Articles
STUDI LIFE HISTORY IDENTITAS DAN INTERAKSI SOSIAL PADA KETURUNAN TIONGHOA MUSLIM
Pratiwi, Ria Mei Andi;
Syafiq, Muhammad
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (334.652 KB)
|
DOI: 10.26740/jptt.v5n2.p97-110
This study was aimed to explore how Chinese Muslims, who are individuals with multiple identities, sense their identity and how their identity influences their social interaction. This study used a qualitative approach with a life history method. Two male Chinese Muslims were recruited to be involved in this study. Data collected using semi structured interviews and analyzed using thematic analysis. This study found two main themes namely identity struggle, and social interaction. Both participants have different ways of social struggle because of their different families and surrounding people. The result shows that both participants actively maintain their positive self identity through some identity negotiations. They consciously choose one of their social identities that is suitable and accepted by their surrounding people with whom they are living. In general, this study concludes that both participants are able to adapt to different kind of social interaction by selecting and emphasizing one of their social identities that is appropriate to social context. Thus, they show the ability to deal with multiple identities in healthy ways.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keturunan Tionghoa yang memeluk agama Islam ini memaknai identitasnya sebagai individu dengan identitas majemuk, serta bagaimana identitasnya tersebut mempengaruhi interaksi sosialnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif life history dengan partisipan penelitian berjumlah dua orang yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Proses pengambilan data menggunakan teknik wawancara semi terstruktur. Data penelitian ini kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan dan mengidentifikasi dua tema utama, yakni tentang pergulatan identitas, dan interaksi sosial. Kedua partisipan mempunyai pergulatan identitas dengan cara yang berbeda dikarenakan kondisi keluarga dan lingkungan sekitar. Hasil dari penelitian ini juga menunjukkan bahwa kedua partisipan memiliki strategi untuk menjaga identitas diri yang positif melalui negosiasi identitas. Mereka memilih salah satu dari identitas sosial mereka sesuai dengan lingkungan sekitar mereka. Secara umum, kesimpulan dari penelitian ini adalah kedua pertisipan mampu untuk mengadaptasi berbagai jenis interaksi sosial dengan memilih dan menegaskan identitas sosial mereka sesuai dengan konteks. Disamping itu, mereka juga menunjukkan kemampuan mereka untuk memaknai identitas ganda dengan baik.
Peran Kepercayaan Diri dan Kemampuan Multitasking terhadap Readiness to Change pada Mahasiswa
Budiani, Meita Santi;
Mulyana, Olievia Prabandini;
Puspitadewi, Ni Wayan Sukmawati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jptt.v10n2.p150-162
This study aims to determine the relationship between self-confidence and multitasking abilities with readiness to change among students. This study used a quantitative correlational method. The total number of 30 members of Psychology Student Association in Universitas Negeri Surabaya was recruited. Data were collected using three instruments, namely self-confidence, multitasking ability, and readiness to change scales. Data were analyzed using a multiple linear regression technique with the help of SPSS 24.0 for windows program. The statistical analysis results showed that the hypothesis of this study is approved. It can be concluded that there is a positive relationship of self-confidence and multitasking ability with readiness to change among subjects.Keywords: Self-confidence, multitasking ability, readiness to change, students. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dan kemampuan multitasking dengan readiness to change pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional. Seluruh 30 mahasiswa pengurus Himpunan Mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Surabaya direkrut secara purposif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala kepercayaan diri dan kemampuan multitasking dengan readiness to change. Analisis data yang digunakan adalah teknik regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS 24.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan hipotesis penelitian ini diterima. Studi ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan yang bersifat positif antara kepercayaan diri dan kemampuan multitasking dengan readiness to change pada subjek.
