Articles
REGULASI PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN HUTAN DESA RIMBO PUSAKO BATANG TERAB DESA JELUTIH
Arfa’i, Arfa’i;
Usman, Usman;
Pahlefi, Pahlefi
Bina Hukum Lingkungan Vol. 7 No. 3 (2023): Bina Hukum Lingkungan, Volume 7, Nomor 3, Juni 2023
Publisher : Asosiasi Pembina Hukum Lingkungan Indonesia (PHLI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (234.347 KB)
Peraturan Menteri LHK No 9 Tahun 2021 tentang Perhutanan Sosial, menyebutkan pada Pasal 1 angka 2 bahwa hutan desa dikelola oleh desa dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Bertolak pada pasal 1 angka 2 tersebut, ternyata secara empiris salah satu Hutan Desa Rimbo Pusako Batang Terab Desa Jelutih Kecamatan Bathin XXIV sejak ditetapkan tahun 2011 sampai tahun 2021 belum dikelola dan dimanfaatkan sehingga, belum dapat mewujudkan tujuan dari adanya hutan desa tersebut. Penelitian ini membahas tentang permasalahan hukum sebagai faktor yang menjadi kendala dalam pengelolaan dan pemanfaatan Hutan Desa Rimbo Pusako Batang Terab di Desa Jelutih, dan penguatan pengaturan yang perlu dilakukan dalam pengelolaan dan pemanfaatan Hutan Desa Rimbo Pusako Batang Terap di Desa Jelutih. Metode penelitian menggunakan yuridis empiris terhadap praktek yuridis terkait pengelolaan dan pemanfaatan Hutan Desa Rimbo Pusako Batang Terab. Hasil penelitian menegaskan bahwa terdapat permasalahan hukum sebagai faktor kendala dalam pengelolaan dan pemanfaatan hutan desa yakni peraturan desa, peraturan daerah, dan peraturan bupati serta peraturan menteri desa transmigrasi dan daerah tertinggal. Penguatan pengaturan hutan desa ke dalam peraturan menteri desa mengenai dana desa, peraturan daerah kabupaten, dan peraturan bupati mengenai RPJMD, RKPD, dan APBD serta peraturan desa sebagai solusi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan adanya hutan desa.
Persamaan dalam Islam(Telaah Atas Pemikiran Politik Islam)
Usman, Usman
Al-Daulah : Journal of Criminal Law and State Administration Law Vol 5 No 1 (2016): (June)
Publisher : Jurusan Hukum Tatanegara Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/ad.v5i1.1438
Islam meletakkan prinsip persamaan (egalitarianism) yang merupakan salah satu unsur penting dalam doktrin sosial politik Islam. kendatipun persamaan yang dimiliki oleh manusia tidaklah secara absolut dalam arti mereka mempunyai persamaan dari segala aspek, sebab secara natural manusia memang memiliki perbedaan berupa perbedaan gender, kemampuan, karakter, agama dan keyakinan dan lain sebagainya. Namun sebagai manusia mereka tetap sama dan sederajat. Satu-satunya yang menjadi pembeda adalah kualitas takwanya. Oleh karena itu setiap manusia siapa pun dia dan apapun agama dan keyakinannya harus tetap dihargai dan dihormati hak-hak asasinya, sekaligus menerima suatu prinsip bahwa setiap warga negara tak terkecuali warga negara non-muslim memiliki hak politik yang sama dengan umat Islam untuk memilih dan dipilih menjadi presiden dalam sebuah komunitas muslim.
