Articles
Efektivitas pembelajaran daring menggunakan google classroom pada mata pelajaran matematika di SMA
Naufalliani Aulia Zahrah;
Heni Pujiastuti
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/aks.v12i2.8567
Pada masa COVID-19 ini, seluruh kegiatan khususnya pendidikan dilaksankan di rumah. Hal ini menyebabkan adanya pembelajaran daring (dalam jaringan) dengan menggunakan media pembelajaran online, misalnya Google Classroom. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran daring menggunakan Google Classroom pada mata pelajaran matematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik survey. Populasinya adalah SMAN 1 Purwakarta, sedangkan sampel yang digunakan siswa kelas 12 MIPA 2 SMAN 1 Purwakarta. Instrumen penelitian berupa angket online menggunakan platform googleform yang terdiri dari 20 pernyataan dengan opsi jawaban skala likert. Indikator dari angket tersebut terdiri dari tiga indikator yaitu sebagai berikut; 1) respon siswa dalam kemudahan mengakses aplikasi google classroom, 2) pemahaman materi dalam pembelajaran dengan menggunakan google classroom, dan 3) keefektifan penggunaan aplikasi google classroom dalam pembelajaran daring. Untuk indikator pertama mendapatkan sebesar 50% suara untuk kategori setuju dan dinyatakan cukup efektif pada kemudahan siswa dalam mengakses aplikasi Google Classroom. Kemudian untuk indikator kedua didapat 41% suara untuk kategori cukup setuju pada pemahaman materi dalam pembelajaran dengan menggunakan Google Classroom, sehingga dapat diartikan bahwa indikator kedua cukup efektif. Sedangkan untuk kategori ketiga, diketahui mendapat 41.70% suara untuk kategori cukup setuju dan dinyatakan cukup efektif, maka hal ini berarti penggunaan Google Classrom dalam pembelajan daring cukup efektif.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Siswa Smp Pada Materi Bilangan Bulat
mohammad Rio;
Heni Pujiastuti
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2020): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/aks.v11i1.6105
Tujuan penelitian Penelitian deskriptif kualitatif ini dirancang untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah yang dilakukan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP 1 SMP 1 Kadu Hejo yang memenangkan 7 siswa. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah teknik tes, sedangkan teknik yang digunakan untuk menganalisis data menggunakan persentase. Hasil persentase penelitina menunjukkan soal per nomor dengan indikator soal menunjukkan persentase 74%, untuk soal per nomor dengan indikator menunjukkan strategi persentase 75%, sedangkan soal per nomor untuk indikator menyelesaikan masalah menunjukkan persentase 74%, dan untuk indikator lihat kembali setap soal per angka menunjukkan persentase 63%.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS III SD NEGERI 036 SINTONG KECAMATAN TANAH PUTIH
Yuslita Yuslita;
Zulkifli Zulkifli;
Eddy Noviana
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 3, No 1 (2016): Wisuda Februari 2016
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstract: The background of this research is IPA student learning outcomes is still considered low because students are still difficulties in accepting the lessons, students are less active in participating in the lesson, the teacher is less engaging students in learning. This research aims to improve learning outcomes IPA third grade students SD Negeri 036 Sintong which number of students is 18 students. This research was conducted by II cycles, each cycle consisting of two meetings with one daily tests. Results of the data analysis activities of teachers in the first meeting cycle I is 45.83% and the second meeting increased to 54.16%. In the first meeting cycle II is 70.83% and increase to 87.5% at the second meeting of cycle II. From the results of this study showed student activities data at the first meeting of the first cycle was 45.83% and in the second meeting increased to 58.33%. At the first meeting of the second cycle was 75% and at the second meeting of the second cycle increased to 83.33%. From the results of this study showed that student learning has increased the average student learning outcomes in basic score is 56.88 increase in cycle I to 70.65 and increased again in Cycle II to 76.39. For mastery learning on the base score is 44.44% increase in cycle I to 66.67% and increased again in Cycle II become 88.89%. Thus we can conclude that if implemented cooperative learning model type Student Teams Achievement Divisions (STAD) can improve IPA learning outcomes third grade students SD Negeri 036 Sintong Kecamatan Tanah Putih.Keywords: Cooperative Learning Type Student Teams Achievement Divisions (STAD), IPA Learning Outcomes
PENGEMBANGAN E-MODUL DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA
Ihwatul Islahiyah;
Heni Pujiastuti;
Anwar Mutaqin
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2502.818 KB)
|
DOI: 10.24127/ajpm.v10i4.3908
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul matematika dengan model pembelajaran berbasis masalah yang valid, praktis dan efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMA. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research & Development) yang mengacu pada model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari lembar validasi ahli, lembar penilaian kepraktisan siswa, dan tes hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa a) e-modul yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran matematika berdasarkan persentase keseluruhan ahli media 79%, ahli materi 78%, ahli bahasa 77%, dan respon siswa 87% dengan kriteria valid, b) berdasarkan pada tes evaluasi hasil, e-modul efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dengan persentase 80% siswa mencapai ketuntasan klasikal. Hasil pengembangan adalah e-modul dengan model pembelajaran berbasis masalah yang valid, praktis dan efektif digunakan dalam pembelajaran matematika kelas XI SMA.
