Articles
PERAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DALAM PENETAPAN PERATURAN DI DESA TEMPOS KECAMATAN GERUNG KABUPATEN LOMBOK BARAT
Hamdi, Muh. Rizal;
Fitriani, Fitriani
AL-BALAD : Jurnal Hukum Tata Negara dan Politik Islam Vol. 3 No. 2 (2023): Al-Balad : Jurnal Hukum Tata Negara dan Politik Islam
Publisher : PRODI HUKUM TATANEGARA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59259/ab.v3i2.82
Menurut Peraturan Daerah Pasal 1 ayat 11 No. 12 tahun 2018 tentang badan permusyawaratan desa, badan permusyawaratan desa (BPD) adalah lembaga yang melaksanakan fungsi pemerintahan yang anggotanya merupakan wakil dari penduduk Desa berdasarkan keterwakilan wilayah dan ditetapkan secara demokrasi. Fokus yang dikaji dalam skripsi ini adalah (1) Bagaimana peran badan permusyawaratan desa dalam Penetapan peraturan desa di Desa Tempos Kabupaten Lombok Barat? (2) Bagaimana analisis siyasah dusturiyah terhadap pelaksanaan peran badan permusyawaratan desa dalam penetapan peraturan di Desa Tempos Kabupaten Lombok Barat? Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan menggunakan dua jenis data yaitu primer dan sekunder. Data primer di peroleh dari hasil wawancara langsung dari pihak-pihak yang berkaitan yaitu anggota badan permusyawaratan desa, pemerintah desa, dan masyarakat. Data sekunder merupakan data pokok baik berupa buku, maupun website. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini berupa observasi, dan wawancara langsung dari pihak yang terkait dan dokumentasi. Lokasi penelitian adalah Desa Tempos Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. Hasil penelitian dapat dikemukakan peran badan permusyawaratan desa (BPD) yaitu membahas dan menyepakati rancangan peraturan desa, menampung aspirasi masyarakat, serta melakukan pengawasan kinerja Kepala Desa. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa peran BDP ialah melakukan pengawasan kinerja kepala desa yang sudah maksimal dalam pelaksanaannya, berbeda dalam pembentukan dan penetapan peraturan desa tidak terlaksanakan, fungsi dalam menampung aspirasi masyarakat kurang maksimal, dikarenakan kurangnya pemahaman anggota BPD terhadap tugas dan fungsinya berdasarkan peraturan yang berlaku. Kata Kunci : Badan Permusyawaratan Desa, Peraturan Desa, Siyasa Dusturiyah
Implementing Sustainable Finance and Green Accounting Practices: Benefits and Challenges
Fitriani, Fitriani
Accounting Studies and Tax Journal (COUNT) Vol. 1 No. 4 (2024): Accounting Studies and Tax Journal (COUNT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62207/3fb3m265
This research investigates the implementation of sustainable financial practices and green accounting practices and their impact on company performance. A comprehensive literature review was conducted by collecting and analyzing related articles from various sources. The results reveal that sustainable financial practices and green accounting practices play an important role in improving corporate environmental and financial performance. However, there are several challenges faced in implementing this practice, including limited data, regulatory barriers, and lack of stakeholder awareness. Future studies are recommended to develop a more structured framework, conduct further empirical research, and expand regional understanding of the impact of sustainable financial practices and green accounting practices.
LEVEL ANALYSIS AND SUPPORTING FACTORS OF THINKING ABILITY ANALYTICAL IN SOLVING PROBLEM BASED PROBLEMS REVIEWED FROM THE LEARNING STYLES OF STUDENTS
Fitriani, Fitriani;
Fadly, Wirawan
INSECTA: Integrative Science Education and Teaching Activity Journal Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Science Education, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/insecta.v3i2.5318
The ability to think analytically is one of the important abilities that must be mastered by students, being able to help students to analyze a problem logically, especially in looking for the relationship of concepts and situations that will be faced more easily, in addition to the ability to think analytically and logically play an important role to form patterns of logical structure in knowledge. The research method used is a mix-method that is a combination of methods (qualitative and quantitative) with a naturalistic design. This research was conducted at Ponorogo 1 Public Middle School with a sampling technique through purposive sampling. Data were collected through semi-structured interviews, observations and documentation which were then analyzed using quantitative descriptive and qualitative descriptive. This study investigated to determine the level of analytical thinking skills of students in solving problem-based problems in terms of learning styles and supporting factors in improving analytical thinking skills. The results showed that: 1) The level of analytical thinking ability in terms of the learning styles of students, namely (a) visual style students are at the level of ability to conclude the main ideas that are more dominant, (b) on audiovisual students that are at the ability to identify and knowing various errors, (c) in kinesthetic learning style students are at the level of ability to identify a problem and at this stage a good understanding is needed. (2) Factors supporting students' analytical thinking skills and learning styles, Through these results it is expected to provide theoretical and practical insights for educators in determining the approaches and strategies for achieving analytical science competencies according to the learning styles of students in schools.
