Articles
Hubungan Depresi dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2
Dewi Ulfani;
Safruddin;
Sudarman
Window of Nursing Journal Vol. 2 No. 1 (Juni, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (472.186 KB)
|
DOI: 10.33096/won.v2i1.374
Diabetes mellitus is a serious problem for global health regardless of socio-economic status or national boundaries. Diabetes mellitus is a chronic disease that cannot be completely cured and greatly affects the patient's quality of life. The incidence of DM continues to increase both in the world and in Indonesia, so far more research has been about the problem of DM clinics so that more research is needed on the quality of life. In addition, low quality of life and psychological problems can exacerbate metabolic disorders, either directly through a stress harmonic reaction or indirectly through complications. The purpose of this study was to determine the relationship between depression and quality of life of type 2 diabetes mellitus sufferers at the West Kabaena Health Center, Bombana Regency. This type of research is quantitative, with a cross sectional study design. The sample determination is done by using purposive sampling technique with a sample size of 35 respondents. The relationship test was performed using the Continuity Correction test with a significance level of α <0.05. The results showed that there was a relationship between depression and the quality of life of type 2 DM patients (p = 0.001 <0.05). The conclusion of the study is that the higher the level of individual depression, the less individual perceptions of the quality of life of type 2 DM patients. From this conclusion it is hoped that nurses will carry out health education and overcome depression in DM sufferers to improve the quality of life.
Hubungan Tingkat Kecemasan terhadap Peningkatan Tekanan Darah pada Lansia di Puskesmas Jumpandang Baru
Nurfitri;
Safruddin;
Asfar, Akbar
Window of Nursing Journal Vol. 2 No. 2 (Desember, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (386.155 KB)
|
DOI: 10.33096/won.v2i2.558
Data World Health Organization (WHO) tahun 2015 menunjukkan sekitar 1,13 Miliar orang di dunia menyandang hipertensi, artinya 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis hipertensi. Jumlah penyandang hipertensi terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,5 Miliar orang yang terkena hipertensi, dan diperkirakan setiap tahunnya 9,4 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasinya. Riskesdas 2018 menyatakan prevalensi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran pada penduduk usia ≥18 tahun sebesar 34,1%, tertinggi di Kalimantan Selatan (44.1%), sedangkan terendah di Papua sebesar (22,2. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar penderita Hipertensi tidak mengetahui bahwa dirinya Hipertensi sehingga tidak mendapatkan pengobatan (Menkes Ri, 2017). Pada pengambilan data awal yang diperoleh dari puskesmas Jumpandang Baru pada periode bulan September - November 2020 hasil data dari lansia dengan usia 60 tahun sampai 74 tahun di dapatkan hipertensi 15 orang, arthritis 5 orang, DM 10 orang, ISPA 4 orang, THT 3 orang dan gastritis 10 orang. Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah untuk mengeetahui hubungan tingkat kecemasan terhadap peningkatan tekanan darah pada lansia di puskesmas jumpandang baru Makassar. Desain penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu desenptik kuantitatif cross secsional di mana peneliti mencari hubungan antara variable independen (tergantung) dengan melakukan pengukuran sesaat. Artinya setiap subjek hanya diobservasi satu kali saja dan pengukuran variable subjek dilakukan pada saat pemeriksaan.
Pengaruh Edukasi terhadap Pemahaman Masyarakat dalam Upaya Pencegahan Covid-19 di Ruang Pelayanan Kantor Camat Panakkukang
Umar, Parakiti;
Safruddin;
Sudarman
Window of Nursing Journal Vol. 2 No. 2 (Desember, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (213.496 KB)
|
DOI: 10.33096/won.v2i2.893
Pandemi COVID-19 saat ini menjadi trend dan isu dalam dunia kesehatan. Pemerintah menyikapi hal ini dengan mengeluarkan berbagai kebijakan dalam menekan penyebaran virus salah satunya dengan protokol kesehatan 3M dan memasifkan edukasi tentang upaya pencegahan COVID-19 namun masih banyak masyarakat memiliki pemahaman yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pemahaman masyarakat dalam upaya pencegahan COVID-19 diruang Pelayanan Kantor Camat Panakkukang. Jenis Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif desain pre-experimental one group pre test-post test. Adapun penentuan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling dengan sampel sebanyak 50 responden. Uji hubungan dilakukan dengan menggunakan uji statistik Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan a = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman masyarakat sebelum dilakukannya edukasi (pretest) terkait 3M, PHBS, dan Gizi tergolong rendah dengan skor terendah adalah 7 (4%) dan skor tertinggi adalah 19 (2%). Dan tingkat pemahaman masyarakat setelah dilakukannya edukasi terkait 3M, PHBS, dan Gizi meningkat berdasarkan hasil posttest dengan skor terendah adalah 16 (6%) dan skor tertinggi adalah 20 (36%). Terdapat pengaruh antara sebelum edukasi pencegahan covid 19 (pretest) dengan setelah edukasi pencegahan covid-19 (posttest) di Ruang Pelayanan Kantor Camat Panakukang. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh edukasi terhadap pemahaman masyarakat dalam upaya pencegahan COVID-19 di Ruang Pelayanan Kantor Camat Panakukkang Kota Makassar dengan nilai sebesar 0,000 < 0,05.
