Penelitian ini dilakukan pada lahan pertanian jambu Madu Deli Hijau di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara dengan luas 1 ha dan ditanami 500 pohon. Selama ini, pengelolaan pertanian masih dilakukan secara tradisional dan berakibat pada penurunan kualitas dan hasil panen. Pemanfaatan teknologi IoT, petani dapat memonitor suhu dan kelembapan udara, kadar kelembapan tanah, serta tingkat nutrisi nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) secara otomatis. Data yang didapat secara real-time memungkinkan petani untuk segera melakukan tindakan pengelolaan yang tepat. Metode pada penelitian ini menggunakan menggunakan metode Research and Development (R&D) yang dapat menghasilkan sistem yang efektif, efisien, dan user-friendly sehingga sistem monitoring berbasis IoT ini diharapkan dapat membantu petani mendapatkan hasil panen yang lebih memuaskan dan berkualitas. Hasil uji coba di lahan pertanian mendapatkan akurasi rata–rata suhu, kelembapan udara, dan kelembapan tanah masing-masing sebesar 98,56%, 98,89%, dan 98,92%. Pengukuran dengan termometer sebagai alat standar SNI diperoleh perbedaan yang sangat kecil yaitu masing-masing sebesar 0,42%, 0,71%, dan 0,71%. Parameter indeks resiko pengeringan tanah (IRTP) minimal terjadi pada 9,24% dan maksimal 10,50%. Pengukuran indeks kelembapan tanah terhadap udara (IMSA) minimal sebesar 86,66% dan maksimal 98,52%. Kadar unsur hara memiliki rata–rata Nitrogen 24,12 mg/Kg, Posfor 100,50 mg/Kg, dan Kalium 44,75 mg/Kg.