Articles
PENGARUH TEMULAWAK (CURCUMA XANTHORRIZA Roxb) DALAM RANSUM TERHADAP PENAMPILAN DAN KANDUNGAN LEMAK ABDOMEN AYAM BROILER
Azwar Sinar, T. Eduard;
Maria Wardiny, Tuty
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perngaruh pemberian temulawak dalam ransum ayam broiler terhadap penampilan dan kandungan lemak abdomennya. Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari penelitian ini. Dua ratus ekor DOC dibagi menjadi empat perlakuan dengan lima ulangan dan masing-masing perlakuan terdiri dari 10 ekor DOC. Empat perlakuan ransum adalah 0% tepung temulawak (R0), 1% tepung temulawak (R1), 2% tepung temulawak (R2), dan 3% tepung temulawak (R3). Parameter yang diukur adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, persentase karkas dan kandungan lemak abdomen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, persentase karkas dan kandungan lemak abdomen nyata dipengaruhi (P<0.05) oleh ransum perlakuan. Perlakuan 1% tepung temulawak dalam ransum memberikan hasil yang terbaik terhadap penampilan ayam broiler dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Hal ini ditunjukkan dengan pertambahan bobot badan yang tinggi dan konversi ransum yang rendah meskipun belum dapat menurunkan kandungan lemak abdomennya. Ternyata pada level 2% dan 3% tepung temulawak dalam ransum baru dapat menurunkan kandungan lemak abdomen ayam broiler.
ASUPAN MAKANAN ANAK BALITA GIZI KURANG DI JORONG MANGGOPOH DALAM NAGARI ULAKAN TAPAKIS KABUPATEN PADANG PARIAMAN
Suryati, Novi;
Elida, Elida;
Fridayati, Lucy
Journal of Home Economics and Tourism Vol 9, No 2 (2015): priode Juni 2015
Publisher : Faculty of Tourism and Hospitality - Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (251.198 KB)
This research is conducted because the phenomenon of children who get less nutrientcalled malnutrition at Manggopoh Dalam Nagari Ulakan Tapakis Padang Pariaman Regency.The purpose of this research is to describe how the providing food of malnutrition children. Itis a kind of descriptive qualitative research which the source of the data is gotten frommothers who has the children in undernutrition. The sampling technique usedin this resesrchis snowball sampling. The data isi collected by doing observations, interviews anddocumentations. The result of the research shows that (1) there is no variation menu given tothe children and there is unbalanced food supply with the nutrition need (2) the frequent ofeating are breakfast about 8.am to 10.30 am, Lunch is about 1pm-3pm ang not all theinformantget dinner for the children (3) food supply consist of 100-200 gr of carbohydrate,50-100 gr protein, 50-100 gr vitamins and 200cc of mineralKeyword: Providing Food of Malnourished Children
PEMETAAN TEKNOLOGI INDUSTRI KELAPA SAWIT NASIONAL DAN KEBIJAKAN PENGEMBANGANNYA
Subiyanto, Subiyanto
Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia Vol. 13 No. 1 (2011)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (193.852 KB)
|
DOI: 10.29122/jsti.v13i1.876
Palm oil industry in Indonesia has been growing rapidly. But, unfortunately the growth is only effective on upstream industry with low value products, such that potential downstream value added are not explored proportionally. The government is therefore in the process of developing an appropriate policy to strengthen the national palm oil downstream industry. This paper proposes that an approriate policy for developing palm oil downstream industry could be derived from the maps of value chain and existing technology capability of the industry. The result recommends that government policy should emphasize on the supply of raw materials, infrastructure and utilities, as well as developing the missing value chain industry, especially ethoxylation and sulfonation.
KELAYAKAN TEKNO-EKONOMI MIGRASI TEKNOLOGI PROSES PRODUKSI GULA KRISTAL PUTIH DARI SULFITASI KE DEFEKASI REMELT KARBONATASI
Subiyanto, Subiyanto
Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia Vol. 14 No. 1 (2012)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (96.617 KB)
|
DOI: 10.29122/jsti.v14i1.906
Sugar is a strategic commodity for Indonesia, such that the availibility and the price have been managed by the government. The national production of Indonesia sugar has not been enough to cover the consumption, such that the deficit must be imported. Indonesian sugar was produced by 61 factories, where 51 units are State-owned Company. Unfortunately, the quality of sugar produced by State – owned factory has been getting worse, such that some are not qualified to the Indonesian National Standards (SNI). One of the reasons is poor process technology adopted, which is mostly using sulfitation technology. The Government, therefore, encourages industry to migrate the process technology from sulfitationsystem to defecation remelt carbonatation (DRK) system. This study assesses the techno-economy feasibility of the migration. The results indicate that technology migration is technically feasible, but for the business, Government needs to give price incentive to the product. Furthermore, the study recommends that adoption of DRK technology should be prioritized to the factories with abundant stock of baggase.
