL dalam Pembelajaran Daring di SMP N 1 Kecamatan Gunuang Omeh. Penelitian kualitatif dilakukan untuk memahami faktor-faktor kesulitan Guru PL dalam Pembelajaran Daring. Pengambilan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan purposive sampling. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kesulitan guru PL dalam pembelajaran daring di SMP N 1 Kecamatan Gunuang Omeh yaitu: a) jaringan susah dijangkau, b) siswa kurang memahami materi pembelajaran, 3) siswa tidak memiliki telepon, 4) siswa tidak mengerjakan tugas, 5) siswa tidak bisa melakukan praktek