Articles
MENINGKATKAN RASA EMPATI MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK BERMAIN PERAN (ROLE PLAYING) SISWA KELAS XI TKJ 3 DI SMK NEGERI 1 PACITAN TAHUN PELAJARAN 2020/2021
Diana Mayasari;
Siti Mardiana Hindayati;
Fitriana Dyah Wulandari;
Etik Sulistyowati;
Fitrah Romadhoni Laily
HELPER Vol 37 No 2 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/helper.vol37.no2.a2834
Penelitian ini memakai metode bermain peran guna tingkatkan sikap siswa yang kurang mempunyai rasa empati. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif guna memperoleh informasi serta analisis lewat kajian- kajian reflektif, partisipasif. Pengembangan program didasarkan datadata serta data dari siswa dan setting sosial secara alamiah lewat 2 tahapan siklus penelitian tindakan. Guna meningkatkan rasa empati siswa dicoba dengan memakai metode role playing.Penelitian ini dicoba di kelas XI TKJ 3 SMK Negeri 1 Pacitan dengan 2 siklus. Pada siklus awal siswa belum bersungguh- sungguh dalam melaksanakan aktivitas, sehingga butuh dipaparkan lagi manfaat bermain peran ini, sehingga butuh diulang lagi sampai siklus kedua. Dari hasil observasi, kegiatan siswa dari 68% pada siklus awal, bertambah jadi 86% pada siklus kedua. Dengan demikian metode bermain peran dapat digunakan buat menaikkan empati siswa di kelas XI TKJ 3 SMK Negeri 1 Pacitan.
Penerapan Kurikulum 2013 Pada Masa Pandemi COVID-19 di SMP IT Ad-Durrah Medan
Yasir, Saddan;
Hamidah, Hamidah;
Dewi Anggia, Putri
Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/al-ulum.v1i3.82
This study aims to analyze the application of the 2013 Curriculum during the COVID-19 pandemic. This research was carried out at SMP IT Ad-Durrah Medan. The research method used is a qualitative method, with a descriptive study model. The results of the study show that the implementation of the 2013 Curriculum during the COVID-19 pandemic at SMP IT Ad-Durrah Medan still carries out learning, but is done remotely based on an internet network. Policies are carried out by following government regulations. The implementation has an impact, namely: 1) graduate competence is not achieved, 2) attitudinal competence is not achieved, 3) routine student activities are not carried out. The obstacles faced are: 1) the difficulty of students understanding learning, 2) there are parents of students who cannot provide learning facilities, 3) cannot do simultaneous learning, 4) cannot optimally review student development. A review of the results of the assessment which includes the assessment of attitudes, knowledge and skills has decreased. The decline was due to the holding of distance learning, so that schools had difficulty developing the three aspects to be achieved.Keyword : curriculum2013, islamic school, pandemic Covid-19
UMKM GO ONLINE! PENGEMBANGAN KOMPETENSI PELAKU USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) DI PROVINSI DKI JAKARTA GUNA MEWUJUDKAN DIGITAL PRENEUER
Aminah, Hania;
Susita, Dewi;
Hamidah, Hamidah
Jurnal Industri Kreatif dan Kewirausahaan Vol 3, No 1 (2020): JUNE
Publisher : Universitas Sahid
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36441/kewirausahaan.v3i1.69
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengembangkan dan meningkatkan kompetensi yang harus dimiliki oleh para pelaku UMKM melalui pelatihan Soft Skills, jiwa kewirausahaan dan pemahaman kewirausahaan digital. Pengembangan dan peningkatan yang dilakukan berupa pengembangan keterampilan soft skills, jiwa kewirausahaan, dan pemahaman kewirausahaan digital sehingga dapat berguna dalam mengembangkan usaha yang akan dijalankan di kemudian hari.Guna mewujudkan program pemerintah untuk menjadikan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang Go Online! Serta mendukung langkah pemerintah Indonesia dalam menghadapi era Industri 4.0, maka hampir seluruh sektor yang ada berupaya untuk mewujudkan hal tersebut. Salah satu sektornya adalah sektor Industri, dimana perkembangan teknologi yang begitu pesat mengharuskan seluruh elemen industri untuk transfromasi menggunakan Artificial Intelligence. Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan salah satu pelaku industri yang sangat perlu diperhatikan yag dapat disebut juga dengan genrasi digital, untuk itu upaya menyatukan antara generasi muda, teknologi, dan industri 4.0, makan diperlukan pelaksanaan pelatihan guna meningkatkan keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan. Kajian dilakukan dengan menggunakan metode survey dengan penyebaran kuesioner.
