Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengoptimalkan formulasi High Performance Concrete (HPC) melalui pemanfaatan fly ash dari PLTU Suralaya sebagai bahan substitusi semen dan pasir Sungai Kapuas (Pasir Tayan, Kalimantan Barat) sebagai agregat halus, guna menghasilkan beton yang memenuhi standar teknis internasional serta mendukung keberlanjutan konstruksi. Metodologi yang digunakan mengacu pada standar Tiongkok seperti TB/T 3275-2011, TJ/GW 158-2018, dan JGJ 55-2011, dengan fokus pada desain komposisi campuran beton berdasarkan karakteristik lingkungan proyek dan hasil uji teknis material. Hasil pengujian menunjukkan bahwa fly ash Suralaya memiliki kehalusan, komposisi kimia, dan reaktivitas pozzolan yang sesuai dengan standar teknis, serta mampu meningkatkan performa beton dari aspek kekuatan jangka panjang dan daya tahan terhadap lingkungan agresif. Sementara itu, dari berbagai sumber pasir yang diuji, hanya pasir Sungai Kapuas yang memenuhi seluruh persyaratan agregat halus untuk HPC menurut standar TB 3275-2011, menandakan perlunya eksplorasi lebih lanjut terhadap quarry lokal lain yang potensial. Simpulan dari kajian ini merekomendasikan pemanfaatan optimal fly ash dan agregat lokal sebagai strategi efisiensi biaya, pengurangan emisi karbon, serta peningkatan kualitas dan keberlanjutan dalam proyek infrastruktur berskala nasional seperti KCJB. Utilization of Fly Ash and Tayan Sand in High Performance Concrete (HPC): A Case Study from the Jakarta–Bandung High-Speed Railway Project Abstract This study aims to analyze and optimize the formulation of High Performance Concrete (HPC) by utilizing fly ash from the Suralaya coal-fired power plant as a cement substitute and Kapuas River sand (Tayan sand, West Kalimantan) as fine aggregate, to produce concrete that meets international technical standards and supports sustainable construction. The methodology follows Chinese standards such as TB/T 3275-2011, TJ/GW 158-2018, and JGJ 55-2011, focusing on concrete mix design based on project environmental conditions and technical testing of materials. Test results show that Suralaya fly ash has fineness, chemical composition, and pozzolanic reactivity consistent with technical standards, enhancing the concrete’s long-term strength and durability against aggressive environments. Among various sand sources tested, only Kapuas River sand meets all fine aggregate requirements for HPC according to TB 3275-2011, indicating the need for further exploration of other potential local quarries. The study concludes by recommending the optimal use of fly ash and local aggregates as a cost-efficient, carbon-reducing strategy to improve quality and sustainability in large-scale national infrastructure projects such as KCJB.