Articles
ANALISIS KESESUAIAN DAN DAYA DUKUNG KAWASAN WISATA PANTAI LHOKNGA KECAMATAN LHOKNGA KABUPATEN ACEH BESAR Analysist of Suitability and Carrying Capacity of Lhoknga Beach Tourism Lhoknga Subdistrit Aceh Besar District
Taufiq hidayat;
Hasan Sitorus;
Eka Budiyulianto
AQUACOASTMARINE Vol 4, No 3 (2016): JURNAL AQUACOASTMARINE
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (527.849 KB)
Lhoknga beach is one of the beaches located in the subdistrict of Lhoknga, Aceh Besar District adjacent to Lampuuk beach and can be reached through the way Banda Aceh-Calang. Lhoknga beach is an attraction area for peoples of Banda Aceh, Aceh Besar and other areas that are nearby. This study was conducted in December 2014 to April 2015. Results showed that the water quality parameters in accordance with the quality standards based to Kep-51/MENLH/2004 for tourist activities. Region in Lhoknga Beach as a whole falls into the category of very suitable (S1) indicates the region had not barrier serious to apply the treatment given or only a barrier that did not significantly affect used and would not increase the input / level of treatment given to be used as a beach resort (recreation, swimming, sunbathing, water sports and fishing). The level of carrying capacity in the area of Lhoknga beach was 175 peoples/day or 1.225 peoples /week. The number of visitors who come to the coast about of 136 peoples / week.Keywords : Aceh Besar, Carrying Capacity, Lhoknga Beach, Suitability.
PENJATUHAN PIDANA DENGAN SYARAT TERHADAP ANAK YANG BERKONFLIK DENGAN HUKUM DARI PERSPEKTIF UNDANG- UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK. (Studi Terhadap Putusan Pengadilan Negeri No.02/Pid.Sus-Anak/2014/PN.BNJ dan Pengadilan Ti
Taufiq Hidayat;
Edi Yunara;
Rapiqoh Lubis
Jurnal Mahupiki Vol 1, No 01 (2017)
Publisher : Jurnal Mahupiki
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (507.766 KB)
ABSTRAKSI Taufiq Hidayat* Edy Yunara** Rafiqoh Lubis*** Perlindungan terhadap hak anak yang berkonflik dengan hukum bertujuan untuk memberi jaminan terhadap anak terhadap tumbuh kembang anak dalam menjalankan kehidupannya untuk menjadi seseorang yang lebih baik dimasa depan. Dalam pelaksanaan penegakan hukum sering terjadi perbedaan pandangan oleh para hakim dalam menjatuhkan sanksi kepada anak yang berkonflik dengan hukum, hal tersebut salah satunya dapat disebabkan oleh perbedaan pandangan mengenai pengertian tentang keadilan, dimana hakim harus mampu untuk menentukan sanksi yang tepat bagi anak yang berkonflik dengan hukum dengan tidak mengenyampingkan rasa penderitaan yang dirasakan oleh korban. Skripsi ini membahas beberapa permasalahan yaitu bagaimana penjatuhan sanksi terhadap anak yang berkonflik dengan hukum kaitannya dengan tujuan pemidanaan dan prinsip perlindungan anak, bagaimana pengaturan sanksi dalam UU No.11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dan bagaimana penjatuhan pidana bersyarat menurut UU No.11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak yang terdapat pada Putusan Hakim Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi. Skripsi ini merupakan penelitian hukum normatif, dengan melakukan penelitian diperpustakaan (library research) serta menganalisis putusan Pengadilan Negeri Binjai dan Pengadilan Tinggi Sumatera Utara. Dalam model keadilan restoratif, sanksi terhadap anak yang berkonflik dengan hukum diletakkan sebagai bagian dari proses pendidikan, bukan sebagai balas dendam dan pemidanaan tetapi harus berfungsi mencerahkan secara moral dan mendewasakan sebagai pribadi yang utuh. UU No.11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak pada Paasal 71 telah memberikan aturan bahwa jenis sanksi pidana pokok yang dapat dijatuhkan kepada anak adalah pidana peringatan, pidana dengan syarat, pidana pelatihan kerja, pidana pembinaan dalam lembaga dan pidana penjara. Aturan yang terdapat pada UU No.11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak tersebut harus menjadi pedoman utama hakim dalam menentukan dan menjatuhkan sanksi terhadap anak yang berkonflik dengan hukum. Putusan Pengadilan Negeri Binjai, dimana Hakim menjatuhkan pidana bersyarat dengan tidak menjatuhkan pidana penjara merupakan putusan yang berusaha untuk memenuhi kepentingan dan perlindungan anak. Dengan menjatuhkan pidana bersyarat berupa kewajiban membersihkan Mesjid/Muhollah diharapkan anak dapat berubah menjadi lebih baik lagi setelah menyadari kesalahan-kesalahannya.
