Articles
Strategy For Improving Employee Performance Of Sahabat Yatim Indonesia
Yunitasari, Yunitasari;
Sutrisno, Sutrisno
IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Vol 13 No 1 (2024): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - June
Publisher : LPPM ISNJ Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46367/iqtishaduna.v13i1.1774
This research aims to determine the improvement in the performance of Sahabat Yatim Indonesia (SYI) Yogyakarta Branch employees by increasing the amount of Zakat, Infaq, and Sadaqah (ZIS) received. This research is qualitative, with data sources in the form of primary and secondary data. The method used in collecting data was interviewing and looking at the financial reports held by the SYI Yogyakarta branch. There were seven interview informants, including branch heads and employees of the SYI Yogyakarta branch. The validity of the data was tested using the source triangulation method. This research uses data analysis techniques, such as data reduction, presentation, and conclusion. The results of this research find that the strategy to improve employee performance carried out by the SYI Yogyakarta branch has gone according to plan; this is realized through measurable implementation and supervision through monitoring and evaluation. The strategy to increase ZIS revenues has also been running well. The increase in ZIS proves that this is accepted every month. The theoretical implications of this research can be helpful as a reference for further research on a similar theme. The practical implication of this research is that the SYI Yogyakarta branch can maintain employee performance in increasing ZIS acquisition. The leadership of the SYI Yogyakarta branch can provide policies for distributing employee performance according to employee duties and functions so that employee performance can run better by the organizational structure of the SYI Yogyakarta branch.
Islamic boarding school, the transformation of Islamic education institution and its strategic role in global era
Khamid, Abdul;
Sutrisno, Sutrisno;
Hariyadi, Rahmat;
Zaman, Badrus
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 7, No 2 (2022): Attarbiyah: Journal of Islamic Culture and Education
Publisher : IAIN Salatiga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18326/attarbiyah.v7i2.125-138
Islamic boarding school (Pesantren) as the oldest education institution in Indonesia and as boarding based Islamic education, has strategic position in the society, especially for the students (santri), this position enables the Islamic boarding school to be effective medium to empower the society with any alteration and institution transformation which holds on to the underlying cultural values. The objectives of this research are to investigate the process of institution transformation, students’ revival, and Islamic boarding school strategic roles in global era by employing qualitative approach. The research findings indicate; First, Nuur El-Falah Foundation has transformed its institution from an orphanage for conflict victim children into Nuur El-Falah Agro Foundation which established Islamic Boarding School and formal education (Junior High School, Vocational High School, and Islamic Senior High School); Second, students’ revival are seen from its transformation from classic (salaf) students into modernization by going to formal education from Junior High School, Vocational High School, and Islamic Senior High School, even more students continue their study to public University and Islamic University; Third, Islamic boarding school administrators have strategic position in global era to be the front guard in escorting the students’ moral. The Islamic boarding school role as one of Indonesian students’ character builder should be preserved from year to year.
Indonesian national qualification framework & MBKM curriculum of PAI doctoral in UIN Sunan Kalijaga
Hayani, Aida;
Sutrisno, Sutrisno;
Sukiman, Sukiman
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 7, No 1 (2022): Attarbiyah: Journal of Islamic Culture and Education
Publisher : IAIN Salatiga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18326/attarbiyah.v7i1.13-29
The curriculum is so important in Higher university. The existence of compulsory higher education and transformed into an independent agency without interest and political elements stored in it. This Study aims to describe the Indonesian National Qualification Framework and MBKM Curriculum of PAI Doctoral in PTKI. This research's findings are as follows the reality is that the recruitment pattern of educational institutions cannot be separated from the grip of politics. For example, many top leaders in higher education are still wrong the mention KKNI, the error lies in how to understand the concept of KKNI only to the extent of the curriculum. With the implementation of the curriculum, it is hoped that PTKI will meet the needs of employment opportunities and can play an important and active role in social life at the national and international levels. In addition, all PTKI graduates can obtain equality in terms of rights and recognition related to further education in all countries that have the same qualifications that have been determined by all graduate users
Tinjauan Hukum Terkait Pencemaran Limbah Rumah Tangga Menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009
Suryani, Suryani;
Saputra, Mahadi;
Nurhidayatulloh, Anton;
Rizky Fitriani, Alfiena;
Bukhori, Ahmad;
Sutrisno, Sutrisno
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58344/locus.v1i7.194
Kurangnya kesadaran terhadap lingkungan sendiri. Masih banyak yang masih kurang mengerti akan kebersihan lingkungan, sehingga mereka dengan mudahnya membuang limbah yang sangat berbahaya bagi lingkungan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dampak yang ditimbulkan oleh limbah rumah tangga terhadap lingkungan hidup dan apakah pencemaran lingkungan hidup oleh limbah rumah tangga sebagai suatu tindak pidana serta bagaimana sanksi terhadap pelaku pencemaran limbah rumah tangga menurut UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif, disimpulkan: 1. Limbah rumah tangga dapat mengganggu kesehatan manusia dan kelangsungan hidup makhluk hidup lainnya. Menumpuknya limbah rumah tangga mengandung bakteri dan sangat membahayakan kesehatan lingkungan. Dampak dari limbah rumah tangga sangatlah mengganggu lingkungan hidup karena mengancam kehidupan ekosistem air, menyebabkan penyakit, menurunnya kualitas air, tumbuhnya kuman penyakit, membuat air tak layak untuk di konsumsi dan menyebabkan banjir. 2. Pencemaran lingkungan oleh limbah rumah tangga telah memenuhi kriteria sebagai suatu tindak pidana, karena limbah rumah tangga yang merupakan sisa hasil kegiatan rumah tangga baik itu berbentuk cair maupun padat sudah melampaui ambang batas baku mutu yang disyaratkan dan merusak atau mencemarkan lingkungan hidup. 3. Sanksi bagi pelaku pencemaran limbah rumah tangga menurut UU No. 32 Tahun 2009 adalah dikenakan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling sedikit Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp. 15.000.000.000,00 (lima belas miliar rupiah) sebagaimana tercantum dalam Pasal 98, 99, 100, 102 dan 103. Terdapat akumulasi pidana pokok yaitu pidana penjara dan pidana denda.
