Articles
Efektivitas Ekstrak Daun Thai Basil (Ocimum Basilicum Var. Thyrsiflora) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Salmonella Typhi dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam
Khansa, Hana;
Keumala Dewi, Intan;
Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 11 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33476/jmj.v2i11.4255
Pendahuluan :Demam tifoid merupakan penyakit endemik di Indonesia yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Faktor yang mempengaruhi penularan demam tifoid adalah sanitasi yang buruk. Timbulnya resistensi antibiotik terhadap Salmonella typhi membuat berbagai upaya dilakukan untuk mencari alternatif antimikroba, salah satunya berasal dari tanaman atau bahan alam. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional adalah daun Thai basil. Pada tanaman ini terdapat flavonoid yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri dengan cara merusak dinding sel dan menonaktifkan kerja enzim. Metodologi :Daun Thai basil diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh dengan berbagai konsentrasi dilakukan uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi. Kontrol positif yang digunakan adalah Ciprofloxacin dan kontrol negatif yang digunakan adalah DMSO 10%. Hasil : Hasil uji Anova satu arah didapatkan nilai P <0.00 hal ini menunjukan bahwa pemberian daun Thai basil memberikan efek hambatan terhadap pertumbuhan bakteri yang bermakna. Pada penelitian ini konsentrasi ekstrak 35.000 ppm memiliki zona hambat dengan diameter (mm) terbesar dibandingkan dengan kelompok konsentrasi ekstrak lainnya. Akan tetapi, efek antibakteri dari ekstrak daun Thai basil masih belum bisa menggantikan antibiotik Ciprofloxacin yang memiliki diameter (mm) zona hambat yang lebih besar dari ekstrak daun Thai basil. Kesimpulan :Penelitian ini dapat diketahui bahwa didapatkan zona hambat sedang pada berbagai konsentrasi ekstrak daun Thai basil namun masih belum bisa menggantikan antibiotic Ciprofloxacin. Allah SWT telah memberi kita akal untuk berpikir bagaimana cara memanfaatkan segala jenis tumbuhan yang didalamnya mempunyai banyak manfaat. Salah satunya adalah Thai basil, dengan manfaat sebagai pengobatan antibakteri.
Gambaran Infeksi Parasit Usus Pada Anak di Pemukiman Pemulung Perkotaan Jakarta Timur dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam
Fauzia, Rita;
Damayanti, Ndaru Andri;
Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 11 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33476/jmj.v2i11.4257
Latar Belakang: Data WHO melaporkan lebih dari 24% penduduk dunia terinfeksi parasit usus dan 800 juta anak usia sekolah memberikan risiko terinfeksi parasit usus. Kelompok usia anak belum memiliki kemampuan untuk menjaga kebersihan pribadi. Lingkungan tempat tinggal dengan sanitasi yang kurang memberikan risiko tercemar dengan mikroorganisme termasuk parasit usus. Metode: Jenis penelitian yang digunakan ialah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel yang digunakan adalah feses yang dikumpulkan dari 35 orang anak yang tinggal di pemukiman pemulung Jakarta Timur. Hasil: Sebesar 8,6% anak-anak di pemukiman pemulung positif terinfeksi parasit usus, Blastocystis hominis. Sebanyak 1 orang (2,9%) dengan kebersihan individu yang masih kurang, yaitu memiliki kuku panjang dan hitam dan sebagian besar sudah memiliki kebersihan individu cukup baik. Sebanyak 3 orang (8,6%) berkulit hitam kusam karena sering terpapar sinar matahari siang. Sebanyak 3 orang anak tinggal di rumah yang tidak memiliki ventilasi, sehingga sinar matahari tidak pernah masuk (8,6%) dan sisanya anak-anak tinggal dengan lingkungan rumah yang cukup bersih. Data penelitian menunjukkan anak-anak yang tinggal di pemukiman pemulung dengan kebersihan individu yang kurang baik memiliki kecenderungan terinfeksi parasit usus, walaupun secara uji statistic Chi Square tidak memberikan hasil yang bermakna (p>0,01). Kesimpulan: Anak-anak yang tinggal di pemukiman pemulung dengan kebersihan individu dan sanitasi lingkungan tinggal yang cukup baik belum dapat mencegah terjadinya infeksi parasit usus oleh Blastocystis hominis.