ANALISIS PETROGRAFI BATUGAMPING FORMASI SENTOLO SEBAGAI BATUAN RESERVOIR HIDROKARBON DAERAH KARANGSARI, KECAMATAN PENGASIH, KABUPATEN KULONPROGO
Danis Agoes Wiloso;
Khoirunnada -
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 10 No 2 Februari 2018
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1000.422 KB)
|
DOI: 10.34151/technoscientia.v10i2.100
The research area is located in Karangsari Area, Pengasih District, Kulon Progo Regency, Daerah Istimewa Yogyakarta. The purpose of this research is to know porosity and naming of limestone based on petrographic analysis. The method used to determine the porosity and naming of the limestone by analyzing the thin section of limestone and for naming it using Folk Classification (1959) and Dunham (1962). The results of data collection and processing of limestone slabs are observed at Location Observation 1 found Mudstone and Biosparit, at Location Observations 2-5 obtained Packstone and Biomicrite. Based on the petrographic appearance of the rock, the porosity belongs to the intergranular porosity of the pores located between the grains covered by the cement at Location Observation 1 with a 20% percentage of good porosity category, Location Observation 2 with a 20% percentage of good porosity category, Location Observation 3 with percentage 20% sufficient porosity category, Location Observation 4 with percentage 15% category porosity enough, Location Observation 5 with percentage 15% category porosity enough.
PENGARUH DISKUSI REVIEW KERTAS KERJA AUDIT TERHADAP MOTIVASI DAN KINERJA AUDITOR PADA KAP DI SEMARANG
Monika Averina;
Ranto P Sihombing
Jurnal Akuntansi Bisnis Vol 12, No 23 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24167/jab.v12i23.425
Discussion of paper review audit working paper is feedback that aims to ascertain whether the audit process has been followed Public Accountants Professional Standards (SPAP) are generally accepted. It also can improve the understanding of the auditors relating to the audit work paper-making process because through the process of discussion, reviewers can clarify questions, add information and evidence related to the work during the paper making process, so as to produce a quality audit working papers. This study aims to examine the influence of audit working paper review the discussion of the performance auditor auditor through motivation as an intervening variable. Data were obtained by distributing questionnaires in registered public accounting firm in 2012 in Semarang. This research used purposive sampling Judgement, and was obtained samples 35 respondents and technique analysis used regression testing. The results of this study indicate that proposed research hypothesis is accepted.
PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP TURNOVER INTENTION MELALUI KEPUASAN KERJA DENGAN BUDAYA ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL ANTESEDEN
Linda Chandra Biantoro;
Ranto P Sihombing
Jurnal Akuntansi Bisnis Vol 11, No 21 (2012)
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24167/jab.v11i21.431
Tingginya tingkat turnover intention yang terjadi di kalangan Kantor Akuntan Publik membuat banyak Kantor Akuntan Publik harus mengalami kerugian, karena seringkali Kantor Akuntan Publik hanya dijadikan sebagai batu loncatan untuk dapat mencari karir yang lebih baik. Maka dengan adanya fenomena tersebut peneliti ingin menguji apakah budaya organisasi, komitmen organisasi dan kepuasan kerja dapat menurunkan tingkat turnover intention pada Kantor Akuntan Publik. Penelitian ini menggunakan auditor dari 18 Kantor Akuntan publik di Semarang sebagai sampel, dengan membagiakan kuesioner. Hasilnya ditemukan bahwa budaya organisasi dalam penelitian ini mempermudah timbulnya komitmen organisasi yang dapat menurunkan tingkat turnover intention, namun kepuasan kerja ditemukan tidak dapat menjadi mediating antara pengaruh komitmen organisasi terhadap turnover intention karena kepuasan kerja dalam penelitian ini tidak dapat meminimalkan tingkat turnover intention
PENGARUH KEADILAN TERHADAP KINERJA ANGGARAN DENGAN KEPUASAN ANGGARAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING
Yoshi Levina;
Ranto P Sihombing
Jurnal Akuntansi Bisnis Vol 12, No 24 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24167/jab.v12i24.439
Kinerja anggaran merupakan pencapaian target anggaran. Target anggaran dapat tercapai ketika ada keadilan atas anggaran yang diberikan, perlakuan atasan dan prosedur penganggaran. Keadilan mengenai anggaran dinamakan keadilan distributif, keadilan atas prosedur penganggaran dinamakan keadilan prosedural dan keadilan atas perlakuan atasan terhadap bawahannya dinamakan keadilan interaksional. Terpenuhinya keadilan distributif, prosedural dan interaksional dapat menimbulkan kepuasan anggaran, yaitu kepuasan atas kerjasama dan dukungan yang diperoleh dari atasan dan kepuasan atas proses penganggaran yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh keadilan terhadap kinerja anggaran melalui kepuasan anggaran sebagai variabel intervening. Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian Maiga, Adam S. (2006). Data diperoleh dengan membagi kuesioner diperusahaan manufaktur di Semarang. Metode sampling menggunakan metode Purposive Judgement Sampling, dengan kriteria manajer yang memiliki tanggungjawab terhadap penyusunan anggaran. Hasil penelitian menunjukkan hipotesis yang diajukan peneliti diterima.
A Comparative Study on Group-Based Learning Using STAD and SGD Toward Students’ Writing Achievement of Descriptive Text
Sri Wahyuni
Vision: Journal for Language and Foreign Language Learning Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/vjv7i12740
This study discusses a comparative study of group-based learning method between STAD and SGD toward students’ writing achievement of descriptive text on the tenth grade of SMK SalafiyahKajen in the academic year of 2017/2018. The purpose of the study was to differentiate those two methods, which were then found the appropriate method between STAD and SGD for learning writing skill. This study used a mixed method by using comparative design. The subject of this study were the students at the tenth grade of SMK SalafiyahKajen, students’ class RPL 2 and TB. The students from both of the class had different treatment which RPL 2 was treated using SGD and TB was treated using STAD. The technique of data collection was a test, observation, and documentation. The test consisted of two tests; they were pre-test and post-test. After collecting the data, it was found that the average score of pre-test of SGD group was 50.06 and for STAD group was 47.75; meanwhile, the average score of post-test of SGD group was 68.70 and for STAD group was 63.10. So, the computation of t count was 5.031, and the t table was 1.69. The t count was higher than t table, which stated that Ha was accepted. It meant that there was a significant difference between students' writing achievement which was taught by using STAD and SGD. The conclusion defined that SGD was better than STAD to be applied in learning writing.
