Articles
HAKIKAT PENDIDIKAN MORAL DALAM SUPERVIDI PENDIDIKAN
Devika Dwi Agustin;
Reffi Melati;
Muhamad Ali Khoirudin;
Subandi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 6 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62281/v2i6.418
Integritas dapat dilihat dari tingkat kejujuran dan kualitas moral yang dimiliki oleh seseorang yang dilakukan secara konsisten setiap harinya. Ketika seseorang menekankan moral dalam setiap kegiatan yang dilakukan, maka akan didapatkan suatu capaian yang maksimal. Dengan saling memberikan sikap saling mengerti atas kewajiban dan hak dari supervisor dan supervise maka dalam hal ini pendidikan moral sangat diperlukan di dalam proses supervisi. Sehingga diharapkan dapat tercipta pribadi yang bertanggung jawab serta profesionalitas dalam melaksanakan tugas dan kewajiban tanpa adanya pengawasan yang dilakukan oleh seorang supervisor. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah kepustakaan (library research). Adapun hasil dari telaah yait : a. untuk memahami dimensi moral dalam pelaksanaan supervise, perlu melihat pada proses pembelajaran atau perkulihan yang ideal, karena para pendidik sepakat bahwa perkulihan yang ideal adalah mereka yang memahami konsep dari propesionalisme. Karena pada propesionalisme, seseorang akan focus pada kompentensi. b. subtansi pendidikan yang hakiki, yaitu pembentukan akhlakul karimah atau prilaku terpuji. Dalam hal ini, perilaku manusia dipengaruhi oleh nilai nilai eksternal yang membentuk kepribadian, berarti pembentukan akhlak seseorang tergantung pada proses pendidikan moral. c. empat aspek yang berhubungan dengan sifat professional yaitu dapat memberikan dampak peningkatan moral disekolah, yaitu: 1). Komitmen untuk mempraktekkan pengajaran yang patut dicontoh 2). Komitmen untuk mempraktekkan pengajaran menuju hasil akhir yang bernilai social 3). Komitmen yang tidak hanya melekat dalam induvidu namun juga praktek pengajaran itu sendiri 4). Komitmen untuk etika kepedulian.
TEKNIK-TEKNIK SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH (SUPERVISOR) DALAM MELAKSANAKAN PROGRAM SUPERVISI
Hesti Apriliana;
Rani Anggreani;
Subandi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 6 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62281/v2i6.419
Keberhasilan dan kualitas pengajaran di suatu sekolah sangat dipengaruhi oleh kepala sekolah. Kepala sekolah dapat memantau kinerja guru melalui kegiatan program supervisi, yang juga dapat menjadi sumber data evaluasi untuk tambahan peningkatan kinerja guru. Untuk mengumpulkan data penelitian, penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan yang berlandaskan pada teori dan bahan referensi. Untuk mengumpulkan data penelitian, peneliti mengumpulkan dan memeriksa informasi tentang supervisi pembelajaran. Tujuan utama supervisi adalah memberikan guru dan pegawai sekolah lainnya dukungan teknis dan arahan yang mereka perlukan untuk meningkatkan kualitas pekerjaan mereka, khususnya dalam menyelesaikan tugas seperti proses belajar mengajar. Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat menjadi bahan pelajaran.
TANTANGAN DAN STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM PELAKSANAAN SUPERVISI PENDIDIKAN
Intan Wahyuni Arti;
Nisa Rahmawati;
Subandi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 6 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62281/v2i6.425
Kepala sekolah merupakan top leader di dalam sekolah yang berfungsi sebagai pengelola dan pimpinan di lembaga pendidikan sekolah, terdapat banyak strategi dan tantangan yang harus dilaksanakan oleh seorang kepala sekolah untuk menciptakan sekolah yang berkualitas. Manajemen yang efektif dan kepemimpinan harus membutuhkan kepala sekolah yang dapat mewujudkan modeling dan transformasional kepemimpinan, ditunjukkan oleh karakteristik kepemimpinan seperti pengaruh ideal, inspirasi motivasi, stimulasi intelektual dan pertimbangan individual. Maka dengan ini, tantangannya bagi kepala sekolah untuk mengelola perubahan dengan baik demi kesinambungan lembaga pendidikan sekolah yang terdapat banyak komponen di dalamnya. Mereka harus memberdayakan staf pengajar, bekerja berdasarkan kerangka waktu yang jelas, membangun hubungan interpersonal, mengembangkan adil dan prinsip akuntabilitas, dan mampu bekerja dalam tim.
