Articles
Persepsi Pasien Non Tionghoa di Klinik Karang Asem Surabaya Terhadap Pengobatan Tradisional Tiongkok 泗水KarangAsem路中医非华裔病人接受中医治疗的原因和看法
Fanny Desilia Tansy;
Elisa Christiana;
Yifeng Wang
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9744/century.1.2.85-93
Dahulu orang non Tionghoa hanya minum jamu, ke dukun dan ke dokter umum bila sakit. Namun, 15 tahun terakhir, orang non Tionghoa yang menerima pengobatan tradisional Tiongkok di Surabaya semakin banyak. Penulis menggunakan metode kualitatif untuk menjelaskan pendapat dan alasan Pasien non Tionghoa di Klinik Surabaya terhadap pengobatan tradisional Tiongkok. Dari hasil wawancara disimpulkan: narasumber menerima pengobatan tradisional Tiongkok karena direkomendasikan orang lain. Para perekomendasi menyatakan bahwa teknik pengobatan tradisional Tiongkok sangat bagus. Ketika perekomendasi menjelaskan bahwa sinse seorang Tionghoa, pewawancara merasa khawatir pada awalnya. Tetapi, perekomendasi menjelaskan bahwa sinse ini tidak memandang ras dan agama. Orang non Tionghoa yang disembuhkan olehnya juga tidak sedikit. Para pewawancara setelah menerima mengobatan tradisional Tiongkok, menurut mereka ramuan obat tidak berbahan kimia, namun sulit diramu dan rasanya pahit. Pasien yang menerima akupuntur beranggapan bahwa dengan menggunakan jarum saja sudah bisa menyembuhkan penyakit, dan harganya tidak mahal.
Pengaruh Bahasa Pertama Terhadap Pembelajaran Kata Bantu Bilangan Bahasa Tionghoa Sebagai Bahasa Kedua 第一语言对学习汉语量词的负迁移
Ferdinan Dyan Warudu;
Elisa Christiana
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (510.648 KB)
|
DOI: 10.9744/century.1.2.94-103
Adanya fenomena yang terjadi pada pebelajar bahasa Tionghoa bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama mempengaruhi pembelajaran kata bantu bilangan bahasa Tionghoa. Artikel ini meneliti tentang pengaruh apa saja yang timbul dari bahasa pertama terhadap proses pembelajaran kata bantu bilangan dalam bahasa Tionghoa dan bagaimana menyelesaikan masalah yang timbul dari pengaruh bahasa pertama ini dari sudut pandang pebelajar. Menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian menemukan bahwa pengaruh yang timbul dari bahasa pertama adalah ketika pebelajar lupa satu kata bantu bilangan dalam bahasa Tionghoa, maka cara yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini adalah dengan menggunakan kata bantu bilangan “Buah” dalam bahasa Indonesia yang langsung diterjemahkan ke dalam bahasa Tionghoa, sehingga menjadi “个gè”. Cara menyelesaikan fenomena ini adalah pebelajar harus dengan kesadaran diri sendiri melakukan proses metakognitif, dimana pebelajar melakukan proses perencanaan, pengamatan, mengevaluasi dan penyesuaian terhadap proses pembelajaran yang sedang berjalan.
