Articles
Komunikasi Matematis Tulis Siswa dalam Pemecahan Masalah Matematika
Ikhtiar, Muhammad Awwalul;
Sudirman, Sudirman;
Hidayanto, Erry
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/jipm.v10i1.8398
Komunikasi merupakan salah satu bagian terpenting dalam pembelajaran dan pendidikan matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komunikasi matematis tulis siswa kelas VIII.7 SMPN 14 Malang dalam memecahkan soal cerita sistem persamaan linear dua variabel. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Terdapat 3 subjek pada penelitian ini yang dipilih berdasarkan nilai ulangan akhir semester ganjil pelajaran matematika dan mempertimbangkan saran guru yang mewakili masing-masing kategori kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan diperoleh hasil bahwa siswa dengan kemampuan matematika tinggi akurat, lengkap dan lancar untuk setiap langkah penyelesaian yang ada, yaitu memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali. Siswa dengan kemampuan matematika sedang akurat dalam memahami masalah dan membuat rencana, sedangkan dalam melaksanakan rencana dan memeriksa kembali siswa tersebut tidak akurat dan siswa tersebut lengkap dan lancar untuk setiap langkah penyelesaian. Siswa dengan kemampuan matematika rendah tidak memiliki keakuratan dalam setiap langkah penyelesaian, sedangkan dalam kategori lengkap siswa tersebut tidak lengkap pada langkah memeriksa kembali dan pada kategori kelancaran siswa tersebut lancar untuk setiap langkah penyelesaian yang ada.
Analisis Berpikir Reflektif Siswa Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Ditinjau Dari Tipe Kepribadian
Ngadino, Dede;
Sukoriyanto, Sukoriyanto;
Sudirman, Sudirman
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/jipm.v10i2.9009
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis berpikir reflektif siswa dalam menyelesaikan masalah matematika ditinjau dari tipe kepribadian. Jenis penelitian yaitu penelitian kualitatif. Pengambilan subjek dilakukan dengan mengamati karakteristik siswa dengan merujuk pada ciri-ciri tipe kepribadian introvert maupun ekstrovert. Siswa yang memenuhi karakteristik tipe kepribadian kemudian diberikan soal tes yang dikerjakan secara think a loud dan dilakukan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menyelesaikan soal, kedua siswa dengan tipe kepribadian yang berbeda mampu memenuhi semua indikator berpikir reflektif yaitu Reacting (berpikir reflektif untuk aksi), Comparing (berpikir reflektif untuk evaluasi) dan Contemplating (berpikir refektif untuk inkuiri kritis). Jika dilihat dari proses kerja kedua siswa, tampak bahwa dengan tipe kepribadian yang berbeda dapat menghasilkan cara kerja yang berbeda pula. Tipe kepribadian introvert cenderung menyelesaikan masalah dengan teliti dan terperinci dari awal sampai akhir. Sementara tipe kepribadian ekstrovert cenderung menyelesaikan masalah dengan cara yang tidak detail serta tergesa-gesa dalam pengambilan keputusan tanpa berpikir dengan baik sehingga hasil yang diperoleh keliru. Setelah melalui tahap refleksi sehingga dapat memperbaiki cara kerja hingga memperoleh hasil yang benar.Kata kunci: Berpikir reflektif; tipe kepribadian AbstractThis study aims to analyze students' reflective thinking in solving math problems in terms of personality types. This type of research is qualitative research. Subject taking is done by observing the characteristics of students by referring to the characteristics of introvert and extrovert personality types. Students who meet the characteristics of the personality type are then given test questions that are done think a loud and are interviewed. The results showed that in solving the questions, the two students with different personality types were able to fulfill all indicators of reflective thinking, namely Reacting (reflective thinking for action), Comparing (reflective thinking for evaluation) and Contemplating (reflective thinking for critical inquiry). When viewed from the work process of the two students, it appears that with different personality types can produce different ways of working. The introvert personality type tends to solve problems thoroughly and in detail from start to finish. While the extrovert personality type tends to solve problems in a way that is not detailed and rushed in making decisions without thinking well so that the results obtained are wrong. After going through the reflection stage so that it can improve the way it works to get the right results.Keywords: Reflective thinking; personality type
Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Pada Materi Komposisi Fungsi
Utami, Nur Isnaini;
Sudirman, Sudirman;
Sukoriyanto, Sukoriyanto
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/jipm.v10i1.8268
