Articles
KETRAMPILAN KEMAMPUAN BIMBINGAN ROHANI ISLAM UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS MAHASISWA
Azizah, Nur
At-Taqaddum Volume 11, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (838.533 KB)
|
DOI: 10.21580/at.v11i2.4680
Bimbingan Rohani Islam merupakan salah satu layanan yang harus diberikan untuk pasien, bisa dalam bentuk bimbingan dan motivasi bagi pasien dan keluarga secara rohani atau spiritual. Layanan spiritual memberikan tuntunan rohani dan untuk membantu meningkatkan motivasi untuk sembuh dan kesabaran selama menjalani perawatan atau pengobatan kepada pasien dan keluarga. Petugas atau pegawai Bimbingan Rohani Islam melakukan kunjungan secara rutin ke ruangan perawatan harus menyesuaikan kondisi pasien dan keluarganya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketrampilan kemampuan bimbingan rohani Islam untuk meningkatkan kualitas mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) di Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto.Metode yang digunakan adalah eksperimen pra-eksperimen (pre-eksperimental), dengan populasi sebanyak 18 mahasiswa. Metode pengumpulan data dengan menggunkan angket, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan t-test.Hasil penelitiannya bahwa Untuk analisis T Paired selalu N- 1. Di mana N adalah jumlah sampel. T = nilai t hitung: hasil 1,000: Harus dibandingkan dengan t tabel pada df 17. Apabila t hitung > t tabel: signifikan. Sig. (2-tailed): Nilai probabilitas/p value uji T Paired: Hasil = 0,063. Artinya: tidak ada perbedaan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Sebab: Nilai p value > 0,05 (95 % kepercayaan). Mean: -6,056. Bernilai Negatif: Artinya terjadi kecenderungan kenaikan pemahaman mahasiswa program Studi Bimbingan dan Konseling Islam sesudah perlakuan. Rata-rata kenaikannya adalah 3,039.
Studi Komparasi: Penerapan E-Government di Korea Selatan dan Indonesia
Wahyuningsih, Diah;
Purnomo, Eko Priyo
Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial Vol 5, No 2 (2020): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (565.78 KB)
|
DOI: 10.33506/jn.v5i2.822
Studi ini membahas perbandingan penerapan e-government di negara Korea Selatan dan Indonesia. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan e-government di Korea Selatan dan Indonesia, serta membandingkan penerapannya dan dampaknya terhadap pemberantasan korupsi di di kedua negara tersebut. Selain itu penulis juga merekomendasikan pengembangan e-government yang baik di Indonesia, melihat dari best practice e-government Korea Selatan. Dalam menulis artikel ini penulis menggunakan metode penelitian studi literatur. Hasil dari penulisan ini menjelaskan perbandingan perkembangan penerapan e-government di Kedua Negara tersebut dan dampaknya terhadap pemberantasan korupsi dan tata kelola pemerintahan.
KEPEMANDUAN DAN PENINGKATAN KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS PENGELOLA KAWASAN EKOWISATA GUNUNG API PURBA NGLANGGERAN
sucipto, Sucipto
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (345.048 KB)
|
DOI: 10.36456/penamas.vol4.no1.a2393
Gunung Api Purba Nglanggeran pada tahun 2015 telah ditetapkan menjadi bagian dari geopark gunung sewu dan masuk dalam geopark network di level internasional. Untuk itu, pelatihan bahasa inggris perlu dilakukan untuk menyiapkan SDM yang berkualitas dan meningkatkan keterampilan komunikasi serta meningkatkan standar pelayanan terhadap wisatawan mancanegara. Melihat kualitas SDM yang bervariasi maka metode yang dipilih dalam pelatihan yaitu, reading, vocabulary, diskusi, role play dan native speaker. Selama dua bulan pelatihan dilaksanakan, pengelola sudah memiliki keberanian untuk memandu wisatawan asing, mampu menjelaskan secara sederhana mengenai objek wisata yang ada dan memiliki kemampuan dalam membaca teks serta memilik hafalan kosa kota yang memadai sesuai dengan objek dan daya tarik wisata di Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran. Pengelola perlu memperkaya kosa kata, membiasakan komunikasi dalam bahasa inggris. Kemampuan bahasa inggris dapat meningkatkan pelayanan pengelola terhadap para wisatawan asing, dan pengelola mampu menyampaikan informasi dengan baik kepada wisatawan mancanegara.
