Articles
Sistem Informasi Pengolahan Data Kuesioner Evaluasi Kinerja Dosen Pada STMIK YMI Tegal
Surorejo, Sarif;
Azizah, Nur
CSRID (Computer Science Research and Its Development Journal) Vol 7, No 3 (2015): CSRID Oktober 2015
Publisher : Universitas Potensi Utama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (335.836 KB)
|
DOI: 10.22303/csrid.7.3.2015.179-189
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Komputer YMI Tegal (STMIK YMI Tegal) memiliki kewajiban untuk menjaga kualitas dari pelayanan yang diberikan. Maka dari itu dibentuklah Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) untuk mengawasi dan menjaga kualitas dan mutu pelayanan kampus. Permasalahan yang dihadapi adalah perhitungan hasil kuesioner yang dilakukan secara manual sehingga memakan waktu yang cukup lama. Penelitian ini bertujuan untuk membangun perangkat lunak yang dapat memudahkan pihak LPM dalam menyelesaikan pengolahan data kuesioner evaluasi kinerja dosen. Pembuatan aplikasi ini menggunakan bahasa pemrograman PHP dan MySQL sebagai basis data. Dengan adanya sistem pengolahan kuesioner maka tugas LPM dalam mengolah data kuesioner dan melakukan evaluasi kinerja dosen dapat lebih mudah dan cepat. Proses perhitungan yang dilakukan menggunakan sisem pengolahan data kuesioner menghasilkan nilai yang cepat dan akurat.
INSTITUSIONALISASI AKUNTANSI SOSIAL PADA PERUM PERHUTANI BLITAR
Nurdiwaty, Diah;
Djamhuri, Ali;
Kamayanti, Ari
Journal of Innovation in Business and Economics Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (237.552 KB)
|
DOI: 10.22219/jibe.v5i2.2264
This study was attempted to describe the institutionalization of social accounting in Indonesian Forestry Company housing in Blitar. This project was a qualitative research which applied case study as the method in order to comprehend the institutionalization of social accounting in Indonesian Forestry Company housing in Blitar in which the liability of its social activities was PKBL (Partnership and Environment Development Program). The results revealed that the social accounting institutionalization process in this program experienced no significant problems; instead, the management provided great supports to the implementation of this program, such as organizing a reconstruction program every month, arranging training program for PKBL staff. In addition, this program encouraged the implementation of new beneficial policies, such as the guarantee provision on PKBL loan for customers and the customers’ exclusion in life insurance. Nevertheless, some documents or regulations concerning the implementation of PKBL activities could not be found completely in this study.
Mathematical Connections Ability Based on Personality Types in Conceptual Understanding Procedures Model
Nurdiyah, Nurdiyah;
Suyitno, Hardi;
Junaedi, Iwan
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 7 No 1 (2018): June 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (485.525 KB)
Abst The purposes of this study are to (1) identify learning quality in Conceptual Understanding Procedures (CUPs) model (2) obtain mathematical connections ability based on artisan, guardian, idealist and rational personality types. This research is mixed method concurrent embedded design with qualitative research as the primary method. The type of this research is a quasi-experimental research with one group pretest-posttest design. The subjects in this research consist of 8 students XI RPL grade in SMK N 1 Kabupaten Semarang. Learning quality is assessed from the planning, implementation and evaluation stage. The result of this research shows that CUPs model in good criteria. Mathematical connection ability the artisan personality type reaches several indicators of mathematics connection, but they lack ability in using mathematical operation and can’t apply the concept and procedure relationship which have been given to the new situation. Mathematical connection ability the guardian personality type reaches several indicators of mathematical connections but they are less conscientious in their calculations. Mathematical connection ability of the idealist personality type reaches all indicators of mathematics connections. Mathematical connection ability of the rational personality type reaches all indicators of mathematics connections. rak ___________________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk (1) medeskripsikan kualitas pembelajaran pada model CUPs (2) menemukan pola kemampuan koneksi matematik ditinjau dari tipe kepribadian. