Articles
Penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini
Arief Hidayat;
Syarah Siti Maesyaroh
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 5 (2020): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Syntax Corporation Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36418/syntax-imperatif.v1i5.159
Gadget adalah suatu peranti atau instrumen yang memiliki tujuan dan fungsi praktis yang secara spesifik dirancang lebih canggih dibandingkan dengan teknologi yang diciptakan sebelumnya. Gadget biasanya digunakan oleh orang dewasa untuk komunikasi dan memperoleh informasi, tetapi saat ini banyak digunakan oleh anak usia dini. Anak usia dini adalah anak yang berusia 0-6 tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan gadget (aplikasi, durasi dan intensitas), dampak penggunaan gadget (baik positif maupun negatif) dan cara mengatasi dampak negatif penggunaan gadget pada anak usia dini di SPS Harapan Bangsa. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian bertempat di SPS Harapan Bangsa. Dalam penelitian ini sampel dipilih secara purposif dengan menggunakan teknik snowball sampling dan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara. Bentuk penggunaan gadget pada anak usia dini di SPS Harapan Bangsa hanya sebatas menggunakan aplikasi-aplikasi tertentu diantaranya yaitu game, youtube dan membuka galeri (foto dan video) serta musik. Dalam penggunaannya pun sebagian besar siswa SPS Harapan Bangsa termasuk dalam kategori rendah yaitu dengan durasi 0-15 menit dengan intensitas 1-2 kali dalam seharinya. Orangtua sebagai kunci utama seharusnya dapat menjadi contoh atau teladan yang baik saat menggunakan gadget dan hendaknya orangtua mempertimbangkan kembali dampak yang akan ditimbulkan saat ingin memberikan gadget atau membelikan gadget khusus untuk anak karena anak pada usia 0-6 tahun merupakan masa keemasan (Golden Age), dimana anak pada usia tersebut lebih baik di arahkan ke dalam kegiatan-kegiatan yang dapat merangsang tumbuh kembang anak tanpa menggunakan gadget.
Analisis Pesan Dakwah Melalui Channel Youtube Ustadz Ucu Najmudin
Syarah Siti Maesyaroh;
Andri Hendrawan
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 4 (2020): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Rifa'Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36418/syntax-imperatif.v1i4.50
Perkembangan teknologi informasi mengalami kemajauan sangat pesat. Kemajuan tersebut telah mengantarkan umat manusia semakin mudah untuk berhubungan satu dengan lainnya. Salah satu yang saat ini sedang merebak kepada publik adalah hadirnya sebuah media baru, yakni Youtube. Media Youtube ini menjadi salah satu topic hangat dikalangan banyak umat, termasuk umat Islam. umat islam bisa memanfaatkan media Youtube ini sebagai media untuk menyebarkan kebaikan, agar islam dan elemennya mampu terpublikasi secara masal melalui media informasi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran Ustadz Ucu Najmudin sebagai tokoh agama memanfaatkan serta menyebarkan materi dan pesan dakwah kepada para mad’u melalui media Youtube, dan bagaimana strategi beliau menyampaikan pesan dakwah tersebut. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode analisis konten. Pengumpulan data menggunakan teknik analisis serta dokumentasi secara langsung melalui tayangan video yang ada di channel Youtube ustadz Ucu Najmudin. Data yang dikumpulkan dianalisis, dideskripsikan dan ditafsirkan dengan menggunakan teori-teori yang ada sebagai acuan dalam analisa data. Permasalahan yang terdapat dari penelitian ini, sulitnya mendapat profil elngkap ustadz Ucu Najmudin, kebanyakn video kualitas rendah, serta video yang diupload kebanyakan bukan dari official Youtube Channel Ustadz Ucu Najmudin. Hasil penelitian ini video pesan dakwah melalui media Youtube yang dilakukan oleh ustadz Ucu Najmudin sangat baik. Meskipun komunikasi yang terjadi hanya satu arah, pesan dakwah yang diberikan oleh ustadz Ucu Najmudin mampu dipahami oleh para mad’u, dengan penyampaian menggunakan bahasa sehari-hari serta diselingi guyonan-guyonan, membuat mad’u dengan mudah mengerti dan faham.