Hubungan Depresi dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2
Dewi Ulfani;
Safruddin;
Sudarman
Window of Nursing Journal Vol. 2 No. 1 (Juni, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/won.v2i1.287
Diabetes Mellitus (DM) merupakan masalah serius bagi kesehatan global yang tidak melihat status sosial ekonomi maupun batas negara. Diabetes mellitus adalah salah satu penyakit kronis yang tidak dapat sembuh secara menyeluruh dan sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien. Insiden DM terus meningkat baik di dunia maupun di Indonesia, selama ini lebih banyak penelitian yang mengangkat seputar masalah klinik DM sehingga perlu penelitian lebih banyak mengenai kualitas hidup. Selain itu, kualitas hidup yang rendah serta problem psikologis dapat memperburuk gangguan metabolic, baik secara langsung melalui reaksi stress harmonal ataupun secara tidak langsung melalui komplikasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara depresi dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Kabaena Barat Kabupaten Bombana. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan rancangan penelitian cross sectional. Adapun penentuan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan besar sampel sebanyang 35 responden. Uji hubungan dilakukan dengan menggunakan uji continuity correction dengan tingkat kemaknaan α < 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara depresi dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2 (p = 0.001 < 0.05). Kesimpulan dari penelitian adalah bahwa semakin tinggi tingkat depresi individu maka semakin kurang persepsi individu terhadap kualitas hidup pasien DM tipe 2. Dari kesimpulan ini diharapkan kepada perawat melakukan pendidikan kesehatan dan mengatasi depresi penderita DM untuk meningkatkan kualitas hidup.
Pengaruh Terapi Relaksasi Napas Dalam terhadap Penurunan Tekanan Darah Pasien Hipertensi
Dian Islamiati Tandialo;
Safruddin;
Akbar Asfar
Window of Nursing Journal Vol. 3 No. 2 (Desember, 2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/won.v3i2.54
Hipertensi adalah suatu kondisi di mana pembuluh darah terus-menerus meningkatkan tekanan darah. Melalui teknik relaksasi dalam secara otomatis akan merangsang sistem saraf simpatis untuk menurunkan kadar zat ketokolamin yang mana ketokolamin adalah suatu zat yang dapat menyebabkan konstriksi pembuluh darah sehingga dapat menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan tekanan darah pasien hipertensi. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Wania SP1 Kabupaten Mimika, Papua pada bulan Februari – Maret 2022. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian quasy experimental pre test-post test with control group design yang merupakan pengelompokan anggota sampel dengan 2 kelompok yang terdiri dari 15 kelompok perlakuan dan 15 kelompok kontrol, dengan jumlah populasi 30 orang, kelompok perlakuan diberikan perlakukan dan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan. Tekanan darah ini akan di ukur menggunakan alat ukur seperti : lembar observasi, dan sphygnomanometer/ tensimeter digital. Hasil penelitian hipertensi kelompok perlakuan tekanan darah sistolik P=0,000 dan tekanan darah diastolik P=0,001 sedangkan kelompok kontrol tekanan darah sisolik P=0,059 dan tekanan darah diastolik P=0,192. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan tekanan darah. Diharapkan peneliti selanjutnya untuk memperbanyak populasi dan sampel menjadi lebih besar dan memperhatikan frekuensi pemberian terapi relaksasi nafas dalam.
