Articles
Peran Bapas Dalam Penyelenggaraan Sistem Peradilan Pidana Anak Yang Berbasis Restorative Justice
Dewi Sartika, Fatahullah, Lalu Adnan Ibrahim
Jurnal Kompilasi Hukum Vol. 6 No. 1 (2021): Jurna Kompulasi Hukum
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Balai Pemasyarakatan (BAPAS) dalam penyelenggaraan Sistem Peradilan Pidana Anak yang berbasis Restorative Justice. Metode yang digunakan adalah penelitian normative dengan menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian bahwa Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) mengamanatkan kepada Kementerian Hukum dan HAM RI terhadap penyelenggaraan sistem pemasyarakatan dalam penanganan ABH sejak tahap pre adjudikasi, adjudikasi dan post adjudikasi, yang secara fungsional ada pada Balai Pemasyarakatan (BAPAS) yang berada dibawah komado Direktorat Jendral Pemasyarakatan. Seluruh proses peradilan pidana anak menjadi tugas dari Bapas yang membuat Bapas memegang posisi sentral dalam penanganan Anak Berhadapan dengan Hukum khususnya anak sebagai pelaku tindak pidana. Hanya saja perlu penegasan dalam berbagai aturan tambahan mengenai peran Bapas dalam setiap proses peradilan pidana anak.
PENGARUH INDEPENDENSI PENGAWASAN INTERNAL TERHADAP PENCEGAHAN KORUPSI DENGAN KOMITMEN ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI (STUDI PADA MAHKAMAH AGUNG RI)
Ulfah Apriani;
Krissantono Karo Karo;
Fatmamita Yuliana;
Feliona Astika;
Ridwan Ridwan;
Darmawan Darmawan;
Bustomi Bustomi;
Haryono Umar
Prosiding Seminar Nasional Pakar Prosiding Seminar Nasional Pakar 2019 buku II
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/pakar.v0i0.4251
This study aims to obtain empirical evidence of the influence ofIndependence of Internal Oversight on the Prevention of Corruption withOrganizational Commitment as a Moderating Variable (study on theSupreme Court of the Republic of Indonesia). The population in this studywere employees of the Supreme Court of the Republic of Indonesia. Theresearch sample used purposive sampling, namely in the field ofSupervision and Equipment Bureau of Supreme Court of the Republic ofIndonesia. The primary data collection method used is the questionnairemethod. Data was analyzed using SEM PLS. The results of the studyindicate that the independence of Internal Oversight and OrganizationalCommitment has a positive effect on Prevention of Corruption, althoughOrganizational Commitment cannot strengthen the relationship of theinfluence of Independence of internal supervision on CorruptionPrevention.
PENGARUH ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOUR DAN TASK COMPLEXITY TERHADAP KINERJA AUDITOR INTERNAL DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MODERASI
Rudyanto Rudyanto
Prosiding Seminar Nasional Pakar PROSIDING SEMINAR NASIONAL PAKAR 2020 BUKU II
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/pakar.v0i0.6902
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh dari Organizational Citizenship Behaviour dan Task Complexity Terhadap Kinerja Auditor Internal dengan Kepuasan Kerja sebagai variabel moderasi. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Organizational Citizenship Behavior dan Task Complexity. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kinerja auditor internal. Variabel moderasi dalam penelitian ini adalah kepuasan kerja. Penelitian ini menggunakan data primer melalui kuesioner online dan telah diisi oleh sebanyak 110 responden. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh hasil dari penelitian ini bahwa: (1) OCB berpengaruh positif terhadap kinerja auditor internal (2) Task Complexity berpengaruh negatif terhadap kinerja auditor internal, (3) Kepuasan kerja memperlemah pengaruh OCB terhadap kinerja auditor internal, (4) Kepuasan Kerja memperkuat pengaruh task complexity terhadap kinerja auditor internal.