Bentuk-bentuk latihan kebugaran bagi atlet
TEGUH SANTOSO
Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 12 No. 2 (2012): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36728/jis.v12i2.164
Ada banyak bentuk-bentuk latihan kebugaran yang dapat dipilih oleh seorang atlet. Bantuk-bentuk latihan diperlukan untuk menjaga kondisi fisiknya. Latihan yang dapat dipilih diantaranya : Jogging 5 sampai 8 Km dalam waktu 30 sampai 40 menit, circuit training, interval training dan latihan tahanan. Latihan yang dipilih tentunya disesuaikan dengan kebutuhan atlet, untuk latihan dengan tahanan terutama adalah untuk meningkatkan kekuatan otot. Disini juga dibahas bentuk-bentuk latihan pemanasan untuk otot-otot ekstremitas bagian atas, otot-otot pada togok, dan juga otot-otot pada ekstremitas bagian bawah. Latihan circuit training dengan peralatan yang minimal bisa menjadi pilihan. Latihan ini disederhanakan peralatannya, tapi mudah dalam pelaksanaannya.
PERAN MEDIA MASSA DALAM OLAHRAGA
TEGUH SANTOSO
Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 13 No. 1 (2013): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36728/jis.v13i1.255
Perkembangan olahraga dewasa ini tidak bisa terlepas dari media massa. Media massa akan bisa memberikan corak terhadap salah satu cabang olahraga tertentu, sehingga olahraga tersebut akan menjadi terkenal. Namun demikian media masa juga bisa membuat olahraga menjadi tidak maju, manakala pemberitaan yang disampaikan tidak sejalan dengan norma dan nilai-nilai yang ada dalam olahraga. Oleh karenanya, memang antara olahraga dan media massa harus berjalan secara sinerkis. Ini tidak lain dalam upaya untuk meluruskan tujuan utama olahraga, melalui pemberitaan yang benar. Sebaiknya media massa bersikap netral dalam pemberitaan olahraga, dan memberikan kontribusi yang menguntungkan bagi olahraga dan pelakunya, dalam budaya olahraga fungsi media massa bisa sebagai pengawasan, penghubungan, hiburan dan juga pencerahan.
FENOMENA KEDWIBAHASAAN DI SEKOLAH DASAR; SEBUAH KONDISI DAN BENTUK KESANTUNAN BERBAHASA
Syaiful Bahri
Jurnal Bidang Pendidikan Dasar Vol 2 No 2 (2018): June
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (524.557 KB)
|
DOI: 10.21067/jbpd.v2i2.2649
Building language ethics, there is a pattern of attitude that must be conveyed as a moral message, ranging from manners and and asor that is good character and good manners in communication ethics, all derived from someone's politeness. This study examines the politeness of language and the phenomenon of bilingualism between students and teachers, principals, TU staff, gardeners and with fellow students. During this time, bilingualism can be found in adolescents, adults and even elementary school age children who have mastered the first language (B1) of regional languages (Madura), and second language (B2) is Indonesian or vice versa. This research is a field research with a qualitative form, meaning that it examines the politeness of language with the phenomenon of bilingualism. Research focuses on analyzing words (written) or behaviors of individuals or groups. In fourth grade students of SDN Nyapar and SDN Batubelah there is a context of sub-ordinative (complex) bilingualism. Sub-ordinative language is bilingualism which shows that when using B1 (mother tongue) an individual often includes elements of B2 (Indonesian).
