Articles
Penerapan Konsep Arsitektur Neo-Vernakular pada Stadion Sepak Bola Benteng di Tangerang
Farhan Mufid Sahdiyan P;
Ashadi Ashadi;
Luqmanul Hakim
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 4 (2019): Purwarupa Vol 3 No 4 September 2019
Publisher : Arsitektur UMJ
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (474.924 KB)
Daerah Sepak bola adalah cabang olahraga yang menggunakan bola. Sepak bola dimainkan dalam lapangan terbuka yang berbentuk persegi panjang, diatas rumput yang dinamakan lapangan sepak bola. Stadion benteng adalah stadion dengan lapangan sepak bola yang terletak di pusat kota Tangerang. Stadion sepak bola ini dulunya merupakan markas dari tim Persita dan Persikota Tangerang, namun karena maraknya tawuran antar supporter dari kedua tim, Persita dan Persikota Tangerang tidak boleh bermain di stadion ini lagi. Sejak saat itu stadion ini menjadi tidak terawat dan kumuh. Oleh karena itu dibutuhkan redesain untuk stadion yang tidak terawat ini. Redesain stadion sepak bola dengan pendekatan neo-vernakular adalah solusi yang baik agar stadion kebanggaan Tangerang ini bisa eksis kembali dan menjadi wajah baru untuk kota Tangerang.
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR HIJAU PADA PUSAT KONSERVASI EKOLOGI KAWASAN PESISIR DI JAKARTA UTARA
Ridwan Arifin;
Ashadi Ashadi;
Lutfi Prayogi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 3 (2019): Purwarupa Vol 3 No 3 Special Edition#2 Juli 2019
Publisher : Arsitektur UMJ
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (235.645 KB)
Secara geograis Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang terdiri lebih dari 17.508 pulau dan didominasi oleh wilayah laut, yaitu mencapai 81.7 % (5.8 juta kilometer persegi) dari luas total wilayah indonesia. Indonesia memiliki banyak kawasan pesisir yang berfungsi sebagai penyedia sumber daya alam, seperti muara, bakau, rumput laut dan terumbu karang yang produktif. Pada saat ini penanganan ekologi kawasan pesisir masih sangat kurang diperhatikan terutama dalam penanganannya yang masih diabaikan seperti tidak mempunyai peran penting terhadap kawasan pesisir. Untuk menjawab issu tersebut, maka dirancanglah sebuah pusat konservasi ekologi kawasan pesisir dengan pendekatan arsitektur hijau. Dengan adanya pusat konservasi ekologi kawasan pesisir ini diharapkan menjadi pusat penelitian, konservasi dan edukasi berwawasan wisata alam bagi masyarakat luas.
PENERAPAN KONSEP SMART CITY PADA DESAIN KAWASAN DI CIBUBUR
Wahyu Putra Sukmatama;
Ashadi Ashadi;
Lutfi Prayogi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 1 (2019): Purwarupa Vol 3 No 1 Maret 2019
Publisher : Arsitektur UMJ
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (234.867 KB)
Smart City merupakan sebuah konsep perencanaan kota yang kian hari kian dipertimbangkan untuk di aplikasikan kepada sebuah kota metropolitan yang padat penduduk sebagai salah satu cara untuk menjawab kompleksitas masalah pada suatu kota besar, dan sesuai pula dengan perkembangan zaman yang menuju ke dunia digitalisasi. Penelitian ini dilakukan untuk merancang sebuah kawasan yang kurang tertata, dan tidak terencana dengan baik menjadi sebuah kawasan yang lebih terintegrasi, pintar, dan ramah lingkungan. Selain itu diharapkan dengan penelitian ini pembangunan sebuah kota dapat menjadi sebuah kawasan yang tidak hanya mampu memobilisasi warganya tapi juga menjadi kota yang selain modern, dinamis, tapi juga tetap nyaman , aman, dan juga layak untuk dihuni. Hasil penelitian ini adalah sebuah desain kawasan di Cibubur yang menerapkan konsep Smart City