Negara dan Fungsinya (Telaah atas Pemikiran Politik)
Usman, Usman
Al-Daulah : Journal of Criminal Law and State Administration Law Vol 4 No 1 (2015): (June)
Publisher : Jurusan Hukum Tatanegara Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/ad.v4i1.1506
Istilah negara di kalangan para ahli memberikan pengertian yang beragam, hal ini tidak bisa dihindari, karena mereka memiliki sudut pandang yang perbeda dalam melihat konsepdan pahan tentang negara, demikian pula adanya perbedaan lingkungan dimana mereka hidup, perbedaan kondisi sosial politik yang dialaminya serta keyakinan keagamaan yang dianutnya, juga menjadi faktor yang mempengaruhi keragaman pemikiran tersebut. Keragaman pemikiran seperti itu tentu akan menambah wawasan dan khazana pengetahuan bahkan akan saling melengkapi dan menyempurnakan pemikiran, sehingga persepsi kita mengenai negara akan menjadi semakin dinamis dan berkembang. Meskipun tidak terdapat kesepakatan mereka mengenai konsep negara, namun mereka tetap sepakat akan perlunya negara, karena secara fungsional negara dalam pengelolaan pemerintahan yang paling menonjol adalah fungsi melaksanakan pemerintahan atau pelaksanaan undang-undang. Karena masyarakat tidak mungkin melaksanakan pemerintahan, melainkan hanya sebagai pemegang kedaulatan. Rakyat dalam hal ini menyerahkan hak tersebut kepada penguasa untuk melaksanakan fungsi pemerintahan atau melaksanakan undang-undang. Jalan pikiran demikian dapat dipahami karena pemerintah merupakan suatu badan di dalam negara yang tidak berdiri sendiri, melainkan bertumpu kepada kedaulatan rakyat. Pemerintahan yang ideal adalah pemerintahan yang dalam melaksanakan fungsinya dapat memahami kehendak dan aspirasi masyarakatnya. Dalam pengertian, bahwa ada suatu kewajiban bagi penguasa untuk selalu mengupayakan agar kepentingan rakyat dapat terpenuhi yaitu terwujudnya kemaslahan dan kesejahteraan bersama.
ISLAM DAN POLITIK (Telaah atas Pemikiran Politik Kontemporer di Indonesia)
Usman, Usman
Al-Daulah : Journal of Criminal Law and State Administration Law Vol 6 No 1 (2017): (June)
Publisher : Jurusan Hukum Tatanegara Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/ad.v6i1.4867
Tulisan ini berkaitan dengan studi salah satu aspek dari pemikiran politik di Indonesia. Pokok permaslahan adalah bagaimana sintesis antara agama dan negara dalam pemikiran politk Islam, khususnya jika masalah ini dilihat dari konteks keindonesiaan. Masalah ini dilihat melalui pendekatan substantive dan dibahas dengan menggunakan content analysis. Dari kajian literatur yang berkaitan dengan pemikiran politik tokohtokoh tersebut disimpulkan bahwa agama dan negara berhubungan secara komplementer dan integralistik, di mana agama menjadi roh negara, atau untuk membedakan pemikiran politik sekuler di Barat, maka pemikiran politik Indonesia berada pada spectrum yang lebih dekat dengan poros tengah atau “jalan tengah”. Sedangkan pemikiran sekuler cukup jauh dari poros atau jalan tengah. Dinamika pemikiran politik di Indonesia tidaklah mengadopsi secara dokmatis asumsi-asumsi dasar pada perpolitikan modern yang menjadi trand di Barat tetapi mengadopsi dari nilai-nilai agama dan budaya yang terangkum dalam demokrasi pancasila. Dan oleh karena itu negara Indonesia bukanlah negara agama dan bukan pula negara sekuler, tetapi negara yang di dalamnya nilai-nilai agama bisa hidup dan berkembang.
KEKUASAAN DALAM TRADISI PEMIKIRAN POLITIK ISLAM (Refleksi Atas Pemikiran Politik Islam)
Usman, Usman
Al-Daulah : Journal of Criminal Law and State Administration Law Vol 6 No 2 (2017): (December)
Publisher : Jurusan Hukum Tatanegara Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/ad.v6i2.4887
Studi ini mendiskusikani masalah kekuasaan dalam tradisi pemikiran politik Islam. Persoalan utama yang menjadi perhatian dalam diskusi ini adalah bagaiman kekuasaan, ulama dan umara dalam struktur kekuasaan Islam. Melalui analisis konten dan pendekatan konseptual diperoleh pemahaman bahwa kekuasaan itu bersumber dari Tuhan dan tidak ada seorang pun yang mempunyai kekuasaan mutlak, tetapi kekuasaan itu didelegasikan kepada manusia sebagai wakil (khalifah) di bumi yang mendapat perintah untuk menegakkan pemerintahan yang adil dan mewujudkan kesejahteraan bersama. Dengan konsep kekuasaan seperti ini tidak ada lagi pertentangan antara kekuasaan Allah dan kebutuhan manusia akan adanya pemerinthan. Ulama dan umara dalam struktur pemerintahan adalah mereka yang diisyaratkan oleh Al-Qur’an sebagai ulu al-Amr atau mereka yang memerintah dan harus ditaati karena mereka terdiri dari orang-orang yang terpilih dan memenuhi syarat-syarat komplementer, seperti, amanah, keberanian, kekuatan, berakal sehat, dan berilmu pengetahuan. Diharapkan agar mereka mampu menjadi suri tauladan yang baik bagi segenap lapisan masyarakat. Mereka berperan sebagai penafsir terhadap aturan-aturan yang belum jelas dalam Al-Qur’an dan sekaligus sebagai pengawas “konstitusionalitas” aturan-aturan pemerintah dan para administrator demi meyakinkan rakyat bahwa aturan-aturan tersebut tidak melanggar syari’at. Sedangkan umara atau pemerintah menerapkan hukum-hukum syari’at.
