Articles
UPAYA PENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN PADA ANAK DI PANTI ASUHAN MELALUI EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT
Kurniawan, Hendra
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 3, No 1 (2017): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (306.651 KB)
|
DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v3i1.993
Jumlah anak di Indonesia rata-rata 20-30% dari jumlah penduduk Indonesia yaitu sekitar 237.556.363 Jiwa (Malinta, 2012). Anak merupakan aset suatu bangsa yang harus dijaga dan dirawat agar dapat memberikan kemanfaatan dalam pengembangan peradaban suatu bangsa. Kualitas dari anak-anak suatu bangsa merupakan miniatur bagi keberlangsungan bangsa itu sendiri. Anak harus dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal agar dapat mempersiapkan dirinya dalam mengemban tanggungjawab di masa yang akan datang. Kenyataanya masih banyak anak yang hidup dibawah standard kesejahteraan dan harus bertahan dalam lingkungan dan kondisi yang tidak kondusif untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Wijaya (2010) melaporkan bahwa 40-60 anak yang berada di usia sekolah mengalami kecacingan, 23% mengalami anemia, 74,4% mengalami gangguan karies gigi, dan sebanyak 100.000 anak Indonesia harus meninggal karena diare setiap tahunnya. Kondisi diatas diakibatkan oleh perilaku hidup yang kurang sehat. Oleh karena itu diperlukan upaya pencegahan untuk menangani masalah tersebut diatas, salah satunya dengan melakukan promosi kesehatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Panti Asuhan merupakan salah satu wadah non profit yang berfungsi sebagai tempat penampungan anak yatim dan atau piatu dengan menyandarkan pendanaan dari donasi masyrakat secara sukarela sehingga tingkat kesejahteraannyapun tidak terjamin. Selain itu pengetahuan tentang PHBS juga tidak pernah didapatkan oleh anak asuh karena tidak banyak yang peduli dengan kondisi ini. PHBS juga sering kali berkorelasi dengan tingkat kesejahteraan. Panti asuhan Nurul Manan merupakan asalah satu panti asuhan yang terletak di pinggiran kota Jember dengan tingkat kesehahteraan menengah dan belum pernah dilalukan pengkajian PHBS di panti ini. Target pengabdian ini adalah anak asuh sejumlah 60 orang. Metode pelaksanaanya dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi. Oleh karena itu penulis menggangap perlu dilaksanakan promosi kesehatan PHBS untuk meningkatkan kesejahteraan anak asuh dip anti Nurul Mannan Kecamatan Sukowono. Kata kunci: Perilaku hidup bersih, PHBS
Pembelajaran Langsung Dengan Menggunakan Media Flash Untuk Siswa SMP
Afandi, Ahmad
JUSTINDO (Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi Indonesia) Vol 2, No 1 (2017): JUSTINDO
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (438.445 KB)
|
DOI: 10.32528/justindo.v2i1.1040
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perangkat pembelajaran langsung dengan menggunakan media Flash pada materi bangun ruang sisi datar dan untuk mendeskripsikan keefektifan pembelajaran langsung pada materi bangun ruang sisi datar. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VIII SMP Al-Badri Arjasa Jember. Dari hasil analisis diperoleh perangkat pembelajaran yang berkualitas baik, yaitu perangkat pembelajaran yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Perangkat pembelajaran dikatakan valid, karena nilai rata-ratanya adalah 3 dengan skala penilaian 1 - 4. Perangkat pembelajaran dikatakan praktis karena kemampuan guru mengelola pembelajaran menunjukkan kategori baik dan sangat baik. Perangkat pembelajaran dikatakan efektif karena respon siswa terhadap pembelajaran positif, dan Tes Hasil Belajar menunjukkan valid, reliabel, dan sensitif. Dari hasil analisis deskriptif didapatkan bahwa perangkat pembelajaran langsung dengan menggunakan media flash efektif untuk mengajarkan materi bangun ruang sisi datar. Hal ini dapat dilihat dari kemampuan guru mengelola pembelajaran sangat baik, aktivitas siswa dalam pembelajaran efektif, respon siswa terhadap pembelajaran positif, dan ketuntasan secara klasikal tercapai yaitu 84,62% dari ketuntasan belajar siswa tercapai jika minimal 80% siswa tuntas dengan kriteria ketuntasan minimal yaitu skor 75.
Pengukuran Kinerja Keuangan Pasca Merger Dan Akuisisi
Edi, Edi;
Rusadi, Sylvia
Global Financial Accounting Journal Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Economics, Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (398.217 KB)
This paper examine aneffect of the financial performance of post-merger and acquisition. The financial performance is measured by using ratios, such as return on net worth, return on assets, current ratio, quick ratio, and debt to equity ratio.The samples are firms which did merger and acquisition activity during the years 2003-2011 and that listed on Indonesia Stock Exchange. Data which used in this research is the annual financial report three years before and three years after the mergers and acquisitions by using purposive sampling method. Analysis of the data used to test the hypothesis using paired sample t-test. The results of this study indicate merger firms are having decline performance, debt to equity ratio show significant decline, and other ratios also got decline, though not significant. On the other side, return on net worth and return on assets has significant decline after acquisition, except for current ratio which have insignificant decline after acquisition. Quick ratio and debt to equity ratio has insignificant improvements after acquisition.
