Articles
Keefektifan Model STAD dan Direct Learning Berdasarkan Prestasi dan Minat Belajar Matematika Materi Kesebangunan Bangun Datar
Ismanto Ismanto;
Hartono Hartono
PYTHAGORAS Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2: December 2014
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (624.696 KB)
|
DOI: 10.21831/pg.v9i2.9076
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan keefektifan pembelajaran kooperatif model Student Teams Achievement Division (STAD) dengan pembelajaran langsung (direct learning) pada materi kesebangunan bangun datar ditinjau dari prestasi dan minat belajar, (2) membandingkan keefektifan antara pembelajaran kooperatif model STAD dan direct learning. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian terdiri dari empat kelas, sedangkan sampel terdiri dari dua kelas yang dipilih secara acak dengan siswa sebanyak 64 siswa. Instrumen penelitian adalah instrumen tes prestasi dan angket minat belajar. Analisis data (statistik inferensial) meliputi: (1) uji t one sample, (2) analisis multivariat dengan Hotelling’s Trace, dan (3) uji lanjut dengan Equal Variances assumed dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran model STAD dan direct learning efektif ditinjau dari prestasi dan minat belajar matematika siswa dan (2) pembelajaran model STAD lebih efektif daripada direct learning ditinjau dari minat belajar matematika siswa, tetapi tidak lebih efektif bila ditinjau dari prestasi belajar matematika siswa.Kata kunci: Student Teams Achievement Division (STAD), pembelajaran langsung (direct learning), prestasi, dan minat belajar matematika siswa. The Effectiveness of the STAD and Direct Learning Models in Terms of Learning Achievement and Interest in Mathematics for Topic of Plane Figure Similarity AbstractThe aims of this research were to describe the effectiveness of the Student Teams Achievement Division (STAD) cooperative learning model and direct learning in mathematics learning for topic of plane figure similarity in terms of learning achievement and interest in mathematics and compare both of them. This was a quasi-experimental study. The research population comprised four classes. The research sample consisted of two classes, which were randomly selected. The research instruments were an achievement test and a learning interest questionnaire. The data analysis included: (1) one sample t-test, (2) multivariate analysis using Hotelling’s Trace, and (3) a post hoc test using Equal Variances Assumed with significance level of 5%. The results of the study showed that: (1) the STAD and direct learning models were effective in terms of the students’ mathematics learning achievement and interest and (2) the STAD learning model is more effective than direct learning model in terms of the students’ mathematics learning interest, but it wasn’t as effective based on the students’ mathematics learning achievement. Keywords: STAD learning model, direct learning, students’ mathematics learning achievement and interest
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS OPEN-ENDED PROBLEM PADA MATERI SEGIEMPAT KELAS VII
Fanny Khairul Putri Apertha;
Zulkardi Zulkardi;
Muhamad Yusup
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22342/jpm.12.2.4318.47-62
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis open-ended problem yang valid dan praktis serta untuk mengetahui efek potensialnya terhadap hasil belajar peserta didik pada materi segiempat kelas VII. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (development research). Subjek penelitiannnya adalah peserta didik kelas VII.5 SMP Negeri 18 Palembang Indonesia, sebanyak 30 orang peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah walkthrough, dokumentasi, wawancara, dan tes soal open-ended. Hasil analisis data dapat disimpulkan, bahwa: (1)Penelitian ini menghasilkan LKPD berbasis open-ended problem pada materi segiempat yang valid dan praktis. (2)LKPD yang telah dikembangkan memiliki efek potensial terhadap hasil belajar peserta didik. Oleh karena itu LKPD yang telah dikembangkan ini dapat digunakan oleh peserta didik.
Intensi berwirausaha mahasiswa: Perspektif pengambilan risiko
Tony Wijaya;
Nurhadi Nurhadi; Andreas Mahendro Kuncoro
Jurnal Siasat Bisnis Vol. 19 No. 2 (2015)
Publisher : Management Development Centre (MDC) Department of Management, Faculty of Business and Economics Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20885/jsb.vol19.iss2.art2
Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menguji 1) pengaruh sikap berwirausaha terhadap intensi berwirausaha, 2) pengaruh efikasi diri terhadap intensi berwirausaha, 3) pengaruh norma subjektif terhadap intensi berwirausaha, 4) pengaruh kecenderungan mengambil risiko terhadap sikap berwirausaha, dan 5) pengaruh kecenderungan mengambil risiko terhadap efikasi diri. Penelitian yang dilakukan bersifat kuantitatif dan merupakan penelitian cross-sectional. Populasi dalam pemelitian ini adalah mahasiswa di DIY. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan kriteria mahasiswa semester akhir atau minimal semester 6 dengan pertimbangan pengambilan keputusan setelah lulus. Banyaknya sampel penelitian ini 436. Pengujian model analisis data dengan menggunakan persamaan struktural atau SEM yang dibantu dengan program AMOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan model intensi berwirausaha dalam penelitian ini memenuhi kaidah fit model yang berarti model yang dikembangkan dalam penelitian ini sesuai dengan kondisi empirik yang ada. Kecenderungan mengambil risiko memengaruhi self efficacy secara signifikan, kecenderungan mengambil risiko memengaruhi sikap berwirausaha secara signifikan, norma subjektif tidak memengaruhi intensi berwirausaha secara signifikan (norma subjektif sebagai faktor eksternal tidak memiliki kontribusi dalam mendorong minat mahasiswa untuk berwirausaha, mahasiswa lebih terdorong oleh aspek internal seperti kemampuan diri dan sikap dalam mengevaluasi kegiatan berwirausaha), dan self-efficacy memengaruhi intensi berwirausaha secara signifikan.