PENERAPAN SUPERVISI PENDIDIKAN SEBAGAI SARANA MENINGKATKAN KINERJA GURU DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
Arizon Alfatisi;
Hafiyatunnissa;
Laurencia Vivin Monica;
Subandi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 6 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62281/v2i6.428
Supervisi pendidikan adalah upaya terencana untuk membantu guru dan anggota staf sekolah lainnya melakukan pekerjaan mereka dengan baik. Karena peran guru sangat penting dalam proses pendidikan, kesuksesan siswa sangat bergantung pada mereka, terutama dalam kegiatan belajar mengajar, supervisi pendidikan digunakan untuk memberi guru kesempatan untuk meningkatkan kinerja mereka dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, yang berarti mengumpulkan data dengan mempelajari teori-teori dari literatur terkait. Karena penelitian ini bersifat deskriptif, pendekatan kualitatif digunakan untuk mengumpulkan informasi dari temuan penelitian sebelumnya dan jurnal-jurnal terkait.
MENGATRAKSI, MENGGENERALISASI, MENSINTESIS, MENGINTERPRETASIKAN KETERAMPILAN INTERPERSONAL YANG DIBUTUHKAN DALAM MELAKSANAKAN SUPERVISI PENDIDIKAN SECARA KOMPRENSIF DAN MENDALAM
Daffa Alkahafi;
Neza Navilla Putri;
Subandi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 6 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62281/v2i6.431
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengembangkan, dan menganalisis keterampilan interpersonal yang dibutuhkan dalam supervisi pendidikan yang komprehensif dan mendalam. Keterampilan interpersonal seperti komunikasi efektif, empati, dan keterbukaan sangat penting untuk meningkatkan kualitas supervisi pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan dan implementasi keterampilan interpersonal dapat meningkatkan kualitas supervisi pendidikan. Dalam jurnal ini, kita akan membahas bagaimana keterampilan interpersonal digunakan dalam situasi supervisi pendidikan dan bagaimana pengembangan dan implementasi keterampilan tersebut dapat meningkatkan kualitas supervisi pendidikan. Harapannya penelitian ini dapat berperan dalam meningkatkan supervisi pendidikan yang lebih efisien dan efektif.
PERAN SUPERVISI PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN
Istiqomah;
M. Faqih;
Subandi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 6 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62281/v2i6.432
Pendidikan di Indonesia masih rendah padahal Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak Sumber Daya Manusia (SDM). namun SDM tersebut tidak mampu bersaing secara internasional salah satunya disebabkan oleh prestasi yang rendah. Penelitian ini merupakan studi pustaka terhadap mutu pendidikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran supervisi pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif, yang dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu data primer dan data sekunder. Sumber data diperoleh melalui teknik penelitian kepustakaan (library study) yang mengacu pada sumber yang tersedia baik online maupun offline seperti: jurnal ilmiah, buku dan berita yang bersumber dari sumber terpercaya. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Supervisi dirancang untuk mengembangkan dan meningkatkan profesionalisme guru sehingga guru tersebut dapat berkembang dalam pekerjaannya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses belajar mengajar. Supervisi merupakan bantuan kepada guru dalam perbaikan situasi belajar-mengajar. Hasil dari penelitian menunjukkan supervisi pendidikan memiliki fungsi berupa coordinator, konsultan, evaluator. Langkah – langkah dalam melakukan supervisi dibagi kedalam 3 langkah, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, Evaluasi.
PERAN LABORATORIUM DALAM INVENTARISASI CERITA SEJARAH KOTA DI KALIMANTAN BARAT
Utami, Nunik Esti;
Syaifulloh, Muhammad
Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14, No 1 (2023): Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan (Desember 2023)
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24176/re.v14i1.9101
The aim of this research is to determine (1) the variety of collections owned by the IKIP PGRI Pontianak history laboratory related to the inventory of city history stories in West Kalimantan, and (2) the role of the history laboratory in the inventory of city history stories in West Kalimantan, (3) student activities in the History education study program laboratory.The research method used is a qualitative method with a fixed case study strategy. The research was conducted at the History Education Laboratory of IKIP PGRI Pontianak and the West Kalimantan region. The data sources in this research are student informants and resource persons who can provide information about the history of the cities of West Kalimantan and the role of the history laboratory in inventorying the history of the city of West Kalimantan, the location of cities in West Kalimantan, documents in the form of letters, archives , photos or recordings.The collection techniques used in the research were direct observation, in-depth interviews, reviewing documents and archives (content analysis) regarding the role of history laboratories in inventorying the history of the city of West Kalimantan. Data validity uses source triangulation and method triangulation.The results of the research show that the IKIP PGRI Pontianak History Laboratory hasthree rooms, namely the Spatium Historica Didactica as an office administration room, the Agus Sastrawan Noor Spatium as a discussion and creation room, and the Sudarto Spatium as a West Kalimantan local history room which is used in collecting an inventory of the city's history. The role of the history laboratory in inventorying the city's historical stories is as a center for collecting and storing scientific historical information, and maintaining the accuracy and authenticity of historical stories and providing a deeper understanding of the history of the city and its people.
