Articles
PENGARUH TOTAL QUALITY MANAGEMENT DAN KEADILAN PROSEDURAL (PROCEDURAL JUSTICE) TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PT. LAMONGAN GAS LESTARI KABUPATEN LAMONGAN
Miftahul Huda;
Moh. Azus Shony Azar
HUMANIS: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 11 No 2 (2019): Juli
Publisher : LPPM UNISDA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/humanis.v11i2.2299
Human resources are important in a company Therefore, it is necessary to have good human resource management to support the achievement of the objectives of the company by implementing Total Quality Management and Procedural Fairness to employees. This research to determine and analyze how much Total Quality Management and Procedural Fairness on Employee Performance. The sampling technique used is field research using saturated samples. The samples of this study were 34 samples, employees who worked at PT. Lamongan Gas Lestari Lamongan Regency which then becomes the respondent and fills in the questionnaire provided by the author. Based on questionnaire data that has been processed with the help of the SPSS 23.0 application and has been tested for validity and reliability, it can be stated that all of the data is valid and reliable. Then based on the results of the study show based on the F test states that there is an effect of Total Quality Management, Procedural Justice simultaneously on employee performance of 30,660, t test stated that the variable Total Quality Management of 2.952 and Procedural Justice of 3.420 is the dominant variable in influencing employee performance. Based on the coefficient of determination test it can be seen that the R2 value of 66.4 means that the influence of Total Quality Management, Procedural Justice and employee performance is 66.4%, the remaining 33.6% is influenced by other factors outside this research variable.
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, STRES KERJA DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. FORISA NUSAPERSADA LAMONGAN
Miftahul Huda;
Moh. Azus Shony Azar
HUMANIS: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 13 No 2 (2021): Juli
Publisher : LPPM UNISDA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/humanis.v13i2.2480
This study aims to determine the Work environment, work stress and workload on the performance of PT. Forisa Nusapersada Lamongan employees. The hypothesis proposed in this study are: a). Work environment influences the performance of PT Forisa Nusapersada Lamongan employees. b). Job stress affects the performance of PT Forisa Nusapersada Lamongan employees. c). Workload affects the performance of PT Forisa Nusapersada Lamongan employees.The population in this study were all employees who were in PT Forisa Nusapersada Lamongan as many as 97 people. The sample used was 97 respondents. The sampling technique used in this study was to use the "saturated sampling" method. Saturated sampling method is a sample determination technique if all members of the population are used as samples. Data was obtained through primary data by distributing questionnaires to be responded to and secondary data through some data obtained from PT Forisa Nusapersada Lamongan.The statistical method used is the Data Quality Test (Test Validity and Reliability), Multiple Linear Regression Analysis, Classic Assumption Test (Normality Test, Multicollonierity Test, Heteroscedasticity Test and Autocorrelation Test), Model Feasibility Test (F Test and Detremination Coefficient Test) and Testing Hypothesis (t test).The test results show that both partially and simultaneously, Work environment variabels have a significant effect on employee performance, work stress variabels have a significant effect on employee performance and workload variabels have a significant effect on employee performance
EVALUASI KINERJA STRUKTUR BANGUNAN BERTINGKAT TERHADAP GEMPADENGAN ANALISIS RESPON SPEKTRUM DAN RIWAYAT WAKTU MENGGUNAKAN ETABS STUDI KASUS :RUMAH SAKIT UNS
Dwi Putra Herucahyo;
Edy Purwanto;
Agus Supriyadi
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v3i4.37231
Percepatan gempa di muka tanah merupakan parameter gempa yang berdampak terhadap struktur bangunan. Analisis dinamik respon spektrum dan riwayat waktudapat merepresentasikan sifat dinamik percepatan gempa dan respon struktur, sehingga metode analisis ini dapat memberikan gambaran dan informasi respon struktur yang lebih lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja struktur berdasarkan nilai displacement dan drift dengan menggunakan analisis dinamik respon spektrum dan riwayat waktu. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil studi kasus bangunan gedung rumah sakit Universitas Sebelas Maret di wilayah Kartasura. Gedung ini menggunakan struktur gedung beton bertulang dengan ketinggian 8 lantai dan 1 basement. Fungsi utama bangunan adalah sebagai rumah sakit yang dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas pendukungnya. Bangunan tersebut dimodelkan sebagai rangka kaku 3D dengan program ETABS. Pada level gempa rencana digunakan analisis dinamik respon spektrum dan time history. Gempa rencana menggunakan respon spektrum dan gempa aktual digunakan analisis dinamik time history, dengan 4 sample data yang beragam nilai percepatan gempa. Data akselerogram diskalakan menurut kondisi tanah setempat dengan kekuatan gempa probabilitasterlampaui2% selama 50 tahun. Pada level gempa aktual dengan analisis dinamik time history, akselerogram yang diskalakan dan kombinasi pembebanan hanya untuk mensimulasikan arah percepatan gempa. Hasil evaluasi kinerja struktur bangunan Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret dengan meninjau nilai displacement dan drift diproleh bahwa struktur bangunan Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret memenuhi persyaratan batas layan dan ultimit, serta menurut ATC-40 masuk ke dalam kategori immediate occupancy.