PENERAPAN RELAKSASI ATENSI UNTUK MENINGKATKAN KONSENTRASI BELAJAR PADA SISWA SMK
Mulyana, Olievia Prabandini;
Izzati, Umi Anugerah;
Puspitadewi, Ni Wayan Sukmawati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (507.66 KB)
|
DOI: 10.26740/jptt.v3n2.p103-112
The objectives of this research is to examine the effectiveness of attentive relaxation to increase the concentration among students of Vocational High School. Attentive relaxation applied in this research is a relaxation technique with focus on the enhancement of visual sense sensitivity. This attentive relaxation program is based on Robert H.McKim’s theory with three basic phases, which are loosening up, letting go, and going to close. This research was an experiment which apply pre-test and post-test group design. The subject in this research were 60 Vocational High School students consist of 30 students in experimental group and 30 students in control group. This research conducted in Vocational High School Wachid Hasyim Surabaya. The experiment group was given the treatment of attentive relaxation, while the control group was left without treatment. Army alpha test was used to measure learning concentration. The army alpha test was administered to both experiment group and control group in pre-test and post-test conditions. The result found that attentive relaxation increase the learning concentration among Vocational High School students. This can be seen from the increase in learning concentration scores of students in experimental group between before and after the attentive relaxation treatment was given. Attentive relaxation contributes 23,3% in increasing the learning concentration of Vocational High School students.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi atensi dalam meningkatkan konsentrasi belajar pada siswa SMK. Relaksasi atensi yang digunakan dalam penelitian ini merupakan sebuah teknik relaksasi yang lebih menekankan pada peningkatan kepekaan indera visual. Program Relaksasi Atensi ini didasarkan pada teori relaksasi atensi dari Robert H. McKim yang dengan tiga tahapan dasar, yaitu loosening up (peregangan), letting go (pembebasan ketegangan), going to close (pendekatan masalah). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimental, dengan menggunakan pre-test and post-test group design. Subjek pada penelitian ini merupakan siswa SMK yang berjumlah 60 orang yang terdiri dari 30 orang dalam kelompok eksperimen dan 30 orang dalam kelompok kontrol. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Wachid Hasyim Surabaya. Pada kelompok eksperimen akan diberi perlakuan berupa relaksasi atensi, sedangkan pada kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan. Untuk mengukur konsentrasi belajar digunakan tes army alpha. Tes army alpha diberikan kepada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada saat pre-test dan post-test. Relaksasi Atensi dapat meningkatkan konsentrasi belajar pada siswa SMK. Hal ini ditunjukkan dengan adanya perbedaan konsentrasi belajar antara sebelum dan sesudah dilakukan relaksasi atensi. Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan konsentrasi belajar setelah diberi perlakuan relaksasi atensi.
Hubungan antara Stress dan Motivasi Kerja pada Mahasiswa yang Bekerja Paruh Waktu
Puspitadewi, Ni Wayan Sukmawati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (510.303 KB)
|
DOI: 10.26740/jptt.v2n2.p126-134
The purpose of this study was to examine the relationship between stress and work motivation among students who have part-time jobs. The subjects of this study were 122 students whose ages ranged from 18 to 26 years old consisting of 68 men and 54 women from different universities in Surabaya and have part-time jobs for at least 6 (six) months in various fields. Sampling was conducted using quota sampling, while data collection is carried out by using a questionnaire. Data were analysed using Pearson’s product moment. The results of data analysis shows that the correlation coefficient is -0.518 with p =0.00 (p <0.05) which means that there is a significant negative relationship between the level of stress and the level of work motivation among students who have part-time jobs. Thus, the lower the level of stress the students have the higher their work motivation and vice versa.Abstrak: Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan stres dengan motivasi bekerja pada mahasiswa yang bekerja paruh waktu. Subjek penelitian ini adalah 122 mahasiswa dengan rentang usia 18-26 tahun yang terdiri dari 68 laki-laki dan 54 perempuan yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya dan bekerja paruh waktu selama minimal 6 (enam) bulan dalam pelbagai bidang. Pengambilan sampel dilakukan dengan tekni quota sampling sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket. Data dianalisis secara statistik menggunakan metode Pearson correlation, yaitu product moment. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0,518 dengan p=0,00 (p<0,05) yang berarti bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara tingkat stress dengan tingkat motivasi bekerja pada mahasiswa yang bekerja paruh waktu. Makin rendah tingkat stres maka makin tinggi motivasi kerja seorang mahasiswa yang bekerja paruh waktu, begitu pula sebaliknya.
