Articles
Interaction of Compliance Pressure, Task Complexity, and Auditor Experience on Audit Judgment Quality
Fakhirah, Sarah;
Sutrisno, Sutrisno;
Prihatiningtias, Yeney Widya
Jurnal Ilmiah Akuntansi Kesatuan Vol. 13 No. 3 (2025): JIAKES Edisi Juni 2025
Publisher : Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37641/jiakes.v13i3.3366
This study aims to examine the influence of compliance pressure and task complexity on audit judgment, as well as analyze the moderating role of audit experience in these relationships. The research was conducted on auditors working at Big Ten Public Accounting Firms in Indonesia. This study uses a quantitative approach with a survey method by distributing structured questionnaires to 170 auditors in 2025 who were the respondents of this study. Data analysis was carried out to test the direct effects and the moderating variable. The results show that compliance pressure has a significant negative effect on audit judgment. This indicates that auditors under compliance pressure tend to make less independent or objective audit judgments. On the other hand, task complexity does not show a significant influence on audit judgment, suggesting that auditors are able to manage complexity through procedural or institutional support. Furthermore, audit experience does not moderate the relationship between either compliance pressure or task complexity and audit judgment.
Pelatihan Microsoft Word bagi siswa-siswi PKL di YPAIS Foundation
Jupron, Jupron;
Permadi, Yuda;
Sarman, Sarman;
Sutrisno, Sutrisno
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2025): Juli 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59395/1k2v6k04
Keterampilan penggunaan perangkat lunak pengolah kata seperti Microsoft Word merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting dalam dunia kerja modern. Namun, hasil survei awal terhadap 30 siswa peserta Praktik Kerja Lapangan (PKL) di YPAIS Foundation menunjukkan bahwa lebih dari 70% responden belum menguasai fungsi dasar aplikasi tersebut. Kondisi ini menjadi hambatan dalam penyusunan laporan PKL dan dokumen administratif lainnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan digital dasar peserta melalui pelatihan Microsoft Word secara terstruktur, dimulai dari materi dasar hingga tingkat menengah, dengan pendekatan ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung yang didampingi fasilitator. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, observasi praktik, serta angket dan wawancara. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta terhadap fitur-fitur penting Microsoft Word seperti pengaturan paragraf, pembuatan tabel, penomoran halaman, dan penyusunan dokumen resmi. Rata-rata peningkatan nilai post-test mencapai 40% dibandingkan pre-test. Selain peningkatan kognitif, peserta juga menunjukkan perubahan sikap positif, seperti meningkatnya kepercayaan diri dan kesadaran akan pentingnya literasi digital. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan fasilitas dan variasi kemampuan awal peserta, pelatihan ini terbukti efektif dan relevan dengan kebutuhan mereka. Kegiatan ini berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut melalui pelatihan lanjutan dan pengembangan bahan ajar digital guna memperluas dampaknya dalam meningkatkan kesiapan siswa menghadapi dunia kerja berbasis teknologi.
Penggunaan Gadget Dalam Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini
Indriati, Try;
Sutrisno, Sutrisno;
Yuniarti, Yuniarti
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31326/jcpaud.v8i1.2256
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena penggunaan gadget di kalangan anak usia dini, khususnya di TK Fajar Belitang. Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan dampak penggunaan gadget terhadap perkembangan sosial emosional anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget dalam jangka waktu yang lama tanpa pengawasan orang tua dapat menghambat interaksi sosial anak, mengurangi kemampuan komunikasi, serta menurunkan empati terhadap lingkungan sekitarnya. Sebaliknya, penggunaan gadget yang terkontrol dengan bimbingan orang tua dan guru dapat membantu meningkatkan keterampilan kognitif anak dalam memahami berbagai informasi yang disediakan melalui media digital. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya peran orang tua dan pendidik dalam membimbing anak agar penggunaan gadget tetap memberikan manfaat positif tanpa menghambat perkembangan sosial emosional mereka.
The Impact of Cognitive Style-based Learning Models on Students' Problem-Solving Abilities
Sutrisno, Sutrisno;
Rahayuningsih, Dwi;
Purwati, Heni
Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 5 No 2 (2020): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24042/tadris.v5i2.5873
Every student must possess problem-solving abilities. Solving students' problems is varied; several factors influence the difference between cognitive styles and learning models. This study aimed to determine differences in problem-solving abilities based on students' cognitive styles in the Concept Attention (CA) and Group Investigation (GI) learning model. This study was a quantitative study with the tenth-grade students of SMA Negeri 16 Semarang as the 2018/2019 academic year population. The sample was selected using cluster random sampling. The research data had been collected through documentation and tests and then were analyzed using nonparametric tests, specifically the Hildebrand test, since the data were not normally distributed. The results showed that students with Field Independent (FI) cognitive style's problem-solving ability were better than students with Field Dependent (FD) cognitive style, either in general, CA, or GI learning models. The CA learning model produced better problem-solving abilities than the GI learning model, both in general and in terms of the type of students’ cognitive style.