PELATIHAN APLIKASI SPEECHACE UNTUK PENINGKATAN KEFASIHAN BERBAHASA INGGRIS PADA GURU – GURU MTs Al JAM’IYATUL WASHLIYAH DALU X A KABUPATEN DELI SERDANG SUMATERA UTARA
Wariyati Wariyati;
Sujarwo Sujarwo;
Arti Dwi Maulia
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2020): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32696/ajpkm.v4i2.515
Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah membantu guru - guru MTs Al Jam’iyatul Washliyah Dalu X A Kabupaten Deli Serdang dalam meningkatkan kualitas dan level kefasihan dalam pengucapan bahasa Inggris dimana kualitas kefasihan merujuk kepada penutur asli atau native speaker. Penggunaan aplikasi speechace dapat mendeteksi level kefasihan pengucapan dengan standard kemiripan pada penutur asli. Media ini selain mampu mendeteksi juga dapat mengarahkan dengan ketersidaan contoh pengucapan yang baik dan benar merujuk pada kefasihan sempurna. Semakin fasih pengucapan maka akan semakin baik kualitas penuturan dalam berbahasa Inggris. Kefasihan juga berdampak pada kualitas kemampuan siswa mendengar (listening) sehingga butuh pelatihan khusus untuk guru dalam meningkatkan level kefasihan. Karena pembelajar sebuah bahasa adalah imitator atau peniru, maka jika gurunya sangat berkualitas sudah tentu murid juga memiliki kualitas yang tak jauh berbeda. Tujuan khusus dengan mensosialisasikan penggunaan media pembelajaran atau berbasis web internet melalui aplikasi speechace secara online untuk meningkatkan daya saing didunia kerja. Penerapan yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakarat pada MTs Al Jam’iyatul Washliyah Dalu X A dengan mensosialisasikan pengoperasian aplikasi digital speechace berupa: (1) Pemilihan tingkat kefasihan dan kajian kosa kata ataupun ungkapan berbahasa Inggris. (2) Acuan dan standard kefasihan (3) Pengujian tingkat kefasihan guru. Pengabdian dilaksanakan di MTs Al Jam’iyatul Washliyah Kabupaten Serdang Bedagai. Kefasihan dalam pelafalan Bahasa Inggris sangat mempengaruhi kualifikasi skill dalam berbahasa Inggris mengacu kepada standarisasi penutur asli (native speaker). Urgensi yang harus dipenuhi adalah daya saing yang amat tinggi didunia kerja atau dunia perkuliahan yang berstandard Internasional. Kualitas Bahasa Inggris yang baik akan member kontribusi menunjang untuk meraih beasiswa pendidikan baik bagi guru dan siswa, begitu juga didunia kerja untuk menjemput kesusksesan yang gemilang.
KEGIATAN BELAJAR BERSAMA ANGKRING SINAU SEBAGAI SOLUSI PENGONDISIANBELAJARAKTIFDAN KREATIF DI TENGAH PANDEMI COVID-19
Sugeng Santoso
CIVICS EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/cessj.v2i2.1133
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaanAngkring Sinau yang dilaksanakan di RT 1 RW 2 Desa Jatilengger, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, sebagai solusi pengondisian belajar aktif dan kreatid di tengah pandemi COVID19.Angkring Sinauadalah kegiatan belajar bersama untuk siswa usia TK s/d SMPdengan melibatkan sukarelawan pengajar.Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek yang diteliti adalahpengondisianbelajar aktif dan kreatif di tengah pandemi COVID-19, sedangkan objeknya adalah kegiatan belajar bersama Angkring Sinau. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan kuisioner. Setelah data terkumpul lalu akan dioleh dengan teknik Miles dan Huberman, yang meliputi beberapa tahap; reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini medapatkanhasil bahwa persiapan danpelaksanaanAngkring Sinauterdiri dari lima tahap. Tahap-tahap tersebut adalah persiapan, perizinan, penyosialisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Tanggapandari siswa dan orang tua pun juga baik. Harapan dibentuknya kegiatanAngkring Sinauadalah dapat menciptakan ruang belajar yang aktif dan kreatif untuk siswa, sehingga dapat membantumeningkatkanhasil belajar dari segi kuantitas dan kualitas.
