Articles
Analisis Dampak dan Resiko Hukum Terhadap Praktik Pinjaman Online di Masa Pandemi
Iin Indriani;
Nurhayati Nurhayati;
Sri Utaminingsih
Rechtsregel : Jurnal Ilmu Hukum Vol 4, No 1 (2021): Rechtsregel: Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Program Studi Hukum Universitas Pamulang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (190.004 KB)
|
DOI: 10.32493/rjih.v4i1.12667
Technology provides many benefits for life. Its development is needed by the people of the world, it does not need the people of Indonesia. Since the beginning of 2020, the Covid-19 virus has spread to almost all countries in the world, so it requires various quick treatments by utilizing technology as an effort to deal with the pandemic situation. The Covid-19 pandemic has resulted in many Indonesian people being laid off, being laid off without a clear time limit and other economic problems. One of the uses of technology carried out by the Indonesian people during this pandemic is by using Information Technology-Based Borrowing-Lending Services. Online loans are money lending facilities by financial service providers that operate online. These credit providers are known as fintech, online loans whose funds can be immediately disbursed and without collateral are an alternative solution for people who need funds without having to apply face-to-face. The approach method used in this paper is empirical normative based on the Financial Services Authority Regulation Number 77/PJOK.01/2016 Year 2016 concerning Information Technology-Based Lending Services ("PJOK 77/2016"). In addition to being a temporary solution, online credit has impacts and risks that are often unknown and not realized by the public. The purpose of the study was to analyze the impact of the existence of online credit during the covid 19 pandemic and to analyze the legal risks of online credit that are rife in the community.
Sistem Temu-Balik Citra Menggunakan Jarak Histogram dalam Model Warna YIQ
Arif Rahman
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2009
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Komposisi warna merupakan salah satu ciri dari citra yang dapat digunakan sebagai pembeda dalam sistemtemu-balik citra. Komposisi warna piksel dalam suatu citra dapat direpresentasikan dalam histogram warna.Tingkat kemiripan warna antar citra dapat ditentukan berdasarkan nilai jarak antar histogramnya. Semakinkecil nilai jarak antar histogram, semakin tinggi tingkat kemiripan suatu citra. Jarak antar histogram padacitra berwarna dihitung untuk setiap komponen warna. Penelitian ini menggunakan model warna YIQ. Tiapkomponen warna YIQ nilainya dikuantisasi menjadi 128, 64 dan 64 level. Komponen warna Y memiliki jumlahlevel lebih banyak karena memiliki pengaruh lebih dominan pada persepsi mata manusia terhadap warnadibanding komponen yang lain. Jumlah piksel dalam citra berbeda-beda sesuai dengan ukuran citra, sehinggahistogram perlu dinormalisasi agar invarian terhadap ukuran citra. Normalisasi dilakukan dengan membagijumlah piksel tiap level dengan jumlah total piksel citra, sehingga didapatkan jangkauan nilai [0,1] untuk tiaplevel. Total jarak antar histogram merupakan hasil jumlahan dari jarak tiap levelnya yang dihitungmenggunakan rumus jarak Manhattan. Hasil temu-balik diranking berdasarkan nilai jarak antar histogramnya.Kata Kunci: Temu-balik, citra, histogram, YIQ
DIGITALISASI KOLEKSI MUSEUM DENGAN APLIKASI E-KIOS (STUDI KASUS MUSEUM SONOBUDOYO YOGYAKARTA)
Daru Prasetyawan;
Agus Mulyanto
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2010
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Aplikasi E-kios menjadi salah satu sarana dalam pengembangan kebudayaan dan pariwisata di Indonesia.E-kios dapat menyajikan informasi-informasi yang dapat menambah rasa keingintahuan para wisatawanterhadap benda-benda cagar budaya, khususnya benda-benda koleksi museum di Indonesia. Penelitian inibertujuan untuk membangun aplikasi e-kios dengan metode desain eksperimen untuk menghasilkan aplikasiyang terintegrasi dengan database. Aplikasi e-kios dikembangkan dengan kolaborasi program Flash,ActionScript, PHP, XML, dan Microsoft Accsess sehingga mampu menghasilkan aplikasi multimedia yangterintegrasi dengan database.Keywords: e-kios, PHP,SDLC.
