Articles
ACHIEVEMENT THE GOALS OF EXPANSION AND PREVENTION COMBINATION TOWARD HIV DISEASE AMONG ADOLESCENTS IN JEMBER
Gilang Ramadhan;
Ahmad Rifai;
Dicky Endrian Kurniawan
Jurnal Keperawatan Malang Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan Malang (JKM)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIKes Panti Waluya Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36916/jkm.v7i1.122
Background: The second leading cause of death in children and adolescents worldwide is HIV and AIDS. The Indonesian government has implemented the 2015-2019 HIV and AIDS National Strategy and Action Plan (SRAN). One of the program objectives is the expansion and improvement of combination HIV prevention. High knowledge and low-risk behavior are one of the targets of HIV prevention in adolescents. Aims: This study was aimed to analyze the implementation of the 2015-2019 SRAN, knowledge of HIV / AIDS, and risk behavior among adolescents in Jember. Method: The research design used quantitative descriptive. A total of 100 adolescents aged 17-22 years in rural areas were involved using the purposive sampling technique. Data on SRAN implementation, HIV / AIDS knowledge, and risk behavior were collected using a close-ended questionnaire. Results: The implementation of SRAN among adolescents still low (81%), although most of the adolescents' knowledge of HIV / AIDS was high (85%), and most adolescents had no risk behavior (85%). The low implementation of the SRAN is because adolescents do not yet know about the HIV and AIDS prevention policies. Conclusion: Nurses as educators can provide deeper outreach to adolescents about HIV and AIDS prevention policies. The need to comprehensively analyze the implementation of SRAN apart from adolescents' knowledge and behavior toward achieving HIV prevention targets. Keywords: Knowledge of HIV / AIDS, Risk Behavior; Youth; HIV prevention.
Peran Literasi Keuangan Syariah Pada Pelaku Usaha Makanan Minuman Halal Terhadap Peningkatan Nilai Tambah
Anggia Lovika;
Burhanuddin Burhanuddin;
Sugeng Santoso;
Idu Praktikno
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEWIRAUSAHAAN Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : STKIP PGRI SITUBONDO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47668/pkwu.v10i2.474
Berdasarkan Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLIK) 2019, pertumbuhan indeks literasi keuangan syariah terbatas dalam 3 tahun terakhir menjadi sebesar 8,93%. Hal tersebut menunjukan bahwa kesadaran dan preferensi masyarakat terhadap keuangan syariah. Literasi keuangan memiliki fungsi untuk meningkatkan kepekaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan, mulai dari mengetahui tentang jasa keuangan, meyakini, dan terampil sehingga mencapai masyarakat yang memiliki tingkat literasi keuangan yang tinggi pada sektor jasa keuangan terutama perbankan syariah. Diasumsikan bahwa masih banyak penduduk Indonesia khususnya pelaku usaha makanan dan minuman halal tidak memiliki pemahaman serta pengetahuan yang baik terhadap layanan keuangan syariah. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah pelaku usaha makanan dan minuman halal. Teknik sampling yang dipakai ialah purpose sampling dengan kriteria pelaku makanan dan minuman halal yang bersedia mengisi lengkap kuesioner secara online melalui google form. Teknik pengumpulan dengan cara menyebarkan angket secara online melalui google form. Analisis data yang digunakan regresi linear berganda dengan menggunakan alat bantu SPSS 21.0 for windows. Sebagai variabel dependen adalah literasi keuangan syariah dan variabel independen adalah peningkatan nilai tambah. Hasil pengolahan data menunjukan bahwa literasi keuangan syariah berpengaruh signifikan terhadap peningkatan nilai tambah.
