Articles
PENGEMBANGAN USAHA INDUSTRI KREATIF PANGAN LOKAL KHAS PANJALU KABUPATEN CIAMIS
Reni Marlina;
Yudi Wahyudin;
Lina Said
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Dharma Bhakti
Publisher : STIE Ekuitas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52250/p3m.v2i1.62
Upaya dalam mengembangkan dan meningkatkan usaha para UKM pangan lokal khas Kec. Panjalu Kabupaten Ciamis, Jawa Baratyang dikenal dengan tempat wisata ziarah Situ Lengkong terus dilakukan. Sebagai tujuan wisata, terdapat makanan khas lokal yang cukup dikenal, namun pemasarannya masih belum cukup luas.Dalam menjalankan usahanya, penghasil makanan khas ini masih menjalankan usaha secara tradisional, yaitu belum mengelola usaha sesuai dengan manajemen usaha secara baik dan benar. Sistem pemasaran masih dari mulut ke mulut belum menggunakan sistem pemasaran berbasis teknologi, aspek keuangan kurang baik karena tidak ada pembukuan secara tertulis. Adapun tujuan pengabdian ini adalah agar para UKM dapat mengelola usahanya dengan baik. Pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini diberikan dalam bentuk pelatihan kepada para UKM. Setelah pelatihan ini, pelaku usaha ini diharapkan semakin baik dalam manajemen usaha dan pemasarannya.
PELATIHAN KETERAMPILAN USAHA KREATIF WARGA RW 8 KELURAHAN CIUMBULEUIT KECAMATAN CIDADAP KOTA BANDUNG
Lina Said;
Reni Marlina;
Yudi Wahyudin
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Dharma Bhakti
Publisher : STIE Ekuitas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52250/p3m.v3i1.80
Kawasan Dago adalah salah satu tujuan wisata di Kota Bandung. Setiap menjelang akhir pekan kawasan Dago ini dipenuhi wisatawan baik mancanegara maupun lokal. Salah satu daerah yang potensial adalah kawasan Curug Dago. Potensi daerah ini cukup bagus sebagai tujuan wisata. Namun banyak warganya, terutama ibu rumah tangga melakukan pekerjaan sebagai asisten rumah tangga di sekitar RW 8, karena disana banyak kawasan perumahan (Kompleks ITB, UNPAD, Sekolah Alam, dll.), sehingga tingkat kesejahteraannya masih rendah. Untuk pemberdayaan masyarakat RW 8 ini diberikan pelatihan mengenai pembuatan produk dan pelatihan manajemen usaha. Ibu-ibu Warga RW 8 diberikan pelatihan tentang pembuatan kue, agar warganya produktif dan dapat membuat produk kue yang dapat dijajakan di daerah wisata Curug Dago. Warganya cukup antusias, dan mengikuti praktik membuat kue hingga selesai. Adapun hasil dari pengabdian ini adalah menambah pengetahuan dalam membuat produk serta warga lebih memahami dalam menghitung biaya produksi, sehingga meminimalisasi terjadinya kerugian apabila melakukan kegiatan usaha.