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian mixed method dengan desain concurrent embedded design. Penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif berjalan beriringan dimana penelitian kualitatif sebagai metode primer. Jenis penelitian kuantitatif yang digunakankan adalah penelitian eksperimen dengan Nonrandomized Control Group. Kualitas pembelajaran kualitatif dinilai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran model CUPs berkualitas dalam kategori baik. Hasil validasi ahli pada tahap perencanaan, observasi keterlaksanaan pembelajaran pada tahap pelaksanaan dan hasil angket respon pada tahap penilaian masuk ke dalam kriteria minimal baik. Siswa dengan pembelajaran model CUPs mencapai ketuntasan belajar dan rata-rata kemampuan koneksi matematik siswa setelah dikenai pembelajaran CUPs lebih baik daripada rata-rata kemampuan koneksi matematik sebelum dikenai pembelajaran CUPs. Siswa dengan tipe kepribadian artisan sudah mencapai beberapa indikator kemampuan koneksi matematik, namun kurang lancar dalam menggunakan menggunakan operasi matematika serta belum dapat menerapkan hubungan konsep dan prosedur yang telah diberikan pada siatuasi baru. Siswa dengan tipe kepribadian guardian sudah mencapai beberapa indikator kemampuan koneksi matematik tetapi kurang teliti pada perhitungannya. Siswa dengan tipe kepribadian idealist sudah mencapai semua indikator kemampuan koneksi matematik. Siswa dengan tipe kepribadian rational sudah mencapai semua indikator kemampuan koneksi matematik. Abstract __________________________________________________________________ This study aims to: (1) determine the quality of the CUPs model qualitatively and quantitatively, (2) found a pattern of mathematics connections ability of students of class XI viewed by personality types. This study used mixed method with concurrent embedded design, which qualitative as a primary method. The design of quantitative research was quasi experimental with nonequivalent control group design. The subject of this study were 11th grader students of SMK N 1, Kab Semarang. The quality of learning qualitatively assessed from the planning and preparation, implementation, and assessment. The quality of learning quantitatively was analyze using paired t-test and z-test.The resul ts showed that the learning by using CUPs model qualified both qualitatively and quantitativly. Students with artistic personality types have achieved some indicators of mathematics connection ability, but are less fluent in using mathematical operations and have not been able to apply the conceptual relationships and procedures that have been assigned to a new situation. Students with guardian personality types have already achieved some indicators of mathematics connection capabilities but are less conscientious in their calculations. Students with idealist personality types have achieved all indicators of mathematical connection capability. Students with rational personality types have reached all indicators of mathematical connection ability. © 2017 Universitas Negeri Semarang
PENGGUNAAN PATI GANYONG (Canna edulis) SEBAGAI DISINTEGRAN PADA PEMBUATAN TABLET ASAM FOLAT DENGAN METODE CETAK LANGSUNG
Azhary, Deny Puriyani;
Zaelani, Diki;
Lestari, Tri
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 4 No Edisi Khus (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 Edisi Khusus SemNas Tanaman Obat Indon
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (336.015 KB)
Disintegran atau bahan penghancur adalah salah satu komponen penting dalam pembuatan sediaan tablet. Fungsi disintegran adalah memecah tablet sehingga zat aktif dapat dilepaskan. Disintegran yang biasa digunakan dalam formulasi sediaan tablet salah satunya adalah pati. Salah satu tumbuhan penghasil pati adalah ganyong. Ganyong (Canna edulis) merupakan umbi yang banyak ditemukan di Indonesia dan banyak mengandung pati namun belum banyak digunakan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan pati ganyong (Canna edulis) sebagai disintegran pada tablet asam folat dan dibandingkan dengan disintegran starch 1500. Tablet dibuat dengan metode cetak langsung tanpa proses granulasi. Evaluasi terhadap pati ganyong meliputi kadar air, uji swelling power, kecepatan alir, sudut diam dan kompresibilitas. Sedangkan evaluasi tablet asam folat meliputi keragaman bobot, keseragaman kandungan zat aktif, waktu hancur, disolusi, kekerasan dan friability tablet. Hasil evaluasi menunjukkan pati ganyong memiliki kompresibilitas yang tidak baik (kurang dari 20%). Sedangkan hasil evaluasi tablet menunjukkan tablet yang dibuat dengan pati ganyong memiliki waktu hancur yang sesuai persyaratan tablet yang baik, yaitu kurang dari 15 menit.
