Articles
Rancangan Arsitektur Enterprise Resource Planning (ERP) Sekolah Berdasarkan Capability Maturity Model (CMM)
Mohammad Malik Fajar;
Muhamad Roni Kurniawan;
Muhammad Ilman Nurhadi;
Muhammad Ainul Yaqin
ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics Vol 2 No 2 (2020): Volume 2, Nomor 2, Agustus 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28926/ilkomnika.v2i2.107
Sekolah adalah suatu lembaga pendidikan yang dirancang secara khusus untuk mendidik siswa dalam pengawasan para guru. Setiap sekolah memerlukan suatu sistem yang bisa membuat proses-proses di dalamnya menjadi saling terintegrasi dengan baik. Sistem tersebut adalah sistem yang mengacu pada konsep Enterprise Resource Planning (ERP). ERP ini adalah sebuah sistem informasi yang bisa menghubungkan proses-proses yang ada di sekolah. Namun proses-proses yang ada di sekolah memiliki tingkat kematangan. Dalam pengukuran tingkat kematangan ini lah digunakannya Capability Maturity Model (CMM). Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan metode FAST. Metode FAST yang digunakan ini terdiri dari scope definition, problem analysis, requirements analysis, dan logical design. Hasil akhir dari penelitian ini adalah sebuah rancangan arsitektur ERP sekolah dengan penjelasan masing-masing fitur pada sistem informasinya berdasarkan CMM. Sehingga diharapkan rancangan tersebut bisa diimplementasikan di sekolah dan meningkatkan kualitas dari sekolah tersebut.
Analisis dan Perancangan Software Pengukuran Metrik Skala Kompleksitas Arsitektur Bisnis
Rizky Noer Alif;
Nisa Kholifatul Ummah;
Yessy Fatmasari;
Muhammad Ainul Yaqin
ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics Vol 2 No 1 (2020): Volume 2, Nomor 1, April 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28926/ilkomnika.v2i1.110
Dalam menjalankan sebuah organisasi diperlukan perencanaan yang baik dari berbagai aspek termasuk dalam arsitektur bisnisnya. Penelitian kali ini menggunakan studi kasus dengan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) sebagai objek penelitian. Masing-masing job description komponen organisasi direprentasikan dengan model proses dari Standar Operasional Prosedur (SOP) dan stakeholdernya dimodelkan dalam graph sehingga diperoleh node, edge model proses dan edge graph sebagai metrik skala kompleksitas arsitektur bisnis. Dari hasil perhitungan dan analisis regresi linier diperoleh skala kompleksitas berpengaruh positif terhadap organisasi yang berarti organisasi tersebut tumbuh.
Analisis dan Perancangan Artificial Intelligence Pada Business Process Management
Alfian Ardiansyah;
Fikri Fiuca Fardana;
Muhammad Ainul Yaqin
ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics Vol 3 No 1 (2021): Volume 3, Nomor 1, April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28926/ilkomnika.v3i1.121
Business process management (BPM) menawarkan struktur yang terorganisir dalam menangani proses bisnis. Tetapi, hal ini tergantung pada rutinitas yang kaku dan hanya memiliki fleksibilitas yang terbatas. Dengan teknologi artificial Intelligence (AI), akan tercipta BPM yang memiliki performa lebih baik, untuk mendorong inovasi dan menjaga efisiensi operasional. Hal ini diperlukan untuk meningkatan proses dan kecerdasan manusia dengan kecerdasan mesin. Salah satu solusinya adalah adanya AI di BPM. AI di BPM sangat ideal untuk situasi yang rumit dimana volume data yang besar terlibat dan manusia harus mengambil keputusan. AI di BPM mampu melakukan tugas yang kompleks yang membutuhkan pemikiran dan aktivitas manusia yang luas. Artificial intelligence dan business process management yang secara bersamaan dapat menawarkan pemahaman yang lebih baik tentang proses bisnis yang terjadi dengan operasi yang lebih lancar dari awal hingga akhir.