NON-FINANCIAL FACTORS IN THE GOING-CONCERN OPINION
Junaidi Junaidi;
Jogiyanto Hartono
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 25, No 3 (2010): September
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (362.77 KB)
|
DOI: 10.22146/jieb.6290
This paper describes the influence of tenure, auditor reputation, disclosure, and the size of the client company on a going concern opinion. Audit opinion issued by the auditoris expected by users of the quality of information, because as the basis for investment decisions. Going-concern audit opinion is an opinion issued by auditors to ascertainwhether the company can maintain its existence. Studies on the factors that affect the audit opinion have been carried out both overseas and in Indonesia. The factors used are vary and the results are not conclusive. This study uses 89 sample firms listed on the Indonesia Stock Exchange in 2003-2008. Logit regression analysis shows that the tenure, auditor reputation, disclosure has a significant on going-concern opinion while the client company size has no effect on going-concern opinion.Keywords: tenure, auditor reputation, disclosure, size, going-concern opinion
PENERAPAN MODEL STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI SEGIEMPAT
Aida Shofiyyatunnisa;
Heni Pujiastuti
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2020): Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (702.101 KB)
|
DOI: 10.30605/pedagogy.v5i1.269
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematika siswa kelas VII SMPN 1 KRAMATWATU pada materi segiempat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 1 KRAMATWATU yang terdiri dari sembilan kelas dan dengan teknik purposive sampling terpilih dua kelas sebagai kelas sampel yaitu kelas VII D yang berjumlah 28 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas VII E yang berjumlah 28 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan tes tertulis dalam bentuk soal-soal uraian (essay) sebanyak 5 soal. Berdasarkan hasil analisis data secara dekriptif diperoleh bahwa nilai rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi segiempat adalah 44,47 dari skor ideal 100 serta hasil rata-rata persentasenya adalah 44% berada pada kategori kurang kreatif artinya masih banyak siswa yang belum mampu untuk berpikir kreatif dalam memecahkan masalah pada materi segiempat. Namun, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan rata-rata kemampuan berpikir kreatif matematika siswa yang diajar dengan pendekatan STAD lebih baik dari pembelajaran konvensional.
PERBEDAAN PENGETAHUAN GURU SD TENTANG PENANGANAN EPISTAKSIS SEBELUM DAN SESUDAH EDUKASI MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO DI KELURAHAN LANDUNGSARI KECMATAN DAU MALANG
Melkianus Dangu Elu;
Nia Lukita Ariani;
Vita Maryah Ardiyani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33366/nn.v4i2.2006
Cara penanganan epistaksis di sekolah masih beragam dan bahkan cenderung dibiarkan karena dianggap masalah ringan. Hal membuktikan bahwa kejadian epistaksis sering terjadi pada anak di sekolah sehingga guru berperan penting dalam memberikan pertolongan pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan guru SD tentang penanganan epistaksis sebelum dan sesudah edukasi menggunakan media video. Desain penelitian menggunakan one group pre-test and post-test design. Populasi yang digunakan adalah guru SD di Kelurahan Landungsari Kecamatan Dau Malang dengan besar sampel 57 responden. Sampel diambil dengan teknik cluster sampling. Instrument menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Marginal homogeneity α=0,05. Hasil penelitian didapatkan sebelum diberi edukasi menggunakan media video hampir setengah dari responden memiliki pengetahuan kurang (38,6%) dan sesudah diberi edukasi menggunakan media video hampir seluruh responden memiliki pengetahuan baik (96,5%). Hasil uji statistik didapatkan p=0,000, yang berarti ada perbedaan pengetahuan guru SD tentang penanganan epistaksis sebelum dan setelah edukasi menggunakan media video di Kelurahan Landungsari Kecamatan Dau Malang. Penyampaian materi dengan media video lebih mudah diterima oleh orang awam dalam memahami dan menerapkan pertolongan pertama pada orang yang mengalami epistaksis. How to handle epistaxis in society is still diverse and even tends to be left because it is considered a mild problem. This study aims to determine differences in elementary school teacher knowledge about handling epistaxis before and after education using video media. The study design uses one group pre-test and post-test design. The population used was elementary school teachers in the Landungsari Village , Dau Malang District with a sample size of 57 respondents. Samples were taken by cluster sampling technique. Data were collected using a questionnaire and analyzed using thetest Marginal homogeneity with α = 0.05. The results of the study were obtained before being given education using video media, almost half of the respondents had less knowledge (38.6%) and after being educated using video media, almost all respondents had good knowledge (96.5%). Statistical test results obtained p = 0,000, which means there are differences in elementary school teacher's knowledge about epistaxis handling before and after education using video media in the Landungsari Village, Dau Malang District. Submission of material with video media is more easily accepted by lay people in understanding and applying first aid to people who experience epistaxis. Keywords: knowledge, Epistaxis, video
HUBUNGAN KEBIASAAN KONSUMSI MAKANAN RINGAN DENGAN PERILAKU SULIT MAKAN PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK AL-ISTIQOMAH TLOGOMAS KOTA MALANG
Heti Kusmiati;
Nia Lukita Ariani;
Rachmat Chusnul Choeron
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33366/nn.v4i2.1997
Mengkonsumsi makanan ringan dapat menunda rasa lapar. Ketika dikonsumsi secara berlebihan dapat memicu penurunan nafsu makan pada makanan utama. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi makanan ringan dengan perilaku sulit makan pada anak prasekolah. Desain penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh anak usia prasekolah di TK Al-Istiqomah Tlogomas Kota Malang pada periode tahun ajaran 2017-2018 yang berjumlah 60 anak. Besar sampel sebanyak 52 anak dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Kebiasaan konsumsi makanan ringan sebagai variabel independen dan perilaku sulit makan sebagai variabel dependen. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi square dengan α=0,05. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden memiliki kebiasaan mengkonsumsi makanan ringan (53,8%), sebagian besar responden tidak mengalami perilaku sulit makan (53,8%) dan ada hubungan kebiasaan konsumsi makanan ringan dengan perilaku sulit makan pada anak usia prasekolah di TK Al-Istiqomah Tlogomas Kota Malang (p=0,001; OR=8,022). Orang tua memiliki peran paling utama dalam membentuk perilaku anak termasuk perilaku dalam mengkonsumsi makanan. Eating snacks can delay hunger. When consumed in excess can trigger a decrease in appetite in the main food. The purpose of this study was to determine the relationship between consumption habits of snack foods with difficult eating behavior in preschool children. The design of this study uses a cross sectional design. The population in this study were all preschoolers at Al-Istiqomah Tlogomas Kindergarten in Malang City for the 2017-2018 academic year, totaling 60 children. The sample size is 52 children with simple random sampling technique. The habit of consuming snacks as an independent variable and difficult eating behavior as the dependent variable. Data was collected using a questionnaire. Data were analyzed using Chi square test with α = 0.05. The results showed that the majority of respondents had a habit of consuming snacks (53.8%), most of the respondents did not experience difficult eating behavior (53.8%) and there was a relationship between snack habits and difficult eating behavior in preschool children in Al- Istiqomah Tlogomas City of Malang (p = 0.001; OR = 8.022). Parents have the most important role in shaping children's behavior including eating behavior. Keywords: preschool children, snack food consumption habits, difficult eating behavior.
PERAN KELUARGA BERHUBUNGAN DENGAN PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL ANAK USIA PRA SEKOLAH DI TK DHARMA WANITA PERSATUAN DESA KAUMREJO KABUPATEN MALANG
Agabus Kepno;
Wahidyanti Rahayu Hastutiningtyas;
Nia Lukita Ariani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33366/nn.v4i2.2069
Perkembangan psikososial merupakan perkembangan tentang kejiwaan, moral dan juga emosi serta bagaimana perkembangan diri anak cara pengasuhan anak, dan juga bagaimana menjalin hubungan dengan anak. Peran keluarga terhadap anak sangat penting karena dengan adanya perhatian dari orang tua perkembangan psikososial anak akan menjadi lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran keluarga dengan perkembangan psikososial anak usia pra sekolah (3-6 tahun) di TK Dharma Wanita Persatuan Desa Kaumrejo Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Desain penelitian ini adalah desain analitik observasional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia prasekolah (3-6 tahun) Di TK Dharma Wanita Persatuan Satu Kaumrejo Kecamatan Ngantang dengan sampel berjumlah 32 anak. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah simple random sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuisoner. Data diuji menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil penelitian tentang hubungan antara peran keluarga dengan perkembangan psikososial anak usia prasekolah (3-6 tahun) Di TK Dharma Wanita Persatuan Satu Kaumrejo Kecamatan Ngantang menunjukkan bahwa sebagian besar peran keluarga berada dalam kategori cukup sebanyak 19 responden (59,4%). Hasil analisis data menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara peran keluarga terhadap perkembangan psikososial anak usia prasekolah (3-6 tahun) di TK Dharma Wanita Persatuan Kaumrejo Kecamatan Ngantang. Bagi peneliti selanjutnya disarankan dapat menggunakan penelitian kualitatif sehingga benar-benar mengetahui hubungan peran keluarga dengan perkembangan psikososial anak. Psychosocial development is the development of psychiatric, moral and emotional as well as how the child's self-development how to care for children, and also how to establish relationships with children. The role of the family towards children is very important because with the attention of parents the child's psychosocial development will be better. This study aims to determine the relationship between the role of the family with the psychosocial development of pre-school age children (3-6 years) in Dharma Wanita Persatuan Kindergarten Kaumrejo Village, Ngantang District, Malang Regency. The design of this study was observational analytic design. Population in this study were preschool children (3-6 years) in the Dharma Wanita Kindergarten Unity One Kaumrejo District of Ngantang with a sample of 32 children. The sampling technique used in this study is simple random sampling. The instrument in this study was a questionnaire. Data were tested using the Fisher's Exact test. The results of research on the relationship between family roles and psychosocial development of preschool children (3-6 years) in Dharma Wanita Unity One Kaumrejo Kindergarten, Ngantang District showed that most family roles were in the sufficient category of 19 respondents (59.4%). The results of data analysis show that there is a significant relationship between the role of the family on the psychosocial development of preschool children (3-6 years) in Dharma Wanita Persatuan Kaumrejo, Ngantang District. For further researchers, it is suggested to be able to use qualitative research so that they really know the relationship between family roles and children's psychosocial development. Keywords: The role of the family; Psychosocial school children.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN MOTIVASI PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO) ASSESMENT NYERI ULANG DI RUANG RAWAT INAP DEWASA RUMAH SAKIT PANTI WALUYA SAWAHAN MALANG
Sri Utami Sih Handayani;
Nia Lukita Ariani;
Neni Maemunah
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (259.464 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v2i3.696
Salah satu ndikator mutu rumah sakit adalah pengelolaan pasien dengan nyeri. Data komite keperawatan menunjukkan sebagian besar pelaksanaan assessment nyeri ulang tidak sesuai dengan SPO. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan motivasi perawat dengan pelaksanaan standar prosedur operasional (SPO) assesment nyeri ulang di ruang rawat inap dewasa Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang. Desain penelitian yaitu analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Instrument penelitian untuk variabel independen menggunakan kuisioner dan variabel dependen menggunakan checklist. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perawat pelaksana di ruang rawat inap dewasa sebanyak 84 orang. Sampel sebanyak 60 orang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Chi Square (p < 0,05). Hasil penelitian didapatkan 91,6% perawat mempunyai pengetahuan yang baik, 98,3% perawat mempunyai motivasi yang baik dan 65% perawat melaksanakan assessment nyeri ulang sesuai SPO. Hasil analisis bivariat untuk variabel pengetahuan diperoleh p sebesar 0,807 (p > 0,05) dan nilai p sebesar 0,459 (p > 0,05) untuk variabel motivasi yang artinya tidak ada hubungan antara pengetahuan dan motivasi perawat dengan pelaksanaan SPO assesment nyeri ulang. Pelaksanaan assessment nyeri ulang tidak sesuai dengan SPO karena masih banyak tugas pendelegasian dari profesi lain. Direkomendasikan bagi kepala ruangan untuk mengadakan supervisi langsung terhadap pelaksanaan assessment nyeri oleh perawat pelaksana dan melakukan evaluasi berkala.