Poli-ε-Kaprolakton (PCL) adalah polimer biodegradabel yang banyak digunakan dalam aplikasi biomedis dan biokomposit. Namun, sifat mekaniknya relatif rendah, sehingga membutuhkan kekuatan dengan pengisi yang ramah lingkungan. Nanoselulosa yang diperoleh dari sekam padi berpotensi sebagai penguat alami karena memiliki kekuatan tarik yang tinggi, luas permukaan yang besar, dan biodegradabilitas. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan nanoselulosa sekam padi terhadap sifat mekanik PCL melalui uji tarik. Nanoselulosa diekstrak dari sekam padi melalui proses delignifikasi, pemutihan, dan hidrolisis, kemudian dicampur ke dalam matriks PCL pada berbagai konsentrasi. Hasil uji tarik menunjukkan bahwa penambahan nanoselulosa dengan rasio 0,95/0,04/0,01 (2%) meningkatkan kekuatan tarik dan modulus elastisitas PCL. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan PCLacac pada komposisi ini dapat meningkatkan interaksi antarmuka. Selain itu, matriks PCL tetap dominan, menghasilkan biokomposit dengan sifat mekanik yang lebih baik.