STRATEGI PEMBELAJARAN GURU IPS DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR SISWA
Fitriani, Fitriani
Makassar Journal of Social Sciences Vol. 11, No. 1, 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This study aims to describe the learning strategy social studies teacher at SMP Negeri 2 Makassar to describe the discipline of students in Junior High School 2 Makassar to determine the relationship of learning strategies social studies teachers in improving student learning discipline SMP Negeri 2 Makassar.This study uses statistical analysis of quantitative research with a population of 360 students in Junior High School 2 Makassar, and the sample totaled 36 students at SMP Negeri 2 Makassar. Data collection was done by using observation, questionnaire, and documentation. The data analysis technique used is descriptive statistical analysis and statistical analysis infensial.The results showed that the description of the learning strategy social studies teacher at SMP Negeri 2 Makassar classified in the category of " good ", seen from the questionnaire in terms of ekspository and heuristics. While the description of learning discipline of students classified in the category of " good " , seen by the positive value of the questionnaire in terms of discipline and negative discipline. Social studies teacher learning strategy has no effect on student learning discipline but have a relationship. That is, the better the teacher learning strategy, the better the students' learning discipline and the results are normal and acceptable
MEMBANGUN JIWA KEWIRAUSAHAAN DI ERA INDUSTRI 4.0 BAGI MAHASISWA INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS MUHAMMADIYAH WAKATOBI PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INFORMASI
Hasimu, La;
Irmawan, Amin;
Reza, Reza;
Fitriani, Fitriani;
Lifanda, Lifanda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya Vol. 1 No. 02 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62668/berkarya.v1i02.77
Pengabdian Kepada Masyarakat ini berjudul Membangun Jiwa Kewirausaan di Era 4.0 Bagi Mahasiswa Institut Tehnologi dan Bisnis Muhammadiyah Wakatobi Program Studi Tehnologi Infotmasi. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah Membangun Jiwa Kewirausaan di Era 4.0 Bagi Mahasiswa Institut Tehnologi dan Bisnis Muhammadiyah Wakatobi Program Studi Tehnologi Infotmasi. Hasil Pengabdian ini adalah Dalam era Industri 4.0 di Indonesia memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian Indonesia ke depan, dengan munculnya wirausahawan milenial di era Industri 4.0 saat ini dapat membantu permasalahan masyarakat seperti masalah pengangguran di Indonesia, hal ini tentunya wirausaha milenial menjadi kekuatan ekonomi Indonesia untuk lebih maju. Perkembangan teknologi di era globalisasi saat ini memberikan peluang bagi kaum milenial untuk dapat mengembangkan berbagai bisnis berbasis tehnologi. Tehnologi digital menjadi kebutuhan dan gaya hidup baru bagi masyarakat yang pemanfaatannya dapat dijadikan sebagai peluang untuk berkarya di bidang apapun yang lebih produktif, lebih kreatif, sehingga dapat menghasilkan inovasi-inovasi baru dalam membangun usaha atau mengembangkan usaha yang sudah ada. Dengan adanya Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Wakatobi, diharapkan semakin banyak peluang bagi para pengusaha baru untuk memulai atau mengembangkan usahanya. Dengan berbagai bentuk/jenis produk yang ditawarkan membuat peluang yang sangat luas diberikan oleh Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Wakatobi untuk dapat bekerjasama dalam membangun usaha yang akan dijalankan. Produk dapat dikembangkan dengan memanfaatkan jejaring sosial yang dapat menjangkau semua lapisan masyarakat (menggunakan market place) dengan promosi dan opini yang baik, sehingga akan mendapatkan hasil yang optimal, sehingga dapat tercipta wirausahawan yang handal.
