Articles
Analisis Titik Keputusan dalam Manajemen Proyek Berbasis Business Process Modelling Notation
Adhitya Prayoga Permana;
Muhammad Ainul Yaqin;
Kurniyatul Ainiyah;
Nadila Oktavia Ningtias;
Abd. Charis Fauzan
ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics Vol 3 No 3 (2021): Volume 3, Nomor 3, Desember 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28926/ilkomnika.v3i3.329
Dalam manajemen proyek terdapat keputusan-keputusan yang akan diambil. Keputusan-keputusan ini harus ditentukan karena kurang tepatnya pengambilan keputusan yang dilakukan dapat berdampak negatif pada kelangsungan proses bisnis. Sehingga keputusan yang diambil harus sesuai dengan manajemen proyek. Oleh karena itu, permasalahan yang ingin diselesaikan pada penelitian ini adalah bagaimana cara mengidentifikasi titik-titik keputusan dalam manajemen proyek. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis keputusan apa saja yang ada di dalam proses bisnis manajemen proyek. Untuk menganalisis titik-titik keputusan ini diperlukan BPMN (Business Process Model Notation) dari proses-proses yang ada. Dari BPMN tersebut titik-titik keputusan dilambangkan dengan gateway (XOR, OR, dan AND gateway) yang berada di setiap percabangan yang terbentuk. Hasil dari penelitian ini adalah berupa titik-titik keputusan yang ada dalam model proses bisnis manajemen proyek beserta kriteria-kriteria apa saja yang diperlukan serta pilihan metode pengambilan keputusan.
Sistem Pendukung Keputusan Untuk Menilai Kelayakan Proyek Menggunakan Metode TELOS
Riswan Ibrahim;
Rifqi Cahya Prasetya;
Ukhty Uswatun Hasanah;
Muhammad Ainul Yaqin
ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics Vol 3 No 3 (2021): Volume 3, Nomor 3, Desember 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28926/ilkomnika.v3i3.330
Dalam menjalankan suatu proyek dapat dipastikan selalu mengharapkan hasil yang sesuai dengan apa yang ditargetkan, mendapatkan manfaat dan menghindari kerugian. Oleh karena itu perlu adanya penilaian kelayakan proyek menggunakan sistem pendukung keputusan. Dalam melakukan penilaian diperlukan identifikasi terlebih dahulu, untuk mempermudah dalam pengambilan keputusan. Pada metode TELOS terdapat 5 faktor uji kelayakan yaitu Technical (teknik), Economics (ekonomi), Legal (hukum), Operational (operasional) dan Schedule (jadwal). Masing-masing kriteria dari metode TELOS menghasilkan aturan tolak ukur sebagai penilaian suatu proyek. Hasil akhirnya akan dijumlahkan untuk mengetahui suatu proyek layak untuk dilanjutkan atau ditunda terlebih dahulu. Jika hasil nilai rata-rata akhir > 5 maka proyek diputuskan layak, sedangkan jika nilai rata-rata akhir < 5 maka proyek tidak layak. Penelitian ini menggunakan studi kelayakan sistem informasi koperasi sebagai hasil uji, dari penelitian hasil uji akan dibandingkan dengan 3 studi yang sudah dilakukan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem layak dilanjutkan dengan nilai kelayakan 8,67.
