Articles
Pengembangan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Membentuk Tanah Liat Di Taman Kanak-kanak
Sri Desi;
Indra Jaya
Jurnal Kajian Anak (J-Sanak) Vol 2 No 02 (2021): Jurnal Kajian Anak (J-Sanak)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24127/j-sanak.v2i02.816
Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yan ditujukan bagi anak sejak lahir sampai usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan, yang bertujuan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak agar memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan selanjutnya. Perkembangan kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menghasilkan sesuatu yang baru dan kombinasi baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. Peningkatan kreativitas anak dapat dilakukan dengan kegiatan membentuk menggunakan tanah liat. Peneitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan perkembangan kreativitas anak melalui kegiatan membentuk tanah liat di taman kanak-kanak. Metode penelitian yang dilakukan adalah studi literatur. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian studi literatur adalah dengan cara mengumpulkan dan menelaah sumber-sumber yang relevan yang diambil dari jurnal, artikel, buku dan sumber lainnya yang terkait dengan masalah penelitian. Setelah mendapatakan data yang diperlukan maka dilanjutkan dengan menganalisis data. Analisis data dilakukan dengan menghubungkan antara masalah dengan konsep teori yang relevan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu kegiatan membentuk tanah liat dapat mengembangkan perkembangan kreativitas pada anak, dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk menciptakan karyanya sendiri, menstimulasi perkembangan anak, serta media yang digunakan sederhana dan mudah digunakan untuk anak bermain.
Improving Vocabulary Achievement of Young Learners Using Animated Video
S Syarifudin;
M Muhammad
International Journal on Advanced Science, Education, and Religion Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Furqan, Makassar - Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (564.582 KB)
|
DOI: 10.33648/ijoaser.v1i1.5
This study aims at finding out whether or not the use of video improves the learners’ vocabulary of the young learners. This study applied pre-experimental method with one group pre-test and post-test design. Twenty junior high school learners in Mataram involved in this study. The data were collected through vocabulary test (pre-test and post-test). This study used cluster random sampling technique. A t-test was used to measure the significance of animated video usage in improving young learners’ vocabulary achievement. Mean score of post-test was greater than the mean score of the pre-test. This study revealed that using animated video can improve learners’ vocabulary of the young learners
Integrating problem-based learning with schoology in criminal law course
Dzul Rachman;
Rio Arif Pratama;
Ni Wayan Surya Mahayanti;
I Putu Indra Kusuma
Psychology, Evaluation, and Technology in Educational Research Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Research and Social Study Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33292/petier.v2i2.35
This study indents to investigate students’ perception of problem-solving skill and influence of Schoology on students’ ability to solve problems used in the criminal course in tertiary education. In reality, this course requires many activities involving students to solve various types of cases. This study used the quasi-experimental method at the class of criminal law. The students were from the Faculty of Law taking a 14 week enrolled in the Criminal course in the second semester. The instruments in this study were test and questionnaire. Data were analyzed using descriptive and inferential analysis. The overall, There are significant differences in problem-solving skills between the students who learn the material of solubility and constant solubility product using Problem-solving learning model through Schoology in the learning activities. Furthermore, this learning model can also be applied to overcome the lack of time allocation for face-to-face learning.
Counseling on the Implementation of Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Program at Indragiri Islamic University (UNISI) Tembilahan City, Riau Province
Zulkarnain Zulkarnain;
Sri Indarti;
Suyanto Suyanto;
Reni Suryanita
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (650.611 KB)
|
DOI: 10.35568/abdimas.v5i1.1616
The Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) program, which the Ministry of Education and Culture has launched, a study program is needed that is ready to implement the MBKM program in the curriculum of the study program. For this reason, the MBKM program needs to be disseminated to all state universities and private universities to prepare themselves to implement this government program. Not all universities have the resources to socialize the implementation of MBKM activities in their respective campuses. For this reason, it is necessary to propose Community Service (PKM) activities by the Universitas Riau team for helping the government to socialize the MBKM Program to Private Universities in Riau Province. Especially for universities that are far from the reach of assistance by the central government through the PKM Postgraduate funds of the Universitas Riau. Therefore, this PKM activity chose private partner universities, namely the Indragiri Islamic University (UNISI) in Tembilahan, Indragiri Hilir Regency, Riau Province. The PKM Team conducts MBKM activities in the form of counselling at partner universities in Tembilahan. The activity preparation period to activity reporting is carried out for eight weeks. The target of the resulting activity is the implementation of outreach activities and socialization of the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Program at UNISI and the documentation of UNISI's MBKM activities through social media and scientific publications.