UJI EFEKTIVITAS PUPUK ORGANIK CAIR DARI URIN TERNAK SAPI DAN KUDA TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)
Herlinawati Herlinawati;
Iwan Doddy Dharmawibawa;
Sucika Armiani
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2019): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33394/bjib.v7i2.2375
Mustard Vegetable is an economically valuable vegetable crop, so that community demand for vegetables is increasing. In an effort to meet market needs, mustard production needs to be increased, one of which is by improving the quality of planting media through fertilization. The use of liquid organic fertilizer is faster absorption by plants than solid organic fertilizer. One of the basic ingredients of liquid fertilizer can be using the urine of cattle and horses. This type of research is a pure experiment using a completely randomized design (CRD). The study used 4 treatments 3 replications using liquid organic fertilizer from cow urine and 4 treatments 3 replications using liquid organic fertilizer from horse urine with fertilizer concentrations of 25%, 50% and 100%, with research parameters namely plant height, number of leaves, length leaf, leaf width and wet weight. The technique of data collection is done by observation. The data in this study were analyzed using ANOVA (Analysis of Variance) One Way using SPSS 14 for Windows. The results of research on liquid fertilizer from the urine of cattle and horses significantly affect the rate of growth of mustard plants. The mustard plant has a faster growth rate using liquid fertilizer from cow urine compared to horse urine.
Penyelesaian Sengketa Sewa Menyewa Kendaraan Bermotor Roda Empat Yang Digadaikan
Safira Natasha;
Darmawan Darmawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bidang Hukum Keperdataan Vol 3, No 3: Agustus 2019
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Menurut Pasal 1338 ayat (1) KUHPerdata bahwa setiap perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya. Setiap perjanjian menimbulkan hak dan kewajiban bagi para pihak seperti pada perjanjian sewa menyewa mobil. Namun kenyataannya dalam pelaksanaan perjanjian sewa menyewa mobil, pihak penyewa tidak melaksanakan kewajibannya seperti yang sudah diperjanjikan, yaitu pihak penyewa menggadaikan mobil yang disewanya kepada pihak ketiga sehingga menimbulkan perselisihan antara kedua belah pihak. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan tanggung jawab pihak penyewa dalam pelaksanaan sewa menyewa mobil, menjelaskan faktor-faktor penyebab terjadinya wanprestasi, dan menjelaskan penyelesaian sengketa terhadap mobil rental yang digadaikan pihak penyewa. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat yuridis empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pihak yang dirugikan akibat wanprestasi penggadaian mobil yang dilakukan pihak penyewa pada CV. Avrida Mandiri Rent Car, CV. Oki Rent Car, dan CV. Aditya Rent Car meminta pertanggungjawaban kepada pihak penyewa dengan ganti kerugian. Perselisihan yang terjadi antara para pihak dalam perjanjian sewa menyewa mobil diselesaikan secara non litigasi (di luar pengadilan) yaitu melalui negosiasi. Disarankan kepada pihak pemberi sewa agar menelaah calon penyewa sebelum membuat perjanjian untuk mencegah terjadinya hal-hal yang akan menimbulkan kerugian serta memberlakukan peraturan mengenai sanksi atas wanprestasi yang bisa mengakibatkan efek jera kepada penyewa.
Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Atas Penjualan Produk Obral Menggunakan Prinsip Loss Leader (Harga Umpan)
Sri Noviani;
Darmawan Darmawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bidang Hukum Keperdataan Vol 3, No 4: November 2019