Relasi Ibu Mertua dan Menantu Perempuan Dalam Keluarga Tionghoa di Surabaya 泗水华人家庭里的婆媳关系
Ivana Huang;
Elisa Christiana
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9744/century.1.2.44-58
Relasi ibu mertua dan menantu perempuan seringkali digambarkan buruk, seperti dalam puisi klasik Tiongkok Kongque Dongnan Fei. Maka dalam skripsi ini, penulis meneliti relasi ibu mertua dan menantu perempuan dalam tiga keluarga Tionghoa di Surabaya yang telah tinggal bersama lebih dari 15 tahun. Dari hasil analisis, penulis menemukan bahwa relasi ibu mertua dan menantu perempuan sudah lebih modern, tidak ada lagi feodalisme keluarga. Ibu mertua tidak lagi menuntut menantu yang sempurna dan dapat menerima segala kelebihan dan kekurangan menantu perempuan sebagai anak sendiri. Konflik rumah tangga tentunya pernah terjadi di antara mereka, namun dengan cara manajemen konflik avoidance, accomodation dan collaboration, masalah dapat diatasi dengan baik, dan keharmonisan relasi di antara ibu mertua dan menantu tetap terjaga.婆婆与媳妇之间很多时候很难建立良好关系,就像中国古代叙事诗《孔雀东南飞》里所描述的那样。在此笔者研究在泗水三个华人家庭里同住了15年的婆婆和媳妇的关系。由分析结果可见,婆媳关系已现代化了,不再遵行家庭封建制度。婆婆不再要求完美的媳妇,而愿意接受媳妇为亲女儿,接受她的优缺点。家庭里的矛盾、冲突当然发生过,但她们都能以冲突管理方式如躲避式、圆通式、协同式来解决问题,因此能保持婆媳之间良好的关系。
Perbandingan Lingkungan Bahasa Informal Hebei Normal University dan Universitas Kristen Petra Dalam Pembelajaran Bahasa Tionghoa 河北师范大学与彼得拉基督教大学的课外语境作为汉语学习的对比研究
Margaretha Monika Utama;
Elisa Christiana;
Herman Yongdra
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (285.855 KB)
|
DOI: 10.9744/century.2.1.74-85
Pembelajaran bahasa tidak pernah terlepas dari lingkungan. Dalam proses pembelajaran bahasa kedua, lingkungan bahasa informal merupakan salah satu unsur yang berpengaruh. Maka dalam skripsi ini, penulis meneliti pandangan mahasiswa asing tingkat dasar Hebei Normal University dan Universitas Kristen Petra serta membandingkan lingkungan bahasa informal di Hebei Normal University dan Universitas Kristen Petra. Dari hasil penelitian, penulis menemukan mahasiswa asing yang terbiasa menggunakan bahasa Tionghoa dalam berkomunikasi lebih banyak dibandingkan mahasiswa Program Studi Sastra Tionghoa Universitas Kristen Petra. Hal tersebut disebabkan oleh perbedaan kebiasaan penggunaan bahasa kedua negara, yang kemudian mempengaruhi proses pembelajaran bahasa. Namun lingkungan bahasa informal di dalam kampus tetap membawa lebih banyak pengaruh positif dibandingkan lingkungan bahasa di masyarakat, sebab di dalam lingkungan kampus, ada para dosen dan teman-teman yang membantu mereka dalam proses pembelajaran bahasa Tionghoa.
Pengaruh Bahasa Pertama Terhadap Pembelajaran Kata Bantu Bilangan Bahasa Tionghoa Sebagai Bahasa Kedua 第一语言对学习汉语量词的负迁移
Ferdinan Dyan Warudu;
Elisa Christiana
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9744/century.1.2.94-103
Adanya fenomena yang terjadi pada pebelajar bahasa Tionghoa bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama mempengaruhi pembelajaran kata bantu bilangan bahasa Tionghoa. Artikel ini meneliti tentang pengaruh apa saja yang timbul dari bahasa pertama terhadap proses pembelajaran kata bantu bilangan dalam bahasa Tionghoa dan bagaimana menyelesaikan masalah yang timbul dari pengaruh bahasa pertama ini dari sudut pandang pebelajar. Menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian menemukan bahwa pengaruh yang timbul dari bahasa pertama adalah ketika pebelajar lupa satu kata bantu bilangan dalam bahasa Tionghoa, maka cara yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini adalah dengan menggunakan kata bantu bilangan “Buah” dalam bahasa Indonesia yang langsung diterjemahkan ke dalam bahasa Tionghoa, sehingga menjadi “个gè”. Cara menyelesaikan fenomena ini adalah pebelajar harus dengan kesadaran diri sendiri melakukan proses metakognitif, dimana pebelajar melakukan proses perencanaan, pengamatan, mengevaluasi dan penyesuaian terhadap proses pembelajaran yang sedang berjalan.
