Articles
Pemodelan Keputusan dalam Manajemen Proyek Berbasis Decision Model and Notation
Salsabella Elizzah;
Muhammad Ainul Yaqin;
Indana Nuril Hidayah;
Dwi Danu Handoyono;
Abd. Charis Fauzan
ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics Vol 3 No 3 (2021): Volume 3, Nomor 3, Desember 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28926/ilkomnika.v3i3.355
Pemodelan keputusan ialah kerangka kerja atau algoritma untuk mendukung dalam pengambilan keputusan di beberapa kasus. Penelitian ini membahas tentang Pemodelan Keputusan dalam Manajemen Proyek dengan menggunakan metode DMN (Decision Modeling and Notation). Tujuan Project Management dapat dicapai melalui suatu pendekatan atau metode untuk mengelola suatu proyek secara efisien dan efektif. Tahapan dalam pelaksanaannya, mulai dari proses inisialisasi, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, hingga penutupan. Proses Pemodelan keputusan ini menggunakan PMBOK (Project Management Body of Knowledge Guide). Pada penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sistem yang mampu membantu dalam memodelkan sebuah keputusan dalam manajemen proyek. Sehingga model-model dalam manajemen proyek harus sesuai dengan proses pemodelan keputusan tersebut. Metode DMN ini melengkapi oleh BPMN yang memodelkan logika keputusan manajemen proyek secara rinci. Metode DMN ini berharap mampu memberikan solusi yang efektif didalam pemodelan keputusan dalam manajemen proyek. Hasil dari penelitian ini ialah proses group PMBOK, titik-titik keputusan, aktivitas dari input titik keputusan dan model-model dari pengambilan keputusan.
Pemodelan Proses Bisnis Manajemen Proyek Berdasarkan Project Management Body of Knowledge (PMBOK)
R. Billiyan Mulkan Ghifari;
Siti Fitri;
Amila Fadhila Rahmaniati;
Muhammad Ainul Yaqin
ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics Vol 4 No 1 (2022): Volume 4, Nomor 1, April 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28926/ilkomnika.v4i1.362
Pada penelitian ini dilakukan breakdown untuk mengetahui tiap proses dan fase yang dilakukan dalam manajemen proyek, yang mengacu pada buku Project Management Body of Knowledge (PMBOK). Masalah yang diangkat pada paper ini yakni ada banyaknya proses dalam tiap knowledge area dalam manajemen proyek yang perlu untuk diketahui masing-masing tahapannya, agar memudahkan dalam merencanakan dan membangun manajemen proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui setiap kegiatan yang dilakukan pada tiap proses dalam masing-masing knowledge area sesuai yang ada pada buku PMBOK. Metode yang dilakukan pada penelitian ini dimulai dari pengumpulan data, pembuatan Work Breakdown Structure (WBS), dan menotasikan model proses dalam bentuk Business Process Modelling Notation (BPMN). Hasil dari penelitian ini berupa breakdown dari setiap proses yang dilakukan pada masing-masing knowledge area dalam manajemen proyek, yang dijabarkan dalam bentuk BPMN.
Metode AHP dan GQM Untuk Pengembangan Metrik Skala dan Kompleksitas Proyek
Muhammad Haffad Addakhil;
Muhammad Ainul Yaqin;
Mohammad Faisal Fajar Fadilah;
Cahya Wulandari
ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics Vol 3 No 3 (2021): Volume 3, Nomor 3, Desember 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28926/ilkomnika.v3i3.384
Kompleksitas proyek sering dianggap sebagai faktor yang tertanam dalam dua aspek proyek utama termasuk proyek kesulitan (seberapa sulit proyek untuk mencapai tujuan proyek) dan risiko proyek (ketidakpastian). Kompleksitas proyek dapat memicu efek positif maupun negatif, hal ini disebabkan oleh efek tidak tentu dari fenomena yang tidak bisa diprediksi, manajer proyek harus memiliki keputusan yang bijak dalam mengurangi efek tidak tentu. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki tujuan untuk menghitung nilai kompleksitas proyek dengan menggunakan metode Goal Question Metric (GQM) untuk mengidentifikasi metrik dan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menghitung nilai metrik dari kompleksitas proyek. Goal Question Metric bertugas dengan melalui tiga proses yaitu proses definisi, proses pengumpulan data, dan proses interpretasi. Setelah melakukan pengujian dengan mengkaji penelitian lain maka diperoleh hasil pengukuran menggunakan formula kompleksitas. Kemudian hasil tersebut divalidasi dengan Weyuker’s Properties, dari hasil validasi tersebut diperoleh 8 dari 9 properti terpenuhi.