Aspek pemahaman konsep matematis menjadi dasar utama siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Tujuan penelitian ini adalah memberikan deskripsi kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas XI SMKN 1 Kudus dalam menyelesaikan soal komposisi fungsi. Indikator pemahaman matematis pada penelitian ini mengacu kriteria mengukur kemampuan pemahaman matematis Thompson, sehingga peneliti dapat mengukur dan mengetahui bagaimana kemampuan pemahaman matematis subjek penelitian. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 siswa kelas XI Tata Boga 3 dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan 3 buah soal materi komposisi fungsi berupa tes tertulis berbentuk uraian yang telah disesuaikan dengan indikator pemahaman matematis yang digunakan. Setelah rangkaian proses analisis data dilakukan, hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman matematis dari ketiga subjek penelitian tergolong sangat tinggi berdasarkan tabel klasifikasi kemampuan pemahaman matematis, yaitu sebesar 86%. Secara garis besar, subjek menyelesaikan soal tes yang diberikan sesuai dengan aturan konsep, notasi, dan istilah dalam materi komposisi fungsi, meskipun masih terdapat kesalahan miskonsep yang dilakukan.The aspect of understanding mathematical concepts is the main basis for students in solving math problems. The purpose of this research is to describe the ability of students to understand mathematical concepts in class XI SMKN 1 Kudus in solving the composition of functions. Indicators of mathematical understanding in this study refer to the criteria for measuring Thompson's mathematical understanding so that researchers can measure and find out how the subject's mathematical understanding ability. This research used a qualitative descriptive method. The subjects in this study were 3 students of class XI “Tata Boga” 3 using the purposive sampling technique. The research instrument used 3 questions about the composition of the function in the form of a written test in the form of a description which has been adjusted to the indicators of mathematical understanding. After a series of data analysis processes were carried out, the results of this study indicated that the mathematical comprehension ability of the three research subjects was classified as very high based on the classification table of mathematical comprehension abilities, which was 86%. The subject completed the test questions given in accordance with the concept rules, notations, and terms in the function composition material, although there were still misconceptions that were made.
Mediasi Antarbudaya Untuk Pencegahan Stres Akulturasi Pada Mahasiswa Urban
Andhika Yudha Pratama;
Saputra, Meidi;
Mawarti, Rista Ayu;
Sudirman, Sudirman
Jurnal Civic Hukum Vol. 8 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/jch.v8i2.26523
Intercultural mediation is considered to be one of the approach disciplines in building good and positive relations between multicultural community spaces. This approach places great importance on a dialogical space that involves social groups with equal principles. Therefore, this approach is very much needed in the composition of a society that has diverse cultures. One of how the diversity of the community is built is the relationship between urban groups of students and residents. In several cities in Indonesia, the composition of the two in terms of numbers shows a very large number. This study seeks to explain the importance of intercultural mediation as a priority need to create a harmonious space in society. This needs to be studied because in many cases it is difficult for urban students to blend in with their new environment so they experience acculturation stress which leads to conflict and failure to study. This research will be conducted using a qualitative method with a case study approach. Exploration of cases regarding the symptoms and facts of acculturation stress that have been experienced by students is the main narrative in this study. Case studies that occur in the largest urban students destinations such as Yogyakarta, Surabaya, Jakarta, Malang, and Bandung will be the main focus of the search. This study will present a narrative about the strong relationship between intercultural mediation as a solution to the problem of cultural acculturation stress in urban student groups. The existence of a dialogue room that focuses on cultural recognition and social understanding between groups available in cities where many students come needs to be created and improved. Many ways can be done such as student day programs on campus with a duration of up to two semesters, community involvement around campus in new student orientation programs, and cultural festivals, policy making from the local government that regulates urban student administration. It is hoped that this study will become an important study for the community, universities, and all stakeholders to design preventive efforts through the development of various models of intercultural mediation implementation so that acculturation stress in urban students can be minimized.