Pandangan Tiga Orang Tionghoa Generasi Tua Samarinda Terhadap Makna Bunga Mei dan Tanaman Jeruk Pada Perayaan Imlek
Fransisca Haryanto;
Elisa Christiana
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (215.539 KB)
|
DOI: 10.9744/century.4.1.33-40
Di kota Samarinda, hampir seluruh keluarga keturunan Tionghoa melaksanakan tradisi memasang bunga mei dan tanaman jeruk pada perayaan Imlek. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pemaknaan bunga mei dan tanaman jeruk bagi generasi tua masyarakat Tionghoa Samarinda dan alasan mereka masih melakukan tradisi ini setiap tahunnya. Skripsi ini menggunakan pendekatan kualitatif dan mewawancarai tiga orang narasumber yang berusia 65 tahun atau lebih yang paham akan makna bunga mei dan tanaman jeruk pada saat perayaan Imlek. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga narasumber memiliki pemahaman yang umum terhadap makna bunga mei dan tanaman jeruk. Generasi tua masih melaksanakan tradisi ini dan sangat berharap pada generasi muda untuk terus melestarikan tradisi yang ada, karena tradisi merupakan salah satu tolok ukur identitas bagi etnis Tionghoa sendiri.
Tradisi Memiliki Anak Laki-laki dalam Keluarga Tionghoa Khonghucu Klenteng Boen Bio Kapasan Surabaya 泗水文庙孔教华裔家庭对拥有男孩习俗的看法
Cindy Agnes Jonathan;
Elisa Christiana
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (67.652 KB)
|
DOI: 10.9744/century.2.1.155-166
Di dalam sistem kekeluargaan Tionghoa, laki-laki adalah pemimpin dan pengambil keputusan yang menjadi pertimbangan utama, karena dapat meneruskan marga dan merupakan suatu wujud bakti dalam pemeliharaan abu leluhur, maka dari itu banyak keluarga Tionghoa yang merasa kebingungan apabila tidak mempunyai anak laki-laki. Dalam skripsi ini, penulis ingin meneliti tentang perkembangan pola pemikiran etnis Tionghoa beragama Khonghucu terhadap tradisi memiliki anak laki-laki di zaman modern. Penulis menggunakan metode kualitatif dan mengumpulkan data melalui wawancara terhadap enam orang jemaat etnis Tionghoa di klenteng Boen Bio Kapasan Surabaya. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa peran anak laki-laki di tengah keluarga Tionghoa tidak berubah, namun keluarga Tionghoa modern tidak memprioritaskan adanya anak laki-laki di tengah keluarga mereka, karena anak laki-laki dan anak perempuan sama-sama memiliki peran yang penting. Bagi keluarga Tionghoa modern, memiliki anak yang berbakti adalah hal yang paling penting demi mencapai keharmonisan di dalam keluarga. 在中国亲属中,家事由男人来领导,他们的决策成为家庭里的第一考虑,因为他们能继承姓氏和祖先灵位,因此许多没有男孩的华裔家庭会感到心慌。在本论文中,笔者想要调查关于现代孔教华裔家庭对拥有男孩习俗的看法。笔者采用了定性方法与通过访问了六位孔教信徒来收集资料。从分析的结果, 可见男孩的角色没有改变,但在现代华裔家庭中,男孩的存在不再优先,因为男孩和女孩都有很重要的角色。对于华裔家庭,最主要是拥有孝孩,为了达到和谐。
PANDANGAN GENERASI MUDA HAKKA TERHADAP KEBERLANGSUNGAN PERKUMPULAN HWIE TIAUW KA SURABAYA
Chandra Chandra;
Elisa Christiana
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (679.494 KB)
|
DOI: 10.9744/century.1.2.119-133
Di kota Surabaya terdapat perkumpulan orang Hakka yang sangat bersejarah dan dibangun pada tahun 1820 yaitu perkumpulan Hwie Tiauw Ka. Dalam masa perkembangannya selama hampir 200 tahun, perkumpulan ini sudah mengalami berbagai tantangan dan halangan, salah satunya yang dirasakan sekarang adalah sebagian besar dari pengurus perkumpulan ini adalah senior-senior yang sudah sepuh, sehingga yang sangat dibutuhkan sekarang adalah regenerasi, merekrut para pemuda untuk meneruskan perkumpulan ini. Banyak hal yang sudah dilakukan contohnya, membuka les bahasa Hakka, melaksanakan berbagai bentuk kegiatan, bahkan juga membentuk kelompok muda-mudi Hakka, dengan tujuan supaya semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk mempertahankan eksistensi perkumpulan Hwie Tiauw Ka. Penulis menggunakan teknik penelitian kualitatif dan mewawancarai pemuda-pemudi Hakka yang pernah mengikuti kegiatan perkumpulan Hwie Tiauw Ka. Melalui penelitian ini dapat diketahui bahwa para informan merasa eksistensi perkumpulan ini harus dipertahankan, karena perkumpulan ini dapat membantu dalam mewariskan dan melestarikan budaya Hakka. Selain itu para informan juga menyampaikan ide mereka tentang cara-cara menarik generasi muda untuk ikut membantu mempertahankan perkumpulan Hwie Tiauw Ka.