Parents Contribution in Fine Motor Skills of Children with Intellectual Disability
Ernisa Purwandari;
Atien Nur Chamidah;
Suparno Suparno
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 5 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v6i5.2575
The fine motor skills of children with intellectual disabilities vary and are influenced by several factors including parents’ contributions. This study was set to determine the children's motor skills and the role of parents in the fine motor skills of children with intellectual disabilities. The subjects of this study were 47 children with intellectual disabilities aged 7-8 years and their parents. Fine motor skills are obtained through assessment using fine motor skills instruments of children with intellectual disabilities. Meanwhile, the data on the role of parents on children's fine motor skills were gathered through a questionnaire. The results showed that the fine motor skills of this group mostly developed as expected. The contribution of parents to the children's motor skills is shown by providing early stimulation and early intervention through involving children in various activities in daily life.
Dinamika Karakteristik Pronunciation Difficulties pada Anak Usia Dini
Khusnul Laely;
Lilis Madyawati;
Margana Margana;
Suparno Suparno
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 5 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v6i5.1777
Anak pronunciation difficulties merupakan individu anak yang mengalami kesulitan pengucapan. Di Kelompok Bermain Al-Ma’shum Tempuran Magelang ditemukan 3 anak mengalami pronunciation difficulties. Penelitian bertujuan mengetahui dinamika anak pronunciation difficulties. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif yang lebih diarahkan pada case study (studi kasus). Adapun subyek terdiri 3 anak berusia 4 tahun yang mengalami pronunciation difficulties. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) usia kehamilan premature salah satu penyebab terjadinya pronunciation difficulties; 2) kemampuan pada aspek fisik motorik, sosial emosional, dan kognitif berkembang dengan baik sesuai dengan indikator yang ada dalam Satuan Tingkat Pencapaian Perkembangan (STPPA); 3) anak kesulitan untuk mengucapkan kata yang mengandung huruf “m, k, s, c, l, dan r”; dan 4) aspek moral agama pronunciation difficulties berkembang dengan baik sesuai dengan indikator perkembangannya namun dalam pengucapan doa harian masih membutuhkan stimulasi khusus. Saran untuk peneliti selanjutnya yaitu melakukan penelitian tentang kemampuan pengucapan doa harian pada anak pronunciation difficulties
Pengaruh Model Problem Based Learning terhadap Kemampuan Karakter Kerjasama Anak Usia Dini
Afrenia Wulandari;
Suparno Suparno
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v4i2.448
Penulisan ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh model problem based learning terhadap kemampuan karakter kerjasama anak usia dini. Hal ini dilakukan agar guru memiliki pandangan model pembelajaran yang tepat untuk menstimulasi karakter kerjasama pada anak di sekolah. Pendidikan karakter sebaiknya dilakukan sejak anak usia dini karena usia ini merupakan masa keemasan (golden age) sehingga harus dimanfaatkan untuk mengoptimalkan pembentukan, pengarahan dan pembinaan karakter kerjasama pada anak usia dini di taman kanak kanak. Adapun unsur kerjasama seperti adanya interaksi, ketergantungan positif, tanggung jawab perorangan dan sikap saling menghargai. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara observasi. Desain penelitian pra eksperimental dengan satu kelompok eksperimen menggunakan pretest dan posttest. Dengan subjek penelitian (n=42) anak kelompok B TK Pertiwi Taji di Kecamatan Prambanan. Hasil menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada kemampuan kerjasama anak yang memperoleh pembelajaran berbasis masalah atau Problem Based Learning pada kelas eksperimen.