Pengetahuan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2018 tentang Keakuratan Rapid Test Mendeteksi COVID-19 dan Tinjauan Menurut Pandangan Islam
Putri Reza Permana;
Poerwantoro, Bambang;
Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 11 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33476/jmj.v2i11.4263
Pendahuluan: Coronavirus adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. World Health Organization (WHO) menyatakan COVID-19 ini sebagai kondisi pandemi, fokusnya pada deteksi yang lebih dini untuk menghentikan jumlah infeksi dan membatasi penularan virus. Beberapa metode untuk mendeteksi COVID-19, salah satunya adalah Rapid Test. Mengidentifikasi COVID-19 secara akurat penting untuk mengukur penyebaran penyakit dan menilai keberhasilan intervensi. Studi meta-analisis terhadap 10 studi Rapid Test antibodi melaporkan sensitivitas 18,4% - 93,3% dan spesifisitas 80%-100%. Dalam pandangan Islam, adanya COVID-19 merupakan cobaan yang dimana Rasulullah memerintahkan untuk menjauhi seseorang yang sedang terjangkit penyakit sebagai bentuk pencegahan penularan. Sejalan dengan penggunaan alat Rapid Test pada pandemi COVID-19 saat ini sebagai alat deteksi dini yang praktis guna mengurangi penyebaran penularan COVID-19. Untuk itu diperlukannya pengetahuan, dalam hal ini khususnya pengetahuan keakuratan Rapid Test mendeteksi COVID-19. Metode: Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan metodenya adalah survei menggunakan kuisioner. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa aktif Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2018 yang berjumlah 143 mahasiswa. Hasil: Dari tingkat pengetahuan keakuratan Rapid Test responden yang baik sebanyak 104 orang (72.7%) tingkat pengetahuan cukup sebanyak 28 orang (19.5%) dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 11 orang (7.6%). Selain itu, responden memiliki tingkat pengetahuan tentang wabah dalam pandangan Islam yang baik sebanyak 108 orang (75.5%) tingkat pengetahuan cukup sebanyak 26 orang (18.2%) dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 9 orang (6.3%). Simpulan: Tingkat pengetahuan responden tentang keakuratan Rapid Test mendeteksi COVID-19 dan tentang pengetahuan wabah dalam pandangan Islam, jenis kelamin perempuan memiliki tingkat pengetahuan lebih baik.
Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberkulosis Paru Pada Masa Pandemi Covid-19 Periode April-September 2019 Dan 2020 Di Puskesmas Pondok Gede Dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam
Melania, Dinda;
Basbeth, Ferryal;
Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 11 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33476/jmj.v2i11.4268
Latar Belakang : Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan kuman Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis merupakan 10 penyebab kematian tertinggi di dunia yang menyebabkan kematian sekitar 1,3 juta jiwa. Keberhasilan pengobatan tuberkulosis di Indonesia termasuk tinggi yang mana ini dipengaruhi oleh faktor pasien, PMO dan faktor obat. Tingkat kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis sangatlah penting karena dapat menentukan keberhasilan pengobatan ataupun prognosis pasien itu sendiri kedepannya. Saat ini, keadaan pandemi Covid-19 menjadi faktor kepatuhan minum obat pasien tuberkulosis. Islam pun menganjurkan umatnya untuk melakukan pengobatan hingga tuntas. Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah penderita tuberkulosis paru di Puskesmas Pondok Gede periode April-September 2019 dan 2020. Pengumpulan data ini dilakukan dengan pencatatan data dari rekam medis pasien tuberkulosis yang terdaftar di Puskesmas Pondok Gede pada periode tersebut. Analisis dilakukan secara univariat pada setiap variabel dan bivariat untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil : Pada penelitian ini didapati frekuensi pasien tuberkulosis paru yang berobat menurun dari 44 orang sebelum pandemi ke 28 orang setelah pandemi. Sebelum pandemi didapati sebanyak 39 orang (88,6%) patuh dan setelah pandemi didapati sebanyak 18 orang (64,3%) patuh pengobatan tuberkulosis paru. Sehingga didapati p-value 0.014 yang berarti ada hubungan. Kesimpulan : Terdapat perbedaan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Pondok Gede sebelum dan setelah pandemi dimana setelah pandemi kepatuhan minum obat menurun dibandingan sebelum pandemi Covid-19. Disarankan sebagai umat Muslim untuk berobat hingga tuntas.