PENGARUH WAKTU KONTAK DAN KECEPATAN PENGADUKAN TERHADAP RECOVERY ALUMINIUM PADA ASIDIFIKASI SLUDGE KELUARAN WATER TREATMENT
Lia Cundari;
Endang Supriyatna;
Hadi Samhudi
Jurnal Teknik Kimia Vol 22 No 2 (2016): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Proses asidifikasi sebagai teknologi pengurangan dan pemanfaatan lumpur keluaran unit pengolahan air sudah cukup lama dikenal. Asidifikasi dilakukan dengan menambahkan asam pada lumpur hingga mencapai pH 2. Tujuan dari asidifikasi ini adalah untuk melarutkan kembali logam Aluminium yang terkandung dalam lumpur keluaran unit clarifier di water treatment plant. Asidifikasi akan mengurangi jumlah kandungan Aluminium yang dibuang ke lingkungan. Asidifikasi juga akan menghasilkan senyawa aluminium sulfat yang dapat dimanfaatkan kembali pada unit clarifier. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu kontak dan kecepatan pengadukan terhadap recovery aluminium pada asidifikasi lumpur keluaran unit pengolahan air PT PUSRI Palembang. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah waktu kontak asidifikasi yaitu 15, 30, 45, 60 menit dan kecepatan pengadukan yaitu 200, 400, 600, 800, dan 1000 rpm. Analisa penelitian ini dilakukan dengan membandingkan jumlah Aluminium terlarut dari total kandungan Aluminium pada lumpur. Hasil dari penelitian ini berupa recovery optimum dari aluminium yaitu sebesar 29,12 % didapatkan pada waktu kontak 30 menit dan kecepatan pengadukan 600 rpm.
Pengaruh Penambahan Asam Borat (H3BO3) pada Larutan Na2CO3 Terhadap Absorbsi CO2 dalam Biogas Menggunakan Spray Column
Lia Cundari;
Selpiana;
Bobby Redian;
Achmad Zaidan
Jurnal Teknik Kimia Vol 21 No 1 (2015): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Biogas merupakan energi alternatif yang bersifat renewable karena berasal dari makhluk hidup, terbuatdari berbagai macam bahan organik yang biasanya berupa sampah atau limbah. Penggunaan biogassebagai energi alternatif baru sebatas energi untuk mencukupi kebutuhan bahan bakar dalam rumahtangga dan belum digunakan sebagai sumber energi primer. Hal ini disebabkan biogas masihmengandung CO2 dalam kadar yang tinggi sehingga pembakarannnya kurang maksimal. Kadar CO2 yangterkandung dalam biogas diturunkan dengan mengabsorbsi menggunakan larutan Na2CO3 denganpromotor asam borat. Penggunaan asam borat bertujuan untuk meningkatkan kemampuan absorbsi CO2pada larutan Na2CO3. Variabel pada penelitian ini adalah konsentrasi asam borat yang ditambahkan kedalam larutan Na2CO3 (1, 2, 3, 4, 5 % berat asam borat). Absorbsi CO2 dilakukan dengan mengumpankancampuran Na2CO3 dan asam borat dengan biogas secara countercurrent. Gas yang keluar pada bagian ataskolom ditampung dan dianalisa kandungan CO2 serta kandungan gas lainnya dengan Orsat Analysis danGas Chromatograph. Konsentrasi optimum dalam penambahan asam borat sebesar 3%, dimana gas CO2terabsorb sebesar 67,81%. Dengan penambahan asam borat ke dalam larutan Na2CO3 laju absorpsimeningkat 2,4 kali.
POLA ALIH TUTUR ANAK REMAJA DI DESA SABANG KECAMATAN DAMPELAS
Afandi, Ahmad
BAHASA DAN SASTRA Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : BAHASA DAN SASTRA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (80.258 KB)
Fokus permasalahan penelitian ini adalah bagaimanakah pola alih tutur anak remaja di desa Sabang, Kecamatan Dampelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola alih tutur anak remaja dengan menggunakan pasangan ujaran terdekat dan alokasi giliran bicara. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif berdasarkan teori Milles dan Huberman. Teknik penelitian yang digunakan adalah teknik analisis. Tahapan analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola alih tutur remaja di desa Sabang Kec. Dampelas sering melanggar kaidah-kaidah dalam berbicara seperti ketidaksopanan berbicara, ujaran tanggapan yang dimunculkan berupa ujaran senda gurau, dan ujaran penolakan yang begitu kasar. Ada tiga faktor yang mempengaruhi terjadinya pelanggaran tersebut yaitu faktor lingkungan, kepribadian, dan emosional.