Masyarakat Madani, Muhammadiyah, dan Politik
Sardiman, Sardiman
Informasi Vol 28, No 1 (2000): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2142.709 KB)
|
DOI: 10.21831/informasi.v28i1.7190
Memahami keterikatan. antara masyarakat madani, Muhammadiyah, dan politik merupakan hal yang menarik. Muhammadiyali yang telah mengikrarkan sebagai organisasi sosial keagamaan kemudian harus dihadapkan kepada wacana masyarakat madani dan persoalan politik. Karena itu tulisan ini bertujuan untuk menganalisls keterkait an antara masyarakat madani, Muhammadiyah dan persoalan politik. Melalui analisis kritis dan dengan pendekatan sosiologis dicoba membedali konsep masyarakat madani untuk kemudlan dikaitkan dengan paradigma perjuangan Muhammadiyah, Dari sini topangan fakta-fakta yang ada dianalisis untuk memahami keterkaitannya dengan dinamika politik di Indonesia. Masyarakat madani merupakan format kehidupan masyarakat yang memberi ruang publik secara bebas, bersifat egaliter dan demokratis. Hat ini sesuai dengan sifat dan ciri perjuangan Muhammadiyan sebagai organisasi sosial keagamaan yang tidak doktriner, lebih bersifat egaliter, dan tidak terfokus pada seorallg pemimpin. Strategi pemberdayaan umat dengan ciri-ciri yang demikian itu, Muhammadiyah tidak dapat sepenuhnya lepas dari persoalan politik. Muhammadiyah bukan organisasi politik tetapi sering memberikan sentuhan-sentuhan politik, termasuk high politics.
PROSPEK INDUSTRI PENGOLAHAN LIMBAH SABUT KELAPA
Subiyanto, Subiyanto
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (463.905 KB)
|
DOI: 10.29122/jtl.v1i1.157
This article discusses the prospect of coco fibre industry in Indonesia as an effort of increasing added value of coconut product. Supported by the abundance and less utilization of raw materials (coco fibre) throughout the country and increasing price and demand for coco fibre products, domestically as well as internationally, Indonesia has a potential chance for promoting coco fibre based industries. The simple industry that produces coir fibre and coir dust is recommended to be built by using selected technology. Various characteristics of supporting technologies and the financial feasibility of coco fibre based industry have been the concluding remark of the discussion in this article. The industry that use the MTM1 and Bandung type machines in its process is found financially feasible.
KAJIAN TENTANG EKSISTENSI PETANI GARAM DI KECAMATAN PAKAL DAN KECAMATAN BENOWO KOTA SURABAYA
ARWIN, ARDAM;
MURTINI, SRI
Swara Bhumi Vol 5, No 5 (2018): Volume 5 Nomer 5 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Kecamatan Pakal dengan luas areal tambak garam 267,28 Ha memperoleh hasil produksi garam 20.847 ton per musim (78 ton/Ha/th) dan Kecamatan Benowo dengan luas areal tambak garam 330,87 Ha memperoleh hasil produksi garam 30.440 ton permusim (92 ton/Ha/th). Saat ini usaha meningkatkan produksi garam belum diminati. Kebutuhan garam di dalam negeri masih belum tercukupi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan faktor?faktor yang mempengaruhi eksistensi petani garam di Kecamatan Pakal dan Kecamatan Benowo Kota Surabaya. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian ini di Kecamatan Pakal dan Kecamatan Benowo dan subjek penelitian ini adalah petani garam di kedua Kecamatan tersebut. Kecamatan Pakal dengan sampel berjumlah 32 orang dan Kecamatan Benowo dengan sampel berjumlah 60 orang. Faktor-faktor yang mempengaruhi meliputi modal, tenaga kerja, dan hasil produksi. Teknik pengumpulan data menggunakan cara wawancara dengan pedoman kuesioner kepada petani garam dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan berupa kesimpulan dengan analisa deskriptif dan prosentase (%). Hasil penelitian ini adalah petani garam mendapat modal Rp 200.000,00/minggu dari pemilik tambak. Jumlah tenaga yang dibutuhkan untuk luas 1 Ha di Kecamatan Pakal berjumlah 1-4 