PELESTARIAN TAMAN PANGAN KELOMPOK WANITA TANI DESA BUNTUAWO KECAMATAN WALENRANG UTARA
Wahyuni Ulpi;
Sukmawati Tono Palangngan;
Muhammad Saiful Huda;
Wanda Yulkaryani
Abdimas Galuh Vol 4, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25157/ag.v4i1.7277
Kegiatan pelestarian taman pangan kelompok wanita tani Desa Buntuawo ini merupakan salah satu program kerja yang telah dilaksanakan oleh Kelompok KKN Universitas Muhammadiyah Palopo tahun 2021. Kelompok ini ditugaskan untuk melaksanakan kegiatan pengabdian selama tiga bulan di Desa Buntuawo Kecamatan walenrang Utara kabupaten Luwu. Berdasarakan hasil diskusi dengan aparat desa dan warga sekitar pada saat seminar program kerja di awal kegiatan KKN ini ditemukan informasi bahwa terdapat taman pangan yang dikelola oleh kelompok wanita tani Desa Buntuawo. Namun, sayangnya sejak pandemi covid-19 melanda, taman pangan yang dulunya asri dan hijau kini layaknya tak terurus. Padahal taman pangan ini berpotensi menjadi salah satu penunjang perekonomian warga Desa Buntuawo apabila dikelola dan dirawat dengan baik. Oleh karena itu, melalui kegiatan pelestarian taman pangan kelompok wanita tani ini, maka diharapkan taman pangan kelompok tani Desa Buntuawo Kembali asri dan dapat menjadi salah satu sumber penghasilan tambahan khususnya bagi ibu-ibu Desa Buntuawo. Kegiatan pelestarian taman pangan ini berjalan dengan sangat baik dan mencapai hasil yang diinginkan. Kegiatan ini juga mendapatkan respon yang sangat baik dari warga setempat. Hal ini terlihat dari bantuan pemerintah desa dalam hal penyediaan bibit sayuran serta antusias warga khususnya ibu-ibu yang turut serta membantu dalam proses pelesatarian taman pangan kelompok wanita tani Desa Buntuawo.
Perceptions of Papuan Students and Students regarding the Issue of the Expansion of Papua
Melyana R. Pugu;
Helmawaty E. Rumbiak;
Endrina R. Priyanka
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 2 (2022): Budapest International Research and Critics Institute May
Publisher : Budapest International Research and Critics University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33258/birci.v5i2.5370
This study aims to obtain a clear analysis of the driving and inhibiting factors for the formation of regional expansion in Papua Province according to the views and perceptions of Papuan students who are scattered at home and abroad. The method used in this study is a qualitative research method, namely research data that focuses on events in society by collecting data both primary and secondary which are then triangulated and obtain valid data to then be used to answer the problems raised. The output of this research is that Papuan students as the nation's young elite consider it important to make an in-depth study of the readiness of the indigenous Papuans when the territory is divided so that the indigenous Papuan community does not become a spectator in the development and the objectives of Papua's special autonomy are achieved with indicators of increasing the welfare of the indigenous Papuans.
Pelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Bagi Guru Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Yusuf Abdussatar Kediri Lombok Barat
Agus Ramdani;
Lalu Muhaimi;
Joni Rokhmat;
Baehaqi Baehaqi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (167.667 KB)
|
DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.357
Abstract: Kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) merupakan salah satu kegiatan yang dirancang oleh pemerintah untuk mewujudkan terbentuknya guru yang profesional. Permasalahan umum yang dihadapi sekolah/madrasah adalah belum tersosialisasinya konsep PKB dengan baik kepada para guru, termasuk yang dialami oleh guru sekolah mitra yaitu Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Yusuf Abdussatar Kediri Lombok Barat. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam melaksanakan kegiatan PKB termasuk didalamnya penyusunan Publikasi Ilmiah dan Karya Inovatif (PIKI). Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini berlangsung dalam tahap: a) Tahap Persiapan, terdiri atas: 1) Koordinasi awal dengan instansi guru sasaran (Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Yusuf Abdussatar Kediri Lombok Barat). 2) Koordinasi dengan Tim Pengabdian Masyarakat (Pembagian tugas), dan 3) Penyusunan materi presentasi dan media latihan). b) Tahap Pelaksanaan, terdiri atas: 1) Koordinasi lanjutan dengan Mitra kegiatan, 2) Pelatihan bagi guru-guru sasaran, 3) Pendampingan penyusunan draf proposal PIKI, 4) Diskusi dan Refleksi terhadap proposal yang telah disusun, dan 5) Perbaikan proposal. c) Tahap Evaluasi dan Pelaporan, terdiri atas: 1) Evaluasi kegiatan dan Rencana tindak lanjut, dan 2) Penyusuna artikel untuk publikasi. Hasil pelatihan yang dilakukan adalah: 1) Guru dapat memperbanyak pengetahuan tentang pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB). 2) Guru dapat meningkatkan layanan pendidikan di sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. 3) Guru dapat mempercepat proses pembuatan karya tulis ilmiah dalam pengembangan profesi guru. 4) Guru mempunyai keterampilan dalam membuat karya tulis ilmiah dan 5) Guru dapat meningkatkan kualitas penulisan ilmiah sebagai bahan untuk mempersiapakan kenaikan pangkatnya. Kata Kunci: Pengembangan Kepropesian Berkelanjutan; Publikasi Ilmiah; Karya Inovatif.