Sistem Pendukung Keputusan Untuk Menentukan Manajer Proyek Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW)
Muhammad Andryan;
Muh Nur Aslam;
Muhammad Ridha;
Muhammad Ainul Yaqin
ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics Vol 3 No 3 (2021): Volume 3, Nomor 3, Desember 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28926/ilkomnika.v3i3.386
Dalam suatu kegiatan bisnis, agar dapat mencapai tujuan proyek secara efektif, diperlukan proyek yang baik. Manajer harus memiliki keterampilan seperti itu agar dapat mengatasi persaingan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem pendukung keputusan manajer proyek dengan menerapkan metode penjumlahan sederhana (SAW) berbasis jaringan sebagai solusi dari masalah pemilihan manajer proyek. Kriteria utama yang digunakan dalam sistem ini adalah kebutuhan dasar, keterampilan manajemen, keterampilan manajemen proyek, kemampuan interpersonal yang didalamnya terdapat beberapa sub kriteria. Hasil akhirnya akan dijumlahkan untuk mengetahui kriteria manajer proyek yang layak untuk dipilih, jika rangking tiap manajer memenuhi kriteria dari bobot yang telah ditentukan dan hasil normalisasi, maka dapat diputuskan untuk dipilih oleh manajer yang dinilai efektif untuk berdasarkan kriteria sehingga dapat meningkatkan keberhasilan penelitian ini menggunakan sistem yang cocok SDLC untuk menemukan ide-ide terbaik dari manajer dan pakar untuk pemilihan kriteria. Hasilnya, metode Simple Additive Weighting (SAW) dalam menentukan proyek yang dinilai efektif untuk memberikan rekomendasi berdasarkan kriteria sehingga dapat meningkatkan keberhasilan proyek.
Survei Perangkat Lunak Sumber Terbuka untuk Business Process Management System Menggunakan Metode Systematic Literature Review
Anjar Dwi Mursito;
Andi Kustiawan;
Moch. Alvin;
Muhammad Ainul Yaqin
ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics Vol 4 No 1 (2022): Volume 4, Nomor 1, April 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28926/ilkomnika.v4i1.438
Pada saat sekarang ini, manajemen proses bisnis telah menjadi aset penting untuk kehidupan sehari-hari dalam organisasi karena bussiness process management (BPM) yang memadai dari suatu organisasi dapat membantu mencapai tujuan organisasi. Terutama, penting untuk secara efisien mengelola proses-proses penting untuk kinerja organisasi agar dapat terus meningkat, oleh karena itu meningkatkan produktivitas dan daya saing dalam organisasi (misalnya proses perangkat lunak di perusahaan). Manajemen ini dikaitkan dengan siklus hidup proses, saat ini ada banyak perangkat lunak sumber terbuka untuk Business Process Management Suites (BPMS) yang berperan dalam mengelola siklus hidup ini. Namun, belum semua BPMS yang open source ini memberikan dukungan penuh untuk siklus hidup, sehingga sulit untuk memilih BPMS sumber terbuka yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan organisasi. Hasil dari penelitian ini menyajikan hasil survei tentang BPMS sumber terbuka yang menyoroti setiap fase siklus hidup proses yang memungkinkan organisasi untuk membandingkan antar BPMS sumber terbuka sesuai dengan tujuan organisasi mereka sendiri. Survei ini dilakukan dengan menggunakan metode sistematic literature review yang menggabungkan tinjauan pustaka sistematis dengan model kualitas. Terakhir, penelitian ini juga menjelaskan bagaimana survei ini dibuat pada BPMS sumber terbuka.
PEMANTAUAN RADIOAKTIVITAS DAN LOGAM BERAT DALAM TANAH DAN RUMPUT DI RENCANA LOKASI PEMBANGUNAN PLTN MURIA
Sukirno .;
Muzakky .;
Rosidi .
