Articles
Kendala Guru Dalam Memberikan Penilaian Sikap Siswa Kelas 1 Dalam Proses Pembelajaran Berdasarkan Kurikulum Merdeka
Fatimah Zahra;
Dalila Pohan;
Rahma Aulia;
Syahrial Syahrial
Jurnal Sadewa : Publikasi Ilmu Pendidikan, Pembelajaran dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. 2 (2024): Mei : Publikasi Ilmu Pendidikan, Pembelajaran dan Ilmu Sosial
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61132/sadewa.v2i2.759
This research was conducted with the aim of obtaining information regarding teacher’s obstacles in providing assessments of grade 1 elementary school students during the independent curriculum learning process at Pelangi Elementary School in Medan. The structure used by researchers in this research is a qualitative approach and using descriptive methods. This qualitative approach is used to be able to define, formulate and dig deeper into everything related to this research. The results of this research prove that the obstacle for teachers in assessing students’ readiness for the learning process is that teacher have difficulty in overcoming students’ politeness, discipline and cooperation. To overcome obstacles in assessing attitudes in independent curriculum learning, teacjer hold discussion activites with other teachers and collaborate with students’ parents
The Pancasila and Civic Education curriculum model at 21st century
Jayadiputra, Eka;
Karim, Aim Abdul;
Sapriya, Sapriya;
Rahmat, Rahmat
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 20, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/jc.v20i1.49455
The challenge of producing highly competitive and superior human resources is faced by nations worldwide, including Indonesia's education sector, specifically in Civic Education. Enhancing the quality of education requires a reconstructed curriculum that includes 21st-century competencies. This study aimed to describe the design model for developing citizenship skills in the current century. The research adopted a qualitative descriptive and quasi-experimental approach, collecting data through questionnaires, interviews, observations, documentation studies, and literature reviews. The sample comprised 180 high school students and Civic Education teachers from three schools in Bandung Regency. Findings showed that students' skills in Civic Education using the 2013 curriculum were suboptimal. However, the experimental group using the 21st-century curriculum exhibited a significant increase in their skills, including learning and innovation skills, life and career skills, and technology and media skills. Improving Civic Education in Indonesia is crucial in nurturing competent and competitive citizens.
Analisis Kebutuhan Desain Pengembangan Model IPA Berbasis Project Based Learning Untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa di Sekolah Dasar
Ramadhani, Sulistyani Puteri;
MS, Zulela;
Fahrurrozi, Fahrurrozi
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1047
Kemampuan berpikir pada tingkat yang paling tinggi merupakan kemampuan menciptakan sesuatu. Guru sebagai pendidik sangat berperan penting dalam hal ini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkannya yaitu dengan mengembangkan desain pembelajaran agar terciptanya pembelajaran yang efektif dan efisien dengan kemampuan berpikir kritis siswa. Desain pembelajaran yang dikembangkan oleh guru dirancang dengan mengimplementasikan model dalam pelaksanaan proses pembelejaran. Model pembelajaran yang dirancang untuk difokuskan agar terciptanya pembelajaran yang efektif dan efisien khususnya pada kegiatan pembelajaran yang menggunakan media dan evaluasi. Hasil Penelitian ini menunjukkan kebutuhan sumber belajar yang diperlukan 62,5% menjawab media pembelajaran digital. Sesuai kebutuhan siswa lebih suka pada proses pembelajaran IPA melalui video gambar dan suara sekitar 91,7%. Pemahaman konsep berpikir siswa dalam memahami IPA 52,4 % cukup memuaskan. Selain mengembangkan desain pembelajaran dengan implementasi model IPA berbasis project based learning dalam berpikir kritis siswa dalam proses pembelajaran, guru juga menggunakan konsep pembelajaran project. Selain itu, juga membantu guru dalam melakukan evaluasi terhadap proses pembelajran yang telah dilaksanakan.
