Articles
Child Participation in Marriage Dispensation in Southeast Asian Muslim Countries from The Perspective of the Convention on the Rights of the Child
Ernawati, Ernawati;
Abdullah, Abdul Gani;
Subhan, Zaitunah
Journal of World Science Vol. 2 No. 8 (2023): Journal of World Science
Publisher : Riviera Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58344/jws.v2i8.393
The purpose of this research is to understand and analyze child marriages in Muslim-majority countries in Southeast Asia from the perspective of the Convention on the Rights of the Child. The research design used in this study is qualitative. The research nature is juridical-normative, referring to legal norms present in the legislations of Indonesia, Malaysia, and Brunei Darussalam. The research results indicate that using the CRC's concept of Child Participation in dispensations for underage marriage, it was previously shown that the concept of child protection encompasses a broad scope (O'Donnell), and the Convention on the Rights of the Child emphasizes that all actions taken concerning the child must be contextually appropriate, for the best interests of the child (Eekelaar). Therefore, this study shows to what extent the protection of children's rights regarding their participation in dispensations for underage marriage in Southeast Asian Muslim countries, is allegedly contradictory to the CRC's definitive provision on the age of the child. This research implies that it can help analyze the extent to which child marriages violate the rights of the child as guaranteed by the Convention on the Rights of the Child. It aids in understanding how cultural and religious factors influence the practice of child marriages in Muslim-majority countries in Southeast Asia. Additionally, the results of this research could stimulate further studies in the same or related domains.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Usaha Mikro Bawang Goreng Di Tamaje’ne
Haslindah, Andi;
Ernawati, Ernawati;
Haslinah, Andi
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jh.v4i6.1841
Kelurahan Karuwisi Utara tepatnya Tamaje’ne merupakan salah satu nama jalan di Makassar yang menjadi sentra produksi bawang goreng Karena terdapat banyak pengusaha bawang goreng. Salah satu kelompok usaha bawang goreng jumania. Proses produksi bawang goreng masih dilakukan dengan cara yang sangat sederhana sehingga dalam proses produksi membutuhkan waktu yang lebih lama. Tujuan umum program PKM ini adalah untuk meningkatkan produktivitas mitra. Tujuan khusus meningkatkan kemampuan dalam produksi maupun kemampuan dalam memasarkan hasil produksi. Metode yang dilaksanakan adalah pelatihan dan fasilitasi teknologi tepat guna yang lebih efektif dan efisien, bagi mitra mendapatkan pelatihan manajemen usaha, membuat desain label, dan pemasaran online serta layout ruang produksi. Hasil yang diperoleh pada kegiatan ini melakukan pengadaaan TTG, pelatihan manajemen usaha dan pemasaran online yang efisien, pembuatan label Halal dan PIRT produk. Pengadaan alat bagi mitra dilakukan berupa teknologi mesin press, mesin peniris minyak dan pemotong bawang untuk menghasilkan bawang merah goreng yang gurih dan renyah. Diharapkan dengan peningkatan aspek manajerial, skill, dan alat maka kegiatan ini efektif. Peningkatan produktivitas UKM membuat olahan bawang merah berkualitas sesuai keinginan konsumen, jaringan pemasaran semakin luas, sehingga mitra mendapatkan keuntungan yang lebih banyak dan berkelanjutan.