Kecenderungan Filariasis di Wilayah Kota Jakarta Timur dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam
Najib, Luzein;
Hardjanti, Ambar;
Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 11 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33476/jmj.v2i11.4274
Penyakit filariasis, yang sering dikenal sebagai penyakit kaki gajah, disebabkan oleh cacing filaria yang hidup di dalam kelenjar dan saluran getah bening. Di Indonesia, terdapat 10.681 kasus filariasis pada tahun 2018 dan pada tahun 2022 terdapat 8.635 kasus filariasis. Sekitar 70% kasus filariasis di Indonesia disebabkan oleh Brugia malayi. Salah satu provinsi yang mengalami peningkatan kasus filariasis adalah DKI Jakarta. Penelitian ini bersifat observasional. Penelitian ini merupakan penelitian survei cross-sectional. Data menggunakan data dari Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Timur. Seluruh data penderita Filariasis di wilayah Kota Jakarta Timur selama lima tahun antara tahun 2018 dan 2022 merupakan populasi penelitian. Analisis regresi adalah metode analisis data. Hasil menunjukkan bahwa jumlah kasus filariasis menurun pada tahun 2020 dan 2021 dan terjadi peningkatan pada tahun 2022. Peningkatan kasus disebabkan dua faktor utama, yaitu faktor perpindahan penduduk (60%) dan faktor lingkungan (40%). Pola kasus filariasis lebih tinggi pada perempuan daripada laki-laki. Filariasis dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan produktivitas termasuk saat beribadah dan berwudhu. Namun dalam pandangan islam, Allah swt memberikan kemudahan sholat kepada seorang hamba yang sedang melalui udzur. Selain itu, Tuhan memberikan fasilitas wudhu seperti bertayamum jika sangat sakit atau khawatir saat menggunakan air.
Gambaran Perubahan Kebiasaan Konsumsi Buah Sebelum dan Selama Pandemi Covid-19 pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2018 dan Tinjauannya dalam Pandangan Islam
Thalib, Faris;
Ferlianti, Rika;
Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 12 (2024): August 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33476/jmj.v2i12.4306
Fenomena kesehatan yang saat ini terjadi di seluruh dunia adalah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Mengkonsumsi buah merupakan salah satu cara untuk meningkatkan imunitas tubuh agar terhindar dari penyakit ini. Pakar ilmu psikologi menjelaskan bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh pengetahuan yang dimiliki dan ancaman yang dihadapi. Pandemi Covid-19 bisa menjadi momentum yang dapat meningkatkan pengetahuan tentang manfaat buah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian observasi analitik. Penelitian ini dilakukan kepada Mahasiswa Universitas YARSI angkatan 2018. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 133 orang yang diambil dari semua populasi yang memenuhi syarat kriteria insklusi. Data yang dipakai yaitu data primer menggunakan kuisioner daring dan dianalisa dengan analisis univariat. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan terdapat 133 responden dengan responden paling banyak berasal dari kelompok usia 21 tahun (62.4%) dan berjenis kelamin perempuan (54.2%). Untuk hasil pengukuran pengetahuan, mayoritas responden memiliki pengetahuan sedang (65.4%). Untuk hasil pengukuran tingkat konsumsi buah sebelum masa pandemi Covid-19, mayoritas responden tidak rutin mengkonsumsi buah setiap hari (79.0%) dan mengkonsumsi 1-2 porsi buah per minggu (55.6%). Untuk hasil pengukuran tingkat konsumsi buah selama masa pandemi Covid-19, mayoritas responden tidak rutin mengkonsumsi buah setiap hari (48.9%) dan mengkonsumsi lebih dari 5 porsi buah per minggu (36.1%). Mayoritas responden memiliki tingkat konsumsi buah yang meningkat di masa pandemi, dibandingkan dengan sebelum masa pandemi Covid-19.
Pengaruh Penggunaan Handphone Terhadap Keluhan Kelainan Refraksi pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2022 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam
Sashikirana Erizal, Inez;
Idrawati, Atiek;
Haryono, Tri Agus;
Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 12 (2024): August 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33476/jmj.v2i12.4322
Refraksi merupakan gangguan mata yang terjadi karena cahaya yang diterima oleh mata tidak terfokus pada retina, sehingga gambar pada retina menjadi kabur. Refraksi dapat dipengaruhi oleh faktor usia, jenis kelamin, ras, lingkungan, dan gadget. Dua jenis kelainan refraksi yang paling banyak diderita yaitu, miopia dan astigmatisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan apa saja keluhan kelainan refraksi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dan menggunakan rancangan desain studi cross-sectional. Sampel berjumlah 75 orang berdasarkan teknik non random jenis purposive sampling. Data dianalisa secara bivariat dengan bantuan program SPSS. Hasil menunjukkan penggunaan handphone tidak berpengaruh signifikan terhadap keluhan kelainan refraksi pada mahasiswa dan prevalensi keluhan kelainan refraksi pada mahasiswa tidak berpengaruh signifikan. Pandangan Islam terhadap pengaruh penggunaan handphone terhadap keluhan kelainan refraksi dapat diperoleh dengan tidak bersikap secara berlebihan serta menjaga kesehatan mata dan dapat diterapkan sebagai dasar kebaikan untuk menegakkan syariat Islam. Refraction is an eye disorder that occurs because the light received by the eye is not focused on the retina, so the image on the retina becomes blurred. Refraction can be influenced by age, gender, race, environment, and gadgets. The two most common types of refractive errors are myopia and astigmatism. This study aims to determine the prevalence and what are the complaints of refractive errors in students of the Faculty of Medicine, YARSI University. This research is a type of descriptive quantitative research and uses a cross-sectional study design. The sample amounted to 75 people based on non-random purposive sampling technique. Data were analyzed bivariately with the help of the SPSS program. The results showed that the use of cellphones had no significant effect on complaints of refractive errors in students and the prevalence of complaints of refractive errors in students had no significant effect. Islamic views on the effect of cellphone use on complaints of refractive errors can be obtained by not being excessive and maintaining eye health and can be applied as a basis for goodness to uphold Islamic law.
