This research aims to increase the learning motivation of class The type of research used in this research is Classroom Action Research (PTK). The subjects of this research were class XII students for the 2023/2024 academic year with a total of 37 children, consisting of 25 girls and 12 boys. The types of data collection techniques used by researchers in this research are tests, observation and documentation. Data analysis uses quantitative techniques. Researchers in determining the increase in student motivation can see from the initial conditions that the average student motivation is 44.33, indicating a low level of student motivation. After taking action using the problem based learning (PBL) learning model in cycle I, the score was 77.54, indicating a high level. Students' learning motivation increased by 33.21. Meanwhile, in cycle II, students' learning motivation obtained a score of 80.66, indicating a high level. In the third cycle, students' learning motivation obtained a score of 86.65, indicating a high level. From this presentation, if we look at cycles I, II, and III, students' learning motivation using the Problem Based Learning (PBL) learning model has increased. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas XII pada mata pelajaran akidah akhlak di MAN 1 Hulu Sungai Utara dengan penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research. Adapun subjek dari penelitian ini adalah peserta didik kelas XII tahun pelajaran 2023/2024 dengan jumlah 37 anak, yang terdiri dari 25 perempuan dan 12 laki-laki. Jenis teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti pada penelitian ini adalah tes, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik kuantitatif. Peneliti dalam mengetahui peningkatan motivasi peserta didik dilihat dari kondisi awal bahwa rata-rata motivasi peserta didik sebesar 44,33 menunjukkan tingkat motivasi peserta didik rendah. Setelah dilakukan tindakan menggunakan model pembelajaran problem based learning (PBL) pada siklus I perolehan skor menjadi 77,54 menunjukkan tingkat tinggi. Motivasi belajar peserta didik mengalami peningkatan sebesar 33,21. Sedangkan pada siklus II motivasi belajar peserta didik memperoleh skor 80,66 menunjukkan tingkat tinggi. Pada siklus ke III motivasi belajar peserta didik memperoleh skor 86,65 menunjukkan tingka tinggi. Dari pememparan tersebut jika dilihat dari siklus I, II, dan III motivasi belajar peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) mengalami peningkatan.