Pengaruh Strategi Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Fisika Ditinjau Dari Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas XI MIA SMA Negeri 1 Malunda
sutrisno, Sutrisno
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Mandala Education
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58258/jime.v7i1.1686
Penelitian ini merupakan penelitian true eksperiment menggunakan desain faktorial 2×2 yang dilaksanakan di kelas XI MIA2 dan XI MIA3 SMAN 1 Malunda Kab. Majene. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu; 1) tahap persiapan, 2) tahap pelaksanaan, 3) tahap akhir dengan pemberian tes akhir hasil belajar fisika yang kemudian dilakukan analisis untuk uji hipotesis. Hasil pengujian hipotesis yang dilakukan dengan analisis varians dua arah yang menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan hasil belajar fisika yang atara siswa yang diajar melalui strategi pembelajaran ARCS dan yang diajar dengan mengunakan pembelajaran konvensional, (2) untuk motivasi belajar tinggi, terdapat perbedaan antara hasil belajar fisika siswa yang diajar dengan menggunakan strategi pembelajaran ARCS dengan siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional, (3) untuk motivasi belajar rendah, terdapat perbedaan antara hasil belajar fisika siswa yang diajar dengan menggunakan strategi pembelajaran ARCS dengan siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional, dan (4) terdapat pengaruh interaksi antara strategi pembelajaran dan motivasi belajar pada pencapaiaan hasil belajar fisika, pada peserta didik kelas XI MIA SMAN 1 Malunda
Pendidikan Karakter Perspektif Studi Islam : Peran Guru Membentuk Karakkter Disiplin Siswa Melalui Kegiatan Keagamaan di SD IT
Mamkua, Mamkua;
Sutrisno, Sutrisno
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 9, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58258/jime.v9i1.4226
Tujuan penelitian ini adalah untuk menanamkan karakter disiplin siswa melalui kegiatan keagamaan disekolah dasar Islam terpadu. Jenis penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data pada penelitian ini dilakukan dengan wawancara. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu sekolah dasar Islam terpadu di kota Palembang. Penelitian ini dilaksanakan pada Oktober 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDIT dalam membentuk karakter disiplin siswa sekolah mengadakan program kegiatan keagamaan yang dilakukan setiap hari sebelum pelaksanaan pembelajaran dimulai. Program kegiatan keagamaan yang dilaksanakan yaitu shalat dhuha berjama’ah. Dengan membiasakan siswa untuk shalat dhuha berjama’ah maka akan meningkatkan kedisiplinan siswa.
