Articles
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN KONFIRMASI KEPUTUSAN PELANGGAN KELAS X PEMASARAN SMK BATIK 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2014/2015
Hamidah Fajrin;
Soetarno Joyoatmojo;
Sri Wahyuni
BISE: Jurnal Pendidikan Bisnis dan Ekonomi Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan Bisnis dan Ekonomi
Publisher : Department of Economics Education, Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/bise.v1i2.19916
The objective of this research is to improve the critical thinking ability and the learning achievement in Consumer-Based Decision Confirmation of the students in Grade X of Marketing Department of Vocational High School Batik 1 of Surakarta in Academic Year 2014/2015 through the application of the Cooperative Learning Model of the TPS type. This research used the classroom action research (CAR) with two cycles. The achievement of research shows that the cooperative learning model of the TPS type could improve the critical thinking ability and the learning achievement in the Consumer-Based Decision Confirmation subject matter of the students in Grade X of Marketing Department of Vocational High School Batik 1 of Surakarta in Academic Year as shown by the following: The critical thinking ability on the aspect of Focusing Problems increased as much as 29.03% (In Cycle I it was 64.52%, and in Cycle II it became 93.55%); the critical thinking ability on the aspect of Considering Sources or Theories increased as much as 32.26% (In Cycle I it was 58.06%, and in Cycle II it became 90.32%); the critical thinking ability on the aspect of Identifying Problems increased as much as 35.49% (In Cycle I it was 58.06%, and in Cycle II it became 93.55%); the critical thinking ability on the aspect of Giving Alternatives to Solve Problems increased as much as 32.25% (in Cycle I it was 54.84%, and in Cycle II it became 87.09%); the critical thinking ability on the aspect of Explaining Alternatives to Solve Problems increased as much as 32.26% (in Cycle I it was 51.61%, and in Cycle II it became 83.87%); and the critical thinking ability on the aspect of Drawing Conclusions increased as much as 22.58% ( in Cycle I it was 74.19%, and in Cycle II it became 96.77%). Furthermore, prior to the application of the cooperative learning model of the TPS type, class average score was 75.23 with learning completeness of 47%. Following the treatment, the score average score became 77 with the learning completeness of 74.2% in Cycle I and 83.38 with the learning completeness of 90.32% in Cycle II. Thus, the application of the cooperative learning model of the TPS type could improve the critical thinking ability and the learning achievement in the Consumer-Based Decision Confirmation subject matter.
STUDI KEMAMPUAN KOLABORASI SISWA DALAM PEMBUATAN HERBARIUM MATERI KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP
Khilma Vita Nurmayasari;
Yuni Pantiwati;
Sri Wahyuni;
Rr. Eko Susetyarini;
Iin Hindun
Jurnal Education and Development Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2. 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (609.109 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v10i2.3667
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kolaborasi belajar siswa dalam membuat herbarium pada materi klasifikasi tumbuhan sub bahasan herbarium. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu dengan menggambarkan secara detail kemampuan kolaborasi siswa dalam membuat herbarium pada materi klasifikasi makhluk hidup. Subjek penerima tindakan adalah siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 2 Batu yang berjumlah 23 siswa. Cara pengambilan data kemampuan kolaborasi dengan menggunakan lembar observasi dengan menggunakan 4 indikator dan 10 deskriptor. Data penelitian dianalisis menggunakan presentase rata-rata skor pada indikator keterampilan kolaborasi. Diperoleh nilai rata-rata presentase kemampuan kolaborasi siswa pada pembelajaran pertama dan kedua yaitu 64,12% dengan kategori kolaboratif. Berdasarkan hasil rata-rata nilai presentase pada pembelajaran pertama dan kedua indikator yang paling banyak dilakukan siswa yaitu dapa indikator A dengan rata-rata presentase 100% dan deskriptor yang paling sedikit dilakukan siswa yaitu pada deskriptor J 13,04%. Implikasi dari penelitian ini yaitu model Project Based Learning dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam bekerjasama menyelesaikan tugas proyek yang diberikan sehingga dapat meningkatkan sikap aktif untuk berkolaborasi pada siswa yang dibuktikan dari kenaikan nilai presentase pada pembelajaran pertama dan kedua.