GAMBARAN TEKANAN (STRESSORS) YANG DIHADAPI PASIEN SKIZOFRENIA RAWAT JALAN DAN STRATEGI COPING
Susilawati, Sakti;
Syafiq, Muhammad
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (417.513 KB)
|
DOI: 10.26740/jptt.v5n2.p119-134
The aim of this study was to explore stressors faced by schizophrenic patients who have on-going treatments in Surabaya and to reveal strategies they employ to cope with the stressors. This was a qualitative research with a case study method. The participants of this study were two schizophrenic patients who have diagnosed by the expert as having paranoid and hebephrenic and schizophrenia have on going treatment. Data were collected through semi-structure interviews from main participants and their significant others and analyzed using thematic analysis. The results showed that the participants have experienced some stressors during on-going treatment process. Some of those stressors are: negative reaction from society, less attention from others, and loneliness. That stressors can become obstacles for schizophrenic patients to recover. To cope with the stressors, participants of this study employ two coping strategies, namely problem and emotion focused copings. The problem focused coping strategy helps participants to be directly active in solving the stressors. While, emotion focused coping strategy helps to control emotion and built their positive perspectives. In general, this study concludes that the participants use emotion focused coping when they are unable to solve stressors directly. Emotion focused coping helps participants to maintain their positive emotions. The participants’ coping ability indicates that they have opportunity to decrease the possibility of relapse risk and engage in normal life.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran stressor yang dialami oleh penderita skizofrenia rawat jalan atau sudah pada tahap remisi di Surabaya serta strategi yang digunakan untuk menghadapi stressor tersebut. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan. Partisipan utama adalah tiga orang yang telah diagnosis oleh ahli sebagai penderita skizofrenia paranoid dan hebrefenik dalam tahap remisi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam semiterstruktur dengan kedua partisipan dan significant others mereka. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua partisipan mengalami beberapa stressor antara lain mendapatkan tanggapan negatif dari masyarakat, kurangnya perhatian dari orang terdekat, dan mengalami kesepian. Untuk menghadapi berbagai stressor tersebut, kedua partisipan menggunakan strategi berfokus pada masalah dan strategi berfokus pada emosi. Strategi coping berfokus pada masalah membantu partisipan untuk bertindak aktif secara langsung menyelesaikan masalah, sedangkan strategi coping berfokus pada emosi digunakan untuk membantu mengelolah emosi secara positif. Secara umum, penelitian ini menyimpulkan bahwa partisipan penelitian ini lebih sering menggunakan strategi coping yang berfokus pada emosi. Coping berfokus emosi membantu partisipan untuk mengatur dan mengendalikan emosi mereka. Kemampuan ketiga partisipan dalam melakukan coping terhadap berbagai stressor yang dialaminya menunjukkan peluang yang besar bagi mereka untuk mengurangi risiko kekambuhan dan hidup secara normal.
POLITIK IDENTITAS MAHASISWA ISLAM FUNDAMENTALIS
Syafiq, Muhammad
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1553.628 KB)
|
DOI: 10.26740/jptt.v1n1.p46-54
Tulisan ini mengkaji tentang politik identitas mahasiswa Islam fundamentalis. Politik identitas dalam tulisan ini diartikan sebagai strategi yang ditempuh oleh sekelompok orang untuk membentuk dan menegaskan identitasnya yang otentik di tengah berbagai serangan yang mengancam musnahnya identitas tersebut. Sementara mahasiswa Islam fundamentalis merujuk pada kelompok-kelompok aktivis dakwah di kampus perguruan tinggi. Sesuai dengan strategi berbagai gerakan fundamentalis lain, para aktivis dakwah membentuk dan menegaskan identitasnya melalui strategi pemisahan simbolik dan kognitif tapi tidak secara fisik. Namun strategi pemisahan ini tidak lepas dari ambivalensi karena sekalipun berjuang untuk memurnikan identitas Islam melalui pembentukan kelompok eksklusif, para aktivis dakwah juga berambisi untuk mengajak sebanyak mungkin mahasiswa Islam bergabung dalam kelompoknya sehingga harus tetap menjalin pergaulan secara luas.
Work Enjoyment dan Organizational Citizenship Behavior pada Karyawan PT. Petrokimia Kayaku
Nugroho, Septiyan;
Puspitadewi, Ni Wayan Sukmawati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (240.6 KB)
|
DOI: 10.26740/jptt.v6n1.p9-17
Organizational Citizenship Behavior is one form of behavior of employeesthat shows the tendency to be cooperative in an organization.This research holds a purpose to test the correlation between Work Enjoyment and Organizational Citizenship Behavior in PT Petrokimia Kayaku Gresik. This research used quantitative approach which focuses on correlational research design. The number of population in this research was 170 people and the samples obtained were 63 people that was selected using random sampling technique. Questionnaire was chosen as the way to collect the data needed in this research. There were two kinds of questionnaires whichwere developed by the researcher to determine Organizational Citizenship Behavior’s scale and workenjoyment’s scale. The data analysis used was product moment’s correlation. According to the data analysis, there is a significant correlation between work enjoyment and Organizational Citizenship Behavior, with the correlation coefficient 0,861 and p = 0,000 that indicates high and significant correlation. Abstrak: Organizational Citizenship Behavior merupakan salah satu bentuk perilaku dari karyawan yang menunjukkan kecenderungan untuk koperatif dalam suatu organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Work Enjoyment dengan perilaku Organizational Citizenship Behavior pada Karyawan PT Petrokimia Kayaku Gresik. Penelitian dilakasanakan dengan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian korelasional. Jumlah populasi pada penelitian ini sebesar 170 orang, sampel diambil dengan menggunakan random sampling sehingga didapat jumlah sampel sebanyak 63 orang. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner yang dikembangkan oleh peneliti yaitu skala Organizational Citizenship Behavior dan skala work enjoyment. Analisis data menggunakan korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis data ada hubungan yang signifikan antara work enjoyment dengan Organizational Citizenship Behavior dengan Â