THE PURSUIT OF HAPPINESS UNDER DOMESTIC VIOLENCE AS REFLECTED ON NICHOLAS SPARK’S SAFE HAVEN
Pratiwi, Marisya;
Widayanti, Maria Johana Ari;
Margawati, Prayudias
Rainbow : Journal of Literature, Linguistics and Culture Studies Vol 7 No 1 (2018): Rainbow: Journal of Literature, Linguistics and Cultural Studies
Publisher : English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/rainbow.v7i1.23959
The objectives of this study are to find the motive of main character escape from her marriage and to explain how the main character struggle against life as reflected on Safe Haven novel. In doing this research, I used descriptive qualitative method because the data are taken in the form of words, sentences, utterances, and conversations made by the characters. There are several procedures to collect data; reading, identifying, inventorying, classifying, selecting and reporting. Millet's radical feminism theory was used to uncover some of the causes why domestic violence can occur, especially violence in women. The results of this study indicated that there is an existence of patriarchy system which controls social relationships within the family. The main character in this study tried to break the patriarchy system by escaping from her husband and changed all of her appearance. She started over her life in Southport in order to get her right which had been controlled by her husband. There she could live peacefully without violence and pressure. It also proved that women should use androgyny means they must have a side of masculinity to avoid being easily colonized and hurt by men in their private sphere.
PELATIHAN IN-SERVICE TERHADAP KOMPETENSI BABYSITTER
Widiastuti, Novi;
Gunawan, Agus;
Hernawati, Erna
Empowerment Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, No 1, Februari 2013
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (439.497 KB)
|
DOI: 10.22460/empowerment.v2i1p16-37.589
Keluarga adalah rumah pertama bagi seorang anak yang baru dilahirkan. Namun bagaimana jika orang tua yang sibuk dengan pekerjaannya diluar. Permasalahan ekonomi bangsa ini menyebabkan orang tua memerlukan bantuan orang lain dalam mengasuh anak. Jasa baby sitter menjadi sebuah solusi. Namun beberapa permasalahan yang berhasil diidentifikasi adalah sebagai berikut (1) Baby sitter yang ada saat ini belum mencapai standar kompetensi yang telah ditetapkan pemerintah. (2) Masih banyak baby sitter “gadungan” yang bukan berasal dari agen penyalur resmi. (3) Berkembangnya kasus-kasus kekerasan dan kecelakaan yang terjadi karena kesalahan pengasuhan yang dilakukan baby sitter.(4) Pelatihan yang ada saat ini bagi baby sitter berfokus pada perawatan secara fisik saja.(5) Terdapat model pelatihan in-service berbasis kompetensi bagi baby sitter yang memberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai perawatan dan pengasuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab beberapa pertanyaan sebagai berikut (1)Bagaimana penerapan pelatihan in service bagi baby sitter? (2)Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara pelatihan in service dengan kompetensi baby sitter? (3)Adakah perbedaaan kompetensi baby sitter berdasarkan tingkat pendidikan? Berdasarkan pertanyaan tersebut, maka teori yang melandasi penelitian ini adalah pelatihan in service, kompetensi baby sitter. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, metode deskriptif dengan sampel penelitian adalah 10 baby siter yang sudah pernah mendapatkan pelatihan tersebut. Hasil penelitiannya adalah sebagai berikut (1) Model Pelatihan in-service terdiri dari beberapa tahapan yaitu TrainingofTrainer (TOT), Perencanaan (Seleksi calon fasilitator dan Penetapan fasilitator), Pelaksanaan (Pengantar materi stimulasi, Brain storming mengenai aktivitas keseharian anak, Materi 1 : “Peraturan Menteri nomor 58 tahun 2009”, Demonstrasi mengenai “pola asuh yang biasa dilakukan dalam aktivitas anak”, Refleksi, Menyusun rencana unjuk kerja, Evaluasi, Pelatihan sehari bagi baby sitter, Pendampingan baby sitter oleh fasilitator. (2) Terdapat hubungan yang cukup signifikan antara pelatihan dan kompetensi baby sitter yaitu sebesar 0,728. Koefisien determinasi, sebesar 53% dari kompetensi baby sitter dipengaruhi oleh model pelatihan. (3) terdapat perbedaan kompetensi baby sitter dengan latar belakang pendidikan yang berbeda. Hal ini terlihat dari t hitung yang lebih besar dari t tabel 6,11>2,306.