ANALISIS KORELASI PENDAMPINGAN KOMUNITAS TERHADAP INOVASI PELAKU EKONOMI KREATIF DAN PEMENUHAN KEBUTUHAN KONSUMEN : STUDI KASUS PADA KOMUNITAS TANGERANG BERDAYA DAN PELAKU EKONOMI KREATIF KULINER TANGERANG
Kenneth Hagai Solaiman;
Sugeng Santoso;
Lira Redata;
Rachella Kezia
Business Management Journal Vol 17, No 1 (2021): Business Management Journal
Publisher : Universitas Bunda Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30813/bmj.v17i1.2352
Keberadaan komunitas di tengah para pelaku ekonomi kreatif menjadi salah satu subyek penting yang patut dipertimbangkan dalam inovasi dan pemenuhan kebutuhan konsumen yang berkelanjutan. Berawal karena keterdesakan ekonomi maupun keinginan menaikkan ekonomi keluarga, individu-individu masyarakat membangun usaha-usaha di berbagai bidang sesuai dengan keterampilan, minat, atau peluang yang dimiliki. Tujuan dari penelitian/penulisan artikel ini adalah menjelaskan korelasi antara keberadaan komunitas (intermediary side) terhadap inovasi pelaku ekonomi kreatif (supply side) dan pemenuhan kebutuhan konsumen (demand side). Penelitian ini menggunakan pendekatan korelasional yang menguji hubungan antar variabel. Analisis yang digunakan dalam artikel ini adalah analisis data kualitatif, yaitu untuk mengukur inovasi yang dilakukan sesuai dengan tingkat kesiapan inovasi (Katsinov) yang terdapat dalam Permendikti No. 29 Tahun 2019 ; dan inovasi yang berjalan tersebut atas peran dari komunitas ; serta pada akhirnya dapat memenuhi kebutuhan atau kepuasan konsumen. Pendampingan yang dilakukan Komunitas bisnis bagi para pelaku ekonomi kreatif kuliner secara langsung maupun tidak langsung memang berkorelasi terhadap lahirnya inovasi para pelaku ekonomi kreatif dalam rangka meningkatkan kualitas produksi-nya guna memenuhi kepuasan konsumennya.
Analysis of Marketing Value Chain Development of Halal Food Products (Case Study of Kato Dehydrated Food Startup)
Sugeng Santoso;
Rian Ubaidillah;
Puji Aprilia;
Yustus Odena Haloho;
Khairunnisa Kahfi;
Afifah Ayati;
Wiwik Widyaningsih
Journal of Islamic Economics and Social Science (JIESS) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mercu Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (773.416 KB)
|
DOI: 10.22441/jiess.2021.v2i1.004
(The creative economy development policy, namely the development of economic activities based on individual creativity, skills, and talents to create individual creative and creative power that has economic value and affects the welfare of the Indonesian people. The creative economy, especially kato dehydrated food, displays creativity in the culinary field to offer food ingredients. both dried and ready-to-eat spices. The formulation of the problem is as follows: how is the development and innovation of the creative economy in the culinary field and what are the supporting and inhibiting factors in the development of the creative economy in the culinary field through the marketing mix (case study of Kato dehydrated food) ?. The results of this study are as follows: the existence of a creative economy based on drying dehydrated food kato food is sufficient to help the level of welfare and community needs. The marketing mix is the limitation of the creative economy development strategy carried out by Kato Dehydrated Foods, namely: products, prices, promotions and places / distribution channels. There are supporting factors, one of which is: The winner of the FSI who was awarded the ministry in 2020, and the other is also an inhibiting factor: Lack of public insight into the types of food ingredients that are dried in each dish.