Analisis Capaian Kerja Universitas Halu Oleo yang Berkearifan Lokal
Muhammad Zakaria Umar;
Arman Faslih;
Halim Halim;
Ainussalbi Al Ikhsan
Jurnal Amal Pendidikan Vol 2, No 1 (2021): Edisi April 2021
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/japend.v2i1.14131
Universitas Halu Oleo telah menetapkan sasaran yang ingin dicapai pada periode 2015-2019 dalam bentuk analisis capaian kinerja. Di sisi lain, pendidikan berkelanjutan yang berbasis kearifan lokal tepat diterapkan pada periode kekinian. Penelitian ini penting dilaksanakan sebagai berikut: (1) Data dalam penelitian ini menginformasikan ke masyarakat tentang target analisis capaian kinerja UHO; (2) Target analisis capaian kinerja UHO terdapat produk-produk unggulan yang berbasis kearifan lokal setempat. Produk-produk unggulan tersebut adalah prototipe industri berbasis kearifan lokal seperti gracilla dan prototipe inovatif berbasis kearifan lokal seperti jaring kantong apung rumput laut, kapal fiber, lada mega, sate pokea, pupuk organik Gaksi, cokelat sultan, dan pakan ternak limbah pertanian. Penelitian ini ditujukan untuk mengungkap analisis capaian kinerja UHO yang berkearifan lokal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi. Data diolah dengan cara tabulasi, data dihitung dan ditafsirkan, serta diolah dengan program komputer Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Penelitian ini disimpulkan bahwa analisis capaian kerja Universitas Halu Oleo yang berkearifan lokal dalam kategori prototipe industri berbasis kearifan lokal sebesar 60% dan prototipe inovatif berbasis kearifan lokal sebesar 80%.
Analisis Metode Bercerita Menggunakan Boneka Tangan Dalam Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Usia 5-6 Tahun
Novira Novira;
Indra Jaya
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 1 (2021): February, Pages 1-260
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i1.247
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis metode bercerita menggunakan boneka tangan dalam meningkatkan kemampuan berhitung anak usia 5-6 tahun. Berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan bahwa pada usia 5-6 tahun anak masih kesulitan dalam berhitung, memahami konsep berhitung, dan memahami simbol angka itu sendiri, terjadi saat proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas. Hal tersebut membuat anak terlihat sangat kesulitan dalam menyelesaikan sesuatu yang berhubungan dengan berhitung. Pengenalankonsep berhitung merupakan bagian dari kognitif yang sangat penting untuk perkembangan intelegensi anak. Anak yang cerdas dalam bidang berhitung merupakan aset utama yang dapat mengembangkan banyak hal yang dalam hidupnya, salah satunya yaitu dalam memecahkan masalah, pengenalan konsep berhitung yang diberikan kepada anak tidak dapat dilakukan secara abstrak dan terpaksa, oleh karena itu cara untuk melakukan pembelajaran berhitung yang menarik pada anak yaitu menggunakan metode bercerita menggunakan boneka tangan. Metode bercerita menggunakan boneka tangan merupakan kegiatan yang dilakukan seseorang menggunakan alat atau media boneka tangan untuk menyampaikan pesan atau informasi yang dilakukan secara lisan melalui bercerita atau mendongeng. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan metode study literatur. Jenis data yang digunakan adalah data sekunderdengan menelaah buku referensi dan jurnal ilmiah yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara menelaah dan menganalisis buku serta jurnal dengan kaidah literatur yang berhubungan erat dengan metode bercerita menggunakan boneka tangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif. Hasil penelitian adalah metode bercerita dapat meningkatkan kemampuan berhitung anak usia 5-6 tahun, menciptakan suasana belajar menjadi menarik dan menyenangkan terhadap kemampuan berhitung anak, mendorong aktif dan berfikir menstimulasi berbagai aspek secara terintegrasi.
STUDENTS’ PROFILES THROUGH LEARNING APPROACHES USING BIGGS’ STUDY PROCESS QUESTIONNAIRE
Gusti Astika;
Toar Y. G. Sumakul
ELTR Journal Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : English Language Education Study Program Association (ELESPA) or Asosiasi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (APSPBI), Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (367.611 KB)
|
DOI: 10.37147/eltr.v3i1.59
A number of studies show that students' approaches to learning are important elements to achieve success. Learning approache provides perspectives on the characterisics of good learners. Using R-SPQ-2F (Biggs, Kember, & Leung, 2001), a revised version of Biggs' (1987) Study Process Questionnaire (SPQ), this study attempted to explore the learning approaches of first year students of 2013 academic year at an English Education Program at a private university in Central Java. The purpose of the study was to find out if there was a correlation between the students' approaches to learning and their achievement in an Integrated Course (IC), and describe the profile of their approaches to learning English in the first semester. From 151 respondents participated in this study, it was found that, although weak, there was a positive correlation between students’ achievement scores and their Deep Approach to learning, and a negative correlation between their IC scores and their Surface Approach to learning. This study also found that Deep Motive was associated with the students' achievement. However, the students' profile based on SPQ indicated that the study could not predict the students at risk. Other factors could have affected the students' achievement in their learning.