MODEL PROJECT BASED LEARNING : MENINGKATKAN KOGNITIF SISWA DAN KETERAMPILAN MEMBUAT HERBARIUM
Wiranti Mulyandari;
Yuni Pantiwati;
Sri Wahyuni;
Rr. Eko Susetyarini;
Iin Hindun
Jurnal Education and Development Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2. 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (664.056 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v10i2.3682
Pemahaman siswa yang rendah pada materi klasifikasi makhluk hidup disebabkan karena pembelajaran yang konvensional (tidak kontekstual) serta siswa masih menghafal ciri-ciri makhluk hidup tanpa mengetahui bentuk aslinya. Penelitian ini bertujuan 1) meningkatkan kognitif siswa 2) keterampilan siswa dalam membuat herbarium dengan model Project Based Learning. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, melibatkan siswa SMP Muhammadiyah 2 Batu TA 2021/2022. Sampel yang digunakan 23 siswa kelas 7 (kelas tahfidz), diambil dengan teknik cluster random sampling. Pengambilan data melalui lembar observasi dan pre- post test. Prosedur penelitian tindakan kelas dilakukan 2 siklus setiap siklus diberikan pre-post test dan pembuatan herbarium. Teknik analisis data menggunakan deskripsi kualitatif. Hasil penelitian yaitu 1) model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan kognitif siswa materi klasifikasi makhluk hidup, dengan peningkatan skor dari siklus I (8,70%) ke siklus II (86,96%) termasuk kategori sangat baik 2) Siswa terampil dalam pembuatan herbarium yang dilihat dari setiap indikator proses pembuatan dan hasil akhir produk sebesar 87%. Oleh karena itu, dengan menggunakan model PjBL pada materi klasifikasi makhluk hidup, tepat untuk digunakan karena meningkatkan kognitif siswa dan terampilnya siswa dalam membuat herbarium.
STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS STRAWBERY (Fragaria Vesca) DI DESA BONTO TALLASA KECAMATAN ULU ERE KABUPATEN BANTAENG
Sahlan Sahlan;
Sri Wahyuni
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35334/jpen.v2i3.1527
ABSTRACT Agricultural development in Bantaeng directed to create an advanced agriculture and resilient, able to increase the yield and quality of production, increase farmers' income and living standards, expanding business opportunities and employment as well as filling and expanding the market. While the use of external inputs - massive and exaggerated to increase the yield and quality of production. The study aims to determine how the Agribusiness Development Strategy Bonto Tallasa Strawbery in Ulu Ere District of Bantaeng. Informants in this study is the unit of analysis (strawberries agribusiness development activities). The informants in this study were obtained intentionally which amounted to 8 people, 4 farmers, 2 Department of Agriculture (Extension) and 2 merchants suspected of knowing about the strawberry agribusiness development in Bonto Tallasa Ulu Ere District of Bantaeng. The results of this study indicate strawberry agribusiness development strategy are: 1. Improve the quantity to meet market demand. Utilizing existing facilities to develop new technologies. 2. Utilizing the experience of farmers and the potential of nature to improve the quality and quantity of the product in order to gain profit increased or high. 3. To collaborate with the government to obtain quality seeds. 4.Memberikan to improve institutional socialization in the application to overcome pests and diseases. 5. Maintaining quality of fruit to deal with competitiveness. 6. Improving understanding of farmers in processing products to meet safety standards and consumer products industries. 7. Utilizing the experience of farmers to cope with erratic weather changes. 8. Provide training to farmers on cultivation of strawberries products to meet the standards of consumer products and avoid competitiveness. 