Articles
HUBUNGAN POLA PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 6-24 BULAN PADASALAH SATU DESA DI WILAYAH LAMPUNG TIMUR
Damayanti Damayanti;
Siti Fatonah
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (365.673 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v12i2.608
Status gizi balita merupakan salah satu indikator yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat.Masalah gizi menjadi salah satu faktor penyebab kesakitan dan penyebab kematian paling sering pada anak diseluruh dunia.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk diketahui hubungan pola pemberian makanan pendamping ASI dengan status gizi balita usia 6-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Pugung Raharjo Kabupaten Lampung Timur. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan survei analtik menggunakan desain Cross sectional yang hasilnya disajikan dalam distribusi frekuensi dan uji Chi-suquare. Teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Populasi dalam penelitian adalah ibu-ibu yang memiliki balita usia 6-24 bulan di Desa Pugung Raharjo Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Pugung Raharjo Kabupaten Lampung Timur yang berjumlah 64 orang. Penelitian dilakukan pada tanggal 09 Mei – 04 Juni 2016. Hasil penelitian di dapat hasil responden berdasarkan pola pemberian MP-ASI tidak baik sebanyak 15 orang (27,3%), pola pemberian MP-ASI baik sebanyak 40 orang (72,7%) dan berdasarkan status gizi balita didapat hasil gizi baik sebanyak 39 orang (70,9%) serta gizi kurang sebanyak 16 orang ( 29,1%). 15 responden dengan pola pemberian MP-ASI tidak baik didapat 13 responden (86,7%) berstatus gizi kurang dan 2 responden (13,3%) berstatus gizi baik serta dari 40 responden dengan pola pemberian MP-ASI baik didapat 38 responden (95,0%) berstatus gizi baik dan 2 responden (5,0%) berstatus gizi kurang. Hasil uji statistik di peroleh p value = 0,000 (0,000 < 0,05), maka dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara pola pemberian makanan pendamping ASI dengan status gizi balita. Dari hasil analisis di peroleh pula nilai Odds Ratio (OR)= 123,5. Bagi petugas kesehatan disarankan agar dapat mempertahankan dan meningkatkan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan status gizi balita dan peningkatan progam mutu MP-ASI serta kepada peneliti selanjutnya hendaknya dilakukan penelitian lanjutan tentang mutu ASI dan kejadian penyakit infeksi berhubungan dengan status gizi balita.
Overruling Mahkamah Konstitusi RI terkait Isu Korupsi
Zaka Firma Aditya
Jurnal Konstitusi Vol. 18 No. 2 (2021)
Publisher : Constitutional Court of the Republic of Indonesia, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (439.364 KB)
|
DOI: 10.31078/jk1825
Overruling is a revision of a court’s previous judicial precedent, meaning the court replaces the precedent with a new rule. This article sees that overruling is legitimate to seek constitutional truth. In practice, the Constitutional Court of the Republic of Indonesia (CCRI) has overruled its own Decisions through judicial review. This article focuses on the CCRI’s overruling on corruption issues which are the status of the Indonesian Corruption Eradication Commission and the meaning of the phrase “may harm State’s financial” which is stated in Law No. 31 of 1999. This article argues that those Decisions are consistent with constitutional truth although the ratio decidendi of the Court of the latter issue is inadequate. A case approach and a conceptual approach are used in the analysis of this legal research.