Arsitektur Sistem Kecerdasan Pengambilan Keputusan di Sekolah
Aurellesia Warsito;
Aradea Atfal Risdianto;
Kalvin Niam Aunillah;
Muhammad Ainul Yaqin
ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics Vol 2 No 3 (2020): Volume 2, Nomor 3, Desember 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28926/ilkomnika.v2i3.126
Sekolah sebagai lembaga pendidikan yang pada dasarnya berbentuk organisasi. Dalam organisasi sekolah tentunya terdapat banyak proses bisnis. Pengambilan keputusan yang banyak dalam proses bisnis organisasi sekolah terkadang terdapat keputusan yang kompleks yang mana pengambilan keputusan tersebut masih dilakukan secara manual, maka prosesnya memakan waktu lama, dan keputusan yang dihasilkan dirasa kurang efektif dan tidak efisien. Pada penelitian ini akan memaparkan proses dalam membangun sebuah arsitektur sistem pengambilan keputusan yang dapat diimplementasikan dalam organisasi sekolah, khususnya untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sederajat. Data yang digunakan adalah proses bisnis dalam sekolah yang dianalisis melalui studi dokumen Standar Nasional Pendidikan (SNP). Metode yang digunakan merupakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang menganalisis titik keputusan pada proses bisnis sekolah untuk selanjutnya ditentukan metode pengambilan keputusan yang relevan. Penelitian ini menghasilkan arsitektur kecerdasan pengambilan keputusan dari 19 titik keputusan di sekolah.
Metrik Kompleksitas Software Berorientasi Objek
Kalvin Niam Aunillah;
Akbar Roihan;
Hikmah Damasta Ribilanam;
Muhammad Ainul Yaqin
ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics Vol 3 No 1 (2021): Volume 3, Nomor 1, April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28926/ilkomnika.v3i1.128
Teknologi sudah banyak berperan andil besar dalam meringankan pekerjaan manusia saat ini, teknologi diperkirakan akan terus berkembang. Software merupakan salah satu contoh dari perkembangan teknologi yang sampai sekarang banyak digunakan. Hal ini yang menyebabkan teknik pengembangan software semakin berkembang, dahulu developer menggunakan teknik procedural programming namun teknik ini mulai tidak praktis untuk bekerja dalam tim hingga dikenal teknik object oriented atau dalam pemrogaman disebut object oriented progamming. Berorientasi objek atau object oriented mulai banyak diterapkan karena lebih mempermudah developer saat bekerja dalam bentuk tim. Dikarenakan semakin banyak pengguna teknik object oriented dibutuhkan formula baru untuk menghitung kompleksitas software berorientasi objek, hal ini dikarenakan formula yang diajukan peneliti sebelumnya lebih mengarah formula untuk menghitung kompleksitas software berbasis procedural. Selain itu, mengetahui kompleksitas metrik dibutuhkan agar mempermudah developer untuk mengetahui kualitas dari software buatannya. Metrik yang diajukan pada penelitian ini memperhitungkan aspek dari relasi antar class, method, attribute dan bobot class. Metrik yang kami usulkan menghitung kompleksitas berorientasi objek berdasarkan diagram UML (Unified Modeling Language) untuk memodelkan sistemnya dan direpresentasikan ke dalam bentuk WDAG. Setelah itu, metrik akan divalidasi menggunakan dasar teori sembilan properti Weyuker. Setelah dilakukan validasi, hasil yang didapat adalah delapan dari sembilan properti Weyuker terpenuhi.