ALIH KODE BAHASA DALAM INTERAKSI JUAL BELI DI PASAR INPRES MANONDA KOTA PALU
Herman, Herman
BAHASA DAN SASTRA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : BAHASA DAN SASTRA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (79.2 KB)
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk alih kode dalam interaksi jual beli di pasar Inpres Manonda, kota Palu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. menggunakan pendekatan kualitatif naturalistik. Istilah “naturalistik†menunjukkan bahwa pelaksanaan penelitian ini terjadi secara alamiah, apa adanya, dalam situasi normal yang tidak dimanipulasi keadaan dan kondisinya. Teknik penelitian yang digunakan adalah teknik rekam, observasi partisipan dan pencatatan lapangan. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, kemudian mencatat kalimat yang masuk kategori alih kode. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa terdapat delapan bentuk serta penyebab alih kode bahasa di pasar Inpres Manonda kota Palu.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERALIHAN HAK MILIK ATAS TANAH UNTUK KEPENTINGAN UMUM PADA BAGIAN ADMINISTRASI PEMERINTAHAN UMUM SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN MAMUJU UTARA
Muharni, Muharni
Katalogis Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Katalogis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (306.509 KB)
This study bertujuan untuk know switchover policy implementation property rights to land in the public interest on the part of the public administration Regional Secretariat of North Mamuju regency. This type of research is the study inikualitatif.Informan executor in the Secretariat of North Mamuju District and Land Office as well as policy targets. Collecting data using observations, interviews, and documentation, while the analysis of the data consists of data reduction, data presentation, and attractive transition policy menunjukkan implementasi research kesimpulan. Hasil property rights over land for public purposes in the general government administration Regional Secretariat of North Mamuju regency not maximized because resources and bureaucratic structures not running optimally due to the ability of human resources is still quite adequate and understanding of the field of the task is still lacking, and the implementation of the policy has not been according to SOP. But in terms of communication and disposition has been executed with the maximum, which means it has carried out the coordination and dissemination of clear and consistent as well as the executor attitude that shows awareness in doing a good job and the attitude demonstrated towards acceptance of the policy is executed.
TINJAUAN KONSTITUSIONAL KEWENANGAN MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM MEMUTUS SENGKETA PILKADA
Rusli, Rusli
Katalogis Vol 3, No 12 (2015)
Publisher : Katalogis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (157.952 KB)
This research aimed at knowing the basic authority of a Law Court Constitution in deciding regional leader election before the existence of Law Court Constitution authority decision number 97/PUU-XI/2013 and analyzing the authority of Law Court Constitution in deciding Regional Leader Election Lawsuit after the decision of Law Court Constitution number 97/PUU-XI/2013. This research was normative law research through ordinance, historical and conceptual approach. The result of the research concludes that: 1) the basic authority of a Law Court Constitution in deciding regional leader election before the existence of Law Court Constitution authority decision number 97/PUU-XI/2013 exists due to interpretation development of regional leader election that becomes a part of general election regime which is written in section 24C UUD NRI 1945, it explains that Law Court Constitution is authorized as to decide the lawsuit deriving from a general election. 2) The authority of Law Court Constitution in deciding Regional Leader Election Lawsuit result written in MK No 97/PUU-XI/2013 created in Undang-Undang No 8 Tahun 2015 is inconstutional or against the section 22E and section 24C UUD NRI 1945. This case derives from  the interpretation of law court constitution which states that regional leader election is no longer a part of general election regime in accordance with the law in section 22E UUD NRI 1945. The regulation in section 22E points out that general election is administrated to elect delegation of citizen council (DPR), regional delegation (DPD), President - vice president and delegation of regional council (DPRD). On the other side, Law section 24C UUD NRI 1945 mentions about related law court constitution without mentioning that regional leader election  is a part of authority given to law court constitution.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN ALOKASI DANA DESA (ADD) DI KECAMATAN MARAWOLA KABUPATEN SIGI
Syamsidar, Syamsidar
Katalogis Vol 3, No 11 (2015)
Publisher : Katalogis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (284.169 KB)
This study aims to determine the extent of implementation of the Village Fund allocation policy in District Marawola Sigi using Theory of Edward III, namely Communications, Disposition, Bureaucratic Structure and Resources. This study used a qualitative approach. Location research and key informants conducted purposive. data were analyzed in stages based on the data information from the informant obtained through observation, interviews and documentation.The results showed that the Village Fund Allocation Policy Implementation in District Marawola Sigi running less effective. This is seen in the Dimensions of Communication where aspects of policy dissemination Village Fund Allocation In District Marawola Sigi less implemented by the Village. Inadequate Resources dimensional fine views of human resources and infrastructure. Dimensions disposition in this case managers and community commitment in the implementation of the Village Fund Allocation going well, because the proposal is not based on people's needs. Bureaucratic structures seen on the dimensions of the mechanism of managing the implementation of a whole series of stages of the management of the Village Fund Allocation going well, because the preparation of development programs financed by the Village Fund Allocation prepared by the sub-district instead of the village.