STUDI TENTANG POTENSI BAHAYA DI LABORATORIUM RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA KENDARI 2019
Aristha, Cinthia;
Sakka, Ambo;
Saptaputra, Syawal Kamiluddin
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol 1, No 3 (2020): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37887/jk3-uho.v1i3.16814
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari belum menerapkan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3). Laboratorium RSUD Kota Kendari merupakan bagian dari pelayanan penunjang medis yang menyelenggarakan pelayanan medis berupa uji Hematologi, Imunoserologi, Mikrobiologi & Parasitologi, Kimia Darah, Urinalisis, Analisis Feses, Analisis Cairan Tubuh, Tes Kesehatan, dan lainnya dalam penyediaan pelayanan rawap inap maupun rawat jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran potensi bahaya di Laboratorium RSUD Kota Kendari.Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pengumpulan data meliputi: wawancara mendalam dan observasi. Informan pada penelitian ini yaitu informan kunci: Kepala Laboratorium RSUD Kota Kendari dan informan biasa: Staf Laboratorium RSUD Kota Kendari. Hasil penelitian menunjukan bahwa potensi bahaya fisik berupa kebisingan sedang, getaran, alat yang menimbulkan debu, iklim/suhu rendah dalam ruangan yang dapat menimbulkan risiko cedera, serta tidak adanya rambu lantai licin.Potensi bahaya biologi memiliki potensi bahaya terkait penularan penyakit. Potensi bahaya kimia meliputi potensi bahaya terkait dengan penggunaan bahan kimia sebagai reagen dalam proses pemeriksaan. Potensi bahaya ergonomi berupa penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan sarana yang tidak sesuai ukuran tubuh. Potensi bahaya psikososial berupa tekanan emosional terhadap pekerja yang dapat merujuk pada stress kerja. Potensi bahaya mekanikal seperti hampir tertusuk jarum dan atau tertusuk jarum jika tidak memperhatikan Standar Operasional Prosedur (SOP).Potensi bahaya elektrikal pada kondisi kabel yang tidak tertata rapi dan colokan/saklar yang tidak rapat.
STUDI POTENSI BAHAYA DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA KENDARI TAHUN 2019
Fajriah, Chindy;
Sakka, Ambo;
Saptaputra, Syawal Kamiluddin
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol 1, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37887/jk3-uho.v1i2.16586
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari merupakan salah satu rujukan rumah sakit yang belum menerapkan SMK3. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui potensi bahaya yang ada di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Tehnik pengumpulan data menggunakan tehnik wawancara, observasi, serta telaah dokumen dengan menjadikan kepala ruangan rawat inap, ketua tim keperawatan, tenaga non kesehatan, pasien, keluarga/pengunjung pasien ruang rawat inap RSUD Kota Kendari sebagai informan. Hasil penelitian menunjukan bahwa potensi bahaya fisik dapat dikatakan berbahaya karena tidak adanya ventilasi di dalam ruangan sehingga udara tidak dapat masuk dengan baik (menyebabkan heat stress, pengap, tidak nyaman) serta lantai licin karena terdapat ceceran cairan serta kipas angin yang jarang dibersihkan karena dapat mencemari makanan, menyebabkan penyakit ISPA karena sering terpapar debu. Sedangkan pencahayaan, kebisingan, getaran dalam kondisi aman. Potensi bahaya biologi memiliki potensi bahaya yang besar terkait penularan penyakit. Potensi bahaya kimia ditemukan aman jika menggunakan bahan kimia dengan konsentrasi rendah. Potensi bahaya ergonomi terkait pada posisi melakukan pengangkatan pasien tanpa tim, posisi kerja manual, dan kerja berulang pada petugas kebersihan. Potensi bahaya psikososial ditemukan potensi bahaya yang dapat ditinjau dari segi kekerasan verbal tenaga kesehatan dan kelelahan kerja yang dapat merujuk pada stress kerja. Potensi bahaya mekanikal yaitu tersayat atau tertusuk jarum jika tidak memperhatikan Standar Operasional Prosedur (SOP). Potensi bahaya elektrikal ditemukan bahaya jika kondisi kabel tidak tertata rapi dan colokan/saklar yang copot dari tembok tidak diperbaiki.