PERHITUNGAN KINERJA SIMPANG BERSINYAL MENGGUNAKAN METODE MKJI 1997 DAN PERANGKAT LUNAK PTV VISTRO (Studi Kasus Simpang Empat Ngemplak dan Simpang Tiga Gilingan Kota Surakarta)
Elsafan Gelar Geladi;
Budi Yulianto;
Edy Purwanto
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (392.537 KB)
|
DOI: 10.20961/mateksi.v6i3.36557
Jalan Ahmad Yani adalah salah satu jalan utama yang melayani pergerakan transportasi Kota Surakarta. Merupakan jalan arteri sehingga banyak kendaraan melewati jalan ini. Volume lalu lintas yang relatif tinggi di jalan Ahmad Yani mempengaruhi kinerja simpang di sepanjang jalan ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja simpang bersinyal di sepanjang jalan Ahmad Yani dengan menggunakan metode MKJI 1997 dan perangkat lunak PTV VISTRO. Metode MKJI 1997 adalah metode pemodelan lalu lintas berdasarkan kondisi empiris lalu lintas Indonesia. PTV VISTRO adalah perangkat lunak pemodelan lalu lintas berdasarkan kondisi empiris lalu lintas Amerika Serikat. Analisis hasil kinerja simpang bersinyal menggunakan kedua pendekatan dibandingkan dengan data lapangan. Pemodelan dilakukan untuk melihat kemiripan hasil kinerja lalu lintas antara pemodelan dengan data lapangan. Secara umum perangkat lunak PTV VISTRO menghasilkan panjang antrian kendaraan yang lebih dekat dengan data lapangan dari pada metode MKJI 1997. Perangkat lunak PTV VISTRO cenderung menghasilkan tingkat kejenuhan yang lebih rendah, tundaan dan Tingkat Layanan daripada metode MKJI 1997.