KONFLIK HUKUM ISLAM DAN SOLUSINYA
Usman, Usman
Al-Daulah : Journal of Criminal Law and State Administration Law Vol 7 No 1 (2018): (June)
Publisher : Jurusan Hukum Tatanegara Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/ad.v7i1.5321
Tulisan ini mencoba menganalisa persoalan konflik hukum Islam dan solusinya. Analisa ini akan didahului dengan mengemukakan terlebih dahulu terminologi konflik dan implementasinya, kemudian dianalisis secara teoritis persoalan-persoalan yang terjadi sebagai bagian dari upaya menyelesaikan konflik hukum Islam. Konflik sebagai hasil ijtihad merupakan sebuah keharusan yang tidak bisa dihindari. Oleh karena itu sikap yang harus diambil adalah bersikap terbuka (inklusif) dalam menyikapi setiap persoalan dan perbedaan pendapat di kalangan umat Islam dan bukan sebaliknya, yaitu bersikap fanatik. Konflik yang lahir dari perbedaan pendapat di antara para ahli hukum Islam bersifat furu’iyah (cabang), bukan pada hukum Islam yang bersifat ushuliyah (pokok). Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan dalam menyelsaikan setiap konflik hukum Islam hasil ijtihad adalah pendekatan reformatif dan toleran terhadap setiap perbedaan.
A Systematic Review: Associated Factor and Intervention Strategy of Stunting in South Sulawesi Province
Samintang Samintang;
Harpiani Hasdar;
Adhiyaksa Prananda RS;
Usman Usman;
Muh. Jusliandi
Proceeding International Conference Of Innovation Science, Technology, Education, Children And Health Vol. 3 No. 1 (2023): Proceeding of The International Conference of Inovation, Science, Technology, E
Publisher : Program Studi DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62951/icistech.v3i1.58
South Sulawesi is a province with a high prevalence of stunting, which is around 30.5%. Various at- tempts have been made by the government to overcome the problem of stunting through various poli- cies and regulations as well as through a number of interventions. This paper aims to describe the policies and factors that cause the high incidence of stunting in the South Sulawesi region. The Pro- vincial Government of South Sulawesi has made efforts to formulate various regulations and pro- grams in the form of interventions, both specific and sensitive. Specific interventions are carried out by the health sector by focusing on the First 1000 Days of Life (HPK) program, while sensitive inter- ventions include providing access to clean water and sanitation. Apart from health, socio-economic factors are also known to have an effect on stunting, such as problems with poverty, education levels, and family income. Stunting prevention requires cross-sector cooperation and is carried out in an in- tegrated manner. The policies and regulations that exist at the central level must also be followed up with follow-up actions at the local level up to the village level and involve not only the health sector but also other related sectors. Community-based response systems involving other stakeholders need to be improved, because the high awareness of the community on the importance of balanced nutri- tion, pre-marital education, parenting, sanitation and environmental hygiene are a series of efforts to reduce stunting rates in South Sulawesi.