PERENCANAAN MUSEUM DAN GALERI SEJARAH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
Roi Pratama;
Ashadi Ashadi;
Ratna Dewi Nur'aini
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 2 (2019): Purwarupa Vol 3 No 2 Special Edition #1 Mei 2019
Publisher : Arsitektur UMJ
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (347.816 KB)
ABSTRAK. Indonesia merupakan suatu Negara yang dipimpin oleh seorang Presiden. Presiden Indonesia Kepala Negara, Presiden adalah simbol resmi Negara Indonesia di Dunia. Perlunya bangunan monumental untuk mengingatkan jasa-jasa Presiden terhadap Negara Indonesia dengan arsitektur yang mencermikan dan melestarikan arsitektur Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode pengumpulan data dengan cara observasi lapangan yang akan didesain, wawancara, dokumentasi, studi preseden yang berkaitan dengan Museum dan Galeri Presiden dan pencampuran arsitektur tropis dan arsitektur modern. Metode analisi data, penetuan konsep, dan yang terakhir asistensi. Hasil dari perencanaan dan perancangan ini adalah merencanakan dan merancang bangunan museum dan galeri Presiden – Presiden Republik Indonesia dengan penekanan bentuk arsitektrur tropis dengan arsitektur modern yang akan diterapkan pada bentuk atap ataupun muka bangunan yang dapat mengkarakterkan bangunan Indonesia hingga arsitektur Indonesia dapat dikenal dunia.
PENERAPAN METAUFORA PADA BANGUNAN PUUSAT DAKWAH DAN KEGIATAN NAHDATUL ULAMA
ade hendro ma'ruf;
Ashadi Ashadi;
Anggoro Cipto Ismoyo
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 1 (2019): Purwarupa Vol 3 No 1 Maret 2019
Publisher : Arsitektur UMJ
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (567.406 KB)
Pusat dakwah adalah wadah fisik yang menampung kegiatan dakwah dan beberapa kegiatan penunjang keislaman. Beberapa bangunan fisik yang diperlukan untuk menunjang dakwah terdapat pada Pusat Dakwah ini, seperti masjid, tempat pendidikan, tempat penyiaran dakwah, juga bahkan tempat untuk melakukan kegiatan ekonomi. Adanya pusat Dakwah ini, tentunya akan semakin memudahkan perkembangan dakwah. Pun termasuk pada organisasi islam terbesar di Indonesia, yaitu Nahdatul Ulama (NU). Dengan adanya Pusat Dakwah diharapkan akan semakin membantu tersebarnya dakwah NU. Dakwah NU sendiri dilakukan dengan melakukan pendekatan kultural. Budaya bangsa dan sekitar objek dakwah selalu menjadi titik perhatian dalam penyampaian dakwah NU. Oleh karenanya, perancangan Pusat Dakwah NU diakukan dengan mengaplikasikan konsep arsitektur metafora. Dengan melakukan pendekatan arsitektur metafora diharapkan akan memunculkan ciri khas NU atau dakwah NU pada bangunan pusat dakwah ini. Sehingga ketika orang melihat bangunan pusat dakwah dan kegiatan NU akan langsung teringat dengan NU itu sendiri. Kata Kunci: pusat dakwah, NU, pendekatan kultural, kegiatan dakwah, arsitektur metafora.
