Articles
Merdeka Belajar dalam Pandangan Ki Hadjar Dewantara dan Relevansinya bagi Pengembangan Pendidikan Karakter
Lora Devian;
Desyandri Desyandri
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.10163
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Merdeka belajar dalam pandangan Ki Hadjar Dewantara dan Relevansinya bagi pengembang Pendidikan karakter. Maksud dari merdeka belajar disini yaitu membebaskan guru dan peserta didik menentukan sistem belajar. Di dalam Kurikulum merdeka belajar lebih menekankan pada aspek pengembangan karakter sesuai dengan nilai-nilai bangsa Indonesia. Menurut pandanga Ki Hadjar dewantara mengenai Pendidikan sebagai pendorong bagi perkembangan peserta didik untuk melakukan perubahan dan memiliki manfaat bagi lingkungan sekitar. oleh karena itu merdeka belajar merupakan salah satu bentuk implementasi nilai-nilai pembentuk karakter bangsa dimulai yang dari pembenahan sistem pendidikan dan metode belajar. Diharapkan merdeka belajar dapat memberikan perubahan ke arah yang lebih baik serta memberikan manfaat pada lingkungan.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif, Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi literatur. Subjek dalam penelitian ini adalah informan kunci seperti kepala pustaka. Objek penelitian adalah artikel mengenai Merdeka belajar dalam pandangan Ki Hadjar Dewantara dan Relevansinya bagi pengembang Pendidikan karakter. Teknik pengumpulan datanya adalah dengan mencari jurnal atau buku yang relevan dengan judul penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah teori dari Miles dan Huberman yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Pandangan Filsafat Progresivisme terhadap Konsep “Merdeka Belajar”
Yulia Sari Anggraini;
Desyandri Desyandri
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.10165
Merdeka belajar merupakan program yang baru-baru ini dikeluarkan oleh Kemendikbud dimana menginginkan perubahan terhadap Pendidikan di indonesia yang mengutamakan kemerdekaan dan kebebasan dalam pembelajaran. Konsep merdeka belajar ini relevan dengan filsafat progresivisme yang mana dalam pembelajaran menginginkan suatu perubahan yang mendasar dalam pelaksanaan Pendidikan ke arah yang lebih baik tentunya, menghasilkan peserta didik yang berkualitas, serta dapat bermanfaat bagi lingkungannya. Filsafat progresivisme lebih menekankan kepada kebebasan dan kemerdekaan dalam implementasi Pendidikan yang mana memberikan keluwesan kepada peserta didiknya untuk berkembang berdasarkan kompetensi, bakat, dan minat yang dimilikinya tanpa ada paksaan atau ancaman dari guru maupun aturan Lembaga Pendidikan yang sekiranya akan menghambat berkembangnya peserta didik. Dengan keselarasan antara filsafat dengan merdeka belajar memberikan pandangan baru untuk pembelajaran dalam dunia Pendidikan dimana Lembaga Pendidikan harus memberikan ruang belajar yang yang natural dan guru menuntun perkembangan peserta didik berdasarkan minat dan bakat agar pada akhirnya dapat menghasilkan peserta didik dengan lulusan yang memiliki karakter sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mendeskripsikan bagaimana pandangan filsafat Progresivisme dengan konsep merdeka belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan hermeneutika filosofis guna menjelaskan realitas yang terjadi dengan unsur-unsur interpretasi dan deskripsi.cara pengumpulan data yaitu dengan mencari dari berbagai sumber seperti buku, arsip, majalah, dokumen-dokumen tua, jurnal, dokumentasi, surat-surat kabar dan lain-lain yang relevan dengan judul penelitian. Analisis data menggunakan analisis konten dan analisis deskriptif.