STUDI EKSPLORASI POTENSI PROPORSI GOLDEN SECTION PADA PERWUJUDAN ARSITEKTUR MASJID VERNAKULAR
Abdul Malik;
Bharoto Bharoto
Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol 2, No 4 (2010): December 2010
Publisher : University of Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26905/lw.v2i4.1383
Tulisan ini mengangkat arsitektur Masjid vernakular, yang selama ini telah dimarjinalkan dalam ranah diskusi akademis. Sebagai wujud karya masyarakat biasa (low-culture), semestinya terakui sebagai bagian rumpun arsitektur Nusantara. Persoalan ke-estetika-an wujud Masjid menjadi fokus telaah melalui ke-proporsi-an komponen-komponen pembentuk gugusnya. Dasar telaahnya, selain pemahaman tentang esensi ke-vernakular-an, perlu pemahaman pula sisi ke-tektonika-annya, tradisi arsitektur (Masjid) Jawa dan kaidah proporsi Golden Section (Phi). Pilihan proporsi ini diyakini sebagai bagian kaidah estetika bentuk yang tak memihak karena sifat ke-universal-annya (fenomena harmoni alam). Pendekatan studinya bersandar pada : ke-ciri-an vernakular (Jawa), potret visual dan numerik (pengukuran dimensi) obyek. Potret visual dan numerik merupakan database rujukan untuk me-rekonstruksi-kan gugus obyek ke data grafis dan angka. Analisis pengukuran rasio ke-proporsi-annya dibantu perangkat lunak Phimatrix yang berbasis 1: Phi (1:1,618). Temuan studi berupa besaran (%) potensial terhadap nilai Phi, yang dimiliki gugus wujud Masjid Baitul Hakim sebagai kasus. Implikasi temuannya bisa menjadi referensi awal (hipotesis), bahwa perwujudan karya arsitektur Masjid vernakular (Jawa/ low culture), potensial terhadap proporsi Golden Section (Phi). Referensi ini tentunya masih perlu didalami dengan peneltian lanjutan, termasuk karya Masjid vernakular lain yang dikreasi oleh kalangan priyayi (high-culture)?
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI METODE SURVEY, QUESTION, READ, RECITE, REVIEW (SQ3R) PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 46 PAREPARE
Wawan Krismanto;
Abdul Halik;
Sayidiman Sayidiman
Publikasi Pendidikan Vol 5, No 3 (2015)
Publisher : Prodi PGSD FIP UNM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/publikan.v5i3.1616
Berbagai studi internasional menunjukkan bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa di Indonesia bergategori rendah. Kemampuan membaca pemahaman di sekolah dasar terutama di kelas lanjut sering diabaikan sehingga hasilnya rendah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menelaah penerapan metode SQ3R untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa Kelas IV SD Negeri 46 Parepare. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subyek penelitianyaitu siswa dan guru kelas IV SD Negeri 46 Parepare. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 3 siklus. Data diperoleh dengan tehnik observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualifikasi proses pembelajaran membaca pemahaman dengan metode SQ3R di siklus I, II dan III semakin baik. Seiring dengan itu, kemampuan membaca pemahaman siswa juga semakin meningkat di siklus I, II dan III. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan metode Survey, Question, Read, Recite, Review (SQ3R) mampu meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SD Negeri 46 Parepare.Kata Kunci: metode SQ3R, membaca pemahaman
PENERAPAN MODEL DIRECTED INQUIRY ACTIVITY (DIA) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS V SDN 228 LABILI-BILI PINRANG
Abdul Halik
Publikasi Pendidikan Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Prodi PGSD FIP UNM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (179.449 KB)
|
DOI: 10.26858/publikan.v2i1.1582
Pembelajaran membaca pemahaman merupakan salah satu kompetensi dasar yang perlu dimiliki oleh siswa kelas V Sekolah Dasar. Namun demikian, dalam kenyataannya kompetensi membaca pemahaman tersebut masih kurang memadai. Kompetensi membaca pemahaman tersebut perlu terus diupayakan peningkatannya optimal. Salah satu model yang dapat meningkatkan kompetensi membaca pemahaman siswa Sekolah Dasar kelas V adalah dengan menerapkan model Directed Inquiry Activity ( DIA). Kata Kunci : kompetensi, membaca pemahaman, model Directed Inquiry Activity