Articles
Hubungan Kematangan Emosional terhadap Kemampuan Bersosialisasi Mahasiswa PG-PAUD FKIP UNILAK
Sri Wahyuni;
Reswita Reswita
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2017): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/lectura.v8i2.351
Sebagai calon guru PAUD, mahasiswa PG-PAUD harus memiliki kematangan emosi. Halhalyang berhubungan langsung dengan tingkat kematangan emosi mahasiswa adalahlingkungannya, baik itu di rumah, masyarakat atau lingkungan akademik/kampus.Bagaimana ia mampu menyesuaikan diri, bergaul atau bersosialisasi dengan lingkungan. Dikampus, yang akan ditemui oleh Mahasiswa adalah teman sebaya selain Dosen dan personilKampus lainnya, sehingga Mahasiswa akan berusaha agar bisa diterima dengan baik olehteman-temannya. Oleh karena itu jika Mahasiswa bisa diterima baik oleh temannya maka iacenderung memiliki kestabilan emosi. Karena dengan diterimanya mahasiswa dalamkehidupan teman sebayanya, maka bisa membantu Mahasiswa dalam mengembangkanpotensi dirinya dan bisa saling membantu antar sesama. Di duga kematangan emosimemiliki hubungan yang signifikan dengan kemampuan mahasiswa bersosialisasi. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa cukup baik kematangan emosinya yaitu 64% dari keseluruhan responden, selanjutnya 31% mahasiswa berada padakategori baik. Namun masih ada 5% mahasiswa yang kurang baik kematangan emosinya.Tingkat sosialisasi mahasiswa di kampus berada pada kategori cukup baik yaitu sebanyak66% , pada kategori baik yaitu 25% dan masih ada 9% mahasiswa yang memilikikemampuan bersosialisasi yang kurng baik. Indeks korelasi r hitung antara kematanganemosi dengan sosialisasi mahasiswa diketahui sebesar 0.607 yang berarti lebih besar dari0,05 sehingga H1 yang menyatakan terdapat hubungan antara kematangan emosi dengansosialisasi mahasiswa PG-PAUD FKIP UNILAK diterima. Dengan korelasi yang kuat.hubungan cukup kuat.
Efektivitas Media Pasir dalam Meningkatkan Kemampuan Konsep Bilangan pada Anak Usia 5-6 Tahun di Tk Aisyiyah Bengkalis
Reswita Reswita;
Sri Wahyuni
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2018): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/lectura.v9i1.927
Kemampuan mengenal konsep bilangan merupakan salah satu pengembangan aspekkognitif pada anak usia 5–6 tahun. Beberapa TK telah menerapkan berbagai mediadalam meningkatkan pemahaman konsep bilangan anak, salah satunya dengan mediapasir. Beberapa fenomena yang menjadi acuan penggunaan media ini di antaranya: 1)Anak belum sempurna dalam membilang/mengenal urutan bilangan 1-10, 2) sebagiananak belum mampu dalam membilang/mengenal konsep bilangan dengan bendabenda,3) masih ada anak yang tidak bisa mengurutkan urutan bilangan 1-10, dan 4)masih ada sebagian anak ada yang belum dapat mencocokkan bilangan denganlambang bilangan. Supaya pembelajaran menjadi efektif dan menyenangkan, makaditerapkan pembelajaran yang inovatif yakni bermain pasir. Kemampuan konsepbilangan anak usia 5-6 di TK Aisyiyah Bengkalis dengan menggunakan media pasirmengalami peningkatan setiap tahapnya. Pada data awal diperoleh nilai 39,5%dengan kriteria belum berkembang. Setelah dilakukan perbaikan pada tahap Idiperoleh nilai sebesar 54,1% dengan kriteria BSH (Berkembang Sesuai Harapan) danpada tahap II diperoleh nilai sebesar 77,7% dengan kriteria BSB (Berkembang SangatBaik). Peningkatan yang terjadi dari data awal ke tahap I sebesar 14,6%, nilaipeningkatan dari tahap I ke tahap II sebesar 23,7%, dan peningkatan secara keseluruhandari data awal ke tahap II sebesar 38,3%.