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 7 Nomor 1 Januari 2004
Publisher : Website
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17146/gnd.2004.7.1.1297
Radioaktivitas tanah dan rumputdiukur dengan menggunakan alat cacah gross a dengan detektor znS. alat cacah gross fJ dengandetektor Geiger Muller (GM). spektrometer rdengan detektor Ge(Li). sedangkan konsentrasi logamherat di dalam tanah dan rumput di Lemahabang Muria telah ditentukan dengan metoda analisisaktivasi neutron (AAN). Tujuan utama pemantauan ini dilakukan untuk mengetahui radioaktivitasgross a; fJ dan radionuklida pemancar 1. serta logam berat dalam tanah dan rumput yangmengakomodasikan data lingkungan terkini dalam rangka mendukung izin tapak Analisis MengenaiDampak Lingkungan (AMDAL) PLTN. Hasil identijikasi radionuklida alam pemancar r denganteknik spektrometri r menunjukkan ada 7jenis radionuklida Pb-2l 0 (46,5 ke V). Ra-226 (186.5 ke V)Pb-212 (238,7 ke V). Pb-214 (395.9 ke V). TI-208 (583.2 ke V). Ac-228 (911,1 ke V) dan K-40 (1460,7keV). Radioaktivitas pemancar r tertinggi dalam tanah adalah K-40 terukur dengan konsentrasi208,73 Bq/kg dan terendah adalah Pb-210 dengan konsentrasi 17.58 Bq/kg. Dari analisis denganmetoda AAN diperoleh logam berat yang terkandung dalam tanah adalah Sc. Sb, Co dan Fe. Kadar tertinggi adalah logam berat dalam tanah Fe 4.046±0.105 %
PENENTUAN LOG AM B3 DALAM CUPLIKAN INDIKA TOR LINGKUNGAN (AIR, SEDIMEN, BIOTA KANGKUNG) TERESTRIAL MURIA
J Djati Pramana;
Sukirno .;
Bambang Irianto
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 7 Nomor 1 Januari 2004
Publisher : Website
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1047.716 KB)
|
DOI: 10.17146/gnd.2004.7.1.1286
Telah dilakukan analisis dan evaluasikandungan logam B3 dalam air sungai. tumbuhan kangkung (Ipomea reptans poir) dan sedimensungai dari lima lokasi sampling sungai di daerah Semenanjung Muria dengan metoda AANInstrumental. Metode sampling. preparasi maupun analisis cuplikan mengikuti prosedur bakuanalisis lingkungan. Mengacu syarat baku mutu air golongan C maupun baku mutu air golongan D.cuplikan dari kelima lokasi sampling belum melampaui kadar Cd dan Co maksimum yang diijinkan.Korelasi antar variabel bebas lokasi danjenis indikator terhadap variabel terikat konsentrasi logamberat secara statistik ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi Pearson (r) dan diperoleh hasilinterpretasi tak berkorelasi (0.00
ANALISIS URANIUM DAN THORIUM DALAM SEDIMEN LAUT DAN SUNGAI DI SEKITAR CALON TAPAK PLTN LEMAHABANG
Rosidi .;
Sukirno .
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 7 Nomor 1 Januari 2004
Publisher : Website
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1120.608 KB)
|
DOI: 10.17146/gnd.2004.7.1.1282
Penentuan uranium dan thorium telah dilakukan denganmetoda analisis aktivasi neutron (AAN) dalam cuplikan sedimen laut dan sungai. Cuplikan diiradiasiselama 12 jam menggunakan neutron termal denganfluks neutron O,58x101/n.cm'2der' fasilitasLazy Susan di reaktor riset Kartini. Uranium dan Thorium kemudian ditentukan berdasarkan reaksi2J8U(n.r)2J9Npdan 2J2Th(n.r)2JJpa.Uranium diidentifikasi melalui tenaga puncak 228,2 keY dari2J9Npdan Th melalui tenaga puncak 312 dan 300 keY dari wPa. Presisi dan akurasi diukurmenggunakan cuplikan uji kualitas sedimen sungai SRM-1645 dan pasir monasit NBL nO-A.Metoda ini memberikan harga presisi (9-17) % dan akurasi relatif (6-12) % untuk kandunganthorium (1,162-10.4) mg/kg dan kandungan uranium (0.414-1.24) mg/kg. Hasil konsentrasi U dan Thdalam sedimen sungai dan laut masing masing (0,224- 2,703) mg/kg dan (0.694- 3,212) mg/kg.
CONTROLLED GROWTH OF IRON OXIDE MAGNETIC NANOPARTICLES VIA CO-PRECIPITATION METHOD AND NaNO3 ADDITION
Grace Tj. Sulungbudi;
Yuliani Yuliani;
Wildan Zakiah Lubis;
Sri Sugiarti;
Mujamilah Mujamilah
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 18, No 3: APRIL 2017
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17146/jsmi.2017.18.3.4122
Size controlled magnetic nanoparticle (MNPs) of iron oxide were prepared in the presence of NaNO3 via co-precipitation method followed by HNO3 peptizing according to Massart’s method. The MNPs size were reduced by addition of NaNO3 in varied molarity and at different stage of process. As an end product, stable water-base colloids were formed. XRD pattern analysis using Rietveld method confirmed Fe3O4/g-Fe2O3 phase formation with nanoscale crystallite size. This crystallite size significantly decrease with NaNO3 addition from 12 nm to smaller than 8 nm, and give end-result of decreasing magnetization as measured by VSM. Langevin fitting of magnetic hysteresis curve also revealed the magnetic core size of nearly the same behaviour. TEM results show bigger value for single magnetic nanoparticle of > 10 nm and < 10 nm for MNPs without and with NaNO 3 addition, respectively. However, PSA measurement still trace a low nanoparticle agglomeration of ~ 20 nm, even after surface peptization using HNO3. A possible mechanism is proposed to explain these characteristics formation especially of the MNP’s size.