Pelatihan Produksi Video Dokumenter bagi Karang Taruna Handayani Desa Bansari
Wibowo, Joehananto Djoko Teguh;
Kundori, Kundori;
Heriyanto, Heriyanto;
Mintarti, Ari;
Hastuti, Sri;
Supardi, Supardi
PUAN INDONESIA Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Puan Indonesia vol 6 no 1 Juli 2024
Publisher : ASOSIASI IDEBAHASA KEPRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37296/jpi.v6i1.286
This study documents the implementation of documentary video production training for Karang Taruna Handayani of Bansari Village, Bansari District, Temanggung Regency, as part of a community service effort to increase community potential through visual media. This training was carried out with the aim of empowering members of Karang Taruna in developing technical and creative skills in video production, as well as to promote the local potential of Bansari Village. The training implementation method includes intensive workshops that include learning the basic theory of video production, hands-on practice in shooting and editing, as well as continuous mentoring from the teaching team. The active participation of Karang Taruna members in all stages of the activity was the key to success in achieving the set objectives. The results of this activity include the production of several documentary videos highlighting various aspects of Bansari Village's life and potential, ranging from natural resources to local cultural activities. These videos not only aim to raise awareness of the village's diversity and beauty, but also as a means to motivate the younger generation to promote and protect their local heritage. In conclusion, this study shows that documentary video production training can be an effective instrument in increasing community participation in local development as well as in strengthening community identity and pride. By applying the skills gained from this training, it is hoped that Karang Taruna Handayani Desa Bansari can continue to play an active role in supporting sustainable development in their village.
Pelatihan Produksi Video Dokumenter bagi Karang Taruna Handayani Desa Bansari
Wibowo, Joehananto Djoko Teguh;
Kundori, Kundori;
Heriyanto, Heriyanto;
Mintarti, Ari;
Hastuti, Sri;
Supardi, Supardi
PUAN INDONESIA Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Puan Indonesia vol 6 no 1 Juli 2024
Publisher : ASOSIASI IDEBAHASA KEPRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37296/jpi.v6i1.286
This study documents the implementation of documentary video production training for Karang Taruna Handayani of Bansari Village, Bansari District, Temanggung Regency, as part of a community service effort to increase community potential through visual media. This training was carried out with the aim of empowering members of Karang Taruna in developing technical and creative skills in video production, as well as to promote the local potential of Bansari Village. The training implementation method includes intensive workshops that include learning the basic theory of video production, hands-on practice in shooting and editing, as well as continuous mentoring from the teaching team. The active participation of Karang Taruna members in all stages of the activity was the key to success in achieving the set objectives. The results of this activity include the production of several documentary videos highlighting various aspects of Bansari Village's life and potential, ranging from natural resources to local cultural activities. These videos not only aim to raise awareness of the village's diversity and beauty, but also as a means to motivate the younger generation to promote and protect their local heritage. In conclusion, this study shows that documentary video production training can be an effective instrument in increasing community participation in local development as well as in strengthening community identity and pride. By applying the skills gained from this training, it is hoped that Karang Taruna Handayani Desa Bansari can continue to play an active role in supporting sustainable development in their village.
Enhancing Socio-Economic Well-being: The Role of Village Funds in Nagan Raya Regency
Hajad, Vellayati;
Putri, Dinda Zulmainia;
Ikhsan;
Setiawan, Deni;
Herizal
Ilomata International Journal of Social Science Vol. 5 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Yayasan Ilomata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61194/ijss.v5i2.1142
This study examines the role of effective communication in enhancing the management of Village Funds for community empowerment in Nagan Raya Regency. Utilizing a qualitative approach, including interviews, focus group discussions, and document analysis, data was collected from local government officials, community leaders, and residents involved in Village Fund management. Thematic coding was employed for data analysis to identify critical patterns and themes related to communication processes and Village Fund management effectiveness. The findings reveal that effective communication between local government and communities is crucial for the success of Village Fund management. Open and inclusive communication facilitates active community participation in decision-making, leading to the identification of community needs and priorities. Moreover, transparent and accountable communication practices foster trust and collaboration between stakeholders, contributing to the sustainable development of Nagan Raya Regency. In conclusion, this study emphasizes the significance of effective communication in optimizing Village Fund utilization for community empowerment. Maintaining open, inclusive, and responsive communication channels ensures that Village Funds address community needs and promote sustainable development. The study underscores the importance of ongoing efforts to strengthen communication mechanisms and foster collaboration between local government and communities to enhance the impact of Village Fund initiatives on community well-being in Nagan Raya Regency.