9. Increase the role of the institution to meet the industry. Keywords : Strategy, Agribusiness Development, Strawberry ABSTRAK Pengembangan pertanian di Kabupaten Bantaeng di arahkan untuk menciptakan pertanian yang maju dan tangguh, mampu meningkatkan hasil dan mutu produksi, meningkatkan pendapatan dan taraf hidup petani, memperluas kesempatan berusaha dan menyediakan lapangan kerja serta mengisi dan memperluas pasar. Sementara ini penggunaan input luar secara besar – besaran dan berlebihan untuk meningkatkan hasil dan mutu produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Strategi Pengembangan Agribisnis Strawbery di Desa Bonto Tallasa Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng. Informan dalam penelitian ini adalah unit analisis (kegiatan pengembangan agribisnis strawbery). Adapun informan dalam penelitian ini yang di peroleh secara sengaja yaitu berjumlah 8 orang, 4 orang petani, 2 Dinas Pertanian (Penyuluh) dan 2 orang pedagang yang diduga mengetahui tentang pengembangan agribisnis strawberry di Desa Bonto Tallasa Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng. Hasil penelitian ini menunjukkan strategi pengembangan agribisnis strawberry antara lain: 1. Meningkatkan kuantitas untuk memenuhi permintaan pasar. Memanfaatkan sarana yang ada untuk mengembangkan teknologi baru. 2. Memanfaatkan pengalaman petani dan potensi alam untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk agar mendapatkan laba yang meningkat atau tinggi. 3. Menjalin kerjasama dengan pemerintah untuk memperoleh bibit unggul. 4. Memberikan sosialisasi untuk meningkatkan kelembagaan dalam penerapan untuk menanggulangi hama dan penyakit. 5. Mempertahankan kualitas buah untuk menghadapi daya saing. 6. Meningkatkan pemahaman petani dalam mengolah produk agar mampu memenuhi standar produk konsumen dan industri. 7. Memanfaatkan pengalaman petani untuk mengatasi perubahan cuaca yang tidak menentu. 8. Memberikan pelatihan kepada petani tentang pengolahan produk strawbery untuk memenuhi standar produk konsumen dan menghindari daya saing. 9. Meningkatkan peran lembaga untuk memenuhi industri. Kata kunci : Strategi, Pengembangan Agribisnis, Strawberry.
PEMANFAATAN LIMBAH JERAMI SEBAGAI MEDIA PERTUMBUHAN JAMUR TIRAM
Sri Wahyuni;
Bambang Hermanto
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2018): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32696/ajpkm.v2i1.105
Limbah adalah segala sesuatu yang sudah tidak terpakai lagi sebagai barang produksi maupun konsumsi, yang jika langsung dibuang ke lingkungan tanpa pengolahan terlebih dahulu dapat menjadi beban bagi lingkungan. Jenis limbah yaang ada di areal pertanian diantaranya adalah jerami.Limbah pertanian ini masih mengandung zat-zat yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai guna limbah tersebut. Salah satu usaha untuk mengatasi masalah tersebut adalah memanfaatkan limbah, sehingga mempunyai nilai ekonomi tinggi, seperti mengubah limbah menjadi media tumbuh jamur,Pada umumnya substrat atau media tanam yang digunakan dalam budidaya jamur tiram adalah serbuk gergaji kayu sengon karena mengandung selulosa, hemiselulosa dan lignin yang dapat mempercepat tumbuh jamur. Konsekuensi akan timbul masalah apabila serbuk gergaji sulit diperoleh, kalaupun ada harganya cukup mahal. Hal ini terjadi karena potensi hutan saat ini berkurang dan dibatasi. Selain itu pemanfaatan serbuk gergaji juga untuk pembuatan arang aktif, briket arang, campuran pembuatan batako dan lain-lain. Upaya untuk mengantisipasi hal tersebut perlu dicari substrat alternatif yang tersedia dan mudah didapat. Alternatif bahan yang bisa digunakan untuk menggantikan serbuk gergaji kayu salah satunya adalah berbagai limbah pertanian. Tujuan jangka panjang pengabdian ini adalah untuk menambah wawasan pengetahuan serta pelatihan budidaya jamur tiram di desa Doulu Kecamatan Berastagi. Dalam Penelitian ini menggunakan dua tahap antara lain tahap diskusi, meliputi pengenalan jamur tiram dan substansi material media pertumbuhan janur tiram dan tahap pelatihan meliputi tahapan untuk budidaya jamur tiram.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN SEBAGAI SUMBER PANGAN