Analisis Miskonsepsi Biologi Sel Pada Mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi Universitas Lancang Kuning
Raudhah Awal;
Mar’atul Afidah;
Sri Wahyuni
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2018): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/lectura.v9i1.1000
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi mahasiswa pendidikanbiologi tentang konsep biologi sel untuk pengembangan perbaikan proses pembelajaranpada konsep biologi sel. Penelitian ini dilaksanakan di FKIP Unilak pada semestergenap Tahun Ajaran 2016/2017. Subjek penelitian adalah mahasiswa pendidikan biologiyang mengontrak mata kuliah Biologi Sel Tahun Ajaran 2016/2017.Teknikpengumpulan data dilakukan dengan memberikan tes konsepsi materi biologi sel,berupa tes tulis pilihan ganda yang dilengkapi dengan skala keyakinan menjawab tesberupa Certainty of Response Index.Tes dilakukan dua kali pada pretest danposttest.Data yang dianalisis berasal dari hasil tes pilihan ganda dengan menggunakanCertainty ofResponse Index. Hasil analisis data dapat mengidentifikasi konsepsi yangterjadi pada mahasiswa yang dikelompokkan atas paham konsep, miskonsepsi,tidakpaham konsep, dan menebak pada mata kuliah biologi sel. Hasil penelitian diketahuibahwa terdapat kejadian miskonsepsi pada mahasiswa calon guru biologi pada konsepbiologi sel. Identifikasi yang dilakukan dengan menggunakan instrumen penguasaankonsep biologi sel disertai skala Certainty of Response Index (CRI) dilakukan dua kaliyaitu dengan pretest dan posttest. Berdasarkan analisis CRI ditemukan seluruhmahasiswa calon guru biologi mengalami miskonsepsi.Rata-rata miskonsepsimahasiswa sebesar 33,4% pada pretest dan 42,2% pada posttest, yaitu 631 kejadianmiskonsepsi dari 1075 kejadian konsepsi yang terjadi.
SUBJECTIF WELL-BEING ANAK YANG BERASAL DARI KELUARGA BERSTATUS EKONOMI SOSIAL RENDAH
Sri Wahyuni;
Reswita Reswita;
Heleni Filtri
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2018): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/lectura.v9i2.1605
Faktor yang dapat mempengaruhi anak adalah tingkat kebahagiaan anak dengan kondisi keluarganya. Seperti perhatian orangtua, fasilitas, dan sebagainya yang anak miliki. Kecenderungan yang terjadi adalah anak yang berasal dari keluarga miskin memiliki penilaian yang rendah terhadap kebahagiaan hidupnya. Tingkatan atau kadar kebahagiaan yang dirasakan individu satu akan berbeda dengan individu lain. Hal ini dipengaruhi oleh hal-hal yang menjadikan individu tersebut bahagia seperti keluarga yang harmonis, teman-teman atau lingkungan yang hangat, status sosial ekonomi, dan sebagainya. Namun seringkali kebahagiaan seseorang hanya diukur berdasarkan keterpenuhan kebutuhan dasar saja seperti kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis tentang tingkat Subjective well Being Anak Usia dini yang Berasal dari Keluarga Berstatus ekonomi Sosial yang Rendah di Kota Pekanbaru.Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan analisis statistik. Berdasarkan temuan penelitian diperoleh hasil bahwa tingkat kesejahteraan subjectif well-being anak usia dini tinggi meskipun berasal dari keluarga berstatus ekonomi rendah.
PENERAPAN PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE ICARE BERBASIS FLIPCHART TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG IMS DAN HIV-AIDS DI KOTA BOGOR: -
Sri Wahyuni
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 12 No 1 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes DepKes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (283.174 KB)
|
DOI: 10.34011/juriskesbdg.v12i1.826
Teenagers are assets and the next generation of the nation that must be physically, mentally and spiritually healthy. Teenagers need to get serious attention because adolescents are included in school age and working age, they are very at risk of reproductive health problems, namely premarital sexual behavior, drug abuse and HIV / AIDS (BKKBN, 2011). One learning model that can be applied is the ICARE learning model. The strength of this ICARE method is that the ICARE system includes five key elements of a good learning experience, which can be applied to students. Therefore, the ICARE system is very good to be applied in the learning process at school. This study uses a Posttest Only Control Group Design. The study was conducted in the Bogor City area. Sampling was done by puorposive random sampling conducted on 30 respondents. Variables were measured using a pre-test post-test instrument before and after the intervention was given in the form of health education using ICARE method based on flipchart. Statistical tests using the Wilxoson and Mann Whitney test. The results of this study have increased knowledge and attitudes of adolescents about STIs and HIV-AIDS after educational interventions using ICARE methods based on flipcharts. The results of the Man Whitney test show that differences in knowledge and attitudes before and after education about STI and HIV-AIDS with ICARE method based on flipchart shows the results that knowledge before and after the intervention obtained a p value of 0.030. meaningful because of interventions in the form of flipchart-based ICARE health education, while the positive increase in adolescent attitudes about HIV-AIDS is not caused by interventions in the form of flipchart-based ICARE health education