PERPINDAHAN PANAS HYBRID PHOTOVOLTAIC DAN THERMOELEKTRIC GENERATOR DENGAN HOT MIRROR
Ardiansyah Ardiansyah;
Mustofa Mustofa;
Iskandar Iskandar;
Andi Idhan;
Yuli Asmi Rahman
Foristek Vol. 11 No. 2 (2021): Foristek
Publisher : Foristek
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54757/fs.v11i2.111
Heat transfer is the transfer of energy from one area to another due to the temperature difference between these areas. Wasted heat energy can be converted into electricity using (TEG) between the hot and cold sides. If the temperature difference is more significant, the efficiency may increase along with the operating temperature of the TEG-type material. So in this study, the author will calculate the heat transfer that occurs in Photovoltaic (PV), Thermoelectric Generator (TEG), and Hot Mirrors by utilizing thermal energy light produced from Muxindo LED bulbs with 10 Watt, 15 Watt, and 20 Watt power. The results of this study indicate that by using 10, 15, and 20 Watt LED bulbs for free convection heat transfer, the power generated from each point increases because it passes through several obstacles from objects that experience a decrease in temperature to PV and TEG, with the characteristics of the displacement. The movement of molecules from the medium importance follows convection heat at every point of transfer in the intermediate substance. The most significant power generated from radiant heat transfer is about 0.1873 Watt. It occurs on the surface of the fresnel lens using a 20 Watt LED bulb with the characteristic that the radiation propagates in a straight line and does not require an intermediate medium to transfer heat from one substance to another. The most significant conduction heat transfer power, 0.2453 Watt, occurs in Fresnel Lens using a 20 Watt LED bulb with heat transfer characteristics in solid objects.
DESIGN IMPROVEMENT OF A PNEUMATIC PISTON USING DESIGN FOR ASSEMBLY (DFA) METHOD, A CASE STUDY
Mustofa Mustofa;
Kristian Selleng
Foristek Vol. 3 No. 1 (2013): Foristek
Publisher : Foristek
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Teknik desain assembly (DFA) sudah lama dan sering digunakan pada industry untuk meningkatkan kualitas, mengurangi biaya, dan memperpendek waktu siklus proses manufaktur dari komponen dan produk. Paper ini bertujuan untukmeningkatkan efisiensi dari piston pneumatic dengan mendesain ulang masing-masing komponen produk dalamhubungannya dengan waktu handling, inserting dan assembling. Dengan kata lain, beberapa modifikasi termasuksejumlah komponen, pergantian material, dan waktu assembly. Efisiensi dari komponen produk yang dibuat meningkat secara signifikan dari 25,9% ke 67,45%. Efisiensi komponen tersebut meningkat dengan kenaikan hampir 50 % yang menghasilkan sisi ekonomi produk di pasaran.
KONTRAK SEBAGAI KERANGKA DASAR DALAM KEGIATAN BISNIS DI INDONESIA
Anak Agung Ayu Pradnyani;
Marwanto -
Kertha Negara : Journal Ilmu Hukum Vol. 01, No. 04, Juni 2013
Publisher : Kertha Negara : Journal Ilmu Hukum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (148.063 KB)
In business activities in Indonesia, the contract is a basic framework that is used as a frame of relations for economic actors. Principles of contract law are regulated in the Law-Civil Law. Contract may give rise to rights and obligations for the parties to make the contract. Thus the contract is very important in doing business in Indonesia.
UPAYA PEMERINTAH KOTA DENPASAR DALAM MENGATASI LINGKUNGAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN KUMUH DI KOTA DENPASAR
A. A. Ngurah Putra Prabawa;
Marwanto -
Kertha Negara : Journal Ilmu Hukum Vol. 01, No. 06, September 2013
Publisher : Kertha Negara : Journal Ilmu Hukum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (26.549 KB)
Residential neighborhoods and slums in the city of Denpasar arise as a result ofpoverty and urbanization. Denpasar city Government seeks to address the housing andslum neighborhood whose location does not meet the occupancy requirements of bothtechnical and non-technical. The problem that arises is what is the basis forconsideration of Denpasar Government against the stipulation of a residentialneighborhood and the location of slums and what efforts were made by the Governmentin addressing Denpasar residential neighborhoods and slums in the city of Denpasar.The conclusion in the discussion of this issue is the Denpasar Government establishedthe location of residential neighborhoods and slums under Law No. 1 of 2011 onHousing and Settlement Zone, Act No. 4 of 1992 on Housing and Slum Areas, LocalRegulation of Denpasar No. 27 Year 2011 on Spatial Planning of Denpasar and basedon the level squalor and slums count levels. In addressing slum housing environment bycreating as control program Detail Spatial Plan, Zoning Regulations and Incentivesand Disincentives mechanism. Discussing this the issue of empirical legal researchmethods used to study the nature of descriptive.
TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN MODAL VENTURA (VENTURE CAPITAL COMPANY) DALAM HAL PERUSAHAAN PASANGAN USAHA MENGALAMI PAILIT
Kadek Mitha Virmayanti;
Marwanto -
Kertha Negara : Journal Ilmu Hukum Vol. 01, No. 04, Juni 2013
Publisher : Kertha Negara : Journal Ilmu Hukum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (130.931 KB)
Tanggung jawab perusahaan modal ventura (Venture Capital Company) dalam hal perusahaan pasangan usaha mengalami pailit. Perusahaan Modal Ventura merupakan lembaga bisnis yang bertolak pada resiko tinggi dan pengembalian investasi yang tinggi, bentuk modal yang diberikan berupa “penyertaan modal” bukan berupa pinjaman. Tujuan dari penulisan ini adalah Untuk mengetahui bagaimana tanggung jawab Perusahaan Modal Ventura dalam hal Perusahaan Pasangan Usaha mengalami pailit. Penelitian yang digunakan dalam penulisan ini bersifat normatif. Jenis pendekatan penelitian ini adalah pendekatan perundang-undangan (state approach) yaitu dengan meneliti dan menganalisa kebijakan-kebijakan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tanggung jawab Perusahaan Modal Ventura tidak diatur secara khusus dalam peraturan perundang-undangan, mengenai hal tersebut dapat mengacu pada perjanjian yang dibuat sebelumnya sesuai dengan isi dari Pasal 1320 dan 1338 KUHPerdata.
PENGATURAN HAK PENGUASAAN TANAH HAK MILIK PERORANGAN OLEH NEGARA
A. A. Sagung Tri Buana;
Marwanto -
Kertha Negara : Journal Ilmu Hukum Vol. 05, No. 04, Oktober 2017
Publisher : Kertha Negara : Journal Ilmu Hukum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (259.644 KB)
Penguasaan tanah milik perorangan oleh pemerintah atau negara merupakan suatu kewenangan yang dimiliki pemerintah berdasarkan ketentuan pada Pasal 33 Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945 (UUD 1945). Dilihat dari sisi lain, masyarakat juga dapat memiliki hak atas tanah yaitu hak milik. Hak milik atas tanah yang dimiliki masyarakat merupakan suatu hak turun temurun yang terkuat atau terpenuh yang dapatdiperoleh dengan melihat fungsi sosial yang melekat pada hak dari kepemilikan tanahnya. Jurnal ini menggunakan metode penelitian hukum normatif yang bertujuan untuk mengkaji dan membahas mengenai bentuk pengaturan hak penguasaan tanah milik perorangan oleh negaradan perlindungan hukum terhadap masyarakat yang hak milik atas tanahnya diambil alih. Hasil pembahasan menunjukkan pengaturan mengenai hak penguasaan tana milik perorangan oleh negara adalah bersumber dari ketentuan Pasal 33 UUD 1945 dan Pasal 2 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA). Pengaturan pada Pasal 33 UUD 1945 mengenai hak penguasaan tanah milik perorangan oleh negara tidak sejalan (inkonsistensi norma) dengan ketentuan di Pasal 28 G dan Pasal 28 H ayat (4) UUD 1945 yang mengisyaratkan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan terhadap seluruh harta benda yang berada di bawah keuasaannya dan setiap orang juga berhak untuk memiliki hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak dapat diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapa pun juga. Hasil pembahasan juga menunjukkan perlindungan hukum terhadap masyarakat yang hak milik atas tanahnya diambil alih oleh negara adalah terdapat pada ketentuan Pasal 18 UUPA dan prinsip-prinsip dasar keadilan yang berbunyi “no private property shall be taken for public use without just and fair compensation”.
DAMPAK PEREDARAN PRODUK CAKRAM OPTIK ISI (CD DAN VCD) BAJAKAN DI KOTA SURABAYA
Duwi Aprianti;
Marwanto -
Kertha Negara : Journal Ilmu Hukum Vol. 01, no. 01, Maret 2013
Publisher : Kertha Negara : Journal Ilmu Hukum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (53.712 KB)
The phenomena which often happen in a creation of an art is copyright piracy,particularly in a product of optic disc in media visual product. This situation, create a badimpact for the artist nor the producer, who suffera financial lost in Indonesian. Indonesiangovernment should concern of this situation, and must involve in to this piracy situation.