Peran Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi Di Sekolah Dasar
Salmiyanti Salmiyanti;
Darmansyah Darmansyah;
Desyandri Desyandri
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.10230
Perkembangan ilmu pengetahuanedan teknologi (IPTEK) diera globalisasi mengalami perkembangan pesat dari waktu ke waktu. Peristiwa ini telah menimbulkan kompetisi di segala bidang dalam kehidupan manusia, dan bidang pendidikan salah satunya. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitianeliteratur. Temuan dari penelitian literaturimenunjukkan bahwa peran mediaipembelajaran berbasis TIK dalam merancang pembelajaran melalui berbagai pengemasan dan penyebaran informasi mempermudah guru dengan berbagai penciptaan media. Pada saat yang sama, siswa dapat secara fleksibel mengakses pembelajaran yang diberikan oleh guru melalui kondisi yang dirancang dan membiarkan siswa mengeksplorasi pengetahuan tambahan sebagai pengayaan. Peran TIKisebagai sumber dan pendukung pembelajran melalui penggunaan perangkat komputasi sebagai sumber pendukung inovasi pembelajaran. Pemanfaatan sumber dan media diharapkan dapat merangsang pikiran, perasaan, minat dan perhatian siswa sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar. Selain itu, proses pembelajran akan lebih efektifikarena TIK sebagai sumber dan media pembelajaran membantu mengatasi hambatan dalam proses komunikasiiantara guru dan siswa
Analisis Media Berbasis Digital Dalam Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar
Rahma Taher;
Desyandri Desyandri
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.10275
Konsep matematika yang abstrak membuat peserta didik sulit untuk memahaminya, terutama pada kelas rendah. dengan demikian dalam penyampaian materi oleh guru harus didukung dengan media pembelajaran yang mana menghadirkan yang abstrak menjadi nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan media digital apa saja yang cocok digunakan guru dalam pembelajaran matematika. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif, adapun metode penelitian ini adalah menggunakan studi literature. Teknik pengumpulan data yaitu dengan mencari berbagai sumber baik itu dari buku, artikel, jurnal, dan lain-lain yang relevan dengan judul penelitian. Literatur yang digunakan harus dapat mengungkap kelemahan dari media digital, kelebihan media digital. Yang mana ada beberapa kelebihan media digital di antaranya mampu menampilkan gambar yang konkret tentang materi yang diajarkan guru. Adapun kelemahan dari media digital yaitu waktu dalam pembelajaran yang digunakan peserta didik untuk membuka media pembelajaran. Adapun kendala yang sering ditemui pada guru dan peserta didik yaitu tidak mampu mengoperasikan teknologi. Dengan menggunakan media pembelajaran digital diharapkan mampu meningkatkan literasi dan numerasi siswa terutama pada mata pelajaran matematika. Teknik analisi data yang dipakai adalah teori dari Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Analisis Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi Tiktok di Sekolah Dasar
Ade Islamiati;
Desyandri Desyandri
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.10276
Pada era revolusi 5.0 dalam konsep pendidikan lebih menekankan kepada konsep pembelajaran yang berpusat kepada manusia dan berbasis teknologi. Dengan demikian dalam pembelajaran hendaknya menggunakan media berbasis teknologi agar dapat mengikuti perkembangan zaman. Penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran akan membuat peserta didik lebih tertarik untuk belajar dan dengan demikian peserta didik akan mengeluarkan ide-ide kreatifnya dalam pembelajaran. Dalam hal ini guru akan menghadapi berbagai tantangan dalam penggunaan IT. Dimana,guru dituntut agar lebih kreatif dan inovatif dalam membuat media pembelajaran. Media pembelajaran yang dibuat oleh guru harus sesuai dengan materi yang akan di ajarkan dan media tersebut haruslah mengikuti trend teknologi pada zaman sekarang ini agar peserta didik lebih tertarik dalam belajar sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Salah satu media berbasis IT yang dapat digunakan guru dalam pembelajaran adalah menggunakan Aplikasi TikTok, yang mana Aplikasi Tiktok ini banyak digemari oleh semua kalangan mulai dari anak usia dini sampai orang tua sekalipun. dengan demikian pemilihan aplikasi TikTok digunakan sama pembelajaran sangatlah bagus. Dengan fitur yang beraneka ragam di dalam aplikasi TikTok diharapkan akan memudahkan guru dalam mendisain media pembelajaran dan peserta didik pun dengan mudah dapat mengoperasikan aplikasi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana penggunaan aplikasi TikTok di dalam pembelajaran di sekolah dasar. jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif, metode penelitian yang di pakai adalah study literatur, Teknik pengumpulan data yaitu dengan mencari berbagai sumber baik itu dari buku, artikel, jurnal, dan lain-lain yang relevan dengan judul penelitian. Teknik analisi data yang dipakai adalah teori dari Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Penggunaan Model Example Non Example Berbantuan Media Power Point Teradap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV Sekola Dasar
Yulia Sari Anggraini;
Desyandri Desyandri
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.10945
Penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk melihat apakah ada pengaruhnya penggunaan model pembelajaran dengan example non example berbantuan media power point teradap hasil belajar matematika siswa. Matematika merupkan sala satu bidang studi yang dapat digunakan dalam keidupan sehari-hari siswa. Jenis penelitian yang dilakukan dalam bentuk peneltian kuantitatif. Penelitian ini, dilakukan di SD Negeri 20 Lubuk Alung, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam. Subjek dari penelitian tersebut yaitu siswa kelas IV dengan jumlah siswanya sebanyak 20 orang siswa. Alur penelitian yang dilkakukan yaitu pretest (tes awal dan post test (tes akhir) pada siswa kelas IV. Teknik dan instrumen mengumpulkan data berupa observasi, wawancara, serta tes. Berdasarkan analisis data dari hasil penelitian, setelah siswa mendapat perlakuan dengan menggunakan example non example berbantuan media power point dapat meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 78,18 % terdapat dapat peningkatan sebesar 12,27%. Secara keseluruhan melalui penggunaan model example non example berbantuan media power point dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 20 Lubuk Alung, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam.