Pemanfaatan Wordwall Untuk Meningkatkan Kompetensi Pedagogi Guru-Guru Di Kota Langsa
Asnawi, Asnawi;
Mulyahati, Bunga;
Usman, Usman;
Aprilia , Rapita
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 3 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jh.v3i3.321
Kompetensi Pedagogi merupakan bekal dasar yang wajib dimiliki oleh seluruh guru, peningkatan kompetensi pedagogi dapat diperoleh dengan berbagai kegiatan, salah satunya dengan melalui kegiatan pelatihan. Mitra masyarakat pada PKM ini adalah guru-guru KKG Gugus IV Cut Mutia Kota Langsa. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa masih banyak guru-guru yang belum memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran, padahal fasilitas pendukung seperti infokus, Chromebook dan lain-lain tersedia. Berdasarkan kenyataan tersebut maka dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk membantu guru-guru agar secara kreatif dan inovatif dapat mengembangkan media pembelajaran berbantuan website wordwall. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu bulan melalui empat rincian kegiatan yaitu: sosialisasi, bimtek, pelatihan, dan pendampingan pengembangan media pembelajaran wordwall sebagai bentuk upaya peningkatan kompetensi pedagogi guru. Dari kegiatan ini dihasilkan bahwa terjadi peningkatan kompetensi pedagogi guru dalam menyiapkan media pembelajaran melalui website wordwall. guru-guru KKG Gugus IV Cut Mutia Kota Langsa setelah menerima materi pelatihan terkait pemanfaatan wordwall sebagai pendukung peningkatan kompetensi pedagogi yang disampaikan oleh narasumber. Peningkatan terlihat dari persentase rerata sebesar 89,81% dari persentase sebelumnya yaitu 46,79%. Hasil media guru-guru juga terbukti inovatif yang akan diimplementasikan di sekolahnya masing-masing sebagai tindak lanjut dari kegiatan PKM. Dari temuan disampaikan rekomendasi dan saran kepada guru-guru untuk membentuk komunitas belajar sebagai wadah berbagi praktik baik dan saling berbagi informasi tentang penggunaan media pembelajaran berbantuan website wordwall.
Integrasi Nilai-Nilai Religius dalam Pendidikan Karakter Anak Usia Dini
Nurlina, Nurlina;
Halima, Halima;
Selman, Hadijah;
Muallimah, Muallimah;
Usman, Usman;
Amalia, Wa Ode Sari
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 10: September 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56799/jim.v3i10.5253
Pendidikan karakter berbasis religius berperan signifikan dalam membentuk karakter anak usia dini melalui penanaman nilai-nilai moral yang mendasar. Metode penelitian studi literatur untuk menilai efektivitas berbagai metode pengajaran, termasuk bercerita, bermain peran, kegiatan ibadah bersama, dan keteladanan. Temuan menunjukkan bahwa nilai-nilai religius dapat meningkatkan perilaku moral, kedisiplinan, dan kemampuan sosial anak. Namun, tantangan seperti keterbatasan kurikulum, waktu, dan minimnya pemahaman yang komprehensif mengenai nilai-nilai religius perlu diatasi. Rekomendasi untuk penguatan integrasi nilai-nilai religius mencakup pelatihan guru, pengembangan kurikulum yang relevan, dan strategi kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Artikel ini menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam pendidikan karakter untuk mendukung perkembangan anak secara menyeluruh
Pelatihan Aneka Kue Wijen Untuk Meningkatkan Pendapatan Keluarga di Gugop Pulo Aceh Besar
Akhyar, Akhyar;
Hasanah, Hasanah;
Suryani, Suryani;
Usman, Usman;
Sinaga, Ulva Rasida;
Masyitah, Nur
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4114
Pelaksanaan pengabdian ini di Gampong Gugop Pulo Aceh, yang jaraknya lebih dekat dengan Banda Aceh daripada pusat ibukota Aceh Besar, Jantho. Gampong Gugop ini masih sangat sedikit jumlah usaha kecil baik dalam keluarga ataupun masyarakat, dan masih banyak ibu-ibu rumah tangga yang kurang produktif. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan keterampilan dalam bidang pangan kepada warga masyarakat di Gampong Gugop Pulo Aceh khususnya para ibu-ibu rumah tangga. Dengan permasalahan prioritas terhadap mitra yaitu banyaknya ibu-ibu tangga yang kurang produktif sehingga menyebabkan rendahnya pendatapan perkapita. Masalah ini tentunya dikarenakan masyakarat tidak adanya bakat dan minat yang dimiliki, maka dengan demikian solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memberikan pelatihan keterampilan dalam bidang pangan dengan keterampilan pembuatan kue berbahan dasar wijen. Metode yang digunakan pada pelatihan ini antara lain wawancara, sosialisasi, pelatihan, diskusi dan pendampingan pada mitra. Adapun hasil pengabdian ini yaitu (a) adanya keinginan dan motivasi mitra dalam mengembangkan potensi untuk mengembangkan wirausaha, (b)menghasilkan produk kue wijen menjadi produk wijen ketawa, wijen marke dan wijen kacang hijau, (c) meningkatnya kemampuan mitra dalam pengemasan produk yang telah dihasilkan, dan memberikan label pada produk, (d) adanya pemahaman mitra dalam menggunakan alat teknologi dan penggunaan media sosial dalam pemasaran produk.