COMPARISON TRANSCUTANEOUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION KINESIO TAPING AND DECREASING TO SCALE BACK PAIN IN PREGNANT WOMEN UNDER THIRD TRIMESTER IN PUBLIC HEALTH DISTRICT JUWIRING KLATEN, INDONESIA
Sri Wahyuni;
Lilik Hartati;
Novita P. Dewi;
Jusmala Sari
Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health No. 1 (2017)
Publisher : Yayasan Aliansi Cendekiawan Indonesia Thailand (Indonesian Scholars' Alliance)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Background: The changes of soft tissues and connective buffer that able to decrease elasticity and flexibility of muscles can cause low back pain in the third trimester of pregnancy. Dissemination percentage of pregnancy low back pain at first trimester (16.7%), second trimester (31.3%), and third trimester (53%). It can cause long term back pain and increase the trend of back pain in post-partum and chronic back pain that can be more difficult to be cured, if the back pain is not handled well immediately. Management of low back pain can be done both by pharmacologically and non- pharmacologically. Aims: The present study aimed to compare the efficacy between transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS) and Kinesio taping to the decreasing of low back pain on third trimester pregnant women in Public Health District Juwiring Klaten, Indonesia. Methods: This research is a quasi-experimental research with non-equivalent design and pretest and posttest control group design. There were 18 postpartum, selected by purposive sampling method, and divided into 2 groups equally – intellect TENS and Kinesio taping “Spol Kinematics Tex” group. The therapy was done for 6 times (twice a week). The pain was measured by NRS scale. Data was then analyzed by Wilcoxon and Mann-Whitney test to find the mean differences. Result: This research highlight that effectiveness of interact TENS to decrease low back pain on third trimester pregnant women then the application of Kinesio taping therapy (p value = 0,007) Conclusion: Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation is more efficient to reduce low back pain scale in third-trimester of pregnancy compared to Kinesio taping. This present study suggests a promotion of ergonomics in the form of counseling and poster display to the public, especially pregnant women to reduce low back pain patient. Further research with a larger number of subjects with pure experiment is necessary to avoid the subjectivity factor measurements using a pain scale plasma levels of endorphins.
DIFFERENCES IN LABOR PAIN INTENSITY AFTER THE PROVISION OF MUSIC THERAPY TO PRIMIGRAVIDA MOTHERS INPARTU KALA
Ika Wijayanti;
Sri Wahyuni;
Emaretha Mikaningtyas;
Tina Endah Pratiwi
Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health No. 2 (2017)
Publisher : Yayasan Aliansi Cendekiawan Indonesia Thailand (Indonesian Scholars' Alliance)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Introduction: Most laboring women are experiencing physical pain that is also accompanied by emotional fear. The latter may cause a slower development of labor, which prompt these mothers to opt for cesarean section. About 60% of primiparous and 40% of multiparous women had experienced extremely severe labor pains during the acute phase, and up to 40% of laboring women were not satisfied with the pain relief effect after taking analgesic drugs. Music therapy is one of the non-pharmacological pain reliever methods that helps one to relax and manage the mind and body’s perception against the agony. Aims: The objective of this study is to know the difference of pain intensity before and after the provision of music therapy to the primiparous mother in first stage of labor. Methods: Twenty primiparous who were expected to have a normal, spontaneous delivery were the experimental group (n = 20). A self-report visual analog scale (VAS) for pain intensity was used to measure the labor pain. The expecting mothers listened to the classical Mozart’s and Beethoven’s compositions for 10 minutes and then asked to scale the intensity of the pain that they felt before and after listening to the music. Data analysis was done by using univariate analysis and different t-test. Results: The results showed there was a significant difference of the intensity of pain before and after the provision of music therapy to the primiparous mother in the first stage of labor. Conclusion: This study provides evidence that the use of music therapy can reduce labor pain. Therefore, management of maternal care should include music therapy in assisting childbirth.