Sikap Petani terhadap Pengolahan Lahan Tanpa Bakar Sebagai Salah Satu Upaya Pencegahan Kebakaran Lahan Gambut (Kasus di Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat)
Siti Sawerah;
Ary Bakhtiar;
Pudji Muljono;
Prabowo Tjitropranoto
Agriecobis : Journal of Agricultural Socioeconomics and Business Vol. 2 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/agriecobis.Vol2.No1.14-22
West Kalimantan is one of province who often fire occurs in eac dry season. Various efforts have been conducted by the government in order to prevent fires. That efforts will be successful if have support of local farmers. One of their support can be analysis of attitude of farmers to land cultivation without burning system. The objectives of this study were: 1) to find out the attitude of farmers in land cultivation without burning system, 2) to analyze the correlation between the internal factors and the external factors to farmer’s attitude. This research was conducted in March to May 2015 in Mempawah District. The population were 95 95 farmers whose have land has ever been burned and land surround the burned area. The data collection was conducted by census on the population. Descriptive and correlational analysis was used to analyzed. The results indicated that the attitude of farmers to land cultivation without burning system was negative. The external factors were positively correlated with participation, consists of the extension worker’s role and support of social environment (public figures, the role of group, information media and government role). The internal factors correlated with attitude were education and income, the external factors were positively correlated with attitude.
Perbandingan Hasil Belajar Mahasiswa Yang Menggunakan E-Learning Berbasis Edmodo Dengan Yang Tidak Menggunakan E-Learning
Fitrah Al Anshori;
Sukmawati Syam
Jurnal Biogenerasi Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (890.317 KB)
E-learning saat ini sedang banyak diworkshopkan agar dapat digunakan baik di tingkat perguruan tinggi maupun tingkat sekolah menengah dan atas. Namun kondisi di sekolah yang belum semua memungkinkan untuk pelaksanaan total E-learning. Hal ini bisa dilihat pada saat pelaksanaan UNBK di daerah yang hanya melibatkan beberapa sekolah yang tersedia computer dan jaringan internet yang bagus, sehingga berdampak pada waktu pelaksanaan yang harus dilaksanakan beberapa sesi. Beberapa masalah yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan E-learning disekolah adalah, kurangnya pengetahuan tentang software e-learning, sulit dalam membangun system e-learning dan kekurangan computer/laptop yang digunakan oleh siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap mulai Juni – Juli 2019 dan dilaksanakan di 2 kelas mahasiswa semester VI prodi pendidikan Biologi Universitas Cokroaminoto Palopo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan komparatif. Berdasarkan data perbandingan hasil belajar terlihat bahwa nilai tertinggi diperoleh pada kelas E-learning, dan juga rata – rata nilai mahasiswa lebih pada kelas E- learning. Demikian pula pada nilai terendah mahasiswa terlihat bahwa kelas E- Learning memiliki skor nilai terendah hasil belajar yaitu 60, sedangkan pada Kelas tanpa E- learning terlihat skor terendah yaitu hanya 34. Berdasarkan data perbandingan hasil belajar tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar mahasiswa yang menggunakan E-learning berbasis Edmodo mendapatkan hasil yang lebih baik daripada mahasiswa yang belajar tanpa e-learning walaupun hasilnya tidak begitu jauh.
PERSEPSI MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI TERHADAP MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA
Fitrah Al Anshori;
Sukmawati syam
Jurnal Biogenerasi Vol. 6 No. 2 (2021): Volume 6 nomor 2 tahun 2021
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30605/biogenerasi.v6i2.1387
Tujuan penelitian ini adalah unuk mengetahui bagaimana persepsi dari mahasiswa sebagai bagian yang akan mengikuti program merdeka belajar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode angket. Anget dibuat dan divalidasi berisi pertanyaan mengenai pemahaman mahasiswa dan persepsinya tentang merdeka belajar kampus merdeka. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa program studi pendidikan biologi Universitas Cokroaminoto Palopo. Jumlah mahasiswa yang akan diambil datanya berada di bawah 100 orang sehingga digunakan teknik total sampling untuk pengambilan datanya. Jumlah mahasiswa yang mengisi survei menggunakan aplikai google form sebanyak 48 mahasiswa. Berdasarkan data yang diperoleh melalui penyebaran angket kepada responden maka dapat dijelaskan bahwa istilah merdeka belajar kampus merdeka sudah sering didengar oleh responden, namun masih ada yang belum mengetahui program ini. Penyebab responden banyak yang tidak mengetahui program merdeka belajar kampus merdeka adalah karena dominan responden yang belum pernah mengikuti kegiatan sosialisasi. Walaupun demikian, mereka setuju dengan adanya program merdeka belajar yang dapat diikuti oleh setiap mahasiswa.