PENDAMPINGAN MENGGUNAKAN APLIKASI TEKNOLOGI BERBASIS ONLINE UNTUK PEMBELAJARAN DARING SELAMA MASA COVID-19 PADA GURU SD NEGERI 1 PONGO KECAMATAN WANGI-WANGI SELATAN KABUPATEN WAKATOBI SULAWESI TENGGARA
Herianto, Asfin;
Toyo, Jamal;
Reza, Reza;
Fitriani, Fitriani;
Lifanda, Lifanda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya Vol. 1 No. 04 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62668/berkarya.v1i04.979
Tujuan umum kegiatan ini adalah mendampingi Guru SD Negeri 1 Pongo Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi Selawesi Tenggara untuk menambah kemampuan menggunakan salah satu aplikasi teknologi tatap muka berbasis online (Zoom Meeting). Fakta di lapangan, sejumlah guru belum pernah melaksanakan pembelajaran tatap muka virtual menggunakan aplikasi tersebut karena beberapa alasan. Persentase alasan yang paling banyak (78%) adalah ”tidak semua peserta didik memiliki handphone”. Alasan lainnya karena faktor kemampuan guru yang belum dapat menggunakan aplikasi (15%), dan sisanya (7%) menyatakan alasan bahwa mereka tidak memerlukan aplikasi tersebut untuk mengajar. Untuk itu, menjadi salah satu alasan kuat diperlukan kegiatan pendampingan ini. Kegiatan dilaksanakan pada Guru SD SD Negeri 1 Pongo Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi Selawesi Tenggara Sebanyak 18 orang Guru sebagai peserta sangat antusias mengikuti semua rangkaian pendampingan. Kegiatan dimulai dengan paparan pengantar aplikasi teknologi untuk pembelajaran daring kemudian dilanjutkan dengan paparan dan praktek langsung serta pendampingan menggunakan Aplikasi Zoom. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa semua peserta telah dapat menginstal dan menggunakan aplikasi. Dampak pendampingan bagi peserta diperlihatkan juga oleh hasil evaluasi peserta dalam menjawab instumen tes yang menunjukkan peningkatan persentase jawaban benar dari pre-test dan post-test. Selain itu, pendampingan memberikan dampak terhadap motivasi murit untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka virtual bersama peserta didiknya.
PELATIHAN PEMBUATAN SOUVENIR KERANJANG BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA MOLA KECAMATAN WANGI-WANGI SELATAN KABUPATEN WAKATOBI, SULAWESI TENGGARA
Herianto, Asfin;
Hasimu, La;
Reza, Reza;
Fitriani, Fitriani;
Lifanda, Lifanda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya Vol. 1 No. 05 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62668/berkarya.v1i05.981
Pengembangan desa wisata menjadi salah satu program pemerintah untuk menjadikan desa-desa tertinggal menjadi desa yang maju. Dalam perkembangannya beberapa desa yang memiliki potensi mulai berubah, namun jika tidak diadakan pemetaan potensi yang ada, akan menjadikan desa wisata dimana saja sama, tanpa ada kekhasan khusus. Potensi wisata yang luar biasa yang dimiliki Kabupaten Wakatobi seharusnya bisa menjadi andalan untuk mengangkat taraf hidup masyarakat. Sektor pariwisata bisa menjadi sektor penopang pemasukan bagi pendapatan asli daerah. Di era yang semakin maju semakin pula banyak cara dan strategi untuk mengangkat potensi wisata di kabupaten dengan julukan Tanah Maju ini. Salah satu potensi wisata yang dapat dikembangkan adalah souvenir yang dapat dibawa oleh wisatawan setelah mengunjungi Desa Mola Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara. Tujuan dari pengabdian pada masyarakat ini mengenalkan potensi souvenir dari rotan berbasis kearifan lokal dan mengembangkan kreatifitas souvenir di Desa Mola Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara. Para peserta yang mengikuti pelatihan membuat souvenir keranjang rotan di desa ini masing-masing berjumlah 15 orang per desa. Metode yang diterapkan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode presentasi dan demonstrasi. Kedua metode itu dilakukan untuk mengembangkan desain dan bentuk produk yang dapat diproduksi oleh masyarakat lokal dengan harga murah, pengerjaan mudah dan berbasis kearifan lokal. Diharapkan masyarakat dapat membuat souvenir keranjang rotan dan wisatawan dapat membeli souvenir tersebut sebagai kenangan setelah berkunjung ke Kabupaten Wakatobi.