PENERAPAN TEORI ARSITEKTUR SEMIOTIK PADA CREATIVE AND PERFORMING ARTS CENTER YOGYAKARTA
Muhammad Alwan Rosyadi;
Ashadi Ashadi;
Wafirul Aqli
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 2 (2019): Purwarupa Vol 3 No 2 Special Edition #1 Mei 2019
Publisher : Arsitektur UMJ
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (121.821 KB)
Pendekatan Arsitektur Semiotik yang merupakan teori arsitektur yang digunakan untuk mengetahui makna yang ingin disampaikan dalam hasil karya arsitektur. Makna dalam arsitektur sendiri dibagai menjadi makna konotasi dan makna denotasi. Dapat diartikan bahwa sebuah karya arsitektur sama dengan sebuah karya seni yang didalamnya mengandung makna yang disampaikan. Sehingga teori Arsitektur Semiotik sangat cocok untuk digunakan sebagai pendekatan yang digunakan dalam merancang bangunan yang mewadahi kegiatan kesenian dan kreativitas. Makna Kreatif artinya memiliki daya cipta, merupakan sifat alami manusia yang mendorong manusia untuk menemukan hal-hal baru. Kreativitas bersumber dari ide dan gagasan yang tidak berwujud dikembangkan dan diproduksi menjadi sesuatu yang dapat kita rasa, raba, lihat serta nikmati pada tahap ini kreatif telah menjadi sebuah produk. Ekonomi Kreatif adalah kegiatan dalam mengkomersilkan produk kreatif. Indonesia saat ini mulai fokus untuk mengembangkan ekonomi kreatif yang dibuktikan dengan dibentuknya Badan Ekonomi Kreatif. Secara sadar potensi Ekonomi Kreatif Indonesia sangat besar tetapi belum dimaksimalkan. Dibangunnya Creative and Performing Arts Center merupakan salah satu cara untuk memaksimalkan potensi ekonomi kreatif. Yogyakarta yang dikenal sebagai daerah seni dan budaya serta kreativitas masyarakat yang tinggi populasi anak muda yang banyak dan dikenal sebagai kota tujuan pelajar seluruh Indonesia, menjadi alasan yang kuat untuk merancang Creative and Performing Arts Center di Yogyakarta dan digunakannya teori Arsitektur Semiotik diharapkan bangunan yang akan dirancang dapat mencirikan bangunan kreatif dan mengedepankan identitas lokal Yogyakarta.
PENERAPAN BENTUK FASAD BANGUNAN PADA PENGEMBANGAN STASIUN KEJAKSAN DI CIREBON DENGAN KONSEP ARSITEKTUR HIBRID
vidi herdiana;
Ashadi Ashadi;
Yeptadian Sari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 1 (2019): Purwarupa Vol 3 No 1 Maret 2019
Publisher : Arsitektur UMJ
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (260.476 KB)
ABSTRAK. Stasiun Kejaksan di Cirebon merupakan stasiun kereta api kelas besar yang harus mempunyai daya tarik tersendiri dengan keberadaan stasiun sebagai bangunan cagar budaya. Perencanaan dan perancangan Pengembangan Kawasan Stasiun Kejaksan di Cirebon dengan Pendekatan Arsitektur Hibrid pada bentuk fasad bagunan agar terlihat harmonis. Metode penyusunan konsep melalui tahapan pengumpulan data dari studi lapangan, studi literatur dan studi preseden kemudian data-data tersebut dianalisis. Data dari studi lapangan dan studi literatur yang sesuai dengan topik penelitian di jadikan dasar kebutuhan tapak dan ruang sedangkan data dari studi preseden di jadikan referensi perencanaan dan perancangan Pengembangan Kawasan Stasiun Kejaksan di Cirebon. Berdasarkan kebutuhan tapak dan ruang, dilakukan pengolahan tapak dan ruang arsitektural sedangkan berdasarkan referensi, dilakukan penggabungan elemen-elemen dan bentuk-bentuk fasad bangunan lama (fasad stasiun kereta api) dengan elemen-elemen dan bentuk-bentuk fasad bangunan baru (hotel dan perkantoran). Kata Kunci: stasiun kereta api, Cirebon, Arsitektur Hibrid
PENERAPAN KONSEP METAFORA PADA DESAIN BANGUNAN SPORT CLUB
Harmanta Harmanta;
Ashadi Ashadi;
Luqmanul Hakim
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 1 (2019): Purwarupa Vol 3 No 1 Maret 2019
Publisher : Arsitektur UMJ
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (155.986 KB)
