Perairan Cilacap berbatasan langsung dengan Samudera Hindia sehingga menjadi lokasi strategis untuk pelayaran nasional maupun internasional yang perlu diketahui karakteristik pasang surutnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pasang surut di Perairan Cilacap menggunakan dua metode yaitu Admiralty dan Least Square. Data pasang surut yang digunakan berasal dari pengamatan BMKG Cilacap selama 29 hari pada bulan Desember 2022. Penelitian ini menghitung konstanta harmonik, menentukan tipe pasang surut, dan menghitung elevasi muka air laut rencana. Hasil analisis menunjukkan bahwa konstanta harmonik M2 memberikan pengaruh terbesar terhadap pola pasang surut. Tipe pasang surut yang teridentifikasi adalah campuran condong harian ganda dengan nilai formzahl sebesar 0,405 (Admiralty) dan 0,394 (Least Square). Nilai elevasi muka air maksimum (HHWL) berdasarkan metode Admiralty sebesar 227 cm dan metode Least Square sebesar 218 cm, sedangkan nilai muka air minimum (LLWL) masing-masing sebesar -7,6 cm dan 1,4 cm. Secara keseluruhan, metode Least Square memberikan hasil yang lebih akurat dan detail dibandingkan metode Admiralty. Penelitian ini diharapkan dapat mendukung berbagai aktivitas di wilayah pesisir, seperti navigasi pelayaran, pembangunan pelabuhan, dan mitigasi bencana pesisir.