Analisis Problematika PTKIN di Indonesia dalam Melaksanakan Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka
Yulindaputri, Trysha;
Sutrisno, Sutrisno
AL-IDARAH: JURNAL KEPENDIDIKAN ISLAM Vol 13 No 1 (2023): AL-IDARAH: JURNAL KEPENDIDIKAN ISLAM
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24042/alidarah.v13i1.15385
Dalam rangka mempersiapkan mahasiswa menghadapi kemajuan teknologi yang pesat, perubahan dalam dunia kerja, budaya dan sosial, kemampuan mahasiswa harus lebih disiapkan untuk dapat memenuhi tuntutan zaman. Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka bertujuan menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut. Kampus Merdeka merupakan bentuk pembelajaran perguruan tinggi yang mandiri dan fleksibel, menciptakan budaya belajar yang inovatif, mengalir bebas, dan berbasis kebutuhan mahasiswa. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan SDM PTKIN di Indonesia dalam menerapkan Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan untuk mengetahui problematika dan tantangan PTKIN di Indonesia dalam menerapkan Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka dalam proses pelaksanaannya memerlukan pedoman atau rekomendasi dari pimpinan PTKIN dan antar PTKIN. Beberapa PTKIN masih ragu-ragu dan belum memiliki kesiapan untuk mengimplementasikan prinsip Merdeka Belajar Kampus Merdeka saat ini, persoalan yang dihadapi adalah perubahan pola pikir yang memakan waktu cukup lama. Problematika dan tantangan yang dihadapi oleh PTKIN dalam melaksanakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka di antaranya, yaitu mekanisme kolaborasi antara PTKIN dan program studi dengan pihak luar, perubahan paradigma pada PTN-BH dalam bersaing skala internasional dan mekanisme magang di luar program studi.
Examining the self-regulated learning scale using the Rasch model approach
Nizaruddin, Nizaruddin;
Muhtarom, Muhtarom;
Murtianto, Yanuar Hery;
Sutrisno, Sutrisno
Indonesian Journal of Science and Mathematics Education Vol. 7 No. 3 (2024): Indonesian Journal of Science and Mathematics Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24042/ijsme.v7i3.21831
Self-regulated learning is a crucial aspect of the learning process for students. This ability is often overlooked due to the challenges of inaccurate measurement. This study aims to evaluate the quality of a self-regulated learning scale developed through an analysis of respondent responses. The research employed a descriptive quantitative approach using the Rasch Model as the analytical method. The instrument used consisted of 30 statement items. The study sample included 59 mathematics education students selected through cluster random sampling from two universities in different districts. The analysis results indicated that, after three calibration processes, the self-regulated learning scale was refined to 28 items with excellent quality. Furthermore, the responses of 58 students demonstrated a high level of consistency. Thus, self-regulated learning scale has good validity and reliability, making it a dependable tool for measuring self-regulated learning abilities. The implications of this study include the provision of a practical and reliable instrument for researchers and educators to support further studies and serve as an evaluation tool in learning development.
PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) AKIBAT PELANGGARAN PERJANJIAN KERJA DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2023 PT TEKNO CIPTA DWIDAYA
Sutrisno, Sutrisno;
Limbong, Dayat; Pasaribu, Yusuf Hanafi
Fiat Iustitia : Jurnal Hukum Volume 5 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) adalah keadaan yang terjadi akibat pekerja tidak melaksanakan kewajibannya, melakukan pelanggaran kerja yang tercantum dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau peraturan perundang-undangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pelanggaran perjanjian kerja ditinjau dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 pada PT Tekno Cipta Dwidaya Jenis penelitian ini adalah empiris dengan pendekatan konseptual sosiologis. Sifat penelitian adalah deskriptif analitis. Data primer didapat dengan melakukan wawancara dengan staff HRD PT Tekno Cipta Dwidaya. Data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer dan sekunder sedangkan analisa data dilakukan secara kualitatif. Pelaksanaan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada PT Tekno Cipta Dwidaya sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 karena ditinjau dari segi alasan adalah pekerja/buruh melakukan pelanggaran ketentuan yang diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama serta melakukan tindakan yang merugikan perusahaan secara ekonomi. Prosedur pelaksanaan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebelumnya telah diberikan surat peringatan pertama, kedua, dan ketiga secara berturut-turut masing-masing berlaku untuk paling lama 6 (enam) bulan. Pengusaha juga telah membayar hak karyawan berupa pembayaran hak pekerja berupa uang pesangon, uang penghargaan masa kerja (UPMK), uang pisah, dan uang penggantian hak. Untuk itu disarankan agar pekerja jangan melakukan pelanggaran perjanjian kerja karena dapat merugikan diri sendiri dan perusahaan dan agar perusahaan dalam pelaksanaan PHK jangan sampai merugikan hak karyawan.
PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) AKIBAT PELANGGARAN PERJANJIAN KERJA DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2023 PT TEKNO CIPTA DWIDAYA
Sutrisno, Sutrisno;
Limbong, Dayat;
Pasaribu, Yusuf Hanafi
Fiat Iustitia : Jurnal Hukum Volume 5 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) adalah keadaan yang terjadi akibat pekerja tidak melaksanakan kewajibannya, melakukan pelanggaran kerja yang tercantum dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau peraturan perundang-undangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pelanggaran perjanjian kerja ditinjau dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 pada PT Tekno Cipta Dwidaya Jenis penelitian ini adalah empiris dengan pendekatan konseptual sosiologis. Sifat penelitian adalah deskriptif analitis. Data primer didapat dengan melakukan wawancara dengan staff HRD PT Tekno Cipta Dwidaya. Data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer dan sekunder sedangkan analisa data dilakukan secara kualitatif. Pelaksanaan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada PT Tekno Cipta Dwidaya sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 karena ditinjau dari segi alasan adalah pekerja/buruh melakukan pelanggaran ketentuan yang diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama serta melakukan tindakan yang merugikan perusahaan secara ekonomi. Prosedur pelaksanaan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebelumnya telah diberikan surat peringatan pertama, kedua, dan ketiga secara berturut-turut masing-masing berlaku untuk paling lama 6 (enam) bulan. Pengusaha juga telah membayar hak karyawan berupa pembayaran hak pekerja berupa uang pesangon, uang penghargaan masa kerja (UPMK), uang pisah, dan uang penggantian hak. Untuk itu disarankan agar pekerja jangan melakukan pelanggaran perjanjian kerja karena dapat merugikan diri sendiri dan perusahaan dan agar perusahaan dalam pelaksanaan PHK jangan sampai merugikan hak karyawan.
Analisis Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kinerja Karyawan Di Departemen Procurement Pt. X
Sutrisno, Sutrisno;
Sibarani, Mentiana
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58344/locus.v4i7.4515
Leadership is one of the key factors determining the success of an organization. Leaders who lack the ability to guide and direct their teams effectively often fail to achieve organizational goals. This can lead to low productivity and efficiency within the company. Therefore, it is essential for organizations to have quality leaders who can inspire and motivate employees to work optimally. This study aims to analyze the impact of transformational leadership on employee performance in the Procurement Department of PT X, a pulp and paper manufacturing company. The Procurement Department plays a strategic role in supporting production continuity through the procurement of goods and services, including the conversion of Purchase Requests (PR) into Purchase Orders (PO). This research employs a quantitative approach with a survey method targeting employees in the department. Data analysis was conducted using simple linear regression manually to examine the relationship between leadership style and employee performance. The findings of this study are expected to contribute to the development of effective leadership strategies to improve individual and organizational performance.
Implementasi Bantuan Militer Kepada Pemerintah Daerah Menurut UU Nomor 7 Tahun 2012
Winarna, Agus;
Prasetyo, Teguh;
Sutrisno, Sutrisno
Jurnal Ilmiah Hukum dan Hak Asasi Manusia Vol. 5 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Penerbit Goodwood
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35912/jihham.v5i1.4569
Purpose: The government bears the primary responsibility for national security and public welfare, including resolving regional security issues. One of the state’s strategic functions involves handling social conflicts through coordinated military assistance to local governments, as regulated under Law Number 7 of 2012. This study addresses two main issues: first, the implementation of military assistance to regional governments in handling social conflicts based on dignified justice as part of Military Operations Other than War (MOOTW) under operational control; second, the legal liability associated with social conflict management. Methodology/approach: This research uses a normative juridical approach, supported by interviews, statutory regulations, and relevant legal documents. The study examines how the law regulates military roles in civil conflict management and evaluates their implementation through doctrinal and empirical analysis. Results/findings: Findings reveal that the government’s legal policy emphasizes the importance of legal awareness and obedience as foundations for national stability. The support of law enforcement institutions and the military's role reflects a broader legal-political commitment to uphold the rule of law during conflict resolution. Conclusions: TNI soldiers play a crucial role as both combatants and community agents in delivering military assistance to regional governments. Their coordination with the police and civil institutions promotes synergy and effective conflict handling rooted in dignified law enforcement. Limitations: The study is limited to the application of Law No. 7 of 2012 and does not cover broader sociopolitical dynamics of conflict. Contribution: This study reinforces the importance of military assistance in regional governance, promoting integrated defense strategies that support dignified and lawful conflict resolution.