Pengukuran Kinerja Manajemen Proyek Menggunakan Six Sigma
Andhika Maulana Effendi;
Vinna Yusnita Rahmawati;
Hafizhatul Kiromi MZ;
Muhammad Ainul Yaqin
ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics Vol 3 No 3 (2021): Volume 3, Nomor 3, Desember 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28926/ilkomnika.v3i3.354
Pengukuran kinerja dengan Six Sigma merupakan pengukuran kinerja proyek yang beralaskan perusahaan data maupun ilmu statistik yang dapat diukur dengan menggunakan variabel-variabel pengukuran yang telah ditetapkan sehingga dapat menghasilkan angka yang menunjukkan kualitas kinerja manajemen proyek. Metode Six Sigma diperlukan pada pengukuran kinerja karena untuk mengetahui kasus apa yang bisa diukur dengan Six Sigma dan tidak bisa diukur, yang mana pada desain eksperimen penulis menyajikan bukti-bukti dengan kasus tertentu untuk mengetahui hasil akhir sebagai perbandingan keunggulan Six Sigma dengan metode lain untuk menghasilkan manajemen proyek yang efisien dan mampu memanifestasikan tahap pelaksanaan proyek yang detail dan efektif. Peneliti menggunakan data primer yang berjudul “A Guide to The Project Management Body of Knowledge PMBOK GUIDE Sixth Edition”. Karenanya dibutuhkan PMBOK sebagai standar acuan untuk mewujudkan keberhasilan proyek yang meliputi 5 fase dan 10 knowledge areas dalam manajemen proyek. Kecenderungan masing-masing knowledge pada PMBOK lebih berfokus pada perhitungan perencanaan sebelum dilakukan eksekusi terhadap proses produksi, keberhasilan dan kecacatan proses yang tidak semua knowledge area dapat diukur dengan angka menjadi sebab bahwa tidak dapat dilakukan pengukuran kinerja pada masing-masing knowledge melainkan terbatas pada knowledge yang sudah diketahui hasil pengerjaannya di lapangan. Dari semua knowledge area dapat diukur hanya Project Quality Management saja yang dapat diukur dengan metode Six Sigma.
Pemodelan Keputusan dalam Manajemen Proyek Berbasis Decision Model and Notation
Salsabella Elizzah;
Muhammad Ainul Yaqin;
Indana Nuril Hidayah;
Dwi Danu Handoyono;
Abd. Charis Fauzan
ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics Vol 3 No 3 (2021): Volume 3, Nomor 3, Desember 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28926/ilkomnika.v3i3.355
Pemodelan keputusan ialah kerangka kerja atau algoritma untuk mendukung dalam pengambilan keputusan di beberapa kasus. Penelitian ini membahas tentang Pemodelan Keputusan dalam Manajemen Proyek dengan menggunakan metode DMN (Decision Modeling and Notation). Tujuan Project Management dapat dicapai melalui suatu pendekatan atau metode untuk mengelola suatu proyek secara efisien dan efektif. Tahapan dalam pelaksanaannya, mulai dari proses inisialisasi, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, hingga penutupan. Proses Pemodelan keputusan ini menggunakan PMBOK (Project Management Body of Knowledge Guide). Pada penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sistem yang mampu membantu dalam memodelkan sebuah keputusan dalam manajemen proyek. Sehingga model-model dalam manajemen proyek harus sesuai dengan proses pemodelan keputusan tersebut. Metode DMN ini melengkapi oleh BPMN yang memodelkan logika keputusan manajemen proyek secara rinci. Metode DMN ini berharap mampu memberikan solusi yang efektif didalam pemodelan keputusan dalam manajemen proyek. Hasil dari penelitian ini ialah proses group PMBOK, titik-titik keputusan, aktivitas dari input titik keputusan dan model-model dari pengambilan keputusan.
Pemodelan Proses Bisnis Manajemen Proyek Berdasarkan Project Management Body of Knowledge (PMBOK)
R. Billiyan Mulkan Ghifari;
Siti Fitri;
Amila Fadhila Rahmaniati;
Muhammad Ainul Yaqin
ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics Vol 4 No 1 (2022): Volume 4, Nomor 1, April 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28926/ilkomnika.v4i1.362
Pada penelitian ini dilakukan breakdown untuk mengetahui tiap proses dan fase yang dilakukan dalam manajemen proyek, yang mengacu pada buku Project Management Body of Knowledge (PMBOK). Masalah yang diangkat pada paper ini yakni ada banyaknya proses dalam tiap knowledge area dalam manajemen proyek yang perlu untuk diketahui masing-masing tahapannya, agar memudahkan dalam merencanakan dan membangun manajemen proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui setiap kegiatan yang dilakukan pada tiap proses dalam masing-masing knowledge area sesuai yang ada pada buku PMBOK. Metode yang dilakukan pada penelitian ini dimulai dari pengumpulan data, pembuatan Work Breakdown Structure (WBS), dan menotasikan model proses dalam bentuk Business Process Modelling Notation (BPMN). Hasil dari penelitian ini berupa breakdown dari setiap proses yang dilakukan pada masing-masing knowledge area dalam manajemen proyek, yang dijabarkan dalam bentuk BPMN.