Partisipasi Politik Masyarakat Dalam Diskursus Kolom Kosong Pada Pemilihan Bupati di Kabupaten Enrekang
Khaerah, Nur;
Junaedi, Junaedi;
Muslimin, Muslimin
Gorontalo Journal of Government and Political Studies Vol 2, No 1 (2019): Gorontalo Journal of Government and Political Studies
Publisher : Universitas Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (115.307 KB)
|
DOI: 10.32662/gjgops.v2i1.497
This article discusses Community Political Participation in the selection of regent and deputy regent candidates in the Enrekang Regency and to find out the efforts of the Empty column winning team in increasing the political articipation of the community to choose the empty column. The research method used is a qualitative descriptive method and using two kinds of data, namely primary data and secondary data. The results of this study indicate that the form of community political participation in the selection of the district Head and Deputy Regent of Enrekang district is the Electoral Activity, Lobbying, Organizational Activity, Contacting and Violence. Community participation in the electoral system and of course their have own reasons, star because of the political awareness of the community and most of them assume that choosing is the right of each individual so that everyone is free to choose according to their wishes without being influenced by others. The effort of the empty column winning team in increasing community participation to select the blank box is to focus on certain issues such as socializing the failure of the detention regentArtikel ini membahas tentang Partisipasi politik masyarakat dalam pemilihan calon Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Enrekang dan untuk mengetahui upaya tim pemenangan Kolom Kosong dalam meningkatkan Partisipasi politik masyarakat untuk memilih Kolom Kosong. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan dua macam data, yaitu data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk partisipasi politik masyarakat dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Enrekang yaitu dengan Electoral Activity, Lobbying, Organizational Activity, Contacting dan Violence. Keikutsertaan masyarakat dalam sistem pemilu dan tentunya memiliki alasan masing-masing, mulai karena kesadaran politik masyarakat. Upaya Tim Pemenangan Kolom Kosong dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Masyarakat untuk Memilih Kolom Kosong adalah dengan memfokuskan pada isu tertentu seperti mensosialisasikan kegagalan dari bupati petahana
Scrutinizing Papua from Nationalism, Identity Politics, and Indonesian National Integration Perspectives
Setiarsih, Ari;
Suharno, Suharno
Jurnal Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review Vol 3, No 2 (2018): Problems and Prospects after 20 Years Reform
Publisher : Political Science Program, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (215.783 KB)
|
DOI: 10.15294/ipsr.v3i2.13667
This study explores theoretically the problems of Papua in the perspective of nationalism, identity politics, and national integration of Indonesia. In the context of Papua, the problems of nationalism and integration is a sensitive issue both historically and realistically. This creates a dilemmatic situation to understanding the Papuan nationalism. This article used descriptive qualitative approach with library research. The sources of data are paper that consist books, scientific journals, and mass media which gathered through documentation techniques and discourse identification. While the data analysis techniques used content analysis techniques. This study shows that: first, the emergence of aspirations about Papuan justice and independence is an attempt to maintain the autonomy, identity, and unity of Papuans, so that nationalism is a sentiment and a movement. The construction of Papuan nationalism tends to be oriented towards the ethnocultural nationalism that constructed as identity politics, so that the development of Papuan identity leads to the construction of a resistant identity. Therefore, nationalism needs to be constructed through nation-building efforts. Second, political reasoning to affirm the integration of Papua and NKRI includes: (1) building a catalyst for conflict and intensive communication; (2) implementing the politics of recognition; (3) accelerated development based on local understanding and identity of indigenous Papuans; (4) changing the way the state views the Indonesian nationalism in Papua; (5) establishing the control of violence through strengthening the role of civil society.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode Tanya Jawab Pada Mata Pelajaran IPS di Kelas IV SDN No. 4 Siboang