Upaya Peningkatan Ekonomi Kelompok Tani Pepaya Desa Teuladan Aceh Besar Melalui Diversifikasi Produk
Fathanah, Umi;
Syamsuddin, Yanna;
Alam, Pocut Nurul;
Ernawati, Ernawati;
Rinaldi, Wahyu;
Munawar, Edi;
Yunardi, Yunardi
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jh.v4i6.2125
Desa Teuladan dikenal sebagai salah satu desa penghasil pepaya terkemuka di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Pepaya banyak dibudidayakan di kebun dan di sekitar tempat tinggal penduduk desa, dengan sekitar 90% rumah tangga terlibat dalam budidaya tanaman pepaya ini. Meskipun demikian, petani pepaya menghadapi tantangan yang signifikan terkait dengan volatilitas harga. Harga pepaya sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kondisi cuaca, frekuensi panen, dan ketersediaan pembeli. Biasanya, harga pepaya mengalami peningkatan selama bulan-bulan musim panas, sementara harganya cenderung menurun tajam selama musim hujan. Untuk meningkatkan nilai pasar pepaya pascapanen, diversifikasi produksi menjadi saus pepaya merupakan strategi yang tepat. Metodologi yang digunakan dalam inisiatif pengabdian masyarakat ini mencakup survei terhadap tantangan yang dihadapi oleh kelompok sasaran petani pepaya, diikuti dengan pendekatan terhadap permasalahan yang dihadapi kelompok tani pepaya sasaran, dilanjutkan dengan penyuluhan serta pelatihan dan praktek langsung pembuatan saus pepaya. Materi pelatihan tidak hanya difokuskan pada cara pembuatan saus pepaya, akan tetapi juga mencakup materi tentang keuangan dan pemasaran. Keberlanjutan suatu usaha akan sangat tergantung kepada pemasaran yang dijalankan. Kegiatan pengabdian dengan melakukan penyuluhan dan pelatihan tentang pembuatan saus pepaya berhasil dengan baik. Hal ini terlihat dari peran peserta yang sangat aktif dan sungguh-sungguh pada waktu mengikuti pelatihan ini. Kegiatan ini juga menciptakan suatu kegiatan kewirausahaan bagi kelompok tani pepaya desa tanpa membutuhkan modal yang banyak sehingga dapat menambah pendapatan keluarga.
PEMBERIAN SANKSI BERUPA PEMBEBASAN JABATAN OLEH BUPATI DI KOTAWARINGIN TIMUR KALIMANTAN TENGAH
Ernawati;
Pamungkas, Yogo;
Ernawati, Ernawati
Reformasi Hukum Trisakti Vol 5 No 1 (2023): Reformasi Hukum Trisakti
Publisher : Faculty of Law, Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/refor.v5i1.15417
Sanggul is a State Civil Apparatus who has brought the "Decree of the East Kotawaringin Regent Concerning Disciplinary Punishment for Exemption from Position" to the Palangkaraya State Administrative Court as the subject of the dispute. The issue with this article is that the steps used by the Kotawaringin Timur regent to inspect Sanggul and impose sanctions on his dismissal from office in Decision 3/G/2021/PTUN.Plk were not in accordance with the steps outlined in PP No. 53/2010 on Civil Service Discipline. The research methodology employed is normative juridical, which analyzes primary and secondary evidence before drawing inferences based on qualitative analysis. The findings of this study show that the Kotawaringin Timur regent's methods for applying disciplinary sanctions were procedurally faulty since they did not follow the PP above. According to the study's findings, because the Kotawaringin regent did not follow the inspection procedure exactly as required by the government regulation on civil servant discipline, he was deemed careless and negligent in carrying out the administrative stages. The East Kotawaringin regent then brought about the repercussions of not achieving the requirements of Articles 23 and 24 of the PP above.
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Pembelajaran Think Pair Share Pada Murid Sekolah Dasar
Waswandi, Waswandi;
Ernawati, Ernawati;
Kristiawati, Kristiawati
EduBase : Journal of Basic Education Vol. 4 No. 2 (2023): EduBase : Journal of Basic Education
Publisher : LJPI UI Bunga Bangsa Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47453/edubase.v4i2.1191
Masalah utama dalam penelitian ini adalah hasil belajar matematika murid khususnya di kelas V SD Inpres Pampang 1 Kota Makassar masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar murid dengan menggunakan model kooperatif tipe think pair share murid kelas V SD Inpres Pampang 1 Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Class Action Reaserch) yang terdiri dari dua siklus dimana setiap siklus dilaksanakan sebanyak empat kali pertemuan. Subjek penelitian adalah murid kelas V yang berjumlah 25 orang murid. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar, lembar observasi dan angket respon murid. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini yaitu yaitu: (1) pada siklus pertama diperoleh nilai rata-rata hasil belajar murid kelas V SD Inpres Pampang 1 Kota Makassar yaitu 67 sedangkan pada siklus kedua diperoleh nilai rata-rata hasil belajar lebih tinggi yang mencapai 95. Ketuntasan belajar matematika murid kelas V SD Inpres Pampang 1 Kota Makassar juga mengalami peningkatan. Pada siklus I, dari 12 (48%) murid mencapai ketuntasan belajar, sedangkan pada siklus II sebanyak 25 (100%) murid mencapai ketuntasan belajar dan ketuntasan belajar klasikal tercapai, (2) terjadi peningkatan aktivitas belajar murid pada setiap siklus. Hal ini berarti ketuntasan belajar pada siklus II tercapai secara klasikal karena jumlah murid yang tuntas mencapai 80%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas, dapat disimpulkan hasil belajar matematika melalui model kooperatif tipe think pair share murid kelas V SD Inpres Pampang 1 Kota Makassar mengalami peningkatan.