PENERAPAN VALUE ENGINEERING PADA PEKERJAAN PONDASI TIANG PANCANG DAN STRUKTUR GEDUNG UNTUK OPTIMALISASI PEMBIAYAAN PADA PROYEK KONSTRUKSI
Widi Hartono;
Larto Larto;
Edy Purwanto
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v4i1.37129
Rencana Anggaran Biaya (RAB) suatu proyek bangunan harus direncanakan dengan efisien dan optimal. Dalam Manajemen Konstruksi (MK) terdapat suatu disiplin ilmu teknik sipil yang dapat digunakan untuk mengefisienkan dan mengefektifkan biaya. Ilmu tersebut dikenal dengan nama Value Engineering/ Rekayasa Nilai. Value Engineering (VE) adalah suatu cara pendekatan yang kreatif dan terencana dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan mengefisienkan biaya-biaya yang tidak perlu. VE digunakan untuk mencari suatu alternatif-alternatif atau ide-ide yang bertujuan untuk menghasilkan biaya yang lebih baik/ lebih rendah dari harga yang telah direncanakan sebelumnya dengan batasan fungsional dan mutu pekerjaan. Dalam sebuah proyek konstruksi sering kali terjadi penggelembungan pembiayaan yang dirasakan tidak perlu atau sekiranya bisa dikurangi khususnya di proyek pembangunan pabrik farmasi kosmetik PT. Dion Putra Bintang di Klaten. Penelitian ditujukan pada apa saja item pekerjaan yang dapat dilakukan Value Engineering, bagaimana cara Memilih dan memperhitungkan jenis pondasi untuk pembangunan konstruksi gedung yang lebih tepat dan efisien dan seberapa besar efisiensi biaya yang diperoleh setelah dilakukan analisis Value Engineering. Beberapa proses yang dilakukan diantaranya tahap pengumpulan informasi, tahap kreatif, tahap analisa dan tahap rekomendasi. Menggunakan metode Zero one untuk mengolah data dan mendapatkan alternatif yang diinginkan. Penggunaan pondasi tiang pancang dengan penampang persegi yang berukuran 40 cm x 40 cm dengan panjang tiang 14 m sebanyak 503 buah dalam pekerjaan struktur bawah proyek pembangunan pabrik farmasi kosmetik PT. Dion Putra Bintang setelah dilakukan penelitian diperoleh pengganti pondasi tiang pancang dengan penampang persegi ukuran 60 cm x 60 cm dan panjang 20 m sebanyak 210 buah dengan total penghematan sebesar Rp 1.148.494.432,-
PENGARUH PENGEKANGAN TEXTILE REINFORCED CONCRETE SERAT CANTULA (AGAVE CANTULA ROXB) TERHADAP KUAT TEKAN BETON
Stefanus Adi Kristiawan;
Edy Purwanto;
Galang Akbar Wayne Syam Putra
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 4 (2019): DESEMBER
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v7i4.38489
Secara umum Textile Reinforced Concrete (TRC) adalah suatu komposit yang terdiri dari reinforcement yang berupa tekstil dan beton sebagai matriks. TRC merupakan salah satu metode untuk memperbaiki atau memperkuat beton agar bangunan dapat berfungsi kembali. TRC diaplikasikan sebagai confinement concrete pada beton untuk mengetahui pengaruh anyaman serat cantula dengan variasi pada kuat tekan dan perkembangan kuat tekan beton. TRC pada penelitian ini terdiri dari matriks berupa silinder beton dengan dimensi 75 mm x 150 mm. Reinforcement berupa anyaman serat cantula yang direkatkan dengan Polymer Modified Mortar kemudian dikekangkan pada beton dengan ketebalan 10 mm. Anyaman serat cantula memiliki variasi arah penulangan aksial sesuai dengan dimensi 10 mm x 10 mm, 10 mm x 15 mm, 10 mm x 20 mm. Pengujian pada TRC dilakukan pada umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan beton terkekang yang tertinggi yaitu pada TRC 200 sebesar 20,25 MPa, sedangkan perkembangan kuat tekan terbesar yaitu pada TRC 200 sebesar 12,58%. Hal ini menunjukkan bahwa pengekangan anyaman serat cantula berpengaruh pada kuat tekan TRC dan variasi anyaman serat cantula mengakibatkan perkembangan kuat tekan yang berbeda.