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berdasarkan pasal 11 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (selanjutnya disebut UUPK), Pelaku usaha dilarang mengelabui/menyesatkan konsumen dalam hal penjualan yang dilakukan melalui cara obral atau lelang. Pada kenyataannya penjualan produk obral secara loss leader terjadi di kota Banda Aceh. Loss leader merupakan teknik memancing perhatian konsumen dengan produk yang dijual sangat murah, atau produk yang sengaja dijual rugi dengan jumlah yang terbatas. Dalam menerapkan teknik penjualan ini, terdapat syarat-syarat tersembunyi yang diberlakukan oleh pihak pelaku usaha, antara lain produk yang tersedia hanya beberapa unit atau adanya keharusan untuk membeli produk lain yang tidak dijual secara obral terlebih dahulu. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan pelaksanaan penerapan perlindungan konsumen terhadap penjualan produk obral secara loss leader, menjelaskan pelaksanaan tanggungjawab pelaku usaha atas kerugian konsumen dari penjualan produk obral secara loss leader dan menjelaskan peran dari Lembaga Perlindungan Konsumen dalam menanggapi penjualan produk secara loss leader. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan penelitian kepustakaan dan lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara membaca buku-buku teks, peraturan perundang-undangan. Sedangkan penelitian lapangan dilakukan dengan cara mewawancarai responden dan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penerapan perlindungan hukum terhadap konsumen atas penjualan produk obral mengunakan prinsip loss leader sudah berjalan sebagaimana yang diatur dalam pasal 4 UUPK, namun pelaku usaha dalam menjalankan usahanya tidak sesuai dengan kewajibannya yang termuat dalam pasal 7 UUPK. Dalam pelaksanan tanggungjawab sebagai pelaku usaha yang mengakibatkan kerugian atas konsumen dari penjualan produk obral secara loss leader, pelaku usaha bertanggungjawab atas kerugian konsumen, baik dengan mengganti kerugian dengan sejumlah uang maupun pengembalian barang. Peran dari Lembaga Perlindungan Konsumen di kota Banda Aceh yaitu Yayasan Perlindungan Konsumen Aceh (YaPKA) atas adanya penjualan produk obral menggunakan prinsip loss leader yaitu dengan melakukan peneguran terhadap pelaku usaha dan meminta pertanggungjawaban atas kerugian yang diderita oleh konsumen. Disarankan kepada Pemerintah untuk menerapkan sanksi yang lebih memberikan efek jera kepada pelaku usaha yang melanggar UUPK dan kepada Pemerintah Kota Banda Aceh sertaLembaga-Lembagaterkait agar meningkatkan sosialisasi dan pengawasan terhadap pelaku usaha yang menjual produk obral secara loss leader, memberikan layanan pengaduan suara dengan menempelkan brosur dan baliho tentang layanan pengaduan konsumen disetiap toko/pusat perbelanjaan di kota Banda Aceh dan diharapkan kepada pelaku usaha agar menjalankan usahanya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Permohonan Dispensasi Perkawinan Dilakukan Setelah Perkawinan Sirri
Shelvi Fazira Rizky;
Darmawan Darmawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bidang Hukum Keperdataan Vol 3, No 3: Agustus 2019
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan menyatakan bahwa perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak wanita sudah mencapai 16 (enam belas) tahun, pada ayat (2) menyatakan bahwa dalam hal penyimpangan pada ayat (1) dapat meminta dispensasi kepada pengadilan atau pejabat lain yang ditunjuk oleh kedua orang tua pihak pria maupun pihak wanita, namun penetapan dispensasi perkawinan masih banyak terdapat penyimpangan bahkan dilakukan setelah dilangsungkannya perkawinan secara sirri. Tujuan penelitian artikel ini untuk menjelaskan prosedur dispensasi perkawinan ke Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh, faktor yang menyebabkan perkawinan dibawah umur, dan pertimbangan Hakim Mahkamah Syar’iyah memberi dispensasi perkawinan. Penelitian ini bersifat yuridis empiris. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa prosedur dispensasi perkawinan berupa pendaftaran disertai syarat-syarat lainnya, namun kenyataannya terdapat pihak yang melakukan dispensasi perkawinan setelah dilangsungkannya perkawinan secara sirri, disebabkan oleh faktor hamil diluar nikah, faktor ekonomi, dan faktor pendidikan. Dasar pertimbangan hakim mengabulkan permohonan dengan pertimbangan bahwa anak pemohon telah memenuhi syarat perkawinan sesuai dengan ketentuan dalam UU Perkawinan. Disarankan kepada Mahkamah Syar’iyah lebih selektif memberikan penetapan dispensasi perkawinan.