Hukum Internasional sebagai Alat Interpretasi dalam Pengujian Undang-Undang
Umbu Rauta;
Ninon Melatyugra
Jurnal Konstitusi Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : The Constitutional Court of the Republic of Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (435.824 KB)
|
DOI: 10.31078/jk1514
Tulisan ini ingin menjawab dua isu utama mengenai hubungan hukum internasional dan pengujian undang-undang oleh Mahkamah Konstitusi RI (MKRI). Isu pertama adalah legitimasi penggunaan hukum internasional sebagai alat interpretasi dalam pengujian undang-undang, sedangkan isu kedua adalah urgensi penguasaan hukum internasional oleh hakim MKRI. Tulisan ini merupakan penelitian hukum yang menggunakan pendekatan konseptual dan pendekatan historis dalam menjelaskan perkembangan pengujian undang-undang di Indonesia sekaligus menemukan legitimasi penggunaan hukum internasional oleh MK RI. Kesimpulan dari tulisan ini menegaskan bahwa hukum internasional memiliki sumbangsih yang penting dalam perannya sebagai alat interpretasi dalam proses pengujian undang-undang oleh Mahkamah Konstitusi, khususnya terkait hak asasi manusia. Justifikasi keabsahan praktik penggunaan hukum internasional tersebut ditarik dari tradisi ketatanegaraan yang secara implisit dikehendaki UUD NRI Tahun 1945. Manfaat positif yang diberikan hukum internasional nyatanya harus disertai juga dengan penguasaan hukum internasional oleh hakim MK RI supaya hukum internasional dapat digunakan secara tepat. Pembahasan dalam tulisan ini dibagi ke dalam empat sub bahasan inti yakni, pengujian undang-undang, penggunaan hukum internasional sebagai the interpretative tool dalam pengujian undang-undang oleh MK, legitimasi penggunaan hukum internasional sebagai the interpretative tool dalam pengujian undang-undang, pentingnya penguasaan hukum internasional oleh hakim MK.This article intentionally answers two principal issues regarding the relationship between international law and judicial review by the Constitutional Court of the Republic of Indonesia. The first issue is the legitimacy of international use as an interpretative tool in judicial review. The second issue talks about the necessity of urgent international law mastery by the Constitutional Court’s judges. This legal research utilizes both a conceptual approach and a historical approach to explain the development of judicial review in Indonesia, and to find legitimacy of international law by the Constitutional Court. The analysis in this article affirms that international law positively contributes as an interpretative tool in judicial review by the Constitutional Court, particularly pertaining to human rights. A justification of a legitimate international law use is withdrawn from constitutional tradition which is implicitly desired by the Indonesian Constitution (UUD NRI 1945). Since international law has provided better insights into norms, a mastery of international law should be encouraged. There are four main discussions in this article: judicial review, application of international law in judicial review process, legitimacy of international law application in judicial review, and the importance of international law mastering by Constitutional Court judges.
Menanti Pelaksanaan Penahanan dan Pidana Penjara Yang Lebih Humanis Di Indonesia
Berlian Simarmata
Jurnal Konstitusi Vol 7, No 3 (2010)
Publisher : The Constitutional Court of the Republic of Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (756.278 KB)
|
DOI: 10.31078/jk733
LATAR BELAKANG MASALAHPara pendiri negara Republik Indonesia telah mencantumkan tujuan nasional di dalam Alinea IV Pembukaan UUD 1945, yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum, dan ikut serta dalam perdamaian abadi. Tujuan nasional tersebut akan dicapai melalui negara hukum Indonesia. Salah satu sistem pemerintahan Indonesia dalam penjelasan UUD 1945 adalah bahwa negara Indonesia adalah negara yang berdasar atas hukum (rechtstaat) bukan berdasarkan kekuasaan (machtstaat). Dalam amandemen UUD 1945, penjelasan telah dihapus, namun sistem pemerintahan tersebut dimasukkan ke dalam Batang Tubuh, yakni Pasal 1 ayat (3) : Negara Indonesia adalah negara hukum. ...
PENGARUH LAMA WAKTU FERMENTASI TERHADAP KADAR BIOETANOL DARI PATI UBI JALAR UNGU (Ipomea batata L)
Mauleny Gustina;
Jalaluddin Jalaluddin;
Nasrul ZA;
Syamsul Bahri;
Masrullita .
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 2 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/cejs.v2i2.6604
Bioetanol merupakan salah satu jenis biofuel (bahan bakar cair dari pengolahan tumbuhan) disamping Biodiesel. Bioetanol adalah etanol yang dihasilkan dari fermentasi glukosa (gula) yang dilanjutkan dengan proses destilasi. Ubi jalar yang berwarna ungu merupakan salah satu yang karbohidratnya tinggi, sehingga dapat dijadikan salah satu bahan baku alternative bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar etanol ubi jalar ungu melalui fermentasi dengan menggunakan ragi roti dengan variasi waktu 4, 5 dan 6 hari pada suhu kamar. Hasil penelitian menunjukkan kadar glukosa yang berasal dari proses hidrolisis menggunakan asam HCl 7% dengan kadar etanoltinggi yang optimum diperoleh melalui fermentasi penggunaan ragi Saccharomyces cerevisiae sebesar 30% diperoleh yield sebesar 54.1% pada hari ke 5 urea 5 gram dengan waktu distilasi selama 2 jam pada suhu 90 oC. Hal ini disebabkan karena perbedaan hari dan urea yang berbeda yaitu hari ke 4, 5 dan 6 dan pada urea 3 gram, 4 gram dan 5 gram. Dimana semakin tinggi urea maka kadar etanol semakin tinggi, dan dimana semakin lama fermentasi semakin tinggi kadar etanol, namun setelah hari ke 5 akan terjadi penurunan kembali, karena waktu terbaik untuk fermentasi bioetanol adalah 5 hari setelah 5 hari maka akan terjadi penurunan kadar etanol.