orang yaitu 26 orang atau 81% dan tenaga kerja yang berjumlah >5 yaitu 6 orang atau 19%. Di Kecamatan Benowo tenaga kerja yang berjumlah 1-4 orang yaitu 48 orang atau 80% dan tenaga kerja yang berjumlah >5 yaitu 12 orang atau 20%. Hasil produksi garam sekali panen di Kecamatan Pakal 1-5 ton berjumlah 10 orang (31%), 6-10 ton berjumlah 18 orang (56%), >4 ton berjumlah 19 orang (13%) untuk Kecamatan Benowo 1-5 ton berjumlah 15 orang (25%), 6-10 ton berjumlah 26 orang (43%), >10 ton berjumlah 19 orang (32%). Petani garam hanya mendapatkan 1/3 bagian dari total panen garam yang dihasilkan selama semusim. Kata Kunci : Eksistensi, Petani Garam
KAJIAN PERKEMBANGAN KOTA DAN DAYA DUKUNG LAHAN DI KAWASAN WILAYAH KOTA MOJOKERTO
HARWIN WARDHANA, LOVIA;
MURTINI, SRI
Swara Bhumi Vol 5, No 6 (2018): Volume 5 Nomer 6 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
AbstrakKota Mojokerto pada beberapa tahun terakhir ini telah mengalami perkembangan yaitu ditandai dengan peningkatan jumlah penduduk yang disertai dengan pembangunan di segala bidang, tentu akan menyebabkan pusat perkotaan akan semakin padat dan akan mengakibatkan terjadinya masalah lingkungan seperti, perubahan kualitas lingkungan, berkurangnya luas lahan pertanian dan alih fungsi lahan di perkotaan dari yang semula merupakan lahan terbuka menjadi lahan terbangun yang tentu akan berpengaruh terhadap daya dukung lahan pada kawasan tersebut dengan kondisi demikian, kajian perkembangan kota dan daya dukung lahan di kawasan wilayah kota Mojokerto yang meliputi kecamatan Prajurit Kulon, Kecamatan Magersari dan Kecamatan Kranggan akan dikaji untuk lebih lanjut, yang pada penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui daya dukung lahan dan Building Coverage (BC) Kota Mojokerto.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi untuk mendapatakan data-data sekunder yang diperlukan. Adapun teknik analisis data yang dilakukan yaitu meliputi analisis daya dukung lahan dan analisis Building Coverage (BC).Penelitian yang sudah dilakukan diperoleh hasil dan kesimpulan bahwa kawasan wilayah Kota Mojokerto dengan jumlah penduduk sebesar 140.161 jiwa dengan kepadatan penduduk 85,111 jiwa/ha memiliki daya dukung lahan sebesar 0,012 ha/jiwa masih terlampau jauh berada dibawah standart ambang batas daya dukung lahan yang telah ditentukan oleh Yeates yaitu 0,073 ha/jiwa. kawasan wilayah Kota Mojokerto yang masih dapat untuk dilakukan pengembangan pembangunan dibeberapa titik lokasi menurut Yeates dan RTRW Kota Mojokerto dengan standart building coverage (BC) adalah 70%. Kecamatan Kranggan yang memiliki building coverage (BC) 77,99% tidak dimungkinkan untuk dilakukannya pengembangan pembangunan mengingat building coverage (BC) sudah melebihi dari standart yang telah ditentukan. Untuk kecamatan Prajurit Kulon dan Kecamatan Magersari yang masing-masing memiliki building coverage (BC) sebesar 37,23% dan 53,91% masih dapat untuk dilakukannya pengembangan pembangunan khususnya bidang fisik.Kata Kunci : Pengembangan pembangunan, Daya dukung lahan, building coverage (BC)
KAJIAN TENTANG KEBERLANGSUNGAN INDUSTRI PENGOLAHAN BATU KAPUR BUKIT JADDIH DI DESA JADDIH KECAMATAN SOCAH KABUPATEN BANGKALAN
ILHAM, MOH.REZA;
MURTINI, SRI
Swara Bhumi Vol 5, No 6 (2018): Volume 5 Nomer 6 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