LITERATURE REVIEW: PENGARUH KEPERCAYAAN DAN TRADISI PERNIKAHAN DINI TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI WANITA REMAJA
Kirani, Tegma Panca;
Yohana, Nining Ni’mah Yohana Ni’mah;
Nafiunnisa, Hanifah;
Syifa, Meida Arofatus;
Zahro, Diva Nafisatuz;
Aulia, Nurul
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2024: Kekerasan dalam Pacaran: Hubungan Romantis Berujung Tragis
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Early marriage is a phenomenon at the tip of the iceberg and will continue to occur due to a lack of information and public understanding regarding early marriage and social traditions that affect the reproductive health of young women. This tradition still persists in Indonesia, especially in rural areas because the culture of early marriage is still strong among some people. Indonesia ranks 37th out of 158 countries for the highest rate of child marriage globally and holds the second highest position in ASEAN, after Cambodia. This research was conducted to find out whether the tradition of early marriage has an effect on the reproductive health of young women. The research uses the literature review method, a review of 10 literature and journal articles in accordance with the theory discussed, especially in the areas of “Women's Reproductive Health'' and “Early Marriage''. The research results show that the tradition of early marriage has an effect on the reproductive health of young women. Marriage at a young age is associated with various reproductive diseases in women, including death during childbirth, cervical cancer, and sexually transmitted diseases (STDs). Miscarriage, molar pregnancy, and premature birth can occur at the beginning of marriage because the mother's physical condition is still in the maturation stage and her reproductive organs are not yet fully mature.
Implementasi Penyusunan Laporan Keuangan Berdasarkan SAK EMKM Pada Toko Gaga
Widiyanti, Dwi Ayu;
Fahmie, Arief;
Suharmiati, Suharmiati
Jurnal Aplikasi Bisnis Kesatuan Vol. 4 No. 3 (2024): JABKES Edisi Desember 2024
Publisher : Program Vokasi dan LPPM IBI Kesatuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37641/jabkes.v4i3.2733
One of the MSMEs located around the Ciawi sub-district, Bogor regency is Toko Gaga. Toko Gaga is an MSME that sells all consumer goods products that have the Gaga brand. Toko Gaga was established to introduce products to the environment around the company PT. Jakarana Tama and to help in purchasing Gaga products to make it easier, both for employees and the community. After running for several years, Toko Gaga is widely known by the community, both for personal consumption and for re-marketing. The purpose of this research discussion is to determine the process of recording and making financial reports at Toko Gaga before using Microsoft Excel-based accounting software and the process of recording and making financial reports at Toko Gaga after using Microsoft Excel-based accounting software. This is done to find out about the suitability of the process of recording and making financial reports at Toko Gaga with the Financial Accounting Standards for Micro, Small and Medium Entities (SAK EMKM). From the results of the review carried out, it shows that the process of recording and making financial reports manually is not effective, so it is recommended to use Microsoft Excel-based accounting software for the process of recording and making financial reports. Keywords: financial reports, SAK EMKM
Implementation of differentiated learning using a project-based learning model to improve students' mathematical problem-solving ability
Afdillah, Afdillah;
Izzati, Nur;
Febrian, Febrian
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 12 No 2 (2024): VOLUME 12 NOMOR 2 DESEMBER 2024
Publisher : IAIN Palangka Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23971/eds.v12i2.7801
This study aimed to determine the difference between students who learn with differentiated Learning by applying the project-based learning model and students who learn by applying the class X expository model on the material of the three-variable equation system. This research uses a quantitative approach with a quasi-experimental type. The data collection techniques used are questionnaires, tests, and observations. The main instrument consisted of questionnaires and test sheets, and supporting instruments consisted of teaching modules and student worksheets. The data analyzed were qualitative data describing learning activities and quantitative data describing pretest and posttest problem-solving ability data in experimental and control classes. The research hypothesis uses the Man Whitney U test; it is found that the mathematical problem-solving ability of students who learn with differentiated Learning using a project-based learning model is higher than that of students who learn with expository with a significance level of 0.05, and the acquisition of a significance value of 0.00.