TINGKAT KEMAMPUAN MAHASISWA S1 FARMASI DAN APOTEKER DALAM MENYELESAIKAN KASUS SWAMEDIKASI DI JAWA TIMUR
Brevmana Brevmana;
Yosi Irawati Wibowo;
Cecilia Brata;
Eko Setiawan
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 12 No 2 (2021)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jik.v12i2.312
Swamedikasi menjadi alternatif yang banyak dipilih masyarakat untuk meredakan atau menyembuhkan keluhan kesehatan ringan atau untuk meningkatkan keterjangkauan akses terhadap pengobatan. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan-keluhan dan penyakit ringan yang banyak dialami masyarakat, seperti demam, nyeri, pusing, batuk, influenza, sakit maag, kecacingan, diare, penyakit kulit dan lain-lain. Tujuan penelitian untuk mengetahui kemampuan S1 Farmasi dalam menyelesaikan kasus swamedikasi, meningkatkan kemampuan apoteker di apotek dalam menyelesaikan kasus swamedikasi dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi karakteristik apoteker dan kemampuan apoteker dalam menyelesaikan kasus swamedikasi. Metode penelitian menggunakan desain cros-sectional untuk membandingankan ketepatan rekomendasi mahasiswa S1 farmasi dan apoteker dalam pemberian pelayanan swamedikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketepatan rekomendasi yang diberikan oleh apoteker terkait kasus sakit kepala, diare, maag, migraine, dan bantuk kering yang sering ditemukan dalam kasus. Tidak terdapat hubungan antara karakteristik apotek dan apoteker dengen ketepan jenis rekomdasi untuk seluruh kasus swamedikasi.
Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar IPA Siswa Kelas IV Menggunakan Model Pembelajaran Talking Stick di Sekolah Dasar
Jamiati Jamiati;
Rachmat Sahputra;
Muhammad Akip
JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol 3, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : STKIP Melawi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (43.158 KB)
|
DOI: 10.46368/jpd.v3i1.40
Abstract : The problem in this study was the lack of students learning motivation. This research was conducted in SDN 18 Tubung with the aim to increase the motivation in learning science subject by using Talking Stick model. This study was classroom action research with the 14 people of fourth grade students as the study subjects. The results of the study could be seen from the results of the learning evaluation, in the assessment cycle I and II, where in the first cycle student motivation was only 57.62% but then increased to 69.05% in second cycle. The acquisition of the evaluation study shown the average grade 55.72%, while during the used of Talking Stick mode:l the learning process reached 58.33% in the first cycle, 77.38% in the second cycle. Furthermore the average grade of learning evaluation was 75.72%. The result shown the 11.43 % improvement of motivation in cycle I and II. And the aspect of valuation models talking stick an increase of 19.05%. The average grade obtained by the student in the learning evaluation results in an increase of 20%. Based on the above results it concluded that, there is an increase in students' motivation after the measures by using learning models Talking Stick.Keywords: learning motivation, learning models talking stickAbstrak : Masalah dalam penelitian ini adalah kurangnya motivasi siswa dalam belajar. Penelitian ini dilakukan di SDN 18 Tubung dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi belajar IPA dengan menggunakan model pembelajaran Talking Stick. Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan kelas dengan subyek penelitian siswa kelas IV yang berjumlah 14 orang. Hasil penelitian dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam ini terlihat dari hasil evaluasi belajar yang diperoleh oleh siswa itu sendiri, dalam penilaian pada siklus I dan II, aspek Motivasi belajar mendapatkan persentase sebesar 57.62% pada siklus I dan 69.05% pada siklus II, perolehan pada hasil evaluasi belajar, rata-rata kelas sebesar 55.72%, sedangkan pada aspek model Talking Stick dalam proses pembelajaran mendapatkan persentase sebesar 58.33% pada siklus I, 77.38% pada siklus II dan rata-rata kelas pada perolehan hasil evaluasi belajar mendapatkan 75.72%. Jadi hasil peningkatan yang ada pada siklus I dan II pada aspek motivasi mengalami peningkatan sebesar 11.43%. Dan pada aspek penilaian model talking stick mengalami peningkatan sebesar 19.05%. rata-rata kelas yang diperoleh siswa pada hasil evaluasi belajar terjadi peningkatan sebesar 20%. Bedasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa, terdapat peningkatan pada motivasi belajar siswa setelah diadakan tindakan dengan menggunakan model pembelajaran Talking Stick.Kata kunci: motivasi belajar, model pembelajaran talking stick
IMPLEMENTASI METODE PCQ-QUEUE TREE PADA ROUTER MIKROTIK DAN MONITORING CACTI UNTUK PENINGKATAN QUALITY OF SERVICE
Nurfiana Nurfiana;
Dani Ramanda
Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi dan Robotika Vol 1 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33005/jifti.v1i1.4
Manajemen bandwidth merupakan cara untuk mengatur jaringan komputer agar bandwidth digunakan secara optimal dan terbagi merata ke semua pengguna internet. Bandwidth merupakan perhitungan konsumsi transfer data telekomunikasi yang dihitung dalam satuan bit per detik (bps) yang terjadi antara komputer server dan komputer client. Warnet SweetNet terletak di kota Bandarlampung sudah sejak lama usaha didalam bidang layanan internet dengan pengguna cukup banyak. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan manajemen bandwith menggunakan metode PCQ-Queue Tree dan menerapkan monitoring software Cacti yang dikonfigurasi pada perangkat Raspberry Pi. Implementasikan sistem ini telah diuji coba dan terbukti dapat meningkatkan Quality of Service (QoS) pada Warnet SweetNet. Hasil implementasi metode PCQ menggunakan Queue Tree mendapatkan peningkatan nilai QoS dilihat dari pengujian parameter : a) Throughput meningkat pada 1 komputer yang aktif sebesar 0,6 %, b) memperkecil delay sampai dengan 30 milisecond, c) Jitter paling besar nilai pada angka 0,69 millisecond. Selain meningkatkan nilai QoS, bandwidth Warnet SweetNet dapat dimonitoring menggunakan software Cacti.
Kecerdasan Spiritual Anak; Dimensi, Urgensi dan Edukasi
Siti Sofiyah
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (325.934 KB)
|
DOI: 10.54180/elbanat.2019.9.2.219-237
Permasalahan pokok penelitian ini adalah bagaimana membina kecerdasan spiritual anak dalam keluarga. Adapun tujuan penulis mengangkat topik ini adalah untuk mengungkap peran orang tua dalam membina kecerdasan spiritual anak dalam lingkungan keluarga. Berdasarkan hasil penelitian kualitatif ini, dapat diambil kesimpulan bahwa kecerdasan spiritual adalah sesuatu yang berkaitan dengan ruh, semangat dan jiwa religius serta memiliki pola pemikiran tauhid (integralistik) serta berprinsip hanya karena Allah. Secara umum, ada dua faktor utama yang mempengaruhi kecerdasan yaitu; figur genetik atau bawaan dan faktor lingkungan yaitu lingkungan rumah, kecukupan nutrisi, interfensi dini dan pendidikan di sekolah. Maka, langkah-langkah yang harus diperhatikan orang tua dalam pembinaan kecerdasan spiritual pada anak antara lain: melibatkan anak dalam kegiatan-kegiatan keagamaan, bacakan puisi-puisi atau lagu-lagu yang spiritual dan inspirasional, bawa anak untuk menikmati keindahan alam, ikut sertakan anak dalam kegiatan-kegiatan sosial dan jadilah cermin positif. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan bagi orang tua, pendidik, dan penanggungjawab pendidikan pada umumnya dalam upaya menanamkan kecerdasan spiritual sejak dini pada anak.