AbstrakPertambangan bahan galian C yang mulai marak dieksploitasi berada di Bukit Jaddih Desa Parseh Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan Pulau Madura adalah bahan mineral berbasis karbonat yaitu batu kapur (limestone). Kegiatan pertambangan dengan luas lahan areal pertambangan sebesar 94,8 Ha, luas lahan tereksploitasi sebesar 28 Ha. Keberlangsungan pertambangan yang terus menerus akan berakibat pada kekurangan lahan di Bukit Jaddih, sedangkan industri pengolahan batu kapur bahan baku utama berasal dari pertambangan Bukit Jaddih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberlangsungan industri pengolahan batu kapur di Desa Jaddih Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan.Penelitian ini menggunakan pendekatan keruangan. Jenis data yang digunakan data primer dan sekunder. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey, yaitu jenis penelitian dengan sampel dari populasi melalui observasi dengan menggunakan daftar pertanyaan sebagai alat bantu. Sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel populasi yaitu cara pengambilan data dari seluruh populasi yang ada secara menyeluruh. Sampel penelitian adalah pengusaha yang mengelola industri pengolahan batu kapur berjumlah 80 responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi keberlangsungan industri pengolahan batu kapur Bukit Jaddih di Desa Jaddih Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan yaitu modal industri pengolahan yang berpengaruh 50%, bahan baku berpengaruh sebesar 75%, tenaga kerja yang bekerja di industri pengolahan batu kapur 50%, produksi sebesar 57%, dan pemasaran industri pengolahan batu kapur sebesar 85%. Faktor pemasaran paling berpengaruh terhadap keberlangsungan industri pengolahan batu kapur. Saran untuk Pengusaha menghindari kesulitan dalam hal pemasaran yaitu para pengusaha membuat sistem pemasaran model terbaru dan lebih efektif salah satunya dengan cara pemasaran melalui online agar lebih mudah laku secara luas. Serta membuat koperasi yang dikelola oleh pengepul.Kata Kunci: Industri, Modal, Bahan Baku, Sarana Transportasi, Produksi, Pemasaran
POTENSI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA BERBASIS MASYARAKAT (COMMUNITY BASED TOURISM) DI DESA WISATA JEMBUL KECAMATAN JATIREJO KABUPATEN MOJOKERTO
, RISWATI;
MURTINI, SRI
Swara Bhumi Vol 5, No 6 (2018): Volume 5 Nomer 6 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
AbstrakDesa Jembul memiliki pemandangan alam yang indah dan berhawa sejuk. Lokasi Desa Jembul berada di lereng Pegunungan Anjasmoro dengan keindahan alamnya yang masih terjaga. Terdapat beberapa obyek wisata di Desa Jembul antara lain Bumi Perkemahan Pegunungan Semar, Bukit Pelangi, Kolam Renang dan Air Terjun Kabejan. Desa Jembul menawarkan keindahan alamnya yang menawan tetapi obyek wisata ini belum dikenal secara luas oleh masyarakat karena pengunjung masih didominasi dari Kecamatan Jatirejo dan daerah sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat potensi wisata serta menganalisis faktor internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap pengembangan obyek wisata Desa Jembul guna mengetahui strategi pengembangan yang sesuai untuk diterapkan pada obyek wisata Desa Jembul.Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian dilakukan di Desa Jembul, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. 100 responden dipilih menggunakan teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data menggunakan observasi, kuisioner, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data tingkat potensi wisata menggunakan skala likert dan analisis strategi pengembangan menggunakan pemasukan data melalui matrik Internal Factor Evaluation (IFE) dan Eksternal Factor Evaluation (EFE) dengan analisis SWOT.Hasil penelitian menunjukkan tingkat potensi wisata Desa Jembul adalah besar dengan nilai total sebesar 20 dari nilai maksimal sebesar 28. Perhitungan dengan analisis SWOT menunjukkan bahwa obyek wisata Desa Jembul berada pada posisi kuadran II, yaitu strategi diversifikasi yang artinya Desa Wisata Jembul disarankan untuk segera memperbanyak ragam strategi taktisnya. Strategi taktis yang tepat untuk dilakukan di Desa Wisata Jembul adalah dengan penambahan atraksi dan wahana wisata baru, contohnya jembatan gantung diantara dua bukit dengan area spot foto yang menarik, berkebun buah seperti rambutan, durian, alpukat ayunan dari atas bukit dan lain sebagainya.Kata kunci: Potensi, Wisata Desa Jembul, Pengembangan, SWOT