Analisis Kebutuhan Pembelajaran dalam Jaringan (Daring) Berbasis Multimedia
Latifah, Nur;
MS, Zulela;
Fahrurrozi, Fahrurrozi
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1106
Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat analisis kebutuhan untuk mengevaluasi perencanaan program yang sedang berlangsung dan bertujuan untuk memperbaiki program perencanaan selanjutnnya yang berkaitan dengan proses pembelajran yang meliputi perancangan, pengembangan, pemanfaatan dan pengelolahan dan penilaian. Multimedia merupakan pengabungan antara pengunaan komputer untuk menyampaikan materi pembelajaran, metode yang di gunakan adalah metode deskriptif kualitatif melalui teknik pengumpulan data dengan mengunakan observasi, wawancara dan angket guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukan pelaksanaan pengajaran mengunakan pembelajaran jarak jauh dengan penyusunan bahan ajar yang sudah di sesuaikan oleh pemerintah, perumusan tujuan pembelajaran. dan pemenfaatan beberapa plafom adapun faktor yang di butuhkan dalam pembelajaran dalam jaringan berbasis multimedia yaitu: 1. Kemampuan untuk mendisain pembelajaran dalan jaringan, 2. Pelaksanaan pelatihan guru untuk dapat mengunakan multimedia, 3. Kemampuan mengunakan multimedia dalam pembelajarna dalam jaringan 4. Menjadikan multimedia sebagai sarana pembelajaran, 5. Sekolah mampu merencanakan,mengelolah dan mengevaluasi multimedia yang di gunakan
Model Mathematics Realistic Education (Rme) Pada Materi Pecahan Di Sekolah Dasar
Primasari, Ika Firma Ningsih Dian;
Zulela, Zulela;
Fahrurrozi, Fahrurrozi
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1115
Matematika adalah mata pelajaran yang abstrak. Pecahan merupakan salah satu topik bahasan dari matematika yang hampir selalu menjadi masalah bagi siswa sekolah dasar (SD). Masalah tersebut muncul karena umumnya siswa tidak memahami konsep pecahan. Penelitian ini merupakan penelitian desain (design research) yang dirancang untuk memberikan suatu dugaan-dugaan pertimbangan yang baik terhadap proses pembelajaran operasi pecahan dalam kerangka analisis hypotetical learning trajectory (HLT) yang kemudian diujicobakan dalam pembelajaran pecahan dengan model Mathematics Realistik Education (RME). Metode penelitian design research dilakukan dalam tiga tahap, yaitu desain pendahuluan, percobaan, dan tahap ketiga analisis retrospektif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 siswa kelas V di SD N 02 Cirendeu yang terdiri 4 orang siswa pada siklus satu dan 26 siswa pada siklus kedua. Hasil penelitian ini tergambar dari teori instruksional lokal (local instructional theory). Hasil penelitian dapat menunjukan bahwa serangkaian kegiatan pembelajaran dengan Realistic Mathematic Education (RME) dengan media pizza dan origami dapat membawa siswa dari situasi abstrak menuju situasi yang lebih nyata (konkret). Siswa mampu mengerjakan bilangan pecahan dalam bentuk kontektual
Pengembangan Media Pembelajaran Webtoon untuk Menanamkan Sikap Toleransi Siswa di Sekolah Dasar
Nuryanah, Nuryanah;
Zakiah, Linda;
Fahrurrozi, Fahrurrozi;
Hasanah, Uswatun
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i5.1244
Media pembelajaran webtoon adalah suatu perangkat bantu yang digunakan untuk menyampaikan informasi dalam bentuk kumpulan gambar komik yang dipublikasikan secara digital dalam bentuk aplikasi yang diunduh atau web dengan menggunakan ponsel, ipad, laptop, komputer atau alat elektronik yang sejenisnya untuk menanamkan sikap toleransi siswa. Tujuan pengembangan penelitian ini untuk menghasilkan sebuah produk berupa media pembelajaran dengan menggunakan aplikasi webtoon tentang keragaman di Indonesia dalam muatan pembelajaran PPKN untuk siswa kelas IV sekolah dasar. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian pengembangan (research and development) dengan model pengembangan ADDIE dari Dick and Peck. Tahapan model pengembangan ini terdiri dari analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner/angket. Teknik analisis data menggunakan skala likert. Adapun tahap validasi ahli, yaitu validasi oleh ahli media, validasi oleh ahli materi dan validasi media yang dilakukan oleh siswa. Hasil ini menunjukkan bahwa nilai validasi oleh ahli media, ahli materi dan respon siswa memperoleh nilai lebih dari 91% sehingga pengembangan media pembelajaran webtoon dikategorikan sangat layak dengan revisi.