ANALISIS KINERJA STRUKTUR PADA GEDUNG BERTINGKAT DENGAN ANALISIS PUSHOVER MENGGUNAKAN SOFTWARE ETABS (STUDI KASUS : BANGUNAN HOTEL DI SEMARANG)
Nissa Zahra Rachman;
Edy Purwanto;
Agus Supriyadi
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (350.384 KB)
|
DOI: 10.20961/mateksi.v2i4.37365
Indonesia menempati zona tektonik yang sangat aktif karena tiga lempeng besar dunia dan sembilan lempeng kecil lainnya saling bertemu di wilayah Indonesia dan membentuk jalur-jalur pertemuan lempeng yang kompleks, hal ini menyebabkan Indoneisa menjadi sangat rawan terhadap gempa bumi. Pada proses perancangan struktur bangunan berbeban gempa diperlukan standar dan peraturan perancangan bangunan untuk menjamin keselamatan penghuni terhadap gempa besar yang mungkin terjadi serta menghindari dan meminimalisir kerusakan struktur bangunan dan korban jiwa akibat gempa bumi. Dalam menganalisis struktur bangunan gedung tahan gempa dapat digunakan metode Performance Based Seismic Evaluation (PBSE), salah satunya adalah dengan analisis nonlinier pushover yang mengacu pada ATC-40. Berdasarkan latar belakang tersebut, dilakukan penelitian Evaluasi Kinerja Struktur Pada Gedung Bertingkat Dengan Analisis Pushover. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja gedung berdasarkan mekanisme terbentuknya sendi plastis pada balok kolom serta hubungan base shear dengan displacement pada kurva pushover dan kurva seismic demand. Metode yang digunakan adalah analisis statik nonlinier pushover dengan menggunakan program ETABS. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa gaya geser dari evaluasi pushover pada arah x sebesar 557,867 ton. Nilai displacement adalah 0,112 m. Displacement pada gedung tidak melampaui displacement yang diijinkan, sehingga gedung aman terhadap gempa rencana. Maksimum total drift adalah 0,0035 m dan maksimum In-elastic drift adalah 0,0034 m, Sehingga gedung termasuk dalam level kinerja Immediate Occupancy (IO).
ANALISIS KAPASITAS LENTUR BALOK BETON BERTULANG BAMBU WULUNG TAKIKAN TIPE U JARAK 15 CM,PADA LEBAR TAKIKAN 1CM DAN 2 CM TERHADAP TULANGAN BAJA
Totok Widayanto;
Agus Setiya Budi;
Edy Purwanto
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.37009
Komponen utama dalam struktur bangunan di dunia konstruksi yaitu beton, dimana beton mempunyai kelebihan yaitu memiliki kuat tekan yang tinggi. Namun beton memiliki kelemahan yaitu tidak mampu menahan gaya tarik, dimana nilai kuat tarik beton berkisar 9%-15% dari kuat tekannya. Untuk menahan gaya tarik yang terjadi maka umumnya beton diperkuat dengan batang tulangan baja. Sekarang ini hampir setiap bangunan selalu menggunakan beton bertulangan baja. Banyaknya peningkatan kebutuhan tulangan baja dalam setiap pembangunan akan menimbulkan kendala yaitu memicu kenaikkan harga sehingga menjadi mahal dan langka. Dari kendala yang ada perlu adanya solusi alternative untuk mengganti tulangan baja, pemilihan bahan yang lebih murah dan memiliki kualitas yang tidak kalah dengan tulangan baja. Bambu merupakan alternatif yang bisa digunakan sebagai pengganti tulangan baja pada beton. Bambu dipilih sebagai tulangan beton alternatif karena selain harganya lebih murah, bambu juga mempunyai kuat tarik cukup tinggi yang mana setara dengan kuat tarik baja lunak yaitu 2400 kg/cm2. Kuat tarik bambu dapat mencapai 1280 kg/cm2.kekuatan tarik bambu sejajar serat antara 200 - 300 MPa, kekuatan lentur rata-rata 84 MPa, modulus elastisitas 200.000 MPa. Penilitian ini betujuan untuk menganalisis berapa kapasitas lentur balok beton bertulangan bamboo wulung takikan tipe "u" dengan jarak takikan 15 cm pada lebar takikan 1 cm dan 2 cm. Dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan total benda uji 15 buah. Benda uji yang digunakan adalah balok beton berukuran 110 x 150 x 1700 mm. Lima buah menggunakan tulangan baja, 10 buah menggunakan tulangan bambu wulung dengan dimensi 1650 x 20 x 5,2 mm menggunakan takikan tipe "U" dengan jaraktakikan 10 cm padal ebar takikan 1 cm dan 2 cm.Uji lentur dilakukan pada