The Dynamics of Women and Political Heritage in Yogyakarta: A Critical Reflection in Welcoming the Next Leader
Octastefani, Theresia;
Azizah, Nur
MUWAZAH: Jurnal Kajian Gender Vol 11 No 2 (2019)
Publisher : IAIN Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (347.17 KB)
|
DOI: 10.28918/muwazah.v11i2.2241
Yogyakarta Special Region (DIY) is an area still retains a strong cultural heritage, ranging from customs of Javanese-Islamic culture and Mataram Sultanate system. DIY becomes the only province that has a special authority to institutionalize the administration of government by placing the roles and responsibilities of the Ngayogyakarta Hadiningrat Sultanate and Kadipaten Pakualaman in filling the positions of provincial leaders. This process was legitimized by Indonesian Law No. 13 of 2012 about Special Administrative Status for Yogyakarta. But over time, polemics have emerged since Sri Sultan Hamengku Buwono X issued Sabda Raja and Dawuh Raja who reaped pros-cons and were clashed with the royal tradition’s values from generation to generation. Based on these realities, it becomes interesting to discuss about the dynamics of women and politics of heritage in DIY as a critical reflection in welcoming the next leader. On the one side, the system of the Javanese-Islamic Mataram Sultanate as a cultural heritage must be maintained. But on the other side, the aspect of modernity through the struggle for gender equality also opens the opportunity for Indonesian women are also capable of being and have become capable democratic leaders in the 21st Century.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG SENAM KAKI DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI KAKI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS
Yulia, Aida
Menara Ilmu Vol 14, No 1 (2020): VOL. XIV NO. 1 JULI 2020
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31869/mi.v14i1.1975
Diabetes Mellitus is a disease in which an increase in blood sugar levels in the body (hyperglycemia), one of the complications of diabetic foot that can result in amputation and death with an incidence rate of 23.5% and 32.5%. Foot exercises is an effort to prevent the occurrence of foot complications in patients with diabetes mellitus. People with diabetes mellitus need to know about foot so well that the incidence of diabetic foot can be avoided. The purpose of this research is to level of knowledge about foot exercises with precautions of foot complications in patients with diabetes mellitus at Public Health Care Lubuk Begalung Padang 2018. This research type is analytical with cross sectional approach. Population of 414 and samples of 80 patients with diabetes mellitus with accidental sampling sampling technique. This research was conducted on 21 July - 4 August 2018 at Public Health Care Lubuk Begalung Padang Datas were collected through questionnaires, univariate data analysis is shown in the frequency distribution table and bivariate using chi-square. The results of this study found that 77.5% have low knowledge and 22.5% high knowledge, as much as 53.8% take good precautions and 46.2% take unfavorable precautions. From the results of statistical tests obtained p = 0.327. It can be concluded that there is no correlation between the level of knowledge about exercises foot with the prevention of foot complications in patients with diabetes mellitus at the Public Healt Care Puskesmas Lubuk Begalung Padang 2018. Therefore, it is expected to puskesmas staff to improve the counseling program and giving counseling about exercises foot, and the results of this study can be the basis for the next researcher. KERWORDS : Knowledge; Precautions; Diabetic Foot
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA NY. “N†DENGAN PREEKLAMSIA PADA MASA KEHAMILAN SAMPAI DENGAN MASA NIFAS DI PBM SITI KOMARIYATUN AMD.KEB SUKOREJO BOJONEGORO
Azizah, Nur;
Luluk, Sri;
Alfadhiyah, Siti Nur
Asuhan Kesehatan : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 1 (2020): ASUHAN KESEHATAN JURNAL ILMIAH ILMU KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : AKADEMI KESEHATAN RAJEKWESI BOJONEGORO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAKPembangunan kesehatan di Indonesia dewasa ini masih diwarnai oleh rawannya derajat kesehatan ibu dan anak, terutama pada masalah masih tingginya angka kematian ibu dan angka kematian bayi. Preeklampsia dan eklampsia merupakan penyebab kematian ibu dan bayi yang tinggi di Indonesia. Preeklampsia merupakan penyulit kehamilan yang akut dan dapat terjadi pada masa kehamilan, persalinan dan masa nifas.Managemen kebidanan varney digunakan sebagai pendekatan dalam memberikan asyhan kebidanan berkelanjutan dalam Laporan tugas akhir ini serta didokumentasikan dengan menggunakan metode pendokumentasian SOAP (Subjektif, Objektif, Assessment, Planning).Hasil Laporan Tugas Akhir asuhan kehamilan yang diberikan fokus pada tanda kehamilan dan pada kehamilan trimester III usia kehamilan 34 minggu diperoleh hasil pemeriksaan ibu dengan risiko mengalami preeklampsia. Asuhan kebidanan masa nifas telah dilakukan sesuai dengan standar pelayanan masa nifas yaitu pada KF1 (3 jam post partum). KF 2 (7 hari post partum). KF 3 (2 minggu post patum). KF 4 (6 minggu post partum). Asuhan kebidanan bayi baru lahir yang dilakukan yaitu KN 1 (5 jam post partum). KN 2 (7 hari postpartum). KN 3 (2 minggu postpartum). Asuhan kebidanan pelayanan kontrasepsi pasca persalinan dilakukan pada 42 hari post partum, dengan hasil suami ibu memutuskan menggunakan kontrasepsi kondom.Tenaga kesehatan khususnya bidan diharapkan untuk menerapkan asuhan kebidanan secara berkelanjutan dengan tepat dalam melakukan pelayanan kebidanan sesuai dengan standar khususnya dalam pelayanan antenatal. Selain itu, untuk mencegah terjadinya preeklampsia adalah dengan menghilangkan atau mengurangi faktor risiko terjadinya preeklampsia. Ada faktor risiko yang bisa diubah dan ada yang tidak bisa. Faktor risiko yang bisa diubah dapat dihilangkan/dikurangi sehingga mengurangi risiko terjadinya preeklampsia.