Metode AHP dan GQM Untuk Pengembangan Metrik Skala dan Kompleksitas Proyek
Muhammad Haffad Addakhil;
Muhammad Ainul Yaqin;
Mohammad Faisal Fajar Fadilah;
Cahya Wulandari
ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics Vol 3 No 3 (2021): Volume 3, Nomor 3, Desember 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28926/ilkomnika.v3i3.384
Kompleksitas proyek sering dianggap sebagai faktor yang tertanam dalam dua aspek proyek utama termasuk proyek kesulitan (seberapa sulit proyek untuk mencapai tujuan proyek) dan risiko proyek (ketidakpastian). Kompleksitas proyek dapat memicu efek positif maupun negatif, hal ini disebabkan oleh efek tidak tentu dari fenomena yang tidak bisa diprediksi, manajer proyek harus memiliki keputusan yang bijak dalam mengurangi efek tidak tentu. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki tujuan untuk menghitung nilai kompleksitas proyek dengan menggunakan metode Goal Question Metric (GQM) untuk mengidentifikasi metrik dan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menghitung nilai metrik dari kompleksitas proyek. Goal Question Metric bertugas dengan melalui tiga proses yaitu proses definisi, proses pengumpulan data, dan proses interpretasi. Setelah melakukan pengujian dengan mengkaji penelitian lain maka diperoleh hasil pengukuran menggunakan formula kompleksitas. Kemudian hasil tersebut divalidasi dengan Weyuker’s Properties, dari hasil validasi tersebut diperoleh 8 dari 9 properti terpenuhi.
Sistem Pendukung Keputusan Untuk Menentukan Manajer Proyek Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW)
Muhammad Andryan;
Muh Nur Aslam;
Muhammad Ridha;
Muhammad Ainul Yaqin
ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics Vol 3 No 3 (2021): Volume 3, Nomor 3, Desember 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28926/ilkomnika.v3i3.386
Dalam suatu kegiatan bisnis, agar dapat mencapai tujuan proyek secara efektif, diperlukan proyek yang baik. Manajer harus memiliki keterampilan seperti itu agar dapat mengatasi persaingan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem pendukung keputusan manajer proyek dengan menerapkan metode penjumlahan sederhana (SAW) berbasis jaringan sebagai solusi dari masalah pemilihan manajer proyek. Kriteria utama yang digunakan dalam sistem ini adalah kebutuhan dasar, keterampilan manajemen, keterampilan manajemen proyek, kemampuan interpersonal yang didalamnya terdapat beberapa sub kriteria. Hasil akhirnya akan dijumlahkan untuk mengetahui kriteria manajer proyek yang layak untuk dipilih, jika rangking tiap manajer memenuhi kriteria dari bobot yang telah ditentukan dan hasil normalisasi, maka dapat diputuskan untuk dipilih oleh manajer yang dinilai efektif untuk berdasarkan kriteria sehingga dapat meningkatkan keberhasilan penelitian ini menggunakan sistem yang cocok SDLC untuk menemukan ide-ide terbaik dari manajer dan pakar untuk pemilihan kriteria. Hasilnya, metode Simple Additive Weighting (SAW) dalam menentukan proyek yang dinilai efektif untuk memberikan rekomendasi berdasarkan kriteria sehingga dapat meningkatkan keberhasilan proyek.