PEMANFAATAN LIMBAH SEKAM PADI SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF DALAM PEMBUATAN BIOPELET
Mauliza Asri;
Eddy Kurniawan;
Novi Sylvia;
Syamsul Bahri;
Jalaluddin Jalaluddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 2 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/cejs.v2i2.7232
Penelitian prembuatan biopelet dari sekam padi yang menggunakan tepung kanji sebagai perekat telah selesai dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan sekam padi sebagai bahan bakar alternatif dalam pembuatan biopelet. Peneltian ini dilakukan beberapa tahapan proses yaitu pengumpulan bahan baku, pengeringan bahan baku dan pemisahan berdasarkan ukuran (pengayakan). Kemudian abu tersebut di campur perekat dengan variasi perekat menggunakan tepung kanji. Kemudian dicetak dengan cara ditekan berbentuk slinder dan dikeringkan di dalam oven pada suhu 105oC selama 2 jam. Hasil menunjukkan bahwa kadar air yang di peroleh antara 6.6-8.4%, kadar abu antara 6- 16%, sedangkan nilai kalor dengan berat sekam yang berbeda pada perekat tepung kaji diperoleh nilai kalor 4.1352 J/g untuk berat sekam 50 gram dan untuk berat sekam 100 gram diperoleh nilai kalor 4.0640 J/g.
Kajian Formulasi Pembuatan Creambath Berbasis Minyak Kemiri
Cut Rika Saffira;
Sulhatun Sulhatun;
Eddy Kurniawan;
Syamsul Bahri;
Rizka Mulyawan
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 2 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/cejs.v2i2.7299
Biji kemiri dapat diformulasikan sebagai creambath untuk melembabkan kulit kepala. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai pengembangan formulasi dan pemanfaatan tanaman biji kemiri (Aleurites Moluccana L. Wild) sebagai bahan kosmetik yang memiliki banyak manfaat dan sangat diminati banyak negara luar, salah satunya yaitu sebagai pembuatan creambath. Berdasarkan hasil yang didapat sediaan creambath terbanyak di dapat pada sampel 16 dengan waktu pengadukan selama 8 menit dengan volume minyak 12,5 yaitu seberat 168,72 gram. Dan hasil produk creambath yang terkecil terdapat pada waktu pengadukan selama 2 menit dengan volume minyak 5% yaitu 98,43.5. Berdasarkan uji pH yang terdapat pada sediaan creambath di peroleh yaitu 6,3-7,5, nilai pH pada masing-masing creambath tersebut berada pada kisaran nilai pH yang terdapat pada SNI 16-4399-1996. Hasil uji organoleptik diperoleh standarisasi organoleptik creambath pada konsentrasi volume minyak 12,5% dengan waktu pengadukan selama 8 menit. Berdasarkan uji homogenitas waktu pengadukan 6-8 menit pada volume 5%-12% sediaan creambath yang dihasilkan terbentuk sempurna (homogen). Dan pada hasil pengamatan stabilitas terhadap creambath pada suhu kamar 25oC dan suhu 35 oC creambath tidak mengalami perubahan tekstur warna dan bau.