RELATIONSHIP BETWEEN STRESS WITH SLEEP QUALITY IN ELDERLY
Sucipto, Sucipto;
Rinawati, Fajar
Asuhan Kesehatan : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 1 (2020): ASUHAN KESEHATAN JURNAL ILMIAH ILMU KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : AKADEMI KESEHATAN RAJEKWESI BOJONEGORO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRACTAging is a physiological process that starts from birth. This inevitable biological process includes health, social, cultural and economic dimensions. Elderly people will experience several changes in physiological functions that affect physical and psychological conditions. Increase and decrease in the elderly nervous system, will cause the elderly to experience health problems, one of which is a sleep disorder.Objective: This study aims to determine the relationship of stress with sleep quality in the elderly in Pondok Lansia An Nur and Posbindu Dharma Husada Insan Mandiri (DHIM) Balowerti Kota Kediri.Method: This research is a descriptive correlation study, with a cross sectional approach Test the results of research data using chisquare. The number of samples is 20 people.Results: there was a significant relationship between stress and sleep quality in the elderly with a p value of 0,000 (P <0.05).Discussion: This research is expected to be used as basic data for further research, namely measures of stress management and sleep improvement therapy, which are expected to improve the quality of life of the elderly. Keywords: Stress, sleep quality, elderly
GAMBARAN PENGGUANAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DENGANGAGALGINJAL KRONIS DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD 45 KUNINGAN
Muhajirin, Muhamad Iqbal;
Azizah, Nur;
Sajati, Dwicky Unggul
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 2 No 1 (2020): Volume 2 Nomor 1 Juni 2020
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55093/herbapharma.v2i1.119
Hipertensi bisa menjadi penyebab atau konsekuensi gagal ginjal kronis dan merupakan faktor resiko untuk perkembangan kerusakan ginjal yang lebih cepat. Penurunan tekana darah adalah yang efisien untuk mencegah atau memperlamabat perkembangan kerusakan ini. Tujuan penelitian ini. Adalah untuk mengetahui gambaran pengobatan antihipertensi pada pasien hipertensi dengan gagal ginjal kronis di sesuaikan dengan standar pengobatan Joint National Comittee ( JNC ) VII 2003. Pengambilan datamenggunakan metode restropektatif dengan melihat rakam medik pasien. Sampel pasien diambil dengan metode Purposive Sampling. Data dianalisis secara deskriptif non-eksperiemmental dengan mengevaluasi ketepatan pengobatan antihipertensi meliputi tepat umur, jenis kelamin dan pemakaian terapi obat tungal dan kombinasi pada pasien hipertensi dengan gagal ginjal kronis kemudian didseuaikan dengan referensi yang diacu Guideline Joint National Committee ( JNC ) 7 2003, disajikan dengan presentase. Jumlah pasien yang mengunakan obat antihipertensi 725 pasien dan sampel yang ambil 88 pasien, penelitian diperoleh hasil jenis kelamin perempuan 36,60 % dan laki – laki 63,40 % pengunaan obat antihipertensi yaitu obat tunggal yang digunakan adalah CCB, Angiontensin II Antagonis, dan Diuretik 30,70 % dan obat akombinasi yang paling banyak digunakan adalah Angiontensin II Antagonis dan CCB 25 pasein. Hasil penggunaan obat antihipertensi pada pasein hipertensi dengan gagal ginjal kronis penggunaan obat kombinasi dinyatakan tidak rasional karena banyak kombinasi yang tidak sesuai dengan Joint National Committee ( JNC ) VII 2003.