PELATIHAN PENGEMBANGAN USAHA KECIL BIDANG PANGAN DI DESA WAHA KECAMATAN WANGI-WANGI KABUPATEN WAKATOBI SULAWESI TENGGARA
La Husen, Debi;
Surni, Surni;
Rostiana, Rostiana;
Fitriani, Fitriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya Vol. 2 No. 06 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62668/berkarya.v2i06.983
Pengabdian pada masyarakat dilakukan di Desa Waha Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara dengan kalayan adalah pengusaha warung Nasi Kuning dan pengusaha Minuman Sarabba. Tujuan pengabdian adalah memberikan pelatihan bagaimana mengembangkan usaha kecil yang saat ini sudah dilakukan dengan cara perbaikan dalam proses produksi. Luaran Pengabdian ini adalah mitra mampu melakukan pengembangan usaha dengan cara yang lebih baik karena menghasilkan produk yang lebih berkualitas (sehat, enak dan menarik). Metode yang digunakan adalah memberikan pelatihan pemahaman produk berkualitas dan memfasilitasi alat produksi dan pemasaran yang lebih sehat. Hasil pengabdian menunjukkan mitra memahami yang ditunjukkan dengan perubahan dalam cara memproduksi dan memasarkan. Pengusaha sudah memahami hasil dari pelatihan yang diberikan baik dalam motivasi maupun proses produksi dan ada beberapa yang sudah terlaksana, sedangkan beberapa lainnya terutama bagaimana citra positif Pedagang diukur hanya dapat dilihat dalam jangka yang lebih lama (kurang lebih satu tahun). Fasilitas juga sudah dipergunakan oleh kalayan untuk meningkatkan produksi maupun penjualannya.
PENGEMBANGAN MANAJEMEN TEHNOLOGI PENGELOLAAN BAMBU SEBAGAI SUMBER DAYA ALAM LOKAL DESA MOLA SELATAN KECAMATAN WANGI-WANGI SELATAN KABUPATEN WAKATOBI SULAWESI TENGGARA
Muhammad Edwan, Surya;
Hasimu, La;
Reza, Reza;
Fitriani, Fitriani;
Lifanda, Lifanda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya Vol. 3 No. 01 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62668/berkarya.v3i01.984
Sasaran program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah kelompok masyarakat yang produktif secara ekonomi (usaha kecil). Tujuan program adalah untuk mengembangkan masyarakat yang mandiri secara ekonomi. Mitra usaha dalam program ini adalah usaha kerajinan bambu “Melati” milik Bapak Samsuri. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra tersebut adalah sebagai berikut: 1) peralatan/perlengkapan/sarana produksi perlu pengembangan dan tidak memadai, 2) peluang kerja sama kedua mitra perlu dikembangkan, 3) pasar masih terbatas dan perlu ditingkatkan, 4) perlu pengembangan mutu dan kualitas produksi. Dengan kondisi seperti tersebut diatas, maka program kegiatan PKM yang dilaksanakan adalah: 1) menambah peralatan/perlengkapan/sarana produksi yang lebih memadai, 2) mewadahi kerja sama kedua usaha, 3) pengembangan media dan jangkauan pasar, 4) pendampingan produksi yang lebih inovatif melalui kerja sama kedua mitra. Hasil yang sudah dicapai adalah : 1) pengadaan peralatan/perlengkapan/sarana untuk menunjang proses produksi yakni pengadaan mesin compressor, bor mesin, lantai kerja, kolam perendaman, 2) memfasilitasi kerja sama kedua mitra menghasilkan produksi yang lebih inovatif dan berdaya saing, 3) pembuatan media pemasaran website. 4) Telah lahir jenis produksi inovatif hasil kerja sama. Program ini diharapkan mampu memfasilitasi perkembangan usaha mitra untuk kemudian mampu memberikan multiplier effect bagi usaha kerajinan bambu bermitra dengannya.
EFFORT COUNTERMEASURES WITH ACTION CRIMINAL COLLECTIVE THEFT SAME IN MODE BREAKING THE CAR GLASS
Karina, Ica;
Siahaan, Ade Juliany;
Fitriani, Fitriani
NOMOI Law Review Vol 4, No 2 (2023): November Edition
Publisher : NOMOI Law Review
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/nomoi.v4i2.17368
The discomfort that arises in the public is not without reason, due to the intensity of the crime following which the numbers are very high. Cases of theft using car glass finishing mode often occur in the city of Medan due to several problems. The problem is that the background of the perpetrator of the crime of theft is seen from economic factors or dependence on illegal drugs such as narcotics and other social factors. The research method used is a normative juridical legal research method. The approach used is the statutory approach, the tracing system used is the library research method The research results show that the modus operandi of the perpetrators of the crime criminal theft Which done in a way together with mode breaking a car window is by breaking the keyhole, breaking glass, making fake keys, or in other neater ways. Already It is an obligation for police officers to learn new methods which was carried out by the perpetrator of the theft by breaking the car window so that can finish disclosure case or even Possible can anticipate something follow criminal crime in the future.