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN METODE INFORMATION ECONOMICS
Budi Sudrajat;
Rudianto Rudianto
Jurnal Informatika dan Rekayasa Perangkat Lunak Vol 1, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Wahid Hasyim
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36499/jinrpl.v1i2.2954
Information Economic menggunakan proses keputusan yang memisahkan pertimbangan bisnis untuk information technology dari unsur- unsur kelangsungan hidup teknologi untuk aplikasi yang diusulkan. Keduanya perlu, tetapi pertimbangan dan pengukuran terpisah harus ditentukan secara terpisah. Dalam perspektif bisnis, pertimbangan berdasarkan nilai proyek yang disamakan dengan biaya dan fokus pada nilai, maksudnya adalah efek dari teknologi informasi berakibat pada performa bisnis. Akan tetapi IT tidak punya nilai di dalam daerah bisnis, melainkan nilai nya berada di dalam aplikasi teknologi sehingga dapat mengubah performa bisnis. Maka nilai teknologi informasi diperoleh dari kemampuan organisasi sistem informasi untuk mengirimkan jasanya kepada unit bisnis, sedangkan nilai mendukung domain bisnis berdasarkan pada jasa dan informasi yang benar-benar di kirimkan.. Dalam perspektif teknologi, kelangsungan hidup investasi didasarkan pada sumber daya proyek yang tersedia dibandingkan kepada sumber daya yang diperlukan untuk mensukseskan pengembangan dan implementasi proyek. Pertimbangan untuk IT, dikemudiannya adalah keseimbangan biaya dan nilai bisnis, yang diukur oleh organisasi bisnis dalam terminologi bisnis, sedangkan kelangsungan hidup didasarkan pada nilai dari IT kepada organisasi SI yang bandingkan pada biaya penggunaan teknologi untuk jasa/layanan organisasi Kata kunci: Bisnis, Information Economic, Information Technology
TEKNIK AUDIO FORENSIK DENGAN METODE MINKOWSKI UNTUK PENGENALAN REKAMAN SUARA PELAKU KEJAHATAN
Muhamad Azwar;
Syarif Hidayat;
Fietyata Yudha
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 4 No. 1 (2021): Edisi Mei 2021
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/csecurity.2021.4.1.2372
Tindak pidana yang dilakukan pelaku kejahatan sedikit tidaknya terdapat barang bukti digital yang ditinggalkan berupa rekaman suara yang dihasilkan dari percakapan menggunakan telepon, algoritma dalam menganalisis suara rekaman banyak beredar di internet salah satunya algoritma KNN yang biasanya digunakan untuk klasifikasi, identifikasi dan prediksi. Penelitian ini menggunakan algoritma tersebut dengan metode Minkowski untuk melakukan pengenalan sampel suara rekaman percakapan pelaku kejahatan dengan sampel suara tersangka. Melibatkan dua responden yang berperan sebagai tersangka dan tiga responden berperan sebagai pelaku. Masing-masing responden akan melakukan dubbing (perekaman suara) dan dipotong menjadi sebelas bagian sebagai data latih dan data uji. sampel suara percakapan akan di extract menggunakan teknik MFCC untuk mendapatkan nilai spectrum yang selanjutnya akan diproses menggunakan algoritma KNN dan metode minkowski menggunakan Python. Hasil dari penelitian ini adalah dari sebelas sampel suara tersangka pertama ada beberapa sampel suara yang Identik dengan sampel suara pelaku dengan tingkat akurasi sebesar 0.63 terlihat dari jarak terkecil yang dihasilkan karena sampel suara pelaku yang mirip dengan sampel suara tersangka pertama diperankan oleh responden yang sama. Sedangkan tingkat akurasi yang didapatkan dari tersangka kedua sebesar 0.18 karena ada dua sampel suara pelaku yang mendekati kemiripan dengan suara tersangka kedua namun diperankan oleh responden yang berbeda, algoritma KNN dengan metode Minkowski dapat digunakan untuk melakukan pengenalan rekaman suara pelaku dengan tersangka karena menghasilkan jarak terkecil yang mendekati kemiripan sehingga barang bukti berupa rekaman suara dapat dipertanggungjawabkan dalam persidangan.
A Model of Waste Management Improvement In Indonesia
Yefta. A. K. Noegroho, Suzy Noviyanti, Jony. O. Haryanto, Lanita Winata
Jurnal Akuntansi Vol. 23 No. 3 (2019): September 2019
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/ja.v23i3.604
Waste management (garbage) is an important thing and cannot be negotiated by any companies. By applying a good waste management system, companies will be the companies that are pro-environment and they will be positively appreciated by their stakeholders. This study aims to examined the factors that influence the waste management and their impacts on the financial performance of the company through a model to determine the antecedents of commitment and waste management program that eventually lead to improve financial performance. This research was conducted by distributing questionnaires to 100 managers of companies that implement waste management programs. The results showed that there was a positive influence of awareness and legal compliance towards its environmental commitments and positive influence on the environmental commitment program of waste management and waste management programs towards the financial performance of the company. The waste management program could make the companies prepare their operation better and minimize their environment cost. This study also gives a boost to companies that wants to improve the company's financial performance through waste management program.