Keterampilan Berpikir Kritis Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Ditinjau dari Perbedaan Gender
Wahyuningtiyas, Kharisma;
Sudirman, Sudirman;
Subanji, Subanji
MATHEMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 6, No 1 (2024): MATHEMA
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33365/jm.v6i1.3516
Keterampilan berpikir kritis merupakan kemampuan yang harus dikembangkan dan harus dimiliki seseorang dalam penyelidikan dimana melibatkan Interpretation, Analysis, Evaluation, Inference, Explanation, dan Self-Regulation. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan masalah matematika ditinjau dari perbedaan gender. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dimana metode ini digunakan untuk menganalisis keterampilan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan masalah matematika ditinjau dari perbedaan gender. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 4 Malang kelas akselerasi yang berjumlah 30 siswa, 20 siswa perempuan dan 10 siswa laki-laki, setelah melalui pertimbangan diambil subjek berdasarkan gender yaitu dua siswa laki-laki dan dua siswa perempuan yang dianalisis dengan perbandingan tetap. Teknik dalam pengumpulan data adalah observasi, tes dan wawancara. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini bahwa terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa perempuan dan siswa laki-laki dalam menyelesaikan masalah matematika dimana siswa perempuan mampu memenuhi keterampilan berpikir kritis secara baik dan rinci sehingga memenuhi indikator Interpretation, Analysis, Evaluation, Inference, Explanation, dan Self-Regulation. Sedang siswa laki-laki dalam menyelesaikan masalah tidak terlalu rinci dan tidak melakukan pengecekan dikarenakan siswa laki-laki lebih memikirkan pekerjaan yang praktis dan lebih berfokus ke hasil akhir sehingga dalam keterampilan berpikir kritis siswa laki-laki hanya memenuhi indikator Interpretation, Analysis, Evaluation dan Inference.
Dental Service Quality and Patient Satisfaction: Insights From Anutapura General Hospital, Palu City
Sudirman, Sudirman;
Herlina Yusuf;
Nurhidayati, Nurhidayati;
Maya Ariandini
Journal of Public Health and Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Pusat Pengembangan Teknologi Informasi dan Jurnal Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56338/jphp.v4i1.5076
Introduction: In line with Indonesia's healthcare development, this study investigates the impact of service quality dimensions on patient satisfaction in dental clinics at Anutapura General Hospital, Palu City. Emphasizing health as a fundamental human right, the research aligns with national objectives for comprehensive healthcare efforts. Method: Employing quantitative methods, data from 97 patients was collected through convenience sampling, focusing on dimensions including physical evidence, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. Result: Analysis revealed significant correlations between these dimensions and patient satisfaction. Notably, patients perceiving good physical evidence and reliability reported higher satisfaction levels. However, responsiveness showed a positive trend without statistical significance. Assurance and empathy emerged as crucial determinants, significantly influencing patient satisfaction. These findings emphasize the importance of infrastructure investment, staff training, and patient-centered care approaches in enhancing service quality. Conclussion: The study underscores the need for continuous quality improvement efforts to achieve better healthcare outcomes in dental care settings. Prioritizing patient perspectives, fostering trust and empathy in patient-provider relationships, and sustaining quality enhancement initiatives are vital for advancing healthcare quality and patient satisfaction in Indonesia's evolving healthcare landscape.