Prototype Smart Sensor Pengukur Suhu Untuk Sistem Monitoring Pada Smart Building Management System
Nuralam nuralam
Faktor Exacta Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : LPPM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (475.197 KB)
|
DOI: 10.30998/faktorexacta.v10i1.1792
Prototype Smart Sensor for Measuring Temperature Monitoring System Smart Building Management System. The sensor is an electronic device that is extremely important in the field of instrumentation and industrial control. The sensor is an input device in the measurement and control of an automation system. Device sensor has now developed into a Smart Sensor. Smart Sensor means a sensor to be more easily applied and integrated with other electronic devices, supporting the latest technology, size is getting smaller, and has a higher sensitivity value. In this study created Smart Sensor Smart Sensor Temperature is in the form of a Prototype. Prototype Smart Temperature applied in measuring and monitoring the temperature of a building. Building and monitoring system is called the Smart Building Management System (SBMS). SBMS has the goal of keeping a building can be regulated, controlled and monitored easily, quickly, effectively, economically and efficiently. Prototype Smart Sensor will measure and monitor the temperature inside the building. Temperature is a measure of a building needed to the building occupant comfort, energy saving, fire prevention and building maintenance. This research has succeeded in making a prototype Smart Temperature Sensors for measuring and monitoring the temperature of a server room. Temperatures were measured by an average of 20-22 0C. The result of this will be used as reference and evaluation for the team management system to manage the building and maintenance of industrial automation equipment.
PERENCANAAN BASE STATION UNTUK JARINGAN SISTEM KOMUNIKASI BERGERAK BERBASIS WCDMA DI WILAYAH SUB URBAN
Nuralam Nuralam
Faktor Exacta Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : LPPM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (574.854 KB)
|
DOI: 10.30998/faktorexacta.v9i1.736
Wideband Code Division Multiple Access (WCDMA) adalah teknologi 3G yang telah ditetapkan oleh International Telecommunication Union (ITU). Dalam penelitian ini dibahas perencanaan dan analisis base station untuk jaringan sistem komunikasi bergerak berbasis WCDMA di wilayah sub urban Kecamatan Ciracas Jakarta Timur.Dari sisi perencanaan dilakukan estimasi jumlah pelanggan potensial, estimasi kebutuhan trafik, perhitungan link budget perangkat, dimensi sel, jumlah sel yang dibutuhkan per wilayah untuk mencakup area layanan, dan perhitungan path loss maksimum tiap base station. Dari sisi analisis penempatan base station, dilakukan perhitungan dan simulasi agar mendapat area cakupan yang optimal sesuai dengan kapasitas dan topologi areanya. Untuk mempermudah analisis penempatan base station, maka digunakan software Google Map, Google Earth dan RadioWoks.Penempatan base station dengan mempertimbangkan daerah sub urban berdasarkan data kepadatan penduduk dan struktur bangunannya. Setelah didapat perkiraan penempatan pada Google Map, maka hasil penempatan tersebut akan diplot ke dalam Google Earth. Hal ini bertujuan untuk mendapat alamat dan plot bangunan di sekitar site. Setelah didapat plot bangunan di sekitar site, maka dilakukan simulasi dengan RadioWork, agar diketahui besarnya path loss maksimum di setiap daerah tidak melebihi MAPL sebesar 141,9 dB (untuk voice) dan 133,8 dB (untuk data).
IMPLEMENTASI APLIKASI BELAJAR SISWA PLUS UNTUK MENGATASI MASALAH PEMBELAJARAN DAN PENGEMBANGAN KARAKTER DI MASA PANDEMI
Shefa Dwijayanti Ramadani;
Agus Budiyono;
Masdukil Makruf
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 3, No 1 (2021): Third Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pandemi Covid-19 yang dialami secara global telah menyebabkan banyak masalah pada berbagai sektor kehidupan, tidak terkecuali pada dunia pendidikan. Institusi pendidikan yang belum menguasai integrasi Teknologi Informatika dan Komunikasi (TIK) dalam pengajaran mengalami tantangan dan hambatan besar ketika harus melaksanakan sistem pembelajaran secara online. Sementara itu, sebagian anak bangsa yang memiliki kebutuhan khusus telah memiliki keterbatasan alamiah yang menghambat proses belajarnya, dan semakin terpuruk dengan kondisi pembelajaran secara online. Metode yang digunakan dalam melaksanakan program ini mengadopsi beberapa tahapan penelitian pengembangan yang disesuaikan dengan tahapan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa guru telah memiliki pemahaman yang tinggi terhadap penggunaan aplikasi Siswa Plus dengan rerata skor sebesar 88,07. Dengan demikian, guru diharapkan mampu memberikan layanan pembelajaran online secara berkualitas dan menarik bagi siswa berkebutuhan khusus.