PENERAPAN DAN ANALISIS KECEPATAN PENDINGINAN TERMOELEKTRIK PADA SISTEM PENDINGIN WATER DISPENSER
Abdurrahman Abdurrahman;
Kustiawan Kustiawan
EPIC (Journal of Electrical Power Instrumentation and Control) Vol 4, No 1 (2021): EPIC
Publisher : Universitas Pamulang, Prodi teknik Elektro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/epic.v4i1.11384
Pada saat ini penggunaan water dispenser di masyarakat semakin meningkat. Ada dua jenis water dispenser dipasaran yaitu dispenser yang dapat memproduksi air panas dan dispenser yang dapat memproduksi air panas sekaligus air dingin. Mayoritas water dispenser yang ada dipasaran memanfaatkan sumber energi listrik dari PLN. Proses membuat air menjadi dingin pada water dispenser menyerap daya listrik yang cukup tinggi. Oleh karena itu penulis membuat rancang bangun pendingin air minum pada water dispenser dengan memanfaatkan thermoelektrik. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat proses pendinginan water dispenser menggunakan termoelektrik agar menjadi salah satu alternatif untuk mendinginkan air yang ada di water dispenser.. Metode yang digunakan yaitu dengan menggunakan Termoelektrik tipe n dan tipe p yang merupakan bahan semikonduktor ekstrinsik pada kedua sisi tangki, kemudian dilakukan pengujian dengan 4 tahap yaitu pada pengisian tangka pendingin 1/4 liter, 1/2 liter, 3/4 liter, dan dalam keadaan tangka pendingin penuh 1 liter. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata nilai suhu air tangki pendingin pada menit ke 75 adalah 22,5oC, nilai rata-rata Coefficient Of Performance (COP) adalah 0,6, penurunan suhu rata-rata dari kondisi awal ke kondisi akhir adalah 8,4oC dan daya listrik rata-rata yang diserap adalah 43,98 Watt. Hal ini membuktikan bahwa sistem pendingin menggunakan termoelektrik dapat menjadi energi alternatif dalam melakukan pendinginan air pada water dispenser.Kata kunci : termoelektrik; semikonduktor; coefficient of performance
Sifat Fisis Dan Mekanis Komposit High Density Polyethylene (HDPE) – Hydroxyapatite (HAp) Dengan Teknik Iradiasi Gamma
Sulistioso Giat S Giat;
Sudirman Sudirman;
Devi Indah Anwar;
F. Lukitowati;
Basril Abbas
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 37 No. 1 April 2015
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24817/jkk.v37i1.1812
High Density Polyethylene (HDPE) sebagai polimer sintetis dengan kerapatan komposit yang tinggi dan hydroxyapatite (HAp) merupakan komponen tulang yang penting. Komposit HDPE yang berfungsi sebagai matriks dengan HAp selayaknya dapat membentuk tulang sintetik. Komposit HDPE-HAp dengan rasio 2/1 : 3/1 : 4/1 (b/b,%) dikompaksi dan dipanaskan pada suhu 180 °C, selanjutnya diuji efektivitas radiasi gamma pada dosis 25 kGy dan 50 kGy. Komposit hasil iradiasi diukur kekerasan, perubahan struktur kimia, morfologi, sifat termal, dan kristalinitas menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), Scanning Electron Microscope (SEM), Differential Scanning Calorimetry (DSC), dan X-Ray Diffraction (XRD). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kekerasan komposit meningkat dari nilai 65 shore A hingga 69,5 shore A dengan waktu pemanasan 1 jam, 2 jam, dan 86 shore A dengan dosis radiasi 50 kGy untuk sampel komposit HDPE-HAp (2:1). Berdasarkan pengamatan dengan SEM menunjukkan permukaan komposit yang kompak dan HAp terikat secara fisik berdasarkan pengukuran dengan XRD dan DSC. Pengukuran FTIR menunjukkan tidak terjadinya perubahan spektrum komposit hasil iradiasi. Iradiasi gamma dapat meningkatkan sifat mekanis komposit HDPE-HAp.
STRATEGI SWITCHING PREMI DALAM PENGUMPULAN DANA MASYARAKAT SEKTOR INFORMAL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KETERLAMBATAN PEMBAYARAN PREMI JAMINAN KESEHATAN NASIONAL
Arih Diyaning Intiasari;
Laksono Trisnantoro;
Julita Hendrartini
Kesmas Indonesia Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (368.816 KB)
The increase in the budget deficit BPJS in the first 3 years of implementation JKN require special attention. One of the problems in the implementation of JKN is high late payment of premiums by the participants of the Non PBI Mandiri. The purpose of this study was to determine the participants' perceptions of Non PBI Mandiri to the recommendations transition strategy JKN premium payer. This study is a policy with qualitative descriptive approach. The study design used policy aims to draw up a recommendation is the Case Study on the phenomenon of late payment of premiums. Depth interviews with 11 informants participants Independent Non PBI done with purposive sampling quota system. The result showed that the presence of positive consequences as the public response to the concept of a transitional strategy premium payer. Participants claimed to be greatly assisted if the program was held because it can ease the burden of their medical expenses when his advanced age and does not have income again, providing peace in the certainty of change of insurer premiums in non-productive age. Conclusion of the study were breakthrough made in a transitional strategy premium payer has received positive responses from the public policy goals.