Dengue hemorrhagic fever: Knowledge, attitude, and practice in Palmeriam, Jakarta, Indonesia
Martina, Siska Evi;
Bratajaya, Cicilia Nony Ayu;
Ernawati, Ernawati
GHMJ (Global Health Management Journal) Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Yayasan Aliansi Cendekiawan Indonesia Thailand (Indonesian Scholars' Alliance)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35898/ghmj-21184
Background: Dengue hemorrhagic fever (DHF) is the most rapidly spreading mosquito-borne viral disease in the world. It is an emerging disease, episodic and occurring annually. Aims: This study was to examine the knowledge, attitude, and practice of community in Palmeriam, Jakarta regarding dengue hemorrhagic fever. Methods: A community-based cross-sectional study was designed in this study between June to July 2016. Purposive sampling was done to collect data from 148 respondents. Results: This study found that average age was 47 years old, 75% were women, and 46.6% finished secondary high school. In another hand, 23.6% respondents had good knowledge, and 49.3% had a neutral attitude for preventing dengue hemorrhagic fever. The study found that 68.2% respondents had a mid-level of practice prevention dengue hemorrhagic fever and it can be improved. This study indicated that the community was quite familiar with Dengue hemorrhagic fever, but there was confusion about water storage and environment effect. Conclusion: Health promotion program and community participation should improve dengue awareness. Continuous campaign for enhancing the knowledge and attitude would result in better practice for DHF prevention. Received: 11 December 2017; Reviewed: 05 January 2018; Received in revised form: 14 February 2018: Accepted: 28 February 2018.
Dengue hemorrhagic fever: Knowledge, attitude, and practice in Palmeriam, Jakarta, Indonesia
Martina, Siska Evi;
Bratajaya, Cicilia Nony Ayu;
Ernawati, Ernawati
GHMJ (Global Health Management Journal) Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Yayasan Aliansi Cendekiawan Indonesia Thailand (Indonesian Scholars' Alliance)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Background: Dengue hemorrhagic fever (DHF) is the most rapidly spreading mosquito-borne viral disease in the world. It is an emerging disease, episodic and occurring annually.Aims: This study was to examine the knowledge, attitude, and practice of community in Palmeriam, Jakarta regarding dengue hemorrhagic fever.Methods: A community-based cross-sectional study was designed in this study between June to July 2016. Purposive sampling was done to collect data from 148 respondents.Results: This study found that average age was 47 years old, 75% were women, and 46.6% finished secondary high school. In another hand, 23.6% respondents had good knowledge, and 49.3% had a neutral attitude for preventing dengue hemorrhagic fever. The study found that 68.2% respondents had a mid-level of practice prevention dengue hemorrhagic fever and it can be improved. This study indicated that the community was quite familiar with Dengue hemorrhagic fever, but there was confusion about water storage and environment effect.Conclusion: Health promotion program and community participation should improve dengue awareness. Continuous campaign for enhancing the knowledge and attitude would result in better practice for DHF prevention. Keywords: Knowledge, Attitude, Practice, Dengue Hemorrhagic Fever. Received: 11 December 2017; Reviewed: 05 January 2018; Received in revised form: 14 February 2018: Accepted: 28 February 2018. DOI: https://doi.org/10.35898/ghmj-21184
Upaya Peningkatan Minat Belajar Peserta Didik dengan Pembelajaran Berdiferensiasi Berbantuan Paper Mode Quiziz IPAS Kelas IV Sekolah Dasar
Ernawati, Ernawati;
Raharjo, Makmum;
Rudiansyah, Rudiansyah
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 3 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/irje.v4i3.908
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan pembelajaran berdiferensiasi yang dibantu oleh paper mode quiziz terhadap minat belajar siswa dalam pembelajaran IPAS di kelas IV SD Negeri 78 Palembang. Minat belajar adalah langkah awal bagi siswa dalam proses pembelajaran yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan siswa, yang mencakup kesiapan, minat, dan gaya belajar. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 78 Palembang dengan subjek penelitian adalah kelas IV.A yang terdiri dari 25 siswa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi yang dibantu oleh paper mode quiziz dapat meningkatkan minat belajar siswa. Peningkatan tersebut terlihat dari persentase minat belajar siswa pada pra-siklus sebesar 64,44% (kategori kurang), pada siklus I sebesar 83,6% (kategori baik), dan pada siklus II mencapai 90,48% (kategori sangat baik). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi berbantu paper mode quiziz dapat meningkatkan minat belajar siswa dalam pembelajaran IPAS kelas IV di SD Negeri 78 Palembang.