Hubungan Tingkat Kecemasan terhadap Peningkatan Tekanan Darah pada Lansia di Puskesmas Jumpandang Baru
Nurfitri;
Safruddin;
Akbar Asfar
Window of Nursing Journal Vol. 2 No. 2 (Desember, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/won.v2i2.991
Hipertensi terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,5 Miliar orang yang terkena hipertensi, dan diperkirakan setiap tahunnya 9,4 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasinya. Data Puskesmas Jumpandang Baru periode September - November 2020 menunjukan lansia usia 60 sampai 74 tahun dengan hipertensi mengalami peningkatan dibandingkan dengan penyakit yang lain. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan terhadap peningkatan tekanan darah pada lansia. Metode penelitian ini jenis kuantitatif menggunakan metode analitik observasional menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Incindental Sampling dan didapat populasi 47 lansia, dan sampel 42 lansia dengan tekanan darah normal tidak disertai kecemasan 3 orang, kecemasan ringan dengan tekanan darah normal 3 orang, tekanan darah ringan 3 orang, tekanan darah sedang 3 orang. Kecemasan sedang dengan tekanan darah normal 2 orang, tekanan darah ringan 11 orang, dan tekanan darah sedang 10 orang. Kecemasan berat dengan tekanan darah ringan 4 orang, tekanan darah sedang 1 orang dan tekanan darah berat 2 orang. Teknik pengambilan data dengan menggunaka kuisioner. Analisis data menggunakan Uji Chi-Square. Hasil analisis hubungan tingkat kecemasan terhadap peningkatan tekanan darah pada lansia di puskesmas Jumpandang Baru kota Makassar didapatkan P-value=0,001 dengan a=0,05. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan tingkat kecemasan terhadap peingkatan tekanan darah pada lansia di puskesmas jumpandang baru kota Makassar. Salah satu cara untuk menurunkan tekanan darah pada lansia yang disertai kecemasan ialah pihak Puskesmas melakukan penyuluhan rutin dan tepat sasaran.
Pengaruh Edukasi terhadap Pemahaman Masyarakat dalam Upaya Pencegahan Covid-19 di Ruang Pelayanan Kantor Camat Panakkukang
Umar, Parakiti;
Safruddin;
Sudarman
Window of Nursing Journal Vol. 2 No. 2 (Desember, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/won.v2i2.992
Pandemi Covid-19 saat ini menjadi trend dan isu dalam dunia kesehatan. Pemerintah menyikapi hal ini dengan mengeluarkan berbagai kebijakan dalam menekan penyebaran virus salah satunya protokol kesehatan 3M dan memasifkan edukasi tentang upaya pencegahan Covid-19 namun masih banyak masyarakat memiliki pemahaman rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pemahaman masyarakat dalam upaya pencegahan Covid-19 di ruang Pelayanan Kantor Camat Panakkukang. Jenis Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif desain pre-experimental one group pre test-post test. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling dan sampel sebanyak 50 responden. Uji hubungan dilakukan menggunakan uji statistik Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan a = 0.05. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pemahaman masyarakat sebelum dilakukan edukasi (pretest) terkait 3M, PHBS, dan gizi tergolong rendah dengan skor terendah adalah 7 (4%) dan skor tertinggi adalah 19 (2%). Dan tingkat pemahaman masyarakat setelah dilakukannya edukasi terkait 3M, PHBS, dan gizi meningkat berdasarkan hasil post test dengan skor terendah adalah 16 (6%) dan skor tertinggi adalah 20 (36%). Terdapat pengaruh antara sebelum edukasi pencegahan Covid-19 (pretest) dengan setelah edukasi pencegahan Covid-19 (post test) di ruang Pelayanan Kantor Camat Panakukang. Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat pengaruh edukasi terhadap pemahaman masyarakat dalam upaya pencegahan Covid-19 di ruang Pelayanan Kantor Camat Panakukkang dengan nilai sebesar 0.000. Oleh karenanya, diharapkan masyarakat dapat memahami dan meningkatkan penerapan protokol kesehatan dengan menjalankan 3M serta PHBS dan gizi. Saran peneliti bagi Pemerintah Kecamatan Panakukkang dengan meningkatkan penyuluhan masyarakat diluar baik yang datang mengurus ke kantor camat maupun masyarakat yang berada di lingkungan Kecamatan Panakukkang.