Survei Perangkat Lunak Sumber Terbuka untuk Business Process Management System Menggunakan Metode Systematic Literature Review
Anjar Dwi Mursito;
Andi Kustiawan;
Moch. Alvin;
Muhammad Ainul Yaqin
ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics Vol 4 No 1 (2022): Volume 4, Nomor 1, April 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28926/ilkomnika.v4i1.438
Pada saat sekarang ini, manajemen proses bisnis telah menjadi aset penting untuk kehidupan sehari-hari dalam organisasi karena bussiness process management (BPM) yang memadai dari suatu organisasi dapat membantu mencapai tujuan organisasi. Terutama, penting untuk secara efisien mengelola proses-proses penting untuk kinerja organisasi agar dapat terus meningkat, oleh karena itu meningkatkan produktivitas dan daya saing dalam organisasi (misalnya proses perangkat lunak di perusahaan). Manajemen ini dikaitkan dengan siklus hidup proses, saat ini ada banyak perangkat lunak sumber terbuka untuk Business Process Management Suites (BPMS) yang berperan dalam mengelola siklus hidup ini. Namun, belum semua BPMS yang open source ini memberikan dukungan penuh untuk siklus hidup, sehingga sulit untuk memilih BPMS sumber terbuka yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan organisasi. Hasil dari penelitian ini menyajikan hasil survei tentang BPMS sumber terbuka yang menyoroti setiap fase siklus hidup proses yang memungkinkan organisasi untuk membandingkan antar BPMS sumber terbuka sesuai dengan tujuan organisasi mereka sendiri. Survei ini dilakukan dengan menggunakan metode sistematic literature review yang menggabungkan tinjauan pustaka sistematis dengan model kualitas. Terakhir, penelitian ini juga menjelaskan bagaimana survei ini dibuat pada BPMS sumber terbuka.
PEMANTAUAN RADIOAKTIVITAS DAN LOGAM BERAT DALAM TANAH DAN RUMPUT DI RENCANA LOKASI PEMBANGUNAN PLTN MURIA
Sukirno .;
Muzakky .;
Rosidi .
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 7 Nomor 1 Januari 2004
Publisher : Website
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17146/gnd.2004.7.1.1297
Radioaktivitas tanah dan rumputdiukur dengan menggunakan alat cacah gross a dengan detektor znS. alat cacah gross fJ dengandetektor Geiger Muller (GM). spektrometer rdengan detektor Ge(Li). sedangkan konsentrasi logamherat di dalam tanah dan rumput di Lemahabang Muria telah ditentukan dengan metoda analisisaktivasi neutron (AAN). Tujuan utama pemantauan ini dilakukan untuk mengetahui radioaktivitasgross a; fJ dan radionuklida pemancar 1. serta logam berat dalam tanah dan rumput yangmengakomodasikan data lingkungan terkini dalam rangka mendukung izin tapak Analisis MengenaiDampak Lingkungan (AMDAL) PLTN. Hasil identijikasi radionuklida alam pemancar r denganteknik spektrometri r menunjukkan ada 7jenis radionuklida Pb-2l 0 (46,5 ke V). Ra-226 (186.5 ke V)Pb-212 (238,7 ke V). Pb-214 (395.9 ke V). TI-208 (583.2 ke V). Ac-228 (911,1 ke V) dan K-40 (1460,7keV). Radioaktivitas pemancar r tertinggi dalam tanah adalah K-40 terukur dengan konsentrasi208,73 Bq/kg dan terendah adalah Pb-210 dengan konsentrasi 17.58 Bq/kg. Dari analisis denganmetoda AAN diperoleh logam berat yang terkandung dalam tanah adalah Sc. Sb, Co dan Fe. Kadar tertinggi adalah logam berat dalam tanah Fe 4.046±0.105 %
PENENTUAN LOG AM B3 DALAM CUPLIKAN INDIKA TOR LINGKUNGAN (AIR, SEDIMEN, BIOTA KANGKUNG) TERESTRIAL MURIA
J Djati Pramana;
Sukirno .;
Bambang Irianto
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 7 Nomor 1 Januari 2004
Publisher : Website
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1047.716 KB)
|
DOI: 10.17146/gnd.2004.7.1.1286
Telah dilakukan analisis dan evaluasikandungan logam B3 dalam air sungai. tumbuhan kangkung (Ipomea reptans poir) dan sedimensungai dari lima lokasi sampling sungai di daerah Semenanjung Muria dengan metoda AANInstrumental. Metode sampling. preparasi maupun analisis cuplikan mengikuti prosedur bakuanalisis lingkungan. Mengacu syarat baku mutu air golongan C maupun baku mutu air golongan D.cuplikan dari kelima lokasi sampling belum melampaui kadar Cd dan Co maksimum yang diijinkan.Korelasi antar variabel bebas lokasi danjenis indikator terhadap variabel terikat konsentrasi logamberat secara statistik ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi Pearson (r) dan diperoleh hasilinterpretasi tak berkorelasi (0.00