Makroalga merupakan sumber daya hayati laut yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir serta memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis makroalga dan menganalisis struktur komunitas makroalga di perairan Pantai Desa Lamamek, Pulau Simeulue. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2024 menggunakan metode eksploratif dengan teknik purposive sampling pada tiga stasiun pengamatan yang memiliki karakteristik substrat berbeda. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode transek garis (line transect) dengan ukuran plot 1x1 m. Analisis struktur komunitas dilakukan menggunakan indeks keanekaragaman (H'), indeks keseragaman (E), dan indeks dominansi (D), serta didukung pengukuran parameter kualitas perairan meliputi suhu, salinitas, pH, dan dissolved oxygen (DO). Hasil penelitian mengidentifikasi delapan spesies makroalga yang terdiri atas empat spesies Chlorophyta (Caulerpa racemosa, Caulerpa taxifolia, Halimeda opuntia, dan Chaetomorpha crassa) serta empat spesies Phaeophyta (Sargassum polycystum, Sargassum crassifolium, Turbinaria ornata, dan Padina australis), sedangkan Rhodophyta tidak ditemukan. Padina australis merupakan spesies dengan jumlah individu tertinggi. Nilai indeks keanekaragaman berkisar antara 1,38–1,89 (kategori sedang), indeks keseragaman 0,97–0,99 (kategori tinggi), dan indeks dominansi 0,15–0,25 (kategori rendah). Kondisi tersebut menunjukkan komunitas makroalga yang relatif stabil dengan penyebaran individu yang merata tanpa adanya spesies yang mendominasi. Parameter kualitas perairan masih berada pada kisaran yang sesuai untuk mendukung pertumbuhan makroalga yakni suhu 30,2-31,70C, DO 6,07-6,40 mg/L, salinitas 29-31‰ dan pH 8,10-8,22. Hasil penelitian ini menyediakan data dasar mengenai keanekaragaman dan struktur komunitas makroalga yang dapat dimanfaatkan sebagai acuan dalam pengelolaan serta konservasi ekosistem pesisir di Pulau Simeulue. Macroalgae are important marine biological resources that contribute to the stability of coastal ecosystems and provide significant economic value. This study aimed to identify macroalgal species and analyze their community structure in the coastal waters of Lamamek Village, West Simeulue District, Simeulue Regency. The study was conducted in December 2024 using an exploratory approach with purposive sampling at three stations representing different substrate characteristics. Sampling was carried out using the line transect method with a plot size of 1 x 1 m. Community structure was evaluated using the Shannon-Wiener diversity index (H'), evenness index (E), and dominance index (D), supported by measurements of temperature, salinity, pH, and dissolved oxygen (DO). Eight macroalgal species were identified, comprising four Chlorophyta (Caulerpa racemosa, Caulerpa taxifolia, Halimeda opuntia, and Chaetomorpha crassa) and four Phaeophyta (Sargassum polycystum, Sargassum crassifolium, Turbinaria ornata, and Padina australis), while no Rhodophyta species were recorded. Padina australis showed the highest abundance. The diversity index ranged from 1.38 to 1.89 (moderate), evenness from 0.97 to 0.99 (high), and dominance from 0.15 to 0.25 (low), indicating a relatively stable community with evenly distributed individuals and no dominant species. Water quality parameters were still within the appropriate range to support macroalgae growth, namely temperature 30.2-31.7°C, DO 6.07-6.40 mg/L, salinity 29-31‰, and pH 8.10-8.22. These findings provide baseline information for the management and conservation of coastal macroalgal resources in Simeulue Island.