Articles
Korupsi, Hibah dan Hadiah dalam Persfektif Hukum Islam (Klarifikasi dan Pencegahan Korupsi)
Muhammad Sabir;
Iin Mutmainnah
Alhurriyah Vol 5, No 2 (2020): Juli - Desember 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (612.575 KB)
|
DOI: 10.30983/alhurriyah.v5i2.2690
This study attends to analyze the ulama perspective regarding the corruption, gift and grants, as well as the actions taken to prevent corruption. Qualitative descriptive is type of this research and uses a juridical sociology approach in analyzing corruption. Prizes and grants that are assumed to be gratuities are basically commendable acts but can lead to criminal acts of corruption when related to officials government. while the ulama agree that corruption is an illegal act. And the preventing and overcoming corruption is to carry out strict supervision and to give strict sanctions to the perpetrators.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pandangan ulama menyangkut korupsi, hadiah dan hibah, serta tindakan yang dilakukan dalam mencegah tindak pidana korupsi. Deskriptif kualitatif merupakan jenis penelitian ini dan menggunakan pendekatan sosiologi yuridis dalam menganalisis tindak pidana korupsi. Hadiah dan hibah yang diasumsikan sebagai gratifikasi pada dasarnya merupakan perbuatan terpuji namun bisa berujung pada tindak pidana korupsi apabila berkaitan dengan pejabat. Sementara ulama bersepakat bahwa korupsi adalah perbuatan haram. Hal yang dilakukan dalam pencegahan dan penanggulangan tindak pidana korupsi ialah melakukan pengawasan ketat dan memberikan sanksi yang tegas kepada para pelaku.
The risk of atopic dermatitis in post-term gestational age at Sanglah Hospital Denpasar: A preliminary study
Made Ardinata;
Ketut Dewi Kumara Wati;
Wayan Dharma Artana;
Hendra Santosa;
Komang Ayu Witarini
Intisari Sains Medis Vol. 10 No. 1 (2019): (Available online 1 April 2019)
Publisher : DiscoverSys Inc.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (192.2 KB)
|
DOI: 10.15562/ism.v10i1.307
Backgrounds: Several studies reported that Atopic Dermatitis (AD) increases with gestational age. Prolong dominancy of Th2 activity during gestation might contribute to the risk of atopic disease in infancy or beyond the period. This study aimed to evaluate the risk AD in post-term gestational age.Methods: A prospective observational study was conducted among 73 living births at Sanglah Hospital Denpasar from December 2015 to January 2016 period. Infants were classified into 2 such as exposed (post-term) and non exposed (term and preterm) group. Parents-follow up by phone was carried out in 1 until 2 months interval. The study was finished once AD diagnosed, subject died or lost to follow up. Statistical analysis was carried out using SPSS ver. 20 software whereas P-value > 0.05 was considered significant.Results: About 20 (233%) infants were preterm, 36 (49.3%) a term, and 17 (23,3%) post-term. The median value of follow up duration was 28 (14-35) days. Based on AD, there were total 24 cases which divided into 15(62.5%), 8(33.3%) and 1(4.17%) cases of AD in post-term, aterm, and preterm respectively. The incidence rate of AD in post-term was 88.2% while in non-post-term the incidence rate was 16.1%. The relative risk (RR) of AD in post-term was 5.47 (95% CI 2.94-10.23; P = 0.001)Conclusion: Post-term is 5.47 times more likely to develop AD compared with aterm and preterm infant. In addition, the incidence rate of AD in post-term infant was 88.2% at Sanglah Hospital Denpasar
DARI BUKIT CINTA MENUJU PANGGUNG PENCITRAAN OBJEK WISATA BUKIT CINTA
Richard Mayopu
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 13 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (123.126 KB)
Understanding of "imaging" has often been heard or known by the wider community is no exceptionto the people of Indonesia. By seeing and referring to the news that is often broadcast by the massmedia, imaging becomes a very important thing in the life of modern society. This study aims toprovide an understanding of the imaging process that has been dominating (imaging formed in aplanned and structured) that turned out to be contrary to the facts and reality. The example of thecase used is tourism destination in the district of Semarang named Bukit Cinta. This Research willbe focused on the process of the meaning image (Citra) based on the myth that is believed by thepublic around Bukit Cinta. Research using qualitative research methods that will discuss in depthabout the meaning process of an image which will help the authors to develop new conceptsrelated to the concept of imaging itself. Learning from the experience and early findings of thisresearch, the authors believe that the image can be “set up” but at the same time, the image canalso occur without any element of deliberation or setting.