PENGARUH SENAM DIABETES TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PETERONGAN JOMBANG: The Effect of Diabetes Gymnastics to the Reduction of Blood Sugar Level for Diabetes Mellitus Patients in the Working Area of Public's Health Center ( Puskesmas ) Peterongan Sub District in Jombang
Agus Fuji Sanjaya;
Miftachul Huda
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 2 No. 1 (2016): JIKep | Maret 2016
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (419.218 KB)
Pendahuluan : Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit kronik dengan prevalensi penderita yang terus meningkat. Salah satu terapinya dengan senam diabetes yang dapat menurunkan kadar gula darah melalui peningkatan pemakaian glukosa oleh otot saat latihan. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi kadar gula darah sebelum dan sesudah dilakukan senam diabetes terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus di wilayah kerja Puskesmas Peterongan Kabupaten Jombang. Metode : Desain dalam penelitian pre-eksperiment one-grup pra-post test design. Populasi seluruh penderita diabetes mellitus sebanyak 54 orang dengan sampel sebanyak 47 orang. Pemilihan sampel dilakukan secara Cluster Random Sampling. Variabel independent adalah senam diabetes. Variabel dependent adalah kadar gula darah. Metode pengumpulan data SOP senam diabetes-alat digital test. Analisa mengunakan uji wilcoxon sign rank test dengan nilai signifikan ?= 0,05. Hasil : Hasil analisa didapatkan kadar gula sebelum dilakukan perlakuan rata-rata 278,64 mg/dL, sesudah perlakuan rata-rata 249,64 mg/dL. Nilai Z = -3,021 > Ztabel -1,96 yang berati Ho ditolak dan H1 diterima yang artinya ada pengaruh senam diabetes terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes. Kadar gula darah mengalami penurunan 29 mg/dL. Pembahasan : Senam diabetes dapat menurunkan kadar gula darah yang dilakukan secara rutin 3 kali dalam 1 minggu dengan durasi 15-40 menit. Setelah dilakukan senam diabetes dari 47 sampel selama 1 minggu, didapatkan 37 responden mengalami penurunan kadar gula darah, dan 10 responden mengalami kenaikan kadar gula darah dikarenakan tidak mengontrol pola makan/diet. Kata Kunci : Senam, kadar gula darah, diabetes mellitus
ALIRAN PEMIKIRAN POLITIK ISLAM INDONESIA; MUHAMMDIYAH DAN NU VS FPI DAN HTI
Imam Ghozali
Al Qalam Vol 37 No 1 (2020): January - June 2020
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32678/alqalam.v37i1.2724
The successful role of Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama (NU) in realizing the independence of the Republic of Indonesia on 17 August 1945 was a form of political compromise between religious and nationalist groups.The political choice of both Islamic Non Government Organizations is a political ijtihad able to unite a form of the unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI) with Pancasila ideology. After the birth of the Reformation Era in 1998, emerged new Islamic organizations namely the Islamic Defenders Front (Front Pembela Islam/FPI) and Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Both rejected the NKRI and the Pancasila ideology. According to them, the ideology of Pancasila and the state system does not reflect the teachings of Islamic Shari'ah. They conduct political movements in creating a system of Islamic politics in the form of the caliphate Islamiyah or sharia NKRI. The distinction of political commentary on the ideology and the system of governance is a mirror of the diverse Islamic political traditions in the Islamic sharia. Therefore, this research becomes important to do the political reality of Islam both textual and contextual about the Islamic teachings about the political system and the purpose of Islamic politics itself in realizing human benefits.
DECISION TREE DENGAN ALGORITMA C-45 UNTUK IDENTIFIKASI HAMA DAN PENYAKIT BUNGA KRISAN (CHRYSANTHEMUM MORIFILIUM)
Ika Widiastuti
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 13 No 2 (2013): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25047/jii.v13i2.103
Bunga Krisan (Chrysanthemum Morifilium) merupakan jenis tanaman hias yang cukup digemari oleh masyarakat Indonesia dan cukup mendapat perhatian dari pengusaha bunga karena memiliki daya tarik tersendiri selain sebagai penghias, juga sebagai tanaman pengusir nyamuk dan penyerap polutan. Saat ini permintaan bunga krisan cenderung meningkat pada hari-hari besar kagamaan, atau pada hari khusus seperti perayaan ulang tahun, pesta perkawinan dan acara penambutan tamu. Peluang untuk mengembangkan budidaya tanaman bunga krisan, guna memenuhi kebutuhan baik dalam maupun luar negeri masih cukup luas.Permasalahan yang sering muncul pada bududaya bunga krisan diantaranya adalah penurunan produksi bunga Krisan karena kesalahan dalam penanganan panen bunga krisan yang mencapai rata-rata 21 % dari produk yang dihasilkan. Selain itu, budidaya krisan di Indonesia sangat tergantung iklim dan intensitas matahari sehingga mempengaruhi musim panen dan juga rentan penyakit.Disamping itu, pengetahuan petani bunga Krisan akan pengendalian hama dan penyakit bunga krisan masih kurang. Sedangkan ahli dibidang pengendalian hama dan penyakit bunga Krisan juga relatif jarang.Oleh karena itu penelitian ini menerapkan Decision Tree dengan algoritma C4.5 pada pengambilan keputusan untuk mengidentifikasi hama dan penyakit bunga Krisan yang mengakuisisi pengetahuan seorang ahli (pakar) dibidang pengendaliah hama dan penyakit bunga krisan.Â