STUDI TENTANG POTENSI BAHAYA DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA KENDARI 2020
Sanjaya, Dandi;
Sakka, Ambo;
Saptaputra, Syawal Kamiluddin
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol 1, No 3 (2020): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37887/jk3-uho.v1i3.16815
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari belum menerapkan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja rumah sakit. Instalasi radiologi merupakan bagian integral dari pelayanan penunjang medik di rumah sakit yang menyelenggarakan pelayanan diagnostik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran potensi bahaya di Instalasi Radiologi di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pengumpulan data meliputi: wawancara mendalam dan observasi. Informan pada penelitian ini terdiri dari informan kunci: Kepala Instalasi Radiologi RSUD Kota Kendari dan informan biasa: radiografer dan staf administrasi di Instalasi radiologi RSUD Kota Kendari. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa potensi bahaya fisik berupa suhu udara panas dan bahaya radiasi yang dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan gangguan kesehatan pada komponen instalasi radiologi, potensi bahaya kimia (cairan fixer dan developer) ditemukan aman karena penggunaannya yang jarang dan penggunaan APD saat akan menggunakan bahan kimia, potensi bahaya biologi memiliki potensi bahaya dengan kategori moderat terkait penularan penyakit, potensi bahaya ergonomi berupa posisi statis dan gerakan berulang pada saat menggeser dan memposisikan alat x-ray, potensi bahaya psikososial ditemukan potensi bahaya berupa beban kerja yang dapat menyebabkan kelelahan kerja namun masih dalam kategori ringan, potensi bahaya mekanikal yaitu pengangkatan manual memindahkan pasien ke meja rontgen tanpa bantuan tim atau keluarga pasien, namun hal ini masih dalam kategori rendah karena belum pernah terjadi, potensi bahaya elektrikal berupa tidak maksimalnya fungsi lampu kolimator pada alat x-ray
ANALISIS RISIKO BAHAYA DI INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA KENDARI TAHUN 2019
Silambi, Deri;
Sakka, Ambo;
Saptaputra, Syawal Kamiluddin
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37887/jk3-uho.v1i1.12234
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari belum Menerapkan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (SMK3RS). Instalasi Gawat Darurat merupakan unit vital dan penting serta unit pelayanan utama bagi pasien gawat darurat. Instalasi Gawat Darurat memiliki potensi bahaya yang besar terhadap lima komponen rumah sakit yaitu tenaga kesehatan, pasien, keluarga pasien, pengunjung dan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi bahaya apa saja yang ada di Instalasi Gawat Darurat Rumah sakit Umum daerah Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan observasi. Informan dalam penelitian ini adalah kepala ruangan, ketua tim dokter dan ketua tim perawat Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari. Hasil penelitian menunjukan tidak ada potensi bahaya pada pencahayaan, kebisingan, suhu dan getaran namun ada potensi bahaya terpeleset jika ada ceceran cairan pada lantai. Terdapat potensi bahaya kimia pada penggunaan campuran H2O2. Ada potensi bahaya biologi terkait penularan penyakit. Tidak ada potensi bahaya ergonomi. Ada potensi bahaya mekanikal seperti terjepit brankar saat mendorong pasien. Tidak ada potensi bahaya elektrikal jika dilakukan pemeliharaan dan pengawasan terhadap alat medis yang meggunakan tenaga listrik. Terdapat satu potensi bahaya besar yang sering terjadi yaitu kekerasan verbal yang dilakukan keluarga pasien maupun pasien terhadap tenaga kesegatan di Instalasi Gawat Darurat
PENGENDALIAN KUALITAS PANGAN DENGAN PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) PADA PROSES PRODUKSI DODOL BETAWI (STUDI KASUS UKM MC)
Rina Fitriana;
Wawan Kurniawan;
Jaquline Glenadys Siregar
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 30 No. 1 (2020): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24961/j.tek.ind.pert.2020.30.1.110
Small and medium enterprise (SME) MC is a business in food industri which produces dodol betawi. Problems in the production process is using human who aren’t yet familiar with the attributes of cooking equipment as well as proper guidance in food production process. Workers haven’t recognized yet the importance of employee hygine regarding physical and bacterial hazards from the body so it doesn’t contaminate the food. The purpose of this study is to analyze the discrepancy of SME MC in implementing Good Manufacturing Practice (GMP) regulations so that discussing higher safety on products using the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method can improve dodol food quality, and provide quality improvement.Based in laboratory tests of dodol betawi products, there are Escherichia coli bacteria provide evidence that storage errors in the drying process, when dodol already 1 week old, it causes the fungus Aspergillus flavus growth. The amount of Escherichia coli bacteria was found 25.000 bacteria/cc. The purpose of this research is to give improvement of sanitation operations standards for employee health in the production process of Dodol Betawi by using one of the Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) methods, namely the application of Good Manufacturing Practice (GMP). The implementation of Good Manufacturing Practices (GMP) in this research is to provide cooking attribute equipment. The results of the implementation were able to reduce Escherichia coli bacteria by 10,000 bacteria / cc. The results of these improvements are expected to be able to make the MC UKM more trusted and widely known to the public. Keywords: good manufacturing practice (GMP), failure mode and effect analysis (FMEA), laboratory test, quality food