Peran Kepemimpinan Growth Mindset dan Perilaku Inovatif dalam Pengembangan Profesi Guru:: A Systematic Literature Review
Akbar, Muhammad;
Giatman, Muhammad;
Ernawati, Ernawati
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/irje.v4i4.1693
Peran kepemimpinan Growth mindset dan perilaku inovatif sangat penting untuk pengembangan profesi seorang guru karena dengan memiliki jiwa kepemimpinan growth mindset dan perilaku yang inovasi akan dengan cepat meningkatkan profesi diri guru. Namun, tidak banyak penelitian yang menyelidiki tren penelitian dalam profesi guru dengan pola pikir berubah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi bibliometrik dengan menggunakan metodologi pola pikir yang berkembang dan pendekatan inovatif. Digunakan 275 artikel ilmiah dari tahun 2020–2024 tentang perilaku inovatif dan kepemimpinan mindset pertumbuhan. Vosviewer melakukan analisis kualitatif pada data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klaster penelitian beragam dan fleksibel dalam hal pola pikir dan perilaku kreatif. Kluster 1 membahas tentang peran kepemimpinan dalam mencapai tujuan pembelajaran yang baik bagi sekolah melalui pengaruh, perilaku inovatif, media, organisasi, dan hubungan untuk mencapainya. Kluster 2 membahas pengembangan kepemimpinan terhadap hasil belajar siswa dan guru. Kluster 3 membahas pemikiran pertumbuhan seorang pemimpin, yang mencakup diskusi tentang pola pikir dan kreativitas guru. Kluster 4 membahas pengembangan profesional guru yang berprestasi. Jadi, pola pikir baru dan perilaku kreatif dapat meningkatkan kinerja guru.
Studi Literatur Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kualitas Guru Sekolah Menengah Kejuruan
Agraini, T. Rahmilia;
Giatman, M.;
Ernawati, Ernawati
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/irje.v5i1.1846
Kepemimpinan kepala sekolah memegang peranan penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif dan meningkatkan kualitas guru, terutama di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Guru yang berkualitas tidak hanya menguasai kompetensi pedagogik, tetapi juga mampu membimbing siswa menguasai keterampilan teknis sesuai kebutuhan dunia kerja dan juga perkembangan teknologi informasi dan revolusi industry. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana gaya kepemimpinan kepala sekolah mempengaruhi kualitas guru di sekolah kejuruan dengan meninjau literatur yang ada. Gaya kepemimpinan yang banyak digunakan dan diterapkan meliputi kepemimpinan demokratis dan situasional. Gaya demokratis memberikan ruang bagi guru untuk terlibat dalam pengambilan keputusan, sementara gaya situasional memungkinkan kepala sekolah menyesuaikan pendekatannya sesuai kebutuhan. Namun, gaya kepemimpinan transformasional dan karismatik menunjukkan dampak paling signifikan dalam meningkatkan kualitas guru. Penelitian ini menyoroti pentingnya kemampuan kepala sekolah untuk beradaptasi ketika memilih gaya kepemimpinan yang tepat, yang pada gilirannya menumbuhkan suasana kerja yang mendukung, meningkatkan kualitas guru, dan mempromosikan keberhasilan jangka panjang pendidikan kejuruan.