Implementasi Standar Nasional Pendidikan Menggunakan Projects in Controlled Environments (PRINCE2) pada Organisasi Sekolah
Muhammad Ammarullah Ridho;
Muhammad Ainul Yaqin;
Muhammad Nasyithul Ibad;
Syarif Alqoroni;
Abd. Charis Fauzan
ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics Vol 3 No 1 (2021): Volume 3, Nomor 1, April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28926/ilkomnika.v3i1.129
Tujuan pembuatan paper ini untuk menerapkan Standar Nasional Pendidikan pada organisasi sekolah. Dengan menggunakan data yang bersumber dari delapan standar nasional pendidikan dan hasil analisis Work Breakdown Structure (WBS) maka akan dilakukan penerapan menggunakan metode projects in controlled environment (PRINCE2). PRINCE2 merupakan metode manajemen proyek yang didasarkan pada proses bisnis yang berkelanjutan. PRINCE2 telah menyediakan tahapan-tahapan yang dapat mendukung manajemen organisasi sekolah.. Pada penelitian ini berfokus pada tahapan manajemen organisasi sekolah dalam menerapkan Standar Nasional Pendidikan. Pada paper ini akan diimplementasikan PRINCE2 dalam mencapai Standar Nasional Pendidikan pada organisasi sekolah. Pada penelitian ini telah menghasilkan manajemen sekolah yang sesuai dengan delapan komponen Standar Nasional Pendidikan berupa visi misi sekolah, rencana pengelolaan, lulusan atau alumni, kalender pendidikan, metode pembelajaran, kurikulum, penilaian, pendidik maupun tenaga pendidik, sarana prasarana dan keuangan sekolah.
Implementasi Project Management Body Of Knowledge (PMBOK) pada Organisasi Sekolah
Mokhamad Alrizaldo Rajabiantoro;
Muhammad Yusril;
Taufiqurrahman Idrus;
Muhammad Ainul Yaqin
ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics Vol 4 No 1 (2022): Volume 4, Nomor 1, April 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28926/ilkomnika.v4i1.134
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, Pelaksanaan Organisasi Sekolah di Indonesia harus sesuai dengan kriteria Standar Nasional Pendidikan (SNP). Dalam rangka memenuhi SNP terdapat program yang harus direncanakan; tahapan, proses, dan kegiatan yang harus dilakukan; jadwal yang harus diikuti; pengawasan dan evaluasi terhadap kegiatan yang dilakukan dan masih banyak lagi. Hal ini membuat pelaksanaan Organisasi Sekolah dalam memenuhi SNP layaknya seperti sebuah proyek. Agar sebuah proyek dapat terlaksana dengan baik, perlu adanya kaidah atau pedoman untuk manajemen proyek. Dalam penelitian ini akan diimplementasikan sebuah kaidah manajemen proyek yaitu Project Management Body of Knowledge (PMBOK). Setelah dilakukan Implementasi PMBOK, diketahui sebanyak 40 dari 49 proses PMBOK yang terpenuhi sesuai aktivitas dalam Standar Nasional pendidikan, ini berarti mengimplementasikan PMBOK dalam organisasi sekolah sangatlah baik karena SNP dapat terpenuhi.
Analisis Biaya Manfaat pada Proses Bisnis Sekolah
Muhammad Aji Pangestu;
Tanti Rismawati;
Muhammad Ainul Yaqin
ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics Vol 3 No 1 (2021): Volume 3, Nomor 1, April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28926/ilkomnika.v3i1.135
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis biaya yang diidentifikasi berdasarkan pada model proses bisnis organisasi sekolah. Kemudian mengidentifikasi manfaat yang diharapkan berdasarkan biaya yang telah direncanakan dan menentukan kelayakan dari investasi pembiayaan yang digunakan untuk proses bisnis sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Payback Period, Net Present Value, Benefit Cost Ratio, dan Return Of Investment yang digunakan untuk menentukan manfaat dari pembiayaan yang dikeluarkan. Pada penelitian ini peneliti menganalisis salah satu manfaat yang didapatkan dari pembiayaan yang dikeluarkan dalam proses bisnis sekolah berdasarkan Standar Nasional Pendidikan. Hasil yang didapat dalam biaya yang digunakan dalam analisis biaya manfaat proses bisnis sekolah adalah 175.000.000 sebagai investasi awal dan biaya operasional pada tahun ke-1 sebesar Rp6.200.000, pada tahun ke-2 sebesar Rp6.510.000, biaya pada tahun ke-3 sebesar Rp6.835.500, pada tahun ke-4 sebesar Rp7.177.275, dan pada tahun ke-5 sebesar Rp7.536.139. Adapun manfaat pembiayaan proses bisnis disekolah ada 2 yaitu manfaat Tangiable dan Intangible. Manfaat Tangible sebesar 50.000.000 dan manfaat Intangible pembiayaan proses bisnis disekolah adalah peningkatan minat baca siswa sebesar 5% pertahun, peningkatan kunjungan siswa ke perpustakaan sebesar 20% pertahun dan terjadi peningkatan prestasu akademis siswa sebesar 10% pertahun. Adapun Hasil yang didapat dalam analisis kelayakan diperoleh nilai Payback Period selama 5 tahun,nilai Net Present Value sebesar 10.769.071,63 dan Benefit Cost Ratio sebesar 1.00, Return Of Investment dalam pembiayaan proses bisnis sekolah adalah 19.46922381% dalam penelitian ini adalah 2.356151 yang berarti dalam jangka 5 tahun layak berinvestasi dalam proses bisnis sekolah berdasarkan Standar Nasional Pendidikan (SNP).