PENGARUH MANAJEMEN RISIKO TERHADAP KINERJA ORGANISASI (Studi pada Dana Pensiun Pemberi Kerja di Wilayah Jabar-Banten)
Rini Lestari
Jurnal Riset AKuntansi dan Bisnis Vol 13, No 2 (2013): JURNAL RISET AKUNTANSI DAN BISNIS
Publisher : Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/jrab.v13i2.146
Dana Pensiun sebagai badan hukum yang mengelola kekayaan danmenjalankan program pensiun yang menjanjikan manfaat pensiun untuk memelihara kesinambungan penghasilan bagi para pesertanya, pada periode purna kerja, sangat rentan terhadap risiko. Dalam konteks pengelolaan Dana Pensiun, risiko yang dihadapi adalah masalah ketidakcukupan dana yang pada gilirannya dapat mengganggu pemenuhan kewajiban Dana Pensiun untuk membayar hak-hak peserta untuk menerima manfaat pensiun. Mengimplementasikan manajemen risiko di Dana Pensiun, dapat membantu Pengurus Dana Pensiun dalam meningkatkan kinerja organisasi di Dana Pensiun.Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan manajemen risiko terhadap kinerja organisasi. Penelitian ini mengukur sejauhmana penerapan manajemen risiko dalam membantu menjalankan fungsi manajerial yang penting sehingga dapat meningkatkan kinerja organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: penerapan manajemen risiko berpengaruh signifikan terhadap kinerja organisasi pada Dana Pensiun Pemberi Kerja yang menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti di seluruh Jawa Barat-Banten.Penelitian ini dilakukan pada Dana Pensiun dengan Program Pensiun Manfaat Pasti di wilayah Jawa Barat-Banten, sehingga hasilnya tidak dapat digeneralisasi untuk konteks yang lainnya. Temuan dari penelitian ini memperkuat pentingnya penerapan manajemen risiko dalam meningkatkan kinerja organisasi. Penelitian ini berkontribusi terhadap kajian literatur yang sangat sedikit dalam menguji hubungan yang signifikan antara penerapan manajemen risiko dan kinerja organisasi.
Analisa Kandungan Hara Kompos Limbah Daun Teh.
Lince R. Panataria;
Catin Depani Ginting;
Parsaoran Sihombing
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 22, No 3 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (338.477 KB)
|
DOI: 10.30596/agrium.v22i3.4691
Limbah daun teh yang merupakan sisa hasil pengolahan dan dianggap sudah tidak dapat digunakan lagi pada umumnya akan dibuang. Namun limbah tersebut sebenarnya masih dapat diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi tanaman. Penelitian pengolahan limbah kompos daun teh menjadi pupuk organik ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih Universitas Methodist pada bulan Desember 2017-Januari 2018 dengan tujuan untuk membandingkan pengaruh dua jenis bioaktivator terhadap rasio C/N dan Ni, Na, Co, Mo, Mn tersedia pada kompos limbah daun teh. Dalam penelitian ini digunakan metode Uji T dua sampel dengan 1 taraf yaitu Bioaktivator Biotriba (B1) = 15 kg limbah daun teh + 15 ml biotriba/1 liter air dan Bioaktivator Primadec (P1) = 15 kg limbah daun teh + 150 ml larutan primadec diulang sebanyak = 3 kali. Parameter yang diamati, kandungan Ni (Nikel), kandungan Na (Natrium), kandungan Mn (Mangan), kandungan Mo (Molibdenum), kandungan Co (Cobalt), kandungan Karbon (C-Organik), Kandungan N (N-Total). Hasil dari pengamatan parameter pada penelitian ini menunjukkan bahwa kedua jenis bioaktivator yaitu bioaktivator biotriba dan bioaktivator primadec menunjukkan perubahan nilai unsure hara yang dikandung selama pengomposan.