Nomi Noviani Siregar;
Sri Wahyuni
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2018): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32696/ajpkm.v2i1.106
Pada mulanya bertanam sayur di pekarangan hanya dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga dengan memanfaatkan halaman rumah yang tersisa, sehingga kegiatan ini banyak dikembangkan di pedesaan. Namun saat ini budaya bertanam sayuran di pekarangan ternyata juga disukai kalangan ibu rumah tangga di daerah perkotaan. Daerah perkotaan ada yang sama sekali tidak memiliki lahan pekarangan maka bertanam sayuran dapat dilakukan di dalam pot atau dilakukan secara vertikultur. Dalam pemanfaatan pekarangan menjadi taman sayura sapek budidaya dari tanaman tetap harus diperhatiakan. Dengan demikian tujuan dari pemanfaatan pekarangan berapa pun luasannya akan memberikan hasil yang optimal.
WORKSHOP PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN INOVATIF BERBASIS IPTEK BAGI GURU SD TERPENCIL DI KECAMATAN SABBANGPARU
Yetti Anita;
Rudi Karma;
Sri Wahyuni;
Nur Rahmi
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2018): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32696/ajpkm.v2i2.203
ABSTRAK Tujuan pelaksanaan program PKM ini adalah: (a) Membentuk kelompok kerja guru(KKG), (b) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para guru tentang pembuatan media pembelajaran dengan pendekatan IPTEK terapan, (c) melatih pembuatan media pembelajaran dengan pendekatan IPTEK terapan, (d) melatih dan mendampingi cara penggunaan media pembelajaran di kelas. Metodepelaksanaan kegiatan menggadopsi pola pelaksanaan penelitian tindakan meliputi empat tahap,yaitu: perencanaan program, pelaksanaan program, observasi dan evaluasi, dan refleksi. Hasil pelaksanaan program adalah (a) terbentuk 7 kelompok kerja guru dengan masing-masinganggota sebanyak 4 sampai 9 orang yang dibentuk berdasarkan lokasi daerah; (b) adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan para guru tentang pembuatan media pembelajaran dengan pendekatan IPTEK terapan, dari kategori “cukup” menjadi “baik”; (c) dihasilkan media (alat peraga) untuk siswa SD,(d) kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran dalamdi kelas berkualitas “baik”.
KKN-PPM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA WECUDAI KECAMATAN PAMMANA KABUPATEN WAJO SEBAGAI DESA RINTISAN WISATA BUDAYA MELALUI PEMBINAAN SASTRA BERBASIS KEARIFAN LOKAL
Rudi Karma;
Sri Wahyuni;
Muhlis Muhlis
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2018): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32696/ajpkm.v2i2.209
ABSTRAK Desa Wecudai merupakan desa yang memiliki nilai history yang kental, pelaksanaan acara adat atau cerita masih sering dijumpai di dalam keseharian warganya. Minimnya peran Sumber Daya Manusia yang memadai menyebabkan pengelolaan keberadaan budaya yang ada di desa Wecudai kurang terekspos dan hampir hanya berkembang di kalangan masyarakat itu sendiri. Program KKN PPM ini mengarahkan Mahasiswa dalam menerapkan Ilmunya dalam jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia guna memberdayakan masyarakat secara maksimal dalam pengembangan potensi desa menjadi Desa Wisata dan berujung pada pelestarian budaya serta peningkatan pendapatan ekonomi warga, selain itu program ini juga menumbuhkan kesadaran warga dan anak usia sekolah guna mengurangi angka putus sekolah. Program ini menyentuh beberapa persoalan mendasar di bidang (a) Sosial Budaya, (b) Ekonomi dan, (c) Pendidikan. Luaran dari program ini adalah terciptanya Masyarakat Desa Wecudai Sebagai Desa Rintisan Wisata Budaya Melalui Pembinaan Sastra Berbasis Kearifan Lokal dengan empat kelompok didalamya yaitu (1) Kelompok/Unit Pengelola Adat, (2)Kelompok Pemerhati Sastra Lisan, (3) Kelompok Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga, (4) Sangar Belajar Seni, Budaya, Bahasa, dan Sastra.