REFORMULATION OF FAMILY LEGAL IN INDONESIA FOR FEMALE MASLAHAH
Wahidullah, Wahidullah;
Murniati, Murniati;
Farida, Yushinta Eka;
Jumaiyah, Jumaiyah
Asy-Syari'ah Vol 22, No 1 (2020): Asy-Syari'ah
Publisher : Faculty of Sharia and Law, Sunan Gunung Djati Islamic State University of Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/as.v22i1.7770
Abstract: One form of innovation proposed by Islamic banks to support the needs of the community is The Sharia Gold-pawning Service. However, worries arise for the Rahn service (gold pawning) since the service is not beneficial in gaining profits. By this service, Islamic banks only gain profits from the maintenance service of goods that are pledged as collateral. The problem occurs as the profit is taken from the percentage of the amount of the loan provided by a Sharia bank to its customer which is considered to have no cost differential as the practices undertaken in conventional banking. Therefore, this is an interesting topic to discuss among academics related to the amount and calculation of maintenance services that customers must pay to the bank. If maintenance services are determined based on the percentage of the financing or loan’s amount, then there is a credit interest value on the financing that must be returned by the customer as a collateral for maintenance services calculated from the amount of the loan. Thus, this study is intended to analyze the concept of covenant and its application in financing gold pawning in Islamic banks. The objects of this study are those concerning the Islamic Commercial Bank, including Bank Syariah Mandiri and Bank Jabar Banten Syariah.Abstrak: Di dalam Undang-undang Nomor 1 tahun 1974 Pasal 3 ayat 1 dan 2, memberiÂkan penjelasan tentang asas perkawinan adalah monogami akan tetapi bersifat terbuka, atau dalam KHI menggunakan istilah poligami terbatas sampai dengan empat isteri, akan tetapi dengan catatan kemampuan memberi nafkah dan berbuat adil terhadap isteri-isteri dan anak-anaknya. Rumah tangga yang dibangun berdasarkan poligami sebagian masyarakat menjadi hal yang kontroversi, akan tetapi normatifitas hukum telah disahkan dan itu sebuah realitas sosial terjadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan mengumpulkan data berupa pustaka pustaka (literature research), adapun langkah-langkah dalam penelitian ini dengan membaca literatur berupa buku, artikel, peraturan perundang-undangan serta fatwa. Data tersebut di analisis dengan metode deskriftif kualitatif guna memperoleh hasil penelitian dengan berpijak pada teori yang terkait dengan penelitian Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada perempuan yang rela di poligami. Pada kasus poligami perempuan merupakan obyek kekerasan yang terbungkus rapi dalam kehidupan rumahtangga.
ANALISIS KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF SISWA PADA PRAKTIKUM ASAS BLACK BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING DAN BERBANTUAN MAKROMEDIA FLASH
Sriatun, Sriatun;
Ellianawati, Ellianawati;
Hardyanto, Wahyu;
Milah, Isna Lukluil
Physics Communication Vol 2, No 1 (2018): February 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (315.461 KB)
|
DOI: 10.15294/physcomm.v2i1.12157
Pembelajaran di dalam laboatorium membantu siswa dalam mengasah keterampilan mereka menemukan masalah yang ada dalam pembelajran. Siswa dapat berperan aktif dalam pelaksanaan praktikum dan dapat mengobservasi masalah apa yang terjadi serta menemukan cara penyelesaian. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui peningkatan kemampuan berfikir kreatif peserta didik SMK Cordova Margoyoso setelah diterapkan model Problem Based Learning (PBL) dalam praktikum asas black menggunakan makromedia flash. Hasil analisis menggunakan skor rata-rata tes pre test awal sebesar 17,25 dan skor rata-rata post tes akhir sebesar 33,85. Berdasarkan hasil yang diperoleh, disimpulkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa setelah diterapkan model Problem Based Learning dalam praktikum asas black menggunakan makromedia flash. Model Problem Based Learning dalam praktikum asas black menggunakan makromedia flash mengharuskan siswa aktif dan membiasakan untuk berpikir kreatif. Model ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mampu menyelesaikan masalah dengan cara yang fleksibel dan mempunyai alasan mengapa memilih cara tersebut (elaborasi).