IDENTITAS “LAJANG†(SINGLE IDENTITY) DAN STIGMA: STUDI FENOMENOLOGI PEREMPUAN LAJANG DI SURABAYA
Septiana, Ema;
Syafiq, Muhammad
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (560.463 KB)
|
DOI: 10.26740/jptt.v4n1.p71-86
This study was aimed to explore middle class single adult women's experience concerning their identity as a single in Surabaya. The number of single adult women in Surabaya has been increased since 2010 until recently. Phenomenological method was used in this study. Data collected using indepth semi-structured interviews and analysed using IPA (Interpretative Phenomenological Analysis). This study reveals three themes, namely the experience of being stigmatized, psychological impacts of the stigma, and strategies employed to cope with stigma and psychological discomforts. Most participants reported that they are called as “perawan tua† (spinster), “tidak laku†(leftover) by social surroundings. They are also blamed as having negative traits such as introvert because of their single status. The experience of being stigmatized has impacted on their psychological discomforts such as insecure feelings and loneliness. To cope with stigma and psychological discomforts, most participants employed some strategies, namely reevaluating single identity in positive ways, avoiding situations wich invite stigma, and accepting God's destiny and plan.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman perempuan lajang kelas menengah di Surabaya. Meningkatnya jumlah perempuan lajang di Surabaya dari tahun 2010 hingga tahun 2012 dan masih dijumpainya stigma negatif kepada perempuan lajang menjadi dasar dilakukannya penelitian ini. Metode yang digunakan adalah kualitatif fenomenologis dengan pengambilan data menggunakan wawancara semiterstruktur. Data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis interpretative phenomenological analysis (IPA). Penelitian ini berhasil mengidentifikasi tiga tema utama, yaitu pengalaman terkait stigma terhadap identitas lajang; kondisi psikologis akibat stigma terhadap lajang, dan cara menghadapi tekanan dan stigma. Para partisipan melaporkan bahwa mereka dianggap dan diperbincangkan sebagai perawan tua, perempuan tidak laku, dan memiliki sifat tertutup yang tidak mendukung terjalinnya hubungan intim. Pengalaman stigma tersebut telah mempengaruhi kondisi psikologis sebagai perempuan lajang, yaitu perasaan tertekan dan kesepian. Dalam menghadapi tekanan akibat stigma dan upaya untuk mengatasi tekanan psikologis tersebut, para partisipan penelitian ini menempuh strategi untuk mempertahankan rasa identitas yang positif sebagai lajang, antara lain: memaknai kembali status lajang lebih positif, menghindari situasi yang menimbulkan stigma, dan menyerahkan diri pada takdir.
Perbedaan Perilaku Konsumtif Ditinjau dari Tipe Kepribadian Pada Siswa Sekolah Menengah Atas
Widyaningrum, Sandra;
Puspitadewi, Ni Wayan Sukmawati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (42.05 KB)
|
DOI: 10.26740/jptt.v6n2.p102-106
 The purpose of this research is to study the differences of consumptive behavior tendences between introvert and ekstrovert personality types among students. This research used quantitative method, involved 174 subjects from Senior high School students SMA Negeri 2 Surabaya Grade XI who were chosen by random sampling. The instruments used for collecting data were scales of consumptive behavior tendencies and personality types. Data analyzed by Independent Sample Test (t-test) with error level of 5%. The result of analysis showed a significance value of consumptive behavior tendencies and the  personality types is  0.049 (p<0.05), means there is a difference tendency of the consumptive behavior in terms of introvert and ekstrovert personality types among participants. This study also showed differences in the average (mean) value of the variable consumptive behavior tendencies of students who have extrovert personality at 102.63 and the student who have introvert personality at 97.91. This indicated that the tendencies of consumptive behavior on students who have extrovert personality is higher than the students who have introvert personality.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji perbedaan kecenderungan perilaku konsumtif antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert pada siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan sampel sebanyak 174 siswa yang berada di kelas XI SMA Negeri 2 Surabaya, yang dipilih berdasarkan teknik random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala kecenderungan perilaku konsumtif dan skala tipe kepribadian. Analisis data yang dalam penelitian ini adalah uji Independent Sample Test (uji-t) dengan tingkat kesalahan 5%. Hasil analisis data menunjukkan nilai signifikasi variabel kecenderungan perilaku konsumtif dengan tipe kepribadian sebesar 0,049 (p<0,05), yang berarti terdapat perbedaan kecenderungan perilaku konsumtif ditinjau dari tipe kepribadian introvert dan ekstrovert. Penelitian ini juga menunjukkan adanya perbedaan nilai rata-rata pada variabel kecenderungan perilaku konsumtif siswa yang bertipe kepribadian ekstrovert sebesar 102,63 dan pada siswa yang bertipe kepribadian introvert sebesar 97,91. Hal ini menunjukkan bahwa kecenderungan perilaku konsumtif pada siswa yang memiliki tipe kepribadian ekstrovert lebih tinggi daripada siswa yang memiliki tipe kepribadian introvert. Â