Analisis Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Dengan Media Buku Cerita Bergambar di Sekolah Dasar
Nevi Novelita;
Desyandri Desyandri
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.10946
Literasi merupakan kemampuan yang ada pada diri setiap orang yang dapat digunakan untuk memahami dan mengolah informasi yang telah diperoleh melalui membaca, menulis, mendengar, dan mampu berpikir kritis. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuat Gerakan untuk membantu literasi di lingkungan Pendidikan yang disebut GLS. Gerakan Literasi Sekolah atau GLS bertujuan untuk mewujudkan warga negara yang melek huruf sepanjang hayatnya melalui partisipasi masyarakat. Salah satu contoh penerapan literasi di sekolah dasar adalah melalui media buku cerita bergambar. Diharapkan media ini dapat meningkatkan motivasi dan minat baca siswa. Dalam hal ini diperlukan keterlibatan kepala sekolah, pendidik, dan personel sekolah lainnya guna mendukung keberhasilan kegiatan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi Gerakan Literasi Sekolah melalui media buku cerita bergambar. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode penelitian studi kasus. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari data primer dan data sekunder, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah teori dari Miles dan Huberman yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Untuk memenuhi keabsahan penelitian ini menggunakan triangulasi dengan sumber.
Penggunaan Media Puzzle Guna Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi Ilmu Pengetahuan Alam Sekolah Dasar
Fatimah Fatimah;
Desyandri Desyandri
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.10956
Pembelajaran adalah sebuah proses interaktif antara siswa dengan lingkungannya yang dibutuhkan untuk meningkatkan sebuah keterampilan yang bisa mengubah perilaku dan sikap siswa. Salah satu keterampilan yang dibutuhkan siswa adalah kemampuan berpikir kritis. Berpikir kritis adalah pengantar komprehensif untuk berpikir lebih baik untuk memperoleh, mengembangkan, dan menumbuhkan kemampuan untuk memahami kesimpulan dari suatu argumen. Dengan bantuan media yang menarik dan kreatif, berpikir kritis dapat dikembangkan selama pembelajaran yang menyenangkan. Ada banyak masalah dalam menggunakan lingkungan belajar yang menghambat perkembangan saat ini, seperti: kurangnya kreatifitas guru dalam menciptakan dan menggunakan lingkungan belajar yang hanya ceramah dan menulis di depan serta media visual di dinding sebagai lingkungan belajar. Sumber daya yang memungkinkan siswa untuk berpikir kritis adalah media puzzel, hasil analisis menunjukkan bahwa mereka memiliki pengaruh positif yang signifikan (r=0,594, p<0,01). adanya pengaruh pemakaian media puzzel pada ketarampilan kritis siswa sebesar 0,335.. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media puzzle berdampak pada perkembangan kognitif anak. Setelah menggunakan media puzzle terdapat pengaruh yang siginifikan pada perkembangan pengetahuan siswa yaitu sebesar 33,5%
Analisis Penggunaan Aplikasi Wordwall Pada Pembelajaran IPA Kelas IV Di Sekolah Dasar
Siska Tresia Oktari;
Desyandri Desyandri
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.11024
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan media pembelajaran berbasis aplikasi aplikasi wordwall dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik di sekolah dasar terutama dalam pembelajaran IPA. Adapun jenis penelitian ini adalah study literatur. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan mencari beberapa jurnal, artikel, buku, majalah yang relevan dengan judul penelitian yang dilakukan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu menurut Teknik analisi data yang dipakai adalah teori dari Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Media pembelajaran wordwall merupakan salah satu media interatif yang dapat meningkatkan motivasi dan minat peserta didik dalam belajar terutama dalam belajar IPA. Media pembelajaran wordwall merupakan media yang mudah di dapatkan, tidak membutuhkan biaya yang besar dalam penggunaannya. Media ini juga menyediakan materi dan soal yang menarik yang pastinya peserta didik akan tertarik dalam menggunakannya, dengan demikian seacra tidak langsung hasil belajar siswa akan mengalami peningkatan. subjek penelitian ini adalah Kepala Perpustakaan, Objek dan penelitian ini adalah artikel yang berisikan tentang deskripsi penggunaan media media pembelajaran berbasis aplikasi wordwall dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik di sekolah dasar terutama dalam pembelajaran IPA.
Implementasi Pembelajaran Tematik Terpadu Dengan Menggunakan Model Porto Folio Untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran Di Sekolah Dasar
Elisasmita Elisasmita;
Desyandri Desyandri
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.11025
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada pembelajaran tematik terpadu di kelas V SDN 21 Koto Tuo. Hal ini disebabkan yakni pada perencanaan pembelajaran guru kurang mengembangkan penggunaan model pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan serta dalam pelaksanaan pembelajaran guru kurang memberikan kesempatan kepada peserta didik dalam proses pembelajaran seperti mulai dari menemukan masalah yang menjadi pokok bahasan sampai pada pemecahan masalah. Akibatnya peserta didik kurang memahami materi pembelajaran dan kurang mendapatkan pengalaman-pengalaman belajar sehingga hasil belajar peserta didik kurang memuaskan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran tematik terpadu menggunakan Model Portofolio di Kelas V SDN 21 Koto Tuo. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif . Hasil penelitian menunjukkan peningkatan dengan kualifikasi sangat baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model portofolio dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran tematik terpadu di kelas V SDN 21 Koto Tuo.