STRATEGI KOMUNIKASI PERHIMPUNAN BATIK INDONESIA SOKARAJA DALAM MEMBANGUN CITRA “KAMPUNG BATIK SOKARAJA”
Sabrina Sesa Trifosa;
Lina Sinatra Wijaya
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 15 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (296.904 KB)
|
DOI: 10.20884/1.actadiurna.2019.15.2.2136
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui strategi komunikasi dan peran yang dilakukan oleh Perhimpunan Batik Indonesia (PERBAIN) Sokaraja dalam membangun citra “Kampung Batik Sokaraja”. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Kampung Batik Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan data kepustakaan. Strategi yang diterapkan Perhimpunan Batik Indonesia (PERBAIN) Sokaraja dalam membangun citra Kampung Batik Sokaraja yakni mengadakan workshop pelatihan kepada pengrajin batik dan masyarakat sekitar, merencanakan program jangka pendek dan panjang seperti mengadakan diskusi dan pengarahan, meluncurkan program inovasi batik, menjadikan kampung batik Sokaraja sebagai tempat wisata batik. Perhimpunan Batik Indonesia (PERBAIN) Sokaraja berperan sebagai communication technician dengan menyediakan layanan website dan Instagram untuk mengenalkan Kampung Batik Sokaraja, lalu sebagai expert preciber dalam memberdayakan Kampung Batik Sokaraja sebagai peningkatan ekonomi, kemudian sebagai communication facilitator dalam menggerakkan masyarakat untuk melestarikan batik Sokaraja, dan sebagai problem solver dengan membentuk forum curhat bisnis.
PERBEDAAN PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE TGT DAN STAD DENGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF CERIA TERHADAP SIKAP SOSIAL DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS 5 SD
Putri Amalia Primandari;
Bambang Suteng Sulasmono;
Eunice Widyanti Setyaningtyas
Jurnal Basicedu Vol 3, No 1 (2019): January Pages 1-262
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.82
Jenis penelitian ini adalah eksperimen kuasi. Subjeknya adalah peserta didik kelas 5A dan 5B SD Negeri Karangduren 01 Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan/menguji adanya perbedaan pengaruh yang signifikan dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan STAD dengan MIC (Multimedia Interaktif Ceria) terhadap sikap sosial dan hasil belajar kognitif pada pembelajaran tematik tepadu pada peserta didik kelas 5 SD. Teknik analisis data yang digunakan yakni statistik deskriptif dan inferensial. Hasil Uji beda rata-rata antara menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan antara peserta didik yang mengikuti pembelajaran kooperatif tipe TGT dan STAD. TGT memberikan hasil yang lebih tinggi terhadap sikap sosial dan hasil belajar kognitif dibanding STAD. Hasil uji Independent Samples T-test menunjukan: (1) nilai sig (2-tailed) hasil belajar kognitif antara TGT dan STAD = 0,040 < 0,05, jadi H0 ditolak dan Ha. (2) nilai sig (2-tailed) sikap sosial= 0,003 < 0,05, jadi H0 ditolak dan Ha diterima
PERBEDAAN PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE TGT DAN STAD DENGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF CERIA TERHADAP SIKAP SOSIAL DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS 5 SD
Putri Amalia Primandari;
Bambang Suteng Sulasmono;
Eunice Widyanti Setyaningtyas
Jurnal Basicedu Vol 3, No 1 (2019): January Pages 1-262
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.82
Jenis penelitian ini adalah eksperimen kuasi. Subjeknya adalah peserta didik kelas 5A dan 5B SD Negeri Karangduren 01 Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan/menguji adanya perbedaan pengaruh yang signifikan dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan STAD dengan MIC (Multimedia Interaktif Ceria) terhadap sikap sosial dan hasil belajar kognitif pada pembelajaran tematik tepadu pada peserta didik kelas 5 SD. Teknik analisis data yang digunakan yakni statistik deskriptif dan inferensial. Hasil Uji beda rata-rata antara menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan antara peserta didik yang mengikuti pembelajaran kooperatif tipe TGT dan STAD. TGT memberikan hasil yang lebih tinggi terhadap sikap sosial dan hasil belajar kognitif dibanding STAD. Hasil uji Independent Samples T-test menunjukan: (1) nilai sig (2-tailed) hasil belajar kognitif antara TGT dan STAD = 0,040 < 0,05, jadi H0 ditolak dan Ha. (2) nilai sig (2-tailed) sikap sosial= 0,003 < 0,05, jadi H0 ditolak dan Ha diterima
PERBEDAAN PENGGUNAAN DISCOVERY LEARNING DAN PROBLEM SOLVING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS 4 SD GUGUS COKRO KEMBANG JENAWI KARANGANYAR
Rian Setiaji;
Henny Dewi Koeswati;
Sri Giarti
Jurnal Basicedu Vol 2, No 1 (2018): April Pages 1-165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v2i1.116
Tujuan peneelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan penggunaan model discovery learning dan model problem soving terhadap hasil belajar IPA kelas 4 Gugus Cokro Kembang Jenawi Kabupaten Karanganyar semester II tahun pelajaran 2017/ 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu atau eksperimen kuasi. Hasil peneitian menggunakan Uji T dapat diketahui t hitung 3,909 > t tabel 1,980. Nilai signifikan sebesar 0,638 (0,638>0,05), maka Hₒ ditolak sedangkan signifikansi 2 tailed sebesar 0,000 (0,000<0,05), maka Hₐ diterima. terdapat perbedaan penggunaan model discovery learning dan model problem solving terhadap hasil belajar IPA siswa kelas 3 SD Gugus Cokro Kembang semester II tahun pelajaran 2017/ 2018 yang berarti Hₐ diterima dan Hₒ ditolak
MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK SISWA KELAS IV SD
Nur Hidayah;
Stefanus Christian Relmasira;
Agustina Tyas Asri Hardini
Jurnal Basicedu Vol 3, No 2 (2019): April Pages 263- 849
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.12
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan dan hasil belajar Matematika menggunakan model Pembelajaran Matematika Realistik di kelas IV SD Negeri Pasekan 03. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV sebanyak 30 peserta didik terdiri dari 13 peserta didik laki-laki dan 17 peserta didik perempuan. Penelitian ini berjenis penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus dilaksanakan melalui empat tahap diantaranya perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini terdapat teknik pengumpulan data berupa teknik studi dokumen, tes tertulis dan observasi, kemudian data yang didapat dianalisis secara deskriptif. Data keaktifan yang didapat pada pra siklus menunjukan dari 30 peserta didik terdapat (30%) peserta didik yang aktif kemudian mengalami peningkatan pada siklus I menjadi (50%) peserta didik aktif, kemudian pada siklus II mengalami peningkatan menjadi (100%) peserta didik aktif. Data hasil belajar yang didapat pada pra siklus menunjukan (30%) peserta didik mendapat nilai tuntas mengalami peningkatan pada siklus I menjadi (60%) peserta didik mendapat nilai tuntas, kemudian mengalami peningkatan pada siklus II menjadi (90%) peserta didik mendapat nilai tuntas. Peningkatan tersebut terjadi karena guru telah menerapkan model Pembelajaran Matematika Realistik sesuai dengan sintaknya dan dapat membuat peserta didik terlibat aktif saat proses pembelajaran berlangsung sehingga peserta didik lebih mudah dalam memahami materi yang dipelajari. Dengan demikian penerapan model Pembelajaran Matematika Realistik mampu meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik kelas IV SD Negeri Pasekan 03.
MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK SISWA KELAS IV SD
Nur Hidayah;
Stefanus Christian Relmasira;
Agustina Tyas Asri Hardini
Jurnal Basicedu Vol 3, No 2 (2019): April Pages 263- 849
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.12
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan dan hasil belajar Matematika menggunakan model Pembelajaran Matematika Realistik di kelas IV SD Negeri Pasekan 03. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV sebanyak 30 peserta didik terdiri dari 13 peserta didik laki-laki dan 17 peserta didik perempuan. Penelitian ini berjenis penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus dilaksanakan melalui empat tahap diantaranya perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini terdapat teknik pengumpulan data berupa teknik studi dokumen, tes tertulis dan observasi, kemudian data yang didapat dianalisis secara deskriptif. Data keaktifan yang didapat pada pra siklus menunjukan dari 30 peserta didik terdapat (30%) peserta didik yang aktif kemudian mengalami peningkatan pada siklus I menjadi (50%) peserta didik aktif, kemudian pada siklus II mengalami peningkatan menjadi (100%) peserta didik aktif. Data hasil belajar yang didapat pada pra siklus menunjukan (30%) peserta didik mendapat nilai tuntas mengalami peningkatan pada siklus I menjadi (60%) peserta didik mendapat nilai tuntas, kemudian mengalami peningkatan pada siklus II menjadi (90%) peserta didik mendapat nilai tuntas. Peningkatan tersebut terjadi karena guru telah menerapkan model Pembelajaran Matematika Realistik sesuai dengan sintaknya dan dapat membuat peserta didik terlibat aktif saat proses pembelajaran berlangsung sehingga peserta didik lebih mudah dalam memahami materi yang dipelajari. Dengan demikian penerapan model Pembelajaran Matematika Realistik mampu meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik kelas IV SD Negeri Pasekan 03.
Pengembangan Media Pembelajaran Buku Cerita Bergambar Untuk Meningkatkan Minat Membaca Siswa Sekolah Dasar
Siwi Pawestri Apriliani;
Elvira Hoesein Radia
Jurnal Basicedu Vol 4, No 4 (2020): October, Pages 775-1467
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.492
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran buku cerita bergambar untuk meningkatkan minat membaca siswa kelas 2 MI. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D). Dari hasil studi pendahuluan media pembelajaran yang digunakan guru hanya media bahan cetak berupa buku teks saja sehingga membuat siswa kurang bersemangat dan mudah bosan saat diminta untuk membaca. Berdasarkan hasil studi pendahuluan penulis bermaksud untuk mengembangkan produk buku cerita bergambar yang berjudul “Ayiknya Tolong menolong” untuk meningkatkan minat membaca siswa kelas 2 MI. Draf produk diuji oleh dua pakar materi dan satu pakar media. Hasil validasi oleh pakar materi yang pertama diperoleh skor 82% yang termasuk dalam kategori sangat tinggi. Hasil validasi oleh pakar materi yang kedua diperoleh skor 69% yang termasuk dalam kategori tinggi. Hasil validasi oleh pakar media diperoleh skor 73% yang termasuk dalam kategori tinggi.