IMPLEMENTASI SUPERVISI AKADEMIK DALAM PENINGKATAN PROFESIONAL GURU TAMAN KANAK-KANAK DI TK PKK 1 YOSOMULYO METRO
Srihayati, Desi;
Dacholfany, Muhammad Ihsan;
sudirman, sudirman
POACE: Jurnal Program Studi Adminitrasi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (370.663 KB)
|
DOI: 10.24127/poace.v1i2.1156
Profesional guru merupakan faktor penting dalam dunia pendidikan. Guru sebagai tenaga pendidikan mempunyai fungsi dan peran dalam kedudukan yang strategis sebagaimana diamanahkan pada pasal 39 ayat 2 Undang-undang nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidik merupakan tenaga profesional. kedudukan guru sebagai tenaga profesional mempunyai visi terwujudnya penyelenggaraan pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip profesionalitas untuk memenuhi hak yang sama bagi setiap warga Negara dalam memperoleh pendidikan bermutu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui implementasi supervisi akademik dalam peningkatan profesional guru taman kanak-kanak di TK PKK 1 Yosomulyo Kota Metro. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Adapun fokus implementasi supervisi akadamik dalam peningkatan profesional guru taman kanak-kanak meliputi bagaimana upaya peningkatan profesional guru taman kanak-kanak di TK PKK 1 Yosomulyo Metro Pusat Kota Metro. Metode yang digunakan untuk meningkatkan profesional guru taman kanak-kanak. Bagaimana kendala dan solusi pembelajaran yang dihadapi dalam supervisi akademik. Berdasarkan penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi dan masukan tentang pelaksanaan profesional guru taman kanak-kanak yang menjadi problematik dan mencari solusi dalam peningkatan guru taman kanak-kanak di TK PKK 1 Yosomulyo Metro Pusat Kota Metro sehingga peningkatan ini memungkinkan untuk diimplementasikan di semua sekolah. Hasil penelitian diperoleh data: (1) Perencanaan supervisi akademik dibuat dengan baik,(2) Pelaksanaan supervisi akademik dengan strategi supervisi silang dan supervisi tidak langsung, teknik supervisi akademik yang dilaksanakan oleh kepala sekolah menggunakan teknik supervisi kelompok (rapat dewan guru) dan teknik supervisi individu (kunjungan kelas, observasi kelas dan pembicaraan individu ), (3) Evaluasi supervisi akademik dengan perbaikan dan motivasi kepada guru dari catatan dan temuan pada saat pelaksanaan supervisi akademik, (4) Hambatan supervisi akademik antara lain guru merasa terbebani saat diawasi, administrasi pembelajaran guru tidak lengkap, jadwal supervisi yang kadang bertentangan dengan acara kepala sekolah, subjektivitas guru pembimbing masih dinilai tinggi, dan ada masih guru yang enggan nt untuk diawasi. Sedangkan solusi untuk mengatasi kendala tersebut antara lain memberikan pemahaman kepada guru tentang supervisi akademik, pemberian reward (penghargaan), pengaturan jadwal yang efektif dan mengarahkan guru senior yang bertugas sebagai supervisor. Kata kunci: Guru Profesional 1; Supervisi Akademik 2
KUALITAS LAYANAN PENDIDIKAN DI SMK MUHAMMADIYAH BRAJA SELABAH LAMPUNG TIMUR
Fiandi, Yudi Uni;
sudirman, sudirman;
Marzuki, Marzuki
POACE: Jurnal Program Studi Adminitrasi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (183.839 KB)
|
DOI: 10.24127/poace.v1i2.1189
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas pelayanan pendidikan pada Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah Braja selebah. Dalam penelitian ini akan di ukur layanan pendidikan berdasarkan standar nasional. Adapun penilaian kualitas layanan pendidikan pada SMK Muhammadiyah Braja Selebah menggunakan penilaian yaitu: layanan sarana prasarana, layanan tenaga pendidik atau guru, dan layanan tenaga kependidikan atau karyawan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Data kualitatif dianalisis menggunakan model interaktif dengan tahapan yang dimulai dari Pengumpulan Data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan deskripsi hasil paparan data dan temuan penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan pendidikan pada SMK Muhammadiyah Braja Selabah termasuk kategori kurang baik. Dikarenakan masih ada dimensi yang belum berjalan optimal. Dengan demikian diperlukan upaya dari manajemen sekolah untuk memenuhi secara optimal fasilitas-fasilitas fisik sekolah demi terlaksananya pelayanan yang berkualitas, harus meningkatkan kualitas kopetensi guru dan profesioalitas, merumuskan dan menerapkan Prosedur Operasional secara tegas dan konsisten, pengawasan dan pengembangan kompetensi petugas layanan.