Kamelia, Kamelia;
Firmansyah, Arif;
Dewi, Andi Imrah
Jurnal Kreatif Online Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Kreatif Online
Publisher : Jurnal Kreatif Online
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (247.873 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi penggunaan metode inkuiri dalam meningkatkan hasil belajar siswa Pada pembelajaran IPS. Masalah dalam penelitian ini yaitu rendahnya hasil belajar siswa kelas IV SDN No. 4 Siboang pada pembelajaran IPS.  Rumusan masalah yang diajukan yaitu apakah penggunaan Metode Inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS di kelas IV SDN No.4 Siboang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus dengan menggunakan desain penelitian model Kemis dan Mc Taggart. Adapun tahapan dalam penelitian ini meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini menggunakan media visual. Metode inkuiri merupakan pendekatan yang paling tepat untuk digunakan dalam pembelajaran IPS. Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi hasil observasi aktivitas guru, dan lembar observasi aktivitas siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN No.4 Siboang yang berjumlah 20 orang. Tes evaluasi hasil tindakan siklus I diperoleh persentase kentuntasan klasikal sebesar 55%, persentase daya serap klasikal 64% dan persentase siswa yang tidak tuntas 45%. Pada siklus II hasil tes evaluasi tindakan meningkat. Siklus II diperoleh persentase ketuntasan klasikal sebesar 85% persentase daya serap klasikal sebesar 77,5% dan persentase siswa yang tidak tuntas 15%. Hal ini dapat diartikan pembelajaran pada siklus II telah memenuhi indikator keberhasilan dengan nilai daya serap klasikal 70% dan ketuntasan belajar klasikal 80%. Berdasarkan nilai daya serap klasikal dan ketuntasan belajar klasikal pada kegiatan pembelajaran siklus II, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode tanya jawab dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas IV SDN No.4 Siboang.
Meningkatkan Hasil Belajar Ips Dengan Menggunakan Metode Diskusi Pada Siswa Kelas IV SDN No 3 Siwalempu
Kurese, Jamsar;
Firmansyah, Arif;
Misnah, Misnah
Jurnal Kreatif Online Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Kreatif Online
Publisher : Jurnal Kreatif Online
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (574.152 KB)
Metode dalam pembelajaran sangat mempengaruhi tinggi rendahnya hasil belajar siswa. Di kelas IV SDN NO 3 Siwalempu, banyak siswa hasil pembelajarannya kurang. Disamping itu dalam proses pembelajaran, motivasi siswa dalam belajar juga belum baik. Maka perlu penggunaan suatu metode pembelajaran yang dapat membantu siswa dalam meningkatkan hasil belajar terutama pada mata pelajaran IPS yang salah satunya adalah dengan penggunaan metode diskusi dalam proses pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus, yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi hasil belajar siswa yang diambil dari pemberian soal tes pada awal dan akhir siklus, kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran yang diambil dari lembar observasi kegiatan guru, aktivitas siswa yang diambil dari lembar observasi kegiatan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tindakan siklus I terdapat nilai rata-rata individu 6,5 dan nelai rata-rata kelompok 8 dan pada siklus II, Nilai rata-rata Individu 8,2 dan Nilai rata-rata kelompok 9. Hal ini berarti pembelajaran dengan menggunkan metode diskusi dapat meningkatkan hasil belajar siswa di bandingkan dengan hasil belajar secara individu. Kata Kunci: Hasil Belajar IPS dan Menggunakan Metode Diskusi.