ABSTRAK. Perencanaan dan perancangan “Bangunan Sport Club Dengan Konsep Metafora Di Jakarta” bertujuan untuk menciptakan suatu area olahraga yang dapat dimanfaatkan atlit atau masyarakat umum dari berbagai kalangan serta membuat suatu area terpadu yang menyediakan fasilitas – fasilitas olah raga,fasilitas umum, baik di indoor ataupun outdoor serta kolam renang selain itu sebagai tempat yang sehat dan nyaman untuk bersosialisasi ataupun ber interaksi. Metode penyusunan konsep yang digunakan adalah metode desktiptif kualitatif, yaitu metode dengan menggunakan data yang ada dengan menggunaakan landasan teori yang terkait, baik secara arsitektural maupun non arsitektural, dimulai dari pengumpulan data, sampai dengan pengolahan data secara faktual untuk penyusunan konsep perencanaan dan perancangan bangunan sport club. Perencanaan dan perancangan Bangunan Sport Club Dengan Konsep Metafora Di Jakarta diharapkan dapat menjadi tempat yang bermanfaat sebagai pusat kegiatan olah raga yang berlokasi di Jakarta serta dapat memenuhi kebutuhan akan sarana olah raga untuk masyarakat luas. Kata Kunci: Bangunan, Konsep, Metafora, Sport Club
Implementasi Arsitektur enterprise Pola Vending Machine pada Teknologi Microservices
Muhammad Iqbal;
Teduh Dirgahayu;
Hanson Prihantoro Putro
AUTOMATA Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : AUTOMATA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak— Salah satu tujuan dari penerapan Arsitektur enterprise adalah menciptakan kesesuaian antara bisnis dan teknologi informasi bagi kebutuhan organisasi. Di sisi lain, microservices merupakan teknologi yang sering digunakan belakang ini berkat skalabilitasnya. Literatur yang membahas rancangan Arsitektur enterprise yang diimplementasikan menggunakan teknologi microservices masih sangat terbatas. Begitu juga tingkat keberhasilannya yang masih rendah merupakan permasalahan yang dihadapi pada penelitian ini. Maka dari itu penelitian ini bertujuan membangun kerangka implementasi pola Arsitektur enterprise menggunakan teknologi microservices. Dalam pengembangan penelitian ini menggunakan metode yang digunakan secara berulang dan berada pada tiap ranah lapisan Arsitektur enterprise yang disesuaikan ke dalam kasus yang diangkat. Rancangan ini diharapkan dapat mempermudah pengembangan sistem enterprise serta meningkatkan peluang keberhasilannya.
Penerapan Media Pembelajaran Audio-Visual dalam Meningkatkan Hasil Belajar Senam Guinness World Records (Gwr) pada Mahasiswa Penjas universitas Dehasen Bengkulu
Hendra Irawan;
Martiani Martiani;
Supriyanto Supriyanto
e-SPORT: Jurnal Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Vol 1 No 1 (2020): e-SPORT: Jurnal Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (228.098 KB)
|
DOI: 10.31539/e-sport.v1i1.1420
The research aimed to determine the learning outcomes of Guiness World Records (GWR) gymnastics using audio-visual learning media scientifically. This research is a classroom action research (PTK) with 44 research subjects from the FKIP Phisical Education Study Program Dehasen University of Bengkulu. This class action research procedure is: (1) planning (2) implementing class actions (actions), (3) observation and reflection in each cycle. In the first cycle, student learning outcomes that reached a minimum score (60) were 25 people with a mean value of 63.43 and a success rate of 56.8% of the total number of samples. The study continued in cycle II, with student learning outcomes of 38 people exceeding the minimum grade with a success rate of 86.4% of the total sample. With these results it can be concluded that the learning carried out gives positive results, namely improving student learning outcomes and the research is declared successful because it has reached the classical completeness value of 85%. Kata Kunci : Audio-Visual Learning Media, Gymnastics Learning Outcomes