Pemikiran Konfusius yang Terefleksi dalam Pengajaran Para Guru CHHS 中中华语补习学校汉语老师教学实践中反映的孔子思想
Steffi Thanissa Halim;
Elisa Christiana;
Liejanto Wijaya
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (537.64 KB)
|
DOI: 10.9744/century.2.1.44-58
Pembelajaran sebuah bahasa tidak lepas dari budaya yang melatarbelakanginya, termasuk pengajaran bahasa Tionghoa yang juga tidak terpisahkan dari budaya Tionghoa, yang sangat terpengaruh oleh nilai-nilai Konfusius, seorang pemikir dan pendidik teragung pada masa Tiongkok kuno. Saat ini, di Surabaya sudah ada berbagai macam lembaga kursus bahasa Tionghoa, baik yang besar maupun kecil. Skripsi ini menggunakan metode kualitatif, mewawancarai enam orang guru pengajar bahasa Tionghoa di Lembaga Kursus Bahasa Tionghoa CHHS yang merupakan salah satu lembaga kursus bahasa Tionghoa terbesar di Surabaya, dan menganalisis nilai-nilai pendidikan Konfusius yang terefleksi dalam proses belajar mengajar mereka. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa keenam narasumber telah secara tanpa sadar menerapkan nilai-nilai ini, antara lain: pendidikan untuk semua kalangan (Yǒu jiào wú lèi有教无类), mengajar sesuai latar belakang dan kemampuan murid (Yīn cái shī jiào因材施教), menghormati guru dan mencintai murid (Zūn shī ài shēng 尊师爱生) dan menjadikannya sebagai prinsip yang terutama dan mendasar dalam pengajaran mereka.
Pengaruh Konsumsi Sari Kurma Pada Akhir Kehamilan Terhadap Kemajuan Persalinan Kala I Dan Jumlah Perdarahan Saat Persalinan Pada Primipara Di Wilayah Kerja Puskesmas Klaten Selatan
Suroso Suroso;
Paryono Paryono
Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2016): INTEREST : JURNAL ILMU KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37341/interest.v5i1.15
Abstract: Mother Maternity needed drinks and foods that contain lots of sugar elements, this is because of the amount of contraction of the muscles of the uterus when it will remove the baby, even more so if it takes a long time. Purpose of this study was to determine the effect of the consumption of palm juice at the end of pregnancy to the first stage of labor progress and the amount of bleeding during childbirth. The design of this study using a quasi-experimental design with the design of a static comparison group, sampling technique using purposive sampling approach, analysis of data Bivariate statistical tests using independent sample t-test. Hypothesis test results with respect to the progress of the first stage of labor is obtained t count -3.234 while t table at dk n-2 (58) was 2,002 so that Ho refused because -3.234> 2.002 means "no influence between the consumption of palm juice regularly in late pregnancy with progress first stage of labor in primiparous in the BPM area of South Klaten Klaten district. On the amount of bleeding obtained t count -3.131 while t table at dk n-2 (58) was 2,002 so that Ho refused because -3.131> 2.002 means "no influence between the consumption of palm juice regularly in late pregnancy with the bleeding amount of labor. In conclusion, there is the influence of the consumption of palm juice regularly in late pregnancy with the bleeding amount of labor.