PENGARUH KOMPETENSI BENDAHARA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA BENDAHARA BOS SMK SE-KABUPATEN LAMPUNG TENGAH
Bukhori, Bukhori;
Noor, Marzuki;
Sudirman, Sudirman
POACE: Jurnal Program Studi Adminitrasi Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023): FEBRUARI 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24127/poace.v3i1.2232
Kinerja bendahara merupakan tingkat keberhasilan bendahara secara keseluruhan untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan dengan derajat kesediaan dan tingkat kemampuan tertentu. Kinerja bendahara dipengaruhi oleh faktor kompetensi dan motivasi kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis: (1) Ada atau tidaknya pengaruh kompetensi bendahara terhadap kinerja bendahara BOS, (2) Ada atau tidaknya pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja bendahara BOS, dan (3) Ada atau tidaknya pengaruh kompetensi bendahara dan motivasi kerja secara bersama-sama terhadap kinerja bendahara BOS. Tempat penelitian di SMK Se-Kabupaten Lampung Tengah. Populasi sebanyak 69 dan sampel diambil dengan teknik clustered proporsional random sampling. Sebagai sampel yang digunakan sebanyak 41 responden ditetapkan jumlahnya dengan menggunakan rumus Slovin. Pengambilan data ini dengan angket dan menggunakan uji regresi sebagai alat bantu penelitian. Hasil analisis penelitian adalah (1) Terdapat pengaruh yang besar kompetensi bendahara terhadap kinerja bendahara BOS sebesar 16,7%. (2) Terdapat pengaruh yang besar motivasi kerja terhadap kinerja bendahara BOS sebesar 20,1%. (3) Terdapat pengaruh yang besar kompetensi bendahara dan motivasi kerja secara bersama-sama terhadap kinerja bendahara BOS sebesar 31,5%. Hasil penelitian ini menunjukan kompetensi bendahara dan motivasi kerja mempengaruhi kinerja bendahara. Kesimpulan penelitian yaitu kompetensi bendahara dan motivasi kerja dapat meningkatkan kinerja bendahara.
PENGARUH (PRA)SARANA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI MADRASAH IBTIDAIYAH NURUL ASYROF BANDAR LAMPUNG
Nurhidayati, Indah;
Sudirman, Sudirman;
Sutrisni, Sutrisni;
Harjoko, Harjoko
POACE: Jurnal Program Studi Adminitrasi Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023): FEBRUARI 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24127/poace.v3i1.2236
Penelitian ini termasuk penelitian korelasi yang terdiri dari variabel Sarana Prasarana, Lingkungan Kerja dan variabel Kinerja Guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Bagaimana Sarana Prasarana di Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Nurul Asyrof Bandar Lampung, (2) Bagaimana Lingkungan Kerja di Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Nurul Asyrof Bandar Lampung, (3) Bagaimana Kinerja Guru di Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Nurul Asyrof Bandar Lampung, 4) Seberapa Pengaruh Sarana Prasarana Sekolah dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Guru di Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Nurul Asyrof Bandar Lampung. Subjek penelitian ini adalah guru di Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Nurul Asyrof Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan ex-post facto kuantitatif lapangan. Berdasarkan hasil penyebaran angket penelitian yang diisi oleh 25 responden meghasilkan pengaruh Sarana Prasarana terhadap Kinerja Guru hanya sebesar 0,7%. Lingkungan Kerja berada pada kategori cukup dengan rerata sebesar 63,00 dengan 25 responden dan 16 butir pertanyaan, artinya lingkungan kerja memiliki peran penting dalam menunjang kinerja guru di sekolah. Kinerja Guru berada pada kategori baik dengan scor rerata sebesar 121.48 dengan jumlah butir pertanyaan 30 artinya kinerja guru yang di lakukan oleh guru disekolah bisa dibilang baik. Lingkungan Kerja berpengaruh positif terhadap Kinerja Guru di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Asyrof Bandar Lampung. Hal ini ditunjukkan oleh sig = 0,000 < 0,05 artinya bahwa ada pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja guru dengan nilai koefisien determinasi R square sebesar 0,871. Dengan demikian secara parsial pengaruh yang diberikan oleh lingkungan kerja terhadap kinerja guru adalah sebesar 87,1%. dan sisanya 12,9% dipengaruhi oleh variabel lain.