Dakwah Kontemporer dan Radikalisme Agama di Bulukumba
Mahmuddin Mahmuddin
Al-Ulum Vol. 16 No. 2 (2016): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (421.587 KB)
|
DOI: 10.30603/au.v16i2.161
The article aims to understand the application of contemporary dakwah in Bulukumba as an effort to tackle religious radicalism. This highlighted from a characteristic contemporary priests, contemporary dakwah materials and media of contemporary dakwah and the role of dakwah in counteracting religious radicalism in Bulukumba district of South Sulawesi. The result of this research shows that in general dai (priests) including contemporary dai. At this point, it can be said that one of the characters contemporary dakwah is contemporary priests themselves. The priests, mostly still focused on the traditional ways in presenting Islam when they give presentations. Meanwhile, matters such as contemporary medium had not been fully employed well. Ultimately, the priests play important roles in order to counter and prevent religious radicalism, and they have the role to explain proportional religious thoughts.
PROBLEM-BASED LEARNING
David Esema;
Evi Susari;
Daniel Kurniawan
Satya Widya Vol 28 No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (197.566 KB)
|
DOI: 10.24246/j.sw.2012.v28.i2.p167-174
Problem-Based Learning (PBL), adalah model pembelajaran yang awalnya dikembangkan di dunia pendidikan medis, namun kini telah digunakan secara luas di berbagai jenjang dan bidang pendidikan. Basis teortits dari PBL adalah kolaborativisme dan konstruktivisme. Kemitraan, keterbukaan dan kejujuran, rasa hormat, dan kepercayaan menjadi nilai-nilai yang mendasari dan sekaligus menjadi prasyarat bagi keberhasilan PBL Sintaks PBL meliputi: pengenalan dan pemahaman konsep dasar, eksplorasi fakta dan informasi relevan secara mandiri, bertukar pemahaman dalam kelompok/kelas, kesimpulan dan evaluasi. Beberapa riset mengenai PBL baik di luar maupun di dalam negeri yang dipaparkan dan dibandingkan dalam tulisan ini menunjukkan data tentang efektifitas PBL dalam kegiatan pembelajaran.
AN ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERRORS BY THE FIRST SEMESTER STUDENTS
Sulistyo Adi Joko Saharjo;
Ni Nyoman Nidya Trianingrum
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36733/jsp.v7i2.61
The present study dealt with An Analysis of Grammatical Errors bythe eighth grade students of SMP Negeri 1 Kuta Utara in academic year 2016/ 2017. The researcher interested in analyzing kinds of errors because the errors were made by students should be corrected so not to become fossilized. The total amount of population which consisted of 12 classes were 384 students all together. The amount of population was determined by using quota random sampling technique. The number of representative students which used as subjet under study was 40 students. The present study which made use of an ex-post facto research design was intended to answer the following research questions: what kind of grammatical errors which is made by the eighth grade students of SMP Negeri 1 Kuta Utara in academic year 2016/ 2017 in constructing direct and indirect speech. The data required for the study were collected by using grammatical transformation tasks. In the grammatical transformation tasks, the students were asked to change direct speech to indirect speech or vice versa by the correct grammatical forms in the sentences. The result revealed that there were 303 errors made by the students. From the total number of students’ errors, the researcher found that there were four types of errors. There were 43(14,19%)of omission error, there were 29(9,57%)of addition errors, there were 58(19,14%)of malformation errors, and there were 173(57,09%)of disordering errors. The finding of present study was many students who weredifficultto answerdirect and indirect speech. They lacked of knowledge and inability in mastering English grammar so many mistakes were made by them.