EFEKTIVITAS ARANG AKTIF DIPERKAYA MIKROBA KONSORSIA TERHADAP RESIDU INSEKTISIDA LINDAN DAN ALDRIN DI LAHAN SAYURAN
E Srihayu Harsanti;
Indratin Indratin;
Sri Wahyuni;
Eman Sulaeman;
A N Ardiwinata
Jurnal Ecolab Vol 7, No 1 (2013): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20886/jklh.2013.7.1.27-36
Lindan dan aldrin merupakan insektisida organoklorin yang residunya masih ditemukan di lahan sayuran. Lindan dan aldrin merupakan senyawa cemaran organic persisten (Persistent Organic Pollutants atau POPs) yang memiliki toksisitas dan persistensi yang tinggi di dalam tanah. Salah satu mitigasi residu insektisida POPs dalam tanah adalah remediasi dengan menggunakan arang aktif dengan memanfaatkan mikroba konsorsia. Percobaan lapang dilaksanakan di lahan sayuran di Magelang selama musim penghujan 2010. Tujuan penelitian adalah mengetahui efektivitas arang aktif diperkaya mikroba konsorsia terhadap degradasi residu lindan dan aldrin di lahan sayuran. Percobaan lapang disusun menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan dan tujuh perlakuan. Parameter yang diamati yaitu karakteristik tanah, residu insektisida lindan dan aldrin dalam tanah dan air, tinggi dan hasil biomassa sawi. Arang aktif efektif menurunkan residu lindan dan aldrin dalam tanah hingga lebih dari 50 % saat 7 hari setelah aplikasi insektisida pada tanaman sawi. Arang aktif yang diperkaya mikroba konsorsia cennderung menurunkan residu lindan dan aldrin lebih tinggi daripada arang aktif tanpa diperkaya mikroba konsorsia. Kadar pestisida lindan dan aldrin dalam tanaman pada perlakuan arang aktif dari tempurung kelapa lebih tinggi daripada arang aktif tongkol jagung dengan inokulasi mikroba. Pemberian arang aktif cenderung memberikan hasil biomassa tanaman sawi lebih tinggi daripada tanpa arang aktif.
Ekplorasi dan Karakterisasi Biokimia Bakteri Resisten Timbal (Pb) dari Sungai Tallo Makassar
Fahruddin Fahruddin;
Nur Haedar;
Slamet Santosa;
Sri Wahyuni
Jurnal Serambi Engineering Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32672/jse.v5i3.2133
Industrial progress and waste of urban domestic activities have an impact on the Pb heavy metal pollution on the environment, this will have an impact on human health. Pb metal can be overcome with biological methods by utilizing bacteria in reducing Pb metal. The study aimed to obtain the species of resistant bacterial isolates of Pb metal and determine its characteristics. Sediment and water samples were obtained from the Tallo River. Isolation and selection of Pb metal resistant bacteria were carried out on nutrient agar media is 10 ppm added of PbAgNO3, afterwards the colonies that grew and differed were characterized by morphological morphology and several biochemical tests. The characterization results obtained 8 isolates of Pb metal resistant bacteria consisted of 8 isolates from sediment samples and 3 isolates from water samples. The characteristics of each bacterial isolate on cell morphology are the same and biochemical tests show different results.