Penjarangan Buah dan Perendaman dalam Kitosan terhadap Lama Simpan Buah Stroberi (Fragaria chiloensis L.)
Lince R Panataria;
Meylin Kristina Saragih
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 22, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (554.709 KB)
|
DOI: 10.30596/agrium.v22i1.3099
Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Pertanian Universitas Methodist Indonesia pada bulan Mei 2016, bertujuan mendapatkan konsentrasi kitosan sebagai pelapis buah stroberi pada penyimpanan pasca panen. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan faktor pertama: penjarangan buah yaitu B0=tanpa penjarangan, B1=dijarangkan sisa buah 2, B2=dijarangkan sisa buah 4, B3=dijarangkan sisa buah 6. Faktor kedua: konsentrasi kitosan yaitu: K0=tanpa kitosan, K1=50 cc/L air, K2=100 cc/L air, K3=150 cc/L air. Perendaman buah dilakukan dengan mencelupkan buah ke dalam larutan kitosan selama 20 detik, dikeringanginkan selama 5 menit, disimpan pada suhu ruang (25°C). Parameter pengamatan: kekerasan buah (g/mm2), total asam (%), padatan terlarut total (°brix), perubahan susut bobot (%). Hasil penelitian menunjukkan kekerasan buah tertinggi terdapat pada B0K3 (3.97 g/mm2 umur 0 jam; 2.28 g/mm2 umur 24 jam; 1.95 g/mm2 umur 48 jam); total asam tertinggi terdapat pada B0K3 (2.58 % umur 0 jam; 2.42 % umur 24 jam; 2.03 % umur 48); padatan terlarut total tertinggi terdapat pada B1K0(8.81 °brix umur 0 jam; 9.50 °brix umur 24 jam; 10.03 °brix umur 48 jam) dan perubahan susut bobot buah terendah terdapat pada B0K3 (0.55 % umur 0 jam; 0.61 % umur 24 jam; 0.78 % umur 48 jam).
Penguatan Peran Ibu dalam Pola Pendampingan Terhadap Anak dan Media Baru
Nur Amala saputri;
Tommy Satriadi Nur Arifin
Jurnal Ilmiah Padma Sri Kreshna Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Widya Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37631/psk.v1i1.34
The presence of new media changes major changes in people's lives. Mothers as family educators must have the knowledge and understanding of new media. In order to educate children and families in using new media well. This service activity is intended to provide knowledge about new media, specifically in the pattern of mother to child assistance and the media. The methods used are reflection, lectures, simulations, and discussions about new media. Participants who took part in this activity were PKK Mothers of Demen village aged 25-60 years. The results of this activity include 6 patterns used by mothers in assisting children and the media. The pattern is (1) Mothers must be able to argue and ask for information or content that can be paid by the child. (2) Set the time for children to use new media. (3) Using safe mode when the child is operating a smartphone, specifically for elementary school age children down. (4) Supervise and check the smartphone used by the child. (5) Inviting children to chat and discuss their daily activities after children, while also making family groups on Whatsapp as a family room to chat online. (6) Combine or report deceptive content and content that contains negative SARA issues. PKK Mothers who participated in this activity gave many positive responses and became more understanding in using new media when accompanying the child when using new media.Â
Pengaruh deregulasi moneter terhadap likuiditas perekonomian Indonesia: Studi empiris model koreksi kesalahan
Samsubar Saleh;
Samsul Hidayat
Economic Journal of Emerging Markets Vol 5, No 2 (2000)
Publisher : Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20885/ejem.v5i2.6932
Since monetary deregulation in decade 1980, financial and monetary sector in Indonesia change. The monetary deregulation package affects much to liquidity. This paper evaluates the impact of monetary deregulation to broad money (M2) by using Error Correlation Model (ECM).