Pengukuran Kinerja Sekolah Menggunakan Balanced Scorecard
Zaidal Bustomi;
Lisa Oktalina Indriati;
Putri Aulia Rachmawati;
Muhammad Ainul Yaqin
ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics Vol 3 No 1 (2021): Volume 3, Nomor 1, April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28926/ilkomnika.v3i1.138
Sekolah belum menetapkan hasil baku terkait pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP) sehingga sekolah tidak dapat menentukan kinerja terbaiknya. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah metode dalam mengukur kinerja sekolah yang bisa mengatasi permasalahan tersebut. Pengukuran kinerja sekolah menggunakan Balance Scorecard dengan pendekatan Standar Nasional Pendidikan (SNP) diharapkan bisa mengatasi berbagai kelemahan dalam hal penilaian kinerja sekolah yang selama ini digunakan oleh sekolah sebelumnya. Hasil dari penelitian ini berupa penerapan balanced scorecard yang disajikan ke dalam sebuah tabel yang dikategorikan berdasarkan 8 standar dalam yang terdiri dari objectives, measures, targets, dan initiatives. Identifikasi variabel pengukuran menjadi kunci dalam pengukuran kinerja sekolah menggunakan balanced scorecard untuk mencapai target tujuan.
Arsitektur Sistem Kecerdasan Pengambilan Keputusan di Pondok Pesantren
Rofi'ul Khasanah;
Layla Qomariyah;
Nabila Maulida;
Muhammad Ainul Yaqin
ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics Vol 3 No 2 (2021): Volume 3, Nomor 2, Agustus 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28926/ilkomnika.v3i2.139
Pondok pesantren merupakan suatu lembaga pendidikan keagamaan yang mana didalamnya mengajarkan serta mengamalkan pendidikan khususnya yang berbasis agama islam. Dalam pengambilan keputusan di pondok pesantren terdapat banyak pada proses bisnisnya. Yang mana terkadang masih banyak keputusan yang kompleks karena proses dalam pengambilan keputusan nya masih secara manual. Sehingga hasil dari keputusan tersebut kurang efektif dan juga kurang efisien. Pada penelitian ini kami akan menjelaskan proses dalam melakukan sebuah sistem arsitektur sistem kecerdasan pengambilan keputusan dengan implementasi sebuah pondok pesantren. Dalam melakukan proses bisnis dalam pondok pesantren menggunakan data proses prosedur bisnis dengan 52 standar minimal pondok pesantren. Hasil akhir dari penelitian ini yaitu berupa arsitektur sistem kecerdasan pengambilan keputusan di pondok pesantren, yang mana dapat digunakan sebagai titik acuan dlam melakukan suatu proses bisnis kegiatan pada pondok pesantren. Dengan demikian adanya arsitektur sistem kecerdasan pengambilan keputusan ini, setiap pelaksanaan kegiatan pada pondok pesantren dapat terstruktur serta dapat meningkatkan kualitas yang ada pada pondok pesantren sesuai dengan tujuan yang diharapkan.