Kompetensi guru memiliki peran penting dalam meningkatkan minat belajar siswa, terutama dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kompetensi guru PAI di SMA Yogyakarta dalam meningkatkan minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru PAI, siswa, dan kepala sekolah, serta observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI di SMA di Yogyakarta telah menerapkan empat kompetensi utama dengan cukup baik. Dalam aspek pedagogi, guru menggunakan metode pembelajaran yang variatif, seperti diskusi, studi kasus, dan pemanfaatan media digital, yang terbukti meningkatkan keterlibatan siswa. Kompetensi personal guru berperan dalam membangun kedekatan emosional dan memberikan motivasi kepada siswa. Kompetensi sosial guru terlihat dari interaksi positif dengan siswa serta keterlibatan dalam kegiatan ekstrakurikuler keagamaan. Sementara itu, kompetensi profesional guru masih menghadapi tantangan dalam pemanfaatan teknologi secara optimal dalam pembelajaran. Meskipun kompetensi guru telah diterapkan dengan baik, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala, seperti kurangnya pelatihan teknologi bagi guru, keterbatasan akses siswa terhadap perangkat digital, serta masih perlunya peningkatan kolaborasi dengan orang tua dalam mendukung pembelajaran agama. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan bagi guru, optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, serta peningkatan keterlibatan orang tua dan siswa dalam proses pendidikan PAI. Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan implementasi kompetensi guru PAI dapat semakin optimal dan berdampak positif terhadap minat belajar siswa.