Tingkat Pengetahuan Perawat terhadap Perawatan Luka Menggunakan Metode Moist Wound Healing
Della Safitri;
Munir, Nur Wahyuni;
Safruddin
Window of Nursing Journal Vol. 3 No. 2 (Desember, 2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/won.v3i2.854
Moist wound healing adalah metode mempertahankan isolasi lingkungan luka yang tetap lembab dengan menggunakan balutan penahan kelembaban sehingga penyembuhan luka dan pertumbuhan jaringan dapat terjadi secara alami. Pengetahuan sangat penting dalam penggunaan dan pemilihan produk perawatan luka terutama pemilihan balutan. Penelitian ini tertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan perawat terkait perawatan luka dengan metode moist wound healing. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif. Adapun sampel pada penelitian ini berjumlah 55 orang perawat di RSUD Labuang Baji Makassar. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan berisi 20 butir pertanyaan dan dilaksanakan pada Juli - Agustus 2022. Hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk tabel frekuensi sesuai tujuan penelitian dan disertai narasi sebagai penjelasan. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan responden tergolong tinggi karena menunjukkan tingkat pengetahuan baik sebanyak 53 perawat (96,4%) namun seluruh perawat belum pernah mengikuti pelatihan terkait perawatan luka. Mayoritas responden memiliki pengetahuan baik yang sangat dipengaruhi oleh usia, tingkat pendidikan dan lama kerja perawat walaupun belum pernah mengikuti pelatihan perawatan luka metode moist woung healing. Melalui hasil penelitian ini diharapkan bagi pihak rumah sakit dapat memfasilitasi pelatihan perawatan luka kepada perawat.
Efektifitas Aromaterapi Lavender Terhadap Kualitas Tidur Pasien Congestive Heart Failure
Awindah;
Safruddin;
Sudarman;
Andi Yuliana
Window of Nursing Journal Vol. 4 No. 1 (Juni, 2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/won.v4i1.625
Gangguan kualitas tidur merupakan salah satu masalah yang paling umum terjadi pada pasien congestive heart failure. Terapi non farmakologis yang dapat membantu meningkatkan kualitas tidur ialah dengan mencium wewangian seperti wangi dari bunga lavender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap kualitas tidur pada pasien congestive heart failure di RSUD Labuang Baji. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan desain Quasy Experiment dengan metode Non Equivalent control group Pretest and Posttest. Adapun penentuan sampel dilakukan dengan teknik probability sampling dengan simple random sampling sebanyak 30 pasien congestive heart failure. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner Pittsburgh Sleep Quaity Indeks (PSQI). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney dengan tingkat kemaknaan α < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok control, dengan nilai p= 0,008 pada kelompok intervensi dan nilai p=0,157 pada kelompok kontrol. Terdapat pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap kualitas tidur pada pasien congestive heart failure di RSUD Labuang Baji dengan nilai p=0,000, yang menunjukkan bahwa Ha diterima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap peningkatan kualitas tidur pada pasien congestive heart failure di RSUD Labuang Baji.
Relaksasi Otot Progresif terhadap Tingkat Stres pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
Hilda;
Safruddin;
Alam, Rizqy Iftitah
Window of Nursing Journal Vol. 4 No. 1 (Juni, 2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/won.v4i1.729
Diabetes Mellitus (DM) adalah suatu penyakit yang ditandai oleh kadar glukosa darah melebihi normal dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang disebabkan oleh kekurangan hormon insuin secara relatif maupun absolut. Adanya penyakit diabetes melitus yang terjadi dapat mempengaruhi tingkat stress pasien sehingga perlu adanya penanganan komplementer seperti pemberian terapi relaksasi otot progresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap tingkat stress pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Bhayangkara. Desain penelitian ini menggunakan Quasy eksperimen dengan pendekatan one group pre test-post test. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan consecutive sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 33 responden. Uji beda dilakukan dengan menggunakan uji Paired sample T test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap tingkat stress pada pasien diabetes melitus tingkat 2 dengan nilai p-value 0.001 (<0.05) dengan nilai sebelum diberikan terapi relaksasi tingkat stress pada kategori parah yakni 17 (51.5%) dan setelah diberikan terapi relaksasi tingkat stress paling banyak ppada kategori sedang dengan jumlah 15 (45.5%). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terapi relaksasi otot progresif dapat membantu dalam menurunkan tingkat stress pasien diabetes melitus. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi acuan penelitian selanjutnya dalam menurunkan tingkat stress pada pasien diabetes melitus tipe 2.