Peran Lembaga Zakat dalam Pemberdayaan Ekonomi Penerima Zakat: Studi Kasus BAZNAS Kota Jogja dan BAZNAS DIY
Sutrisno, Sutrisno
El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Vol. 5 No. 5 (2024): El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47467/elmal.v5i5.2398
This research aims to determine the role of zakat institutions in economic empowerment of zakat recipients, with a case study at BAZNAS Jogja City & BAZNAS DIY. This research uses descriptive qualitative methods. Data obtained through observation, interviews and documentation. There were seven informants in this research consisting of the Program Manager, Implementing Staff for zakat distribution, Program Facilitators and zakat recipients at each Zakat Institution studied. The research results concluded that BAZNAS Jogja City & BAZNAS DIY have played an optimal role in efforts to improve the economy of zakat recipients. The two zakat institutions have implemented several productive zakat programs aimed at empowering zakat recipients in the businesses they run. The strategy used is providing provisions to potential aid recipients, business training and providing business capital to zakat recipients. There are several obstacles faced by BAZNAS Jogja City & BAZNAS DIY in empowering the economy of zakat recipients, including zakat recipients not being optimal in running their businesses, especially in increasing sales. Thus, BAZNAS City and BAZNAS DIY need to provide assistance according to the problems experienced by zakat recipients to help and improve the businesses of zakat recipients. Keywords: Role of BAZNAS, Economic Empowerment, Zakat recipients.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS SERTA MINAT MEMBACA SISWA MENGGUNAKAN MEDIA RUMAH BACA KELOMPOK B1 TK NEGERI PEMBINA KABUPATEN KAPUAS HULU
Sari, Evi Supita;
Sutrisno, Sutrisno;
yati, Uli
PENA KREATIF : JURNAL PENDIDIKAN Vol 13 No 1 (2024): Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan
Publisher : FKIP UM Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29406/jpk.v13i1.6983
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah dengan melalui media rumah baca ini dapat meningkatkan perkembangan motorik halus yaitu tentang perkembangan membaca atau mengenal huruf pada anak kelompok B1 di TK Negeri Pembina Kabupaten Kapuas Hulu. Objek penelitian ini berupa minat membaca permulaan yang meliputi rasa senang, ketertarikan, berinisiatif dan perhatian pada buku cerita, dongeng, komik dan lainnya. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat membaca permulaan pada anak tingkat TK Negeri Pembina kabupaten Kapuas hulu dapat di tingkatkan dengan menggunakan media Rumah Baca dan buku cerita. Proses pelaksanaan untuk peningkatan minat membaca anak dengan menggunakan media rumah baca yaitu peneliti menunjukkan media rumah baca kepada anak-anak yang akan disampaikan pada hari itu sesuai dengan tema, peneliti juga mengajak anak-anak untuk bercakap-cakap dengan memberikan umpan melalui beberapa pertanyaan mengenai media rumah baca yang telah dijelaskan, peneliti juga memperkenalkan kosakata baru yang disertai arti atau pengertiannya, tidak lupa juga peneliti memberikan dorongan dan motivasi berupa ungkapan penyemangat atau pujian kepada anak-anak yang dapat merangsang beberapa pertanyaan mengenai isi buku yang telah dibacakan.
Penerapan Model Pembelajaran Team Game Turnament Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Peserta Didik Kelas Viii pada Mata Pelajaran Ips
Sutrisno, Sutrisno
Journal of Comprehensive Science Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59188/jcs.v2i1.227
Aktivitas belajar peserta didik SMP Negeri 21 Pontianak tergolong masih rendah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain: proses pembelajaran yang masih berorientasi pada guru, peserta didik kurang dilibatkan dalam proses pembelajaran, guru belum menerapkan model dan teknik pembelajaran yang bervariasi, guru kurang kreatif dan inovatif dalam mengembangkan proses pembelajaran. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya perbaikan dalam pembelajaran IPS salah satunya dengan menerapkan model pembelajaran Team Game Turnament (TGT). Penlitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Team Game Turnament (TGT) dapat meningkatkan aktivitas belajar peserta didik Kelas VIII pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 21 Pontianak. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan model Kemmis dan Taggart. Subjek penelitian ini yaitu peserta didik kelas VIII B SMP negeri 21 Pontianak sejumlah 34 peserta didik. Penelitian ini berlangsung dalam 2 siklus, dalam satu siklus terdapat satu kali pertemuan. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptip persentase. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini jika hasil observasi aktivitas belajar peserta didik di akhir siklus memperoleh hasil minimal baik (75% - 91%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Team Game Turnament (TGT) dalam pembelajaran IPS mampu meningkatkan aktivitas belajar peserta didik. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi aktivitas pembelajaran peserta didik pada siklus I persentase aktivitas belajar peserta didik sebesar 81%. Pada siklus II terjadi peningkatan aktivitas belajar peserta didik menjadi 84%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas belajar peserta didik pada siklus II dengan selisih peningkatan sebesar 4%.
The Actualization of the Principles of Missionary Work According to 1 Corinthians 9:19-23
Adiatma, Daniel Lindung;
Wijoyo, Sigit;
Sutrisno, Sutrisno
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 6 No 2 (2022): July 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46445/ejti.v6i2.448
The issue of Christianity and the local culture has been a discussion that continues to flourish. The issue of the challenge of preaching the Gospel, which was considered incompatible with the spirituality of the local community, has been contested since the first century. Paul, as an apostle, faced the challenge of preaching the gospel because of the exclusivity of early Christianity. This article is aimed at explaining Paul's teachings in 1 Corinthians 9:1-23 from a missiological point of view. This article is aimed at describing how Paul carried out his missionary work in a society of diverse cultures and spiritualities. The author intends to explain it through an exegesis that emphasizes the passage's historical, grammatical, and contextual aspects. Missionary work is a noble task from God. Cultural diversity requires missionaries to be flexible with cultural conditions without compromising the values of biblical theology. The mission does not have to uproot a person from his or her culture but can provide a new interpretation of that culture according to Christian truth. While giving new meaning to culture, the material of the mission must be Christocentric. Flexibility to local culture can reduce the level of resistance from local communities.