umur 28 hari dengan metode three point loading. Pengujian dilakukan di Laboratorium Mesin, FT UNS, pada umur beton 28 hari menggunakan alat Universal Testing Machine (UTM). Ditinjau dari kapasitas lenturnya, momen hasil pengujian balok bertulangan bambu wulung takikan tipe U dengan jarak takikan 15 cm lebar 10 mm setara 53,17% sedangkan balok bertulangan bambu wulung takikan tipe U dengan jarak takikan 15 cm lebar 20 mm pun setara 47,16% terhadap balok dengan tulangan baja polos diameter 8 mm. Pola keruntuhan pada balok beton dengan tulangan baja maupun pada balok beton dengan tulangan bambu petung tipe "u" dengan jarak takikan 10 cm pada lebar takikan 1 cm dan 2 cm terletak antara 1/3 bentang tengah. Keruntuhan yang demikian termasuk dalam keruntuhan lentur
KINERJA STRUKTUR GEDUNG TINGGI MENGGUNAKAN STUDI PEMODELAN FRAME WALL ( STUDI KASUS : GEDUNG MATARAM CITY )
Putri Sukma Aulia;
Edy Purwanto;
Agus Setiya Budi
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (448.109 KB)
|
DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37314
Indonesia merupakan negara yang rawan terjadi gempa bumi karena berada diantara tiga lempengan tektonik, yaitu lempeng Eurasia, Pasifik, Filipina, dan Indo-Australia.Gempa bumi mengakibatkan rusaknya struktur bangunan, bahkan memakan korban jiwa.Karena itu, bangunan yang aman dan handal menjadi suatu keharusan. Salah satu cara untuk menjaga kestabilan struktur tersebut adalah dengan menggunakan dinding geser baik dinding penuh maupun sebagian (Schodek, 1999). Frame wall adalah salah satu jenis Shearwall. Penempatan frame wall harus diperhatikan agar dapat berfungsi dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui letak frame wall yang paling efektif berdasarkan Kinerja Batas Layan dan Kinerja Batas Ultimit.Metode penelitian yang digunakan adalah analisis dinamik respon spektrum dengan menggunakan software ETABS. Hasil analisis diperoleh displacement maksimum gedung arah X adalah 0.1827m dan arah Y adalah 0.13134m, sehingga apabila ditinjau dari kinerja batas layan dan kinerja batas ultimit gedung dinyatakan memenuhi syarat (aman)sesuai SNI 3-1726-2002. SW 2 adalah perletakan shearwall yang paling efektif berdasarkan Kinerja Batas Layan dan Kinerja Batas Ultimit.Maksimum total drift arah X adalah 0.00279 dan arah Y adalah 0.00201. Maksimum total inelastik drift arah X adalah 0.00277 dan arah Y adalah 0.00200, sehingga jika ditinjau berdasarkan ATC-40 termasuk dalam kategori level Immediate Occupancy.
EVALUASI KEKUATAN DAN DETAILING TULANGAN HUBUNGAN BALOK KOLOM (JOINT) BETON BERTULANG SESUAI SNI 2847:2013 DAN SNI 1726:2012 (STUDI KASUS: HOTEL PESONNA SEMARANG)
Supardi Supardi;
Edy Purwanto;
Bakhtiyar Adi Kurniawan
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (464.718 KB)
|
DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36954
Keselamatan bangunan diukur dari kekuatan struktur bangunan tersebut dalam menerima beban-beban yang bekerja terhadapnya. Salah satunya adalah beban gempa yang diatur oleh Standar Nasional Indonesia (SNI) 1726:2012. Daerah Hubungan balok kolom merupakan bagian penting dari struktur bangunan beton bertulang. Sruktur tersebut sering mengalami keruntuhan yang disebabkan oleh kesalahan desain hubungan balok kolom. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kekuatan dan detailing hubungan balok kolom menurut standar terbaru dari SNI 2847:2013. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang terdiri dari tiga tahap yaitu tahap input, analisis dan output. Tahap input pada penelitian adalah memasukan data yang diperlukan untuk tahap selanjutnya yaitu tahap analisis. Tahap analisis dilakukan dengan dua cara yaitu menggunakan model komputer dan analisis manual pada hubungan balok kolom. Tahap output dari penelitian ini adalah perbandingan antara hasil analisis dengan data yang ada di lapangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hubungan balok kolom eksisiting telah memenuhi kekuatan dan detailing yang disyaratkan pada SNI 2847:2013 dan SNI 1726:2012.