EFFECT OF MORINGA LEAVES AND VITAMIN C CAPSULE COMBINATIONS IN INCREASEING HEMOGLOBIN LEVELS OF YOUNG WOMEN WITH ANEMIA
Nur Anisa;
Sri Wahyuni;
Sri Rahayu;
Aulia Choirunnisa;
Listyaning Eko Martanti
Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health No. 4 (2019)
Publisher : Yayasan Aliansi Cendekiawan Indonesia Thailand (Indonesian Scholars' Alliance)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Background: The prevalence of anemia suffered by girls aged 10-18 years according to the Household Health Survey (SKRT) is 57.1%. The highest contributor of anemia cases in Central Java is Grobogan district, especially in Tanggungharjo Community Health Center, with increasing prevalence of anemia among young women in 2017 from 5.4% to 25.7%. Based on background, researcher wants to determine the effect of Moringa leaf combination dozed 250 mg x 2 / day and vitamin C 50 mg x 2 / day on hemoglobin level changes of young women suffering anemia to decrease anemia in young women Methodology: This quasi experimental research with pretest-posttest control group design involved young women aged 14-19 years suffering anemia. The method of sampling selection was purposive sampling with total 22 respondents assigned as intervention group and other 22 respondent assigned as intervention group. The data analysis used Mann-Whitney test. Results: The average of hemoglobin level in the intervention group increased from 9.37 to 12.10. It proved statistically that there was effect of giving Moringa leaf and vitamin C combination to increase level of hemoglobin of young women suffering anemia. Conclusion: Moringa leaves could significantly increase hemoglobin levels in blood of young women suffering anemia. Raising awareness of anemia and its prevention and treatment among young women should be recommended.
USING THE SMARTPHONE APPLICATION FOR PREGNANCY CARE: A LITERATURE REVIEW
Raffiky Pinandia Sustamy;
Rizqi D Pratiwi;
Sri Wahyuni
Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health No. 4 (2019)
Publisher : Yayasan Aliansi Cendekiawan Indonesia Thailand (Indonesian Scholars' Alliance)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Background: Smartphones are new media that provide greater benefits than conventional health education. It provides ease and quick access information for users and they may repeat any time. This study aims to analyze the use of various applications related to assessment care, including pregnancy. Methodology: The literatures was collected from e-databases such as Science direct, PubMed, and Google Scholar. Journal criteria used by using RCT (Randomized Controlled Trials (RCTs) techniques and English-language journals. 5 international journal articles were found by using the keywords “smartphone applications” and “pregnancy care”. The journal had to be conducted in 2014-2019. Results: The smartphone application was a medium that used to get information easier, faster and efficient. Those 5 journal articles were conducted in Indonesia (1 journal), Australia (3 journals), and USA (1 journal). It has been proven in 5 research articles to show effectiveness results in information acquisition, management of anxiety, weight management, management of antenatal care visits and management of childbirth preparations, thus helping pregnant women to optimally care for pregnancy. Overall, all of the applications were effective as the health promotor media. Conclusion: The future recommendations are needed to improve the materials and the information in term of pregnancy. The usage of application as health education media should be develop for low middle-income household.
HUMOR DAN PESAN MORAL TEKS ANEKDOT PADA BUKU AJAR BAHASA INDONESIA KELAS X SMA KURIKULUM 2013 (HUMOR AND MORAL MESSAGE OF ANECDOTAL TEXTS IN INDONESIAN LANGUAGE TEACHING MATERIALS FOR THE TENTH GRADE OF 2013 CURRICULUM SENIOR HIGH SCHOOL)
Sri Wahyuni
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 7, No 2 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (479.748 KB)
|
DOI: 10.20527/jbsp.v7i2.4425
Humor dan Pesan Moral Teks Anekdot pada Buku Ajar Bahasa Indonesia Kelas X SMA Kurikulum2013. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud humor dan pesan moral yang terdapatdalam teks anekdot pada buku ajar bahasa Indonesia kelas X SMA K13. Pendekatan dalam penelitianini menggunakan pendekatan pragmatis dan pendekatan moral. Untuk mengungkapkan humor padateks anekdot tersebut penulis menggunakan teknik analisis wacana berdasarkan teori konflik, teorikeganjilan, teori tak diharapkan/salah paham, dan teori konfigurasi. Data penelitian ini adalah teksanekdot, maka penulis menggunakan metode analisis isi. Berdasarkan hasil pembahasan wujud humoryang terdapat dalam teks anekdot tersebut, yaitu humor kritik, humor meringankan beban pesan, danhumor semata-mata pesan. Pesan moral yang terdapat dalam teks tersebut, yaitu jangan takut kehilangan246jabatan, selalu ada cara dan solusi dalam segala hal, jadilah orang jujur dan tidak korupsi; hasil bumikita tidak perlu diekspor harus hati-hati melaporkan suatu kejadian; lihatlah apa isi yang disampaikanseseorang; jangan melakukan penyuapan; jangan selalu menganggap orang lain salah, manfaatkankekayaaan dengan baik; jadilah orang yang teguh pendirian dan jangan tergoda hawa nafsu; janganasal menuduh seseorang tanpa ada bukti; berilah pertolongan kepada orang yang mengalami musibahatau kesulitan; memperlakukan orang tua dengan baik; jangan membedakan status sosial; akan adajalan keluar sebuah masalah; hati-hati dengan wujud penyuapan yang berupa kemewahan.Kata-kata kunci: humor, pesan moral, teks anekdot