PERAN PENYULUH PERTANIAN SWADAYA DALAM MENDUKUNG PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN AKIBAT PERKEMBANGAN KAWASAN SOLOBARU KABUPATEN SUKOHARJO
ARKANUDIN RIZKI PERMONO;
VINCENT HADI WIYONO;
LUKMAN HAKIM
JURNAL EKONOMI, SOSIAL & HUMANIORA Vol 1 No 08 (2020): INTELEKTIVA : Jurnal Ekonomi, Sosial dan Humaniora E-ISSN 2686-5661
Publisher : KULTURA DIGITAL MEDIA ( Research and Academic Publication Consulting )
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The development of the Solo Baru and Kartasura Regions provides support for the economic growth of Sukoharjo Regency and Solo City. The concept of the Solo Baru and Kartasura Regions as independent satellite cities with the concept of settlements supported by the availability of supporting facilities will impact on land use changes. Changes in land use have an impact on the agricultural sector. The existence of the agricultural sector as a provider of national food barns in Sukoharjo Regency is increasingly threatened because agricultural land has changed its function to become a non-agricultural industrial area. Farmer empowerment is an important concern to deal with these changing conditions. The involvement of farmers as independent agriculture instructors is an alternative solution for empowering farmers. This alternative solution is in accordance with Law Number 16 of 2006 concerning Agricultural, Fisheries and Forestry Extension Systems. This study aims to describe the role of independent agriculture instructors in supporting the protection of sustainable agricultural land due to the development of the New Solo Region in Sukoharjo Regency. The research method uses a qualitative descriptive approach, data collected through interviews, observation, Focus group discussions (FGD), and documentation. Self-supporting Agricultural Extension Workers have 3 (three) roles. First, the distribution of government program information to farmer group members in each sub-district. Second, strengthening the bargaining position of farmers to the government and the private sector. Third, organizing farmer groups through the management of Microfinance Institutions; farm business facilitators; and conducting farmer group visiting activities.
Kontaminasi Bakteri Eschericia Coli pada Botol Susu Balita dengan Kejadian Diare pada Balita
Sani, Andi;
Sartika, Sartika;
Anugrah, Inka
Window of Public Health Journal Vol. 1 No. 1 (Juni, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/woph.vi.38
Kasus diare terus meningkat di Kota Makassar sebanyak 23.334 kasus ditahun 2016. Balita menjadi kelompok yang rentan terhadap diare. Penelitian ini bertujuan mengetahui kontaminasi bakteri Escherichia coli pada botol susu dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kaluku Bodoa Kota Makassar Tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan desain cross sectional study. Populasi adalah seluruh balita yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kaluku Bodoa. Sampel adalah balita yang memakai botol susu yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling, sebanyak 72 anak balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak dapat melihat hubungan Escherichia coli pada botol dikarenakan seluruh sampe terdapat Escherichia coli dan tidak memenuhi syarat, sedangkan pada proses pencucian (p=0.007), penyimpanan botol (p=0.041), menyiapkan botol (p=0.100), penyediaan air bersih (p=0.904), kebiasaan cuci tangan pakai sabun (p=0.229). Kesimpulan dari penelitian bahwa tidak dapat melihat perbandingan Escherichia coli pada botol susu dikarenakan seluruh sample terdapat bakteri E.coli. Terdapat hubungan yang signifikan antara pencucian dan menyiapkan botol susu dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kaluku Bodoa Kota Makassar Tahun 2018. Penelitian ini menyarankan agar para ibu atau wali anak lebih memperhatikan cara pencucian botol susu dan penyiapan botol susu. Diarrhea cases continue to increase in Makassar City as many as 23,334 cases in 2016. Toddlers are a group that is vulnerable to diarrhea. This study aims to determine the contamination of Escherichia coli bacteria in milk bottles with the incidence of diarrhea in infants in the working area of ​​Kaluku Bodoa Public Health Center Makassar City in 2018. The type of research used was observational with a cross sectional study design. The population is all children under five in the working area of ​​Kaluku Bodoa Health Center. Samples are toddlers who use milk bottles selected using proportional random sampling technique, as many as 72 children under five. The results showed that there was no relationship between Escherichia coli on the bottle because all Escherichia coli was present and did not meet the requirements, whereas in the washing process (p = 0.007), storage of bottles (p = 0.041), preparing bottles (p = 0.100), provision clean water (p = 0.904), handwashing habits with soap (p = 0.229). The conclusion from the study that can not see the comparison of Escherichia coli in milk bottles because all samples contained E.coli bacteria. There is a significant relationship between washing and preparing milk bottles with the incidence of diarrhea in infants in the working area of ​​the Kaluku Bodoa Public Health Center Makassar City in 2018. This study suggests that mothers or guardians of children pay more attention to how to wash bottles and prepare milk bottles.