Implementasi Pembelajaran Daring melalui Grup Whatsapp pada Siswa Sekolah Dasar
Maulida, Dina;
Ibrahim, Muslimin;
Thamrin, Muhammad;
Akhwani, Akhwani
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i5.1335
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan permasalahan dan hambatan mengenai implementasi pembelajaran daring melalui grup whatsapp pada siswa kelas 3 SDN Celep Sidoarjo . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang memaparkan dan mendapatkan hasil penelitian yang dilakukan. Hasil penelitian yang dilakukan melalui observasi ,dokumentasi, dan wawancara wali murid peserta didik kelas 3 SDN Celep Sidoarjo menghasilkan data bahwa implementasi pembelajaran daring melalui grup whatsapp dapat diketahui tingkat proses pembelajaran yang dilakukan secara daring melalui grup whatsapp pada siswa kelas III SDN Celep Sidoarjo tergolong “Belum Efektifâ€. Untuk hambatan saat melakukan pembelajaran daring adalah gadget yang kurang memadai, karena saat ini gadget yang digunakan masih menggunakan gadget orang tua atau bukan milik pribadi. Hambatan yang lainnya adalah kurangnya tanggung jawab peserta didik pada saat mengumpulkan tugas sehingga banyak peserta didik yang terlambat mengumpulkannya. Pada saat pembelajaran daring terjadi banyak kendala, seperti paketan data yang terbatas dan masih menggunakan gadget orang tua atau bukan milik pribadi. Sehingga hasil belajar yang didapat peserta didik pada saat pembelajaran daring kurang efektif dan terbatas
Miskonsepsi Konsep Matematika Menggunakan Metode Certainty Response Index (CRI) pada Pembelajaran dalam Jaringan
Apriyanto, Dwi;
Irawati, Tri Novita;
Al’Ayubi, Sholahudin
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3110
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi yang dialami oleh siswa kelas VII di SMP Negeri 8 Jember pada materi bilangan bulat dengan menggunakan metode CRI (Certainty Response Index). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes diagnostik dalam bentuk pilihan ganda yang dilengkapi dengan skala CRI dan wawancara. Berdasarkan data penelitian ditemukan sebanyak 32% siswa mengalami miskonsepsi. Jenis-jenis miskonsepsi yang teridentifikasi adalah (1) miskonsepsi terjemahan dialami oleh S14 yaitu tidak mampu memahami permasalahan, (2) miskonsepsi tanda dialami oleh S25 yaitu tidak mampu mengkorelasikan simbol, (3) miskonsepsi hitung dialami oleh S27 yaitu melakukan kesalahan perhitungan, (4) miskonsepsi sistematis dialami oleh S27 yaitu tidak mampu mengarahkan langkah-langkah penyelesaian secara logis, (5) miskonsepsi konsep dialami oleh S11 yaitu tidak mampu menghubungkan konsep materi, (6) miskonsepsi strategi dialami oleh S26 yaitu tidak dapat menghubungkan permasalahan dengan rumus. Faktor-faktor yang menyebabkan siswa mengalami miskonsepsi yaitu guru hanya memberikan tugas dan siswa jarang berlatih soal pada saat pembelajaran dalam jaringan.
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA pada Siswa Sekolah Dasar
Abdullah, Adi Neneng;
Boleng, Benedikta
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.3779
Para peserta didik di Sekolah Dasar akan memiliki Hasil belajar IPA yang baik jika guru menerapkan metode pembelajaran yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA para peserta didik Kelas IV SDI Watujara Ende melalui penerapan metode inkuiri. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV SDI Watujara sebanyak 35 orang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2021. PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus dimana setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan refleksi. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes hasil belajar di setiap akhir siklus. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpukan bahwa penerapan model pembelajaran Inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada peserta didik kelas IV SDI Watujara. Oleh karena itu hasil penelitian ini merupakan praktik baik yang dapat dijadikan rujukan bagi para guru sekolah dasar untuk melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri jika mengalami masalah yang sama.
Pengaruh Sikap Belajar Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VIII SMP Negeri 43 Merangin
Rais, Hidayati;
Hasmawati, Hasmawati;
Ningsih, Lipia Sepna
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36987/jpms.v8i2.3376
The mathematical communication ability of students is still low, is known from the results of the initial test that there are no students who meet learning mastery. Because students have not mastered and are ability to apply all indicators of mathematical communication skills. The purpose of this research is to describe the significant influence between learning attitudes on mathematical communication skills. This research uses a quantitative approach to the correlational method. The population of this research is all students of class VIII SMP N 43 Merangin consisting of 4 classes totaling 120 people. For the sample using the Taro Yamane formula, 55 people were selected, the sampling method used was simple random sampling with the lottery method. The data collection technique used questionnaire and test data. The instrument used in the form of statement items and items about mathematical communication skills. Based on the data analysis technique, the data obtained are normally distributed and have a linear pattern. Furthermore, to test the hypothesis using the Pearson product moment formula, and the significance test using the Z-test, followed by the determinant coefficient formula for variable X to variable Y from the analysis is known that the coefficient of determination is 27.35%. Then a simple linear regression test and a regression significance test were performed. Based on the results of data analysis, it shows that if Fcount > Ftable or 19.948 > 1.907, then H0 is rejected and H1 is accepted, meaning that there is a significant influence between learning attitudes on the mathematical communication skills of eighth grade students